Tuesday, March 4, 2008

Ayo, Beramal dengan Buku

Bentuk kotak seukuran 1 x 1,5 meter itu sebetulnya cukup unik. Bagian bawah dicat warna putih, dan ungu di atasnya. Atapnya berbentuk kerucut, dengan lubang berbentuk dua mata dan mulut yang sedang tersenyum. Di tiap sisi kotak terpampang foto Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama para pelajar dari berbagai jenjang.

Kotak itu merupakan titipan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, yang dipimpin Ani Yudhoyono. Para pengunjung pameran buku Islam yang dibuka Ibu Ani di Istora Senayan, Sabtu lalu, diharapkan mau menyelipkan buku bekas ataupun baru ke kotak itu.

Namun, karena kotak ditempatkan menyelip di antara anjungan informasi pameran buku Islam dan anjungan keamanan, tak banyak pengunjung yang ngeh terhadap kotak tersebut. Apalagi tak ada petunjuk atau informasi apa pun yang menandakan kotak tersebut tempat untuk menyumbang buku.

Kalimat di bagian bawah kotak yang bertulisan "Pendidikan dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia" sama sekali tak menjadi eye catching bagi pengunjung. Karena itu, tak aneh jika hingga kemarin tak lebih dari 15 buku yang terlihat di dalam kotak tersebut. Buku itu antara lain Self Hypnosis, Berkreasi dengan Flanel, serta Menu Favorit dan Sehat.

"Lo, memangnya itu kotak sumbangan buku?" ujar Hadi Wijaya, salah seorang pengunjung, kepada Tempo. Seharusnya, ia menyarankan, ada anjungan khusus dan brosur yang dibagikan kepada pengunjung tentang program ini.

Mahasiswa semester akhir Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu berjanji akan kembali ke pameran. "Besok-lusa saya akan bawa beberapa buku bekas dari rumah," ujar Hadi.

Saat membuka pameran, Ibu Ani mengajak masyarakat menyumbangkan buku kepada masyarakat yang tidak mampu dalam program "Book Broke Box". Buku yang disumbangkan bisa baru ataupun bekas. "Amal tidak harus dalam bentuk uang, tapi juga bisa berbentuk buku," kata Ani. "Kalau beramal buku, pahala akan terus mengalir sepanjang buku itu dimanfaatkan."

Khaerudin, sekretaris panitia, mengaku sengaja tidak menempatkan petugas khusus untuk mengawasi dan memberikan informasi tentang kotak tersebut. "Nanti pengunjung malah segan," tuturnya.

Ia berjanji akan segera mengajak semua peserta pameran menyumbangkan beberapa buku yang mereka jual. "Kami harap setelah itu banyak yang mengikuti," katanya. Mumpung waktu masih tersisa hingga 9 Maret, ayo, beramal dengan buku.

* Digunting dari harian Koran Tempo Edisi 4 Maret 2008

1 comment:

  1. Maaf numpang ruang. Mudah2an bermanfaat bagi yang peduli buku dan bacaan:

    Sekarang, kesadaran membaca dan menulis sangat signifikan di kalangan masyarakat, baik awam maupun profesional. Kesadaran ini diilhami oleh pentingnya membaca bagi keberlangsungan masa depan yang dinamis dan maju. Secara lokal, Indonesia mungkin masih dianggap ketinggalan menyadari pentingnya membaca dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah maju lebih dahulu. Wajar saja, Amerika dan Eropa mendapatkan prestasi besar dalam dunia pradaban modern kini, sebab mereka 15 tahun ke belakangnya telah memiliki kegemaran dan kesadaran pentingnya membaca.

    Dari itu, mari kita rapatkan persepsi kita bahwa membaca itu sangat penting dan bermanfaat. Melalui milis ini semua hal ini bisa digagas bersama. P

    Partisifasi Anda sangat kami tunggu untk ikut bergabung di milis mediabaca@yahoogroups.com ini.

    Join silakan klik: http://groups.yahoo.com/group/mediabaca


    Selamat bergabung!

    ReplyDelete