Saturday, July 21, 2007

Harry Potter Edisi Terakhir Terbit

Seperti sihirnya, Harry Potter muncul tepat tengah malam Sabtu (21 Juli 2007) waktu Inggris. Saat itu buku seri ketujuh dan terakhir petualangan penyihir muda, Harry Potter and the Deathly Hallows, resmi dijual di seluruh dunia dan mengakhiri penantian jutaan pembaca setianya.

Sebagian besar di antara mereka adalah anak-anak dan banyak yang rela mengantre berjam-jam untuk sekadar membuka buku tebal dan mendapatkan jawaban-jawaban yang telah lama ditunggu. Apakah Harry akan membunuh Lord Voldemort yang jahat, atau mati dalam upaya itu? Siapa yang akan terbunuh dalam pertempuran antara kebaikan dan kebatilan?

Toko-toko buku di seluruh Inggris, Amerika Serikat, hingga Singapura, Sydney, Kenya, dan Jakarta rela buka sampai tengah malam. Penjual buku membuka selubung tumpukan buku Harry Potter and the Deathly Hallows tepat satu menit lewat tengah malam waktu Inggris, atau pukul 06.00 WIB. Pembaca dari Amerika Serikat harus menunggu hingga tengah malam lewat di beberapa zona waktu.

"Mendapatkan buku ini adalah hal paling penting bagi hidup saya. Menantinya membuat saya sampai tidak bisa makan atau tidur," kata Bobby, 15, yang membeli novel itu saat tengah malam di London Tengah. Bersama Bobby, lebih dari 5.000 orang berbaris berjam-jam sebelum pembukaan tengah malam dalam kostum-kostum yang berwarna-warni. Ada lusinan yang mengenakan kostum penyihir, sepasang peri rumah, sepasang burung hantu, dan kostum Kastil Hogwarts.

Toko buku Steimatzky di Tel Aviv harus buka pukul 02.01 Sabtu pagi. Pengelola toko harus melanggar undang-undang Yahudi Ortodoks karena buka pada hari Sabbath. Padahal, undang-undang mewajibkan pada hari itu bisnis di Israel tutup.

Di Indonesia, beberapa toko buku juga menyambut secara meriah. Toko buku Aksara buka sejak pukul 06.00 WIB untuk menyesuaikan waktu terbit dengan negara Harry Potter, Inggris. Di Jogjakarta, khususnya di Toko Buku Periplus Mall Malioboro, juga buka jam 6 pagi. PAdahal, Mall Malioboro baru buka jam 10 pagi.

Dua hari sebelum peluncuran buku seri terakhir Harry Potter, dikabarkan Kemarahan tengah menyelimuti J.K. Rowling. Amarah itu muncul gara-gara dua media, yakni The New York Times dan Baltimore Sun, membuat ulasan sebelum buku yang diburu banyak penggemarnya itu dilempar ke pasar. Tepat sehari sebelum hari H. Tuntutan pun telah dilayangkan.

"Saya terkejut beberapa surat kabar Amerika mempublikasikan ulasan yang merusak dan mengabaikan harapan jutaan pembaca, khususnya anak-anak. Tapi saya juga berterima kasih kepada sejumlah surat kabar, penjual buku, dan lainnya yang tidak memilih mengotori petualangan Harry yang terakhir bagi para penggemar," tutur penulis berusia 41 tahun itu.

Ia meminta para penggemar Potter mengabaikan informasi salah di situs ataupun di media massa. Meski Bloomsbury, penerbit Harry Potter di Inggris, dan Scholastic, penerbit Harry Potter di Amerika Serikat, menghabiskan jutaan dolar Amerika Serikat untuk melindungi isi buku tersebut sebelum peluncuran, novel itu telah muncul di situs eBay, sedangkan gambar-gambarnya telah beredar di berbagai situs.

Scholastic pun telah mengajukan tuntutan di pengadilan Illinois terhadap DeepDiscount.com dan distributor buku Levy Entertainment karena telah mengizinkan orang membeli buku tersebut sebelum peluncuran resmi. Maklum, editor New York Times, Rick Lyman, mengungkapkan pihaknya membeli novel tersebut dengan legal di sebuah toko di New York City.

Deathly Hallows dicetak awal 12 juta kopi di Amerika SerikatRetailer buku via net, Amazon.com, mengatakan telah menerima 2,2 juta pesanan. Royal Mail Inggris menyatakan, mereka akan mengirim 600.000 kopi. Sedangkan layanan pos AS akan mengapalkan 1,8 juta buku ke pemesan di seluruh dunia. Luar biasa.

* Digunting dari Jawa Pos dan Kedualatan Rakyat Edisi Minggu Minggu, 22 Juli 2007 dan Koran Tempo Edisi Sabtu 21 Juli 2007


No comments:

Post a Comment