Wednesday, January 30, 2008

DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran 'Seri Pahlawan Nasional'. Kenapa?

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cianjur meminta pendistribusian buku pelajaran Seri Pahlawan Nasional untuk siswa sekolah dasar, yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK), segera ditarik. Sebab, gambar jilid salah satu buku, yakni Seri Pahlawan Ki Hajar Dewantara, dibuat dalam bentuk karikatur.

"Buku tersebut tidak mendidik dan tidak menghargai nilai kepahlawanan," kata Sekretaris Komisi VI Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Cianjur Dudi Aryadikara kepada wartawan.

Ia menilai penggambaran Ki Hajar Dewantara, dengan bentuk bibir dan hidung yang tidak proporsional, tidak menghargai nilai-nilai kepahlawanan tokoh pendidikan tersebut. "Ini bukan masalah kebebasan berekspresi, melainkan jelas-jelas tidak mendidik," katanya. Dudi mengaku telah menyerahkan contoh buku terbitan PT Grasindo tersebut ke Kejaksaan Negeri Cianjur.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cianjur Fransiskus Pakpahan mengatakan tak bisa menarik buku itu begitu saja karena distribusinya bersifat nasional. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas masalah ini. "Kalau memang dianggap tidak layak, kami siap melakukan tindakan," katanya.

Editor penerbit buku Grasindo, Sudarmanto, mengatakan buku itu bukan pelajaran sejarah atau politik, melainkan buku pendidikan nilai perjuangan dan kepahlawanan.

Grasindo sama sekali tak pernah menerbitkan buku pendidikan dengan versi karikatur. "Itu semikartun untuk anak-anak. Yang penting bukan gambar, melainkan isi cerita dan nilai yang disampaikan," ujarnya kepada Tempo kemarin.

Semikartun dalam buku anak, dia menjelaskan, sudah lama digunakan sebagai perantara pesan. Sebagai buku referensi yang diterbitkan lima tahun lalu, penjualan buku ini cukup baik. "Tidak ada nilai atau pesan yang keluar dari pakem, semuanya standar," kata Sudarmanto.

Ia akan segera menemui perwakilan DPRD Cianjur untuk mengklarifikasi masalah tersebut. "Kami sedang mengusahakan pertemuan lewat Grasindo biro Bandung," katanya.

* Digunting dari Harian Koran Tempo 30 Januari 2008

1 comment:

  1. Heboh Buku SD Bergambar Porno di Pekalongan

    January 23, 2009 4:15 am admin

    Artikel Heboh Buku SD Bergambar Porno di Pekalongan
    Yang terjadi di dunia pendidikan di Indonesia bukan hanya pungli, korupsi, dan perusakan agama lewat pemusyrikan. Namun bahkan sampai buku SD (Sekolah Dasar) dari paket Departemen Pendidikan Nasional pun bergambar porno. Itu menjadi paket yang dikirimkan oleh rekanan Departemen Pendidikan Nasional ke sekolah-sekolah SD.
    Gambar-gambar seronok dalam paket buku SD dari Departemen Pendidikan Nasional itu berada pada cover depan. Isinya banyak menampilkan gambar-gambar wanita berbusana minim, pose berciuman khusus dewasa serta isi bacaan juga sangat tidak pantas untuk anak usia sekolah dasar.
    Departemen Pendidikan Nasional dan rekanannya itu, dengan bukti tersebut, dan bukti-bukti lainnya seperti diulas di nahimunkar.com telah menjadikan anak-anak bangsa ini sebagai sasaran untuk dirusak moralnya bahkan diajari kemusyrikan lewat buku pelajaran di antaranya bahasa Indonesia.
    Contoh nyata, Dongeng Datangnya Dewi Sri. Ada kalimat: “Semua merasa bahwa padi adalah pemberian Dewi Sri untuk bahan pangan untuk seluruh manusia. Di Pulau Jawa orang menyebutnya Dewi Sri. Di Sumatra ada yang menamakannya Putri Dewi Sri, Putri Mayang Padi Mengurai, atau Putri Sirumpun Emas Lestari.” (buku Bahasa Indonesia untuk SD/ MI (Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah) Kelas 4, karangan Widyati S, terbitan PT Bintang Ilmu cetakan 2, Juni 2006, halaman 35). Itu jelas pendidikan kemusyrikan! Dongeng khayal, namun merusak aqidah anak-anak kelas 4 SD atau Madrasah Ibtidaiyah. Masih pula ditekankan dalam buku itu: Siapakah tokoh-tokoh dalam cerita tersebut? Ayo tentukanlah pokok-pokok pikiran dalam dongeng tersebut di buku tugasmu!. Ayo, ceritakan dongeng tersebut di depan kelas! (ibid).Pokok-pokok pikiran itu tak lain adalah penyesatan tertinggi yaitu menyebarkan kemusyrikan!Untuk lebih lihai dalam praktek ritual kemusyrikan, sudah dituntun pula dengan buku Bahasa Indonesia itu, yaitu digemarkan menari. Jadi kalau diadakan upacara kemusyrikan sudah mampu menjadi penari. Maka ditulislah kalimat: “Lina gemar menari. Dia ingin belajar tari dari Bali. Oleh sebab itu, Lina ingin belajar menari di Sanggar Anggrek.” (ibid, halaman 26). Itulah “pendidikan” alias penyesatan yang diprogramkan secara sistematis di negeri ini, agar generasi mendatang jadi orang-orang musyrik secara nyata, dengan dibekali ubo rampenya (aneka perangkatnya). (lihat nahimunkar.com, FENOMENA PENGHANCURAN BANGSA (1) Merknya Pendidikan, Isinya Penjahiliyahan,Oleh Hartono Ahmad Jaiz, July 4, 2008 Artikel).Hal tersebut bisa dibuka dalam judul Mengagungkan Budaya Adat Melestarikan Syirik dan Maksiat http://www.nahimunkar.com/?p=219#more-219
    Juga dalam artikel FENOMENA PENGHANCURAN BANGSA (1) Merknya Pendidikan, Isinya Penjahiliyahan, http://www.nahimunkar.com/?p=100

    Berita heboh buku SD bergambar porno itu di antaranya sebagai berikut:
    Buku SD Bergambar Porno Beredar di Pekalongan
    Kamis, 22 Januari 2009 - 13:09 wib

    PEKALONGAN - Sekolah Dasar Negeri Tirto 03 Pekalongan mendadak heboh. Mereka heboh setelah mendapati buku pelajaran SD bergambar wanita berbusana minim dan tidak pantas untuk anak sekolah dasar.Puluhan buku ajaran yang sama pun telah dibagikan ke sebelas sekolah dasar negeri dan swasta di Pemerintah Kota Pekalongan, sejak beberapa hari ini.Kepala SD Negeri 03 Tirto Adiningsih mengatakan dia menerima kiriman buku paket dari Departemen Pendidikan Nasional. Dia mengaku pernah menolak kiriman buku itu karena harus membayar. Namun, rekanan pengadaan buku langsung memberikan buku itu.“Awalnya saya sudah menolak. Setelah kami cek apakah sesuai dengan specknya, tidak sesuai dengan speck,” kata Adiningsih.Sementara saat ditanya berapa penerbitnya, Adiningsih menjawab, “Ini kelihatannya tiga kok mas, tetapi paling banyak Airlangga,” jelasnya.Beredarnya buku bergambar seronok ini pun mengundang perhatian berbagai pihak. Wali Kota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad memerintahkan penarikan seluruh buku itu. Ia akan meminta pertanggungjawaban penerbit dan meminta pergantian yang sesuai untuk anak sekolah dasar.“Ini buat pelajaran kami, dan ke depan kita akan lebih selektif lagi dalam menentukan baik bukunya, rekanannya. Dan saya akan minta semua SD mengevaluasi semua buku yang ada. Demikian juga SMP mengevaluasi, kalau ada yang tidak wajar segera lapor pada kita untuk kita tindaklanjuti,” katanya.Wali Kota juga memerintahkan untuk meneliti kembali seluruh buku paket dan buku-buku di perpustakaan, serta buku penunjang pelajaran lainnya. (Haryono/RCTI/uky) (news.okezone.com)

    Untuk lebih jelasnya, mari kita simak berita ini:2009 Jan 22
    Buku Pelajaran SD Bergambar Porno Beredar

    Pelajar sekolah dasar di Pekalongan Jawa Tengah dihebohkan dengan peredaran buku pelajaran bergambar seronok dan vulgar dari Departemen Pendidikan Nasional. Akibat peristiwa tersebut, para pengajar dan siswa sekolah dasar resah dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
    Pemerintah Kota Pekalongan yang mengetahui peristiwa tersebut langsung melakukan penarikan buku pelajaran yang sudah terlanjur beredar.“Kami kecolongan atas insiden ini, kami tidak mengerti mengapa buku-buku ini bisa lolos seleksi dan sekarang buku tersebut sudah beredar di belasan sekolah dasar se-kota Pekalongan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pekalongan, Djalil, Kamis 22 Januari 2009.Sebelumnya, Djalil mengaku pernah menolak pengiriman buku pelajaran tersebut karena tidak sesuai ketentuan, namun rekanan pengadaan buku langsung memberikan buku tersebut tanpa persetujuan. “Untuk saat ini buku tersebut diamankan dan akan ditindak lanjuti,” ujar Djalil.Kedepan, untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali, dinas pendidikan akan menseleksi penerbit buku dan melakukan penelitian kembali seluruh buku-buku untuk anak didik, seperti buku paket dan buku-buku perpustakaan serta buku penunjang pelajaran lainnya.Seperti diketahui gambar-gambar seronok itu berada pada cover depan dan isinya banyak menampilkan gambar-gambar wanita berbusana minim, pose berciuman khusus dewasa serta isi bacaan juga sangat tidak pantas untuk anak usia sekolah dasar.Sementara buku-buku tersebut sudah tersebar di 11 sekolah dasar negeri dan swasta di lingkungan pemerintah Kota Pekalongan. Sebagai contoh, di SD Negeri Tirto 03 Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, ratusan buku bergambar porno ini baru saja diterima hari ini, dan langsung ketahuan. (vivanews.com)Diposkan oleh karodalnet di 06:48 (karodalnet.blogspot.com)

    Ada komentar yang dikutip sebuah milis sebegai berikut:

    Korupsi Dana Pendidikan: Bintang Ilmu Group Suplai Buku & CD Porno Berita dari Radio Kota Batik Pekalongan dibawah ini menunjukkan betapa Bintang Ilmu Group yang sering kali mengaku sebagai satu satunya perusahaan yang mendapat tugas resmi dari Departemen Pendidikan untuk mengadakan produk untuk peningkatan mutu pendidikan melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan, ternyata untuk menutupi kecurangannya, karena sebenarnya mereka tidak memiliki jumlah barang yang sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh Departemen pendidikan, mereka mensuplai seolah olah jumlah dan spesifikasinya sudah benar.Tapi ternyata didalamnya lalu dicampur dengan barang lain, mungkin karena pegawainya bingung mau diisi apa, barang yang memang mereka tidak bisa memproduksi itu, lalu diisi majalah.. eh terselip majalah porno yang merupakan salah satu produk unggulan mereka heheheJuga CD pembelajaran beberapa mata pelajaran maupun CD sistem pendidikan yang ditetapkan spesifikasi oleh departemen pendidikan, ternyata Bintang Ilmu Group hanya menampilkan kemasan CD yang bagus. tapi setelah CD itu dibuka/ dipakai oleh sekolah ternyata isinya hanya berupa gambar slide, untuk menutupi kekurangannya yang dibuat memenuhi ketentuan hanya pembukaannya saja. Tapi isinya tidak sesuai.. Wah benar benar penipu dan memperbodoh bangsa… juga korupsi, karena CD yang benar itu harganya ratusan ribu rupiah, karena memang benar2 bisa membuat siswa kreatif dan sebagainya… eh diisi CD yang berisi seperti itu.. dimana harganya jika dipasar hanya 10 ribu rupiah Untuk itu Semoga aparat benar2 tegas, terhadap pembodohan bangsa dan tindakan perampokan dana pendidikan oleh orang2 yang ternyata memang tidak peduli pada masa depan bangsa ini. karena sudah terungkap di daerah yang lain, Tapi tidak ada tindakan yang tegas. malah Adik kandung dari pelaku yang sudah lari keluar negeri, Yakni Wimpi Ibrahim bisa mendikte aparat hukum untuk mengumpulkan para kepala dinas untuk memaksa sekolah agar harus memesan produk kepada Bintang Ilmu Group. Malah dengan ancaman jika tidak memakai produk Bintang Ilmu Group akan dikejar2 oleh aparat

    RADIO KOTA BATIK PEKALONGAN
    Rabu, 2009 Januari 21
    Buku Bantuan SD Bergambar Porno Akan Di Tarik

    Walikota Pekalongan Basyir Ahmad di dampingi Kabag Humas tengah menjelaskan kepada sejumlah wartawan mengenai buku ajar bergambar seronok diruang kerjanya PEKALONGAN – Walikota Pekalongan Basyir Ahmad telah meminta kepada kepada penerbit maupun dinas pendidikan untuk mencabut buku ajar untuk perpustakaan SD yang di nilai bisa merusak moral anak SD. Hal ini di lakukan menyusul temuan Komisi III DPRD Kota Pekalongan setelah mendapat laporan dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Gerak Indonesia), yang kemudian menemukan buku dengan gambar seronok tersebut di SD Tirto III. Menurut Walikota buku tersebut merupakan proyek pengadaan Sarana Prasarana (Sarpras) melalui Program DAK Pendidikan tahun anggaran 2008 lewat penerbit/Agen dengan initial PT. A yang merupakan anggota konsorsium Bintang Ilmu. Pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengecek dan melaporkan temuan ini kesejumlah sekolah dasar yang telah menerima buku ini. Kita memang prihatin, saya telah panggil penerbit maupun dinas, kalau dalam SPEKnya buku tersebut untuk guru, namun karena gambarnya seronok dengan pakain minim sekali dan tempatnya di Perpustakaan, hingga mudah di jangkau siswa ini? tandasnya. Walikota Basyir Ahmad menambahkan pihaknya meminta semua sekolah SD, SMP dan SMA untuk melakukan evaluasi terhadap buku-buku yang ada di perpustakaan maupun buku paket bantuan pemerintah. Mulai besok (kamis 22/1) pihak penerbit talah menyatakan kesangupanya untuk menarik dan menganti buku tersebut? ujarnya. Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan setempat Suryani SH Mhum, juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk tidak lagi ceroboh dalam menerima bantuan buku-buku ajar. Karena akan berdampak pada moral dan perilaku anak didik. Ya inilah kalau dunia pendidikan kita lemah, terutama untuk alat-alat peraga termasuk buku yang tidak diseleksi secara cermat dengan mempertimbangkan dari aspek isi, tampilan, termasuk covernya. Gimana nantinya kalau anak-anak SD harus dilihatkan seperti itu? ungkapnya. (Tim Reporter RKB) Diposkan oleh infopekalongan di 18:39Label: kabar baru(http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/message/88515)

    Untuk mengetahui dana yang akan mereka raup dari buku porno itu, mari kita ikuti berita ini:21/01/2009 17:54 wib - Daerah Aktual

    Buku Materi SD Seronok, Wali Kota Berang Pekalongan, CyberNews. Buku bergambar seronok untuk konsumsi pengayaan materi sebelas Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) Kota Pekalongan hasil temuan Komisi III DPRD dari laporan LSM Gerakan Rakyat (Gerak) Indonesia membuat wali kota berang dan menyatakan black list bagi rekanan pemasok Sarana Prasarana (Sarpras) pendidikan tersebut.Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Pekalongan menemukan buku dengan cover gambar orang dewasa, tak seronok, sebagai bahan pengayaan materi. Buku tersebut dari proyek pengadaan Sarana Prasarana (Sarpras) untuk Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN).Mengetahui masalah demikian, Wali Kota HM Basyir Ahmad langsung berang karena tidak mendapatkan informasi sama sekali terkait proyek tersebut. “Kami memang terbatas, wartawan yang di lapangan lebih banyak informasinya, jadi terima kasih sekali,” katanya.Dengan tegas wali kota langsung meminta kepada rekanan pemasok buku tersebut untuk segera menarik kembali karena sangat tidak layak untuk anak SD, bahkan semua pelajar maupun mahasiswa. “Walaupun belum melihat secara langsung, tapi gambaran seperti ini sangat tidak cocok bagi dunia pendidikan. Jadi harus segera ditarik kembali dan bukunya dibatalkan saja,” tegas dia.Disebutkan, pihaknya juga langsung menyatakan black list terhadap rekanan pemasok buku tersebut, meski belum mengetahui dari pihak mana. “Saya memang tidak tahu sama sekali soal ini, tapi saya nyatakan untuk rekanannya telah di black list,” ungkap Basyir.Kemudian, wali kota juga akan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan terkait masalah tersebut karena dinilai perlu segera disikapi secara serius. Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Ismet Inonu SH, dia menambahkan, sekolah harus menghentikan buku dari proyek dana dekonsentrasi pusat senilai Rp 115 juta untuk masing-masing sekolah.“Katanya hari ini akan dimulai pembayaran dari sekolah, tapi saya mengimbau jangan dibayar dan dikembalikan serta pengadaannya dihentikan,” tambah Ismet. (Nur Khaeruddin /CN08) http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=21571 LINTAS PANTURA22 Januari 2009
    Dinas Pendidikan Turunkan Tim PEKALONGAN- Kepala Dinas Pendidikan Drs Abdul Jalil mengatakan pihaknya kemarin menerjunkan tim untuk mengecek buku bergambar seronok tersebut.
    Ia mengatakan belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena belum ada laporan dari tim.Ia hanya menjelaskan proyek tersebut dari pusat turun ke provinsi serta langsung menuju sekolah sasaran.”Ini karena saya juga tidak mengetahui sebelumnya, hanya menerima laporan dari LSM, akan menindaklanjuti sudah keluar di koran,” katanya.Bahkan terkait soal anggaran proyek tersebut, Abdul Jalil menyatakan tidak mengetahui secara persis dan tak hafal. ”Dananya sekitar Rp 33 juta per sekolah untuk buku, kemudian elektronik Rp 16 juta per sekolah, lainnya tidak hafal,” jelas dia.Sementara itu sejumlah kepala sekolah (Kepsek) memilih bungkam saat ditanya tentang buku bergambar seronok untuk materi pengayaan SDSN.BungkamKepsek SD Negeri Bendan 1 sebagi salah satu sekolah penerima proyek demikian ketika hendak ditemui tidak berada di tempat dan salah seorang guru menyatakan Kepsek mengikuti rapat di Poncol, Pekalongan Timur.Begitu juga di SD Negeri Tirto III, Kepsek yang enggan disebut namanya menegaskan tidak berani mengatakan apa pun karena ada pihak lebih berwenang memberikan jawaban terkait masalah itu.Kemarin sekolah tersebut didatangi tim dari Dinas Pendidikan yang tengah melakukan pengecekan masalah buku seronok. Namun tim setelah menggelar pertemuan dengan pihak sekolah langsung pergi begitu saja.(H52-52) http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=48521Menjajal UU Pornografi? Kasus buku SD bergambar porno ini muncul setelah disahkannya Undang-undang Pornografi. Kalangan pendukung kepornoan tampaknya tidak rela sama sekali disahkannya Undang-Undang Pornografi itu, bahkan mereka secara demosntratif menentangnya. Tanpa malu-malu, perempuan pun tampil sebagai pendukung kepornoan. (lihat artikel Cewek-cewek Penentang UU Pornografi Buruk Muka Cermin Dibelah. http://www.nahimunkar.com/?p=217). Dengan demikian, memasukkan buku porno ke SD itu suatu tusukan strategis. Menusuk UU Pornografi, seberapa kekuatannya, menusuk pengelola pendidikan, menusuk anak-anak tingkat dasar untuk diracuni, sekaligus meraup duit. Kalau upaya itu berhasil dengan lenggang kangkung, bebas tidak ada hukuman apa-apa, maka kemungkinan mereka akan menuntut lebih dari itu, agar buku porno yang berjudul Adik Baru yang sudah dicoba diterbitkan dan diedarkan di zaman Orde Baru, namun dilarang pemerintah, kemungkinan akan mereka terbitkan kembali dan diedarkan. Bahkan kemungkinan akan mereka tuntutkan sebagai buku panduan dalam mata pelajaran yang selama ini mereka aju-ajukan yakni apa yang mereka sebut pendidikan seks untuk anak. Alasan macam-macam pun bisa mereka buat. Bahkan bisa pula, makin bejatnya moral anak, justru dibalik, bahwa itu akibat anak-anak tidak diberi pendidikan seks, misalnya;. Suara-suara sumbang seperti itu sudah lama terdengar. Bila sampai hal itu terwujud, berarti benar-benar lebih buruk keadaannya dibanding Orde Baru yang justru telah berhasil melarang buku Adik Baru walau buku itu dikeluarkan oleh orang yang dianggap pakar pendidikan tingkat Nasional, Prof Dr Conny Semiawan, perempuan bekas Rektor IKIP Jakarta yang kini bernama UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Apa itu buku Adik baru?Menurut Ensiklopedi Wikipedia, buku yang berjudul Adik baru itu sebagai berikut: Adik Baru: Cara Menjelaskan Seks Kepada Anak adalah buku terjemahan dari Peter, Ida, und Minimum oleh Grethe Fagerstrom dan Gunilla Hansson. Komik ini diterjemahkan oleh Swanie Gunawan dan editor ahli Conny R. Semiawan. Diterbitkan pada 1989 oleh PT Midas Surya Grafindo, komik ini diprotes oleh banyak pihak sebagai pornografi dan kemudian dilarang beredar oleh pemerintah Indonesia melalui surat Kejaksaan Agung nomor 012/J.A./2/1989. Sebelum diterbitkan buku ini telah mendapat ijin dari Polda Metro Jaya melalui surat Direktorat Bimbingan Masyarakat Polda Metro Jaya tanggal 26 Oktober 1988 no. BC/142/X/88/Dit Bimas, dengan catatan “tidak mengandung pornografi”. (http://wapedia.mobi/id/Adik_Baru) Kenapa mereka bersemangat sejak dulu untuk memasukkan kepornoan ke sekolah-sekolah? Masalah kenapa, yang jelas antara rekanan dan Departemen Pendidikan Nasional itu jelas berbicara tentang duit atau uang atau proyek. Hanya saja, kenapa justru bisnis saja bisnis porno, masih pula lewat pendidikan. Itulah yang lebih terkutuk lagi. Itu tidak akan dilakukan kecuali oleh orang-orang yang diragukan keimanannya. Bahkan lebih dari itu Allah Ta’ala menjelaskan lewat firman-Nya:المُناَفِقُوْنَ وَاْلمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُوْنَ بِاْلمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ اْلمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوْا اللهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ اْلمُنَافِقِيْنَ هُمُ اْلفَاسِقُوْنَ 67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.[648] Maksudnya: berlaku kikirKetika mereka itu duduk sebagai apa yang disebut pakar pendidikan, atau jabatannya memang di dunia pendidikan namun kerjanya merusak akhlaq manusia bahkan merusak keimanan, maka telah diperingatkan oleh Allah Ta’ala:وَإِذاَ قِيْلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فيِ اْلأَرْضِ قَالُوْا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ # أَلآ إِنَّهُمْ هُمُ اْلمُفْسِدُوْنَ وَلَكِنْ لاَ يَشْعُرُوْنَ11. Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]”. mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.[24] kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.Dari kenyataan yang ada, kalau dicocokkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, sebenarnya mereka berbuat itu bukan sekadar mencari uang, namun ada misinya, yakni merusak Islam. Di antara buktinya, ketika MUI (Majelis Ulama Indonesia) memfatwakan tentang aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII, JIL dan sebangsanya yang liberal-liberal itu, serta MUI mendukung Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi, ternyata mereka mengkritik MUI sejadi-jadinya. Bahkan orang-orang yang tidak Islam pun ikut-ikut campur, padahal masalah yang difatwakan adalah urusan intern Ummat Islam, misalnya tentang sesatnya Ahmadiyah, LDII, dan faham Islam liberal yang dinilai sesat bahkan haram bagi Ummat Islam. (haji/ tede).

    ReplyDelete