Tuesday, May 20, 2008

Ratusan Buku Koleksi Bung Karno Terancam Hancur

Lebih dari 100 buku koleksi proklamator Soekarno, atau Bung Karno, di pengasingan di Bengkulu tahun 1938-1942, terancam hancur akibat pelapukan.

Dalam pantauan Kompas, Senin (19/5) di situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 2, Kota Bengkulu, ratusan buku kuno berbahasa Belanda dalam keadaan rapuh dan sebagian hancur termakan usia.

”Sebagian sudah dikonservasi oleh Perpustakaan Nasional. Sebagian besar masih menunggu giliran untuk dikonservasi,” kata Lusi Liana, pengurus di Rumah Pengasingan Bung Karno.

Deretan buku tebal itu meliputi pelbagai jenis, seperti karya sastra klasik, ensiklopedia, data kepemimpinan Jong Java, hingga Alkitab Pemuda Katolik. Sekitar 60 persen dari semua buku yang disimpan di ruang tidur tamu di Rumah Pengasingan Bung Karno rusak. Sampul buku sebagian besar berlubang atau hancur. Warna buku pun memudar dan rapuh. Tidak ada alat pengatur suhu atau sarana penjaga keawetan buku, seperti layaknya sebuah museum.

Selain buku koleksi Bung Karno, puluhan seragam kelompok Tonil Monte Carlo juga disimpan di rumah kuno yang semula menempati lahan seluas empat hektar itu. Di dalam lemari penyimpanan juga tidak dilengkapi pengatur suhu dan cahaya untuk mencegah kerusakan akibat pelapukan dan pelbagai faktor lain.

Rumah pengasingan itu, papar Lusi, secara teratur didatangi Guruh Soekarnoputra dan Sukmawati Soekarnoputri.

Penjaga Harun bin Abdullatif menambahkan, pengunjung juga datang dari luar daerah.

* DIgunting dari Harian Kompas Edisi 21 Mei 2008


1 comment:

  1. Sangat disayangkan jika koleksi buku pendiri bangsa ini hancur. Saya Tonny, pustakawan Sekolah Tinggi Teologi Jakarta tergerak untuk ikut serta dalam penyelamatan koleksi buku tersebut. Silahkan menghubungi saya di otniel58@yahoo.com.

    ReplyDelete