Monday, June 15, 2009

Yanto, Tega Sekali Bupati Ngorupsi Buku

Oleh Muhidin M Dahlan

Sehari-harinya Yanto menjual koran secara berantai dari warung ke warung di selingkungan Kraton Jogja.

Dan pagi itu, selepas dari pakansi di Istana Agung Jogjakarta, saya, Zen RS, dan Galuh, berada di Wijilan untuk melahap gudeg kering Mbok Slamet yang masih setia berjualan sejak 1964.

"Mosok ngorupsi buku. Tega sekali. Buku pelajaran lagi. Bermilyar-milyar," seru Yanto ketika saya bertanya ada tidak berita lanjutan korupsi buku Bupati Sleman Ibnu Subiyanto.

"Beritanya udah nggak ada Mas. Kan dia sudah dipenjara. Sultan sudah memecatnya," katanya.

Yanto, sebelum menjajal bisnis koran adalah pengamen, pengemis, dan gelandangan yang beroperasi di Wijilan hingga Pasar Ngasem. Tak ada rumah. Cuma numpang cuci piring di warung-warung yang memberinya makan secukupnya.

Tapi pagi itu, caranya menyebut angka korupsi buku dan dibuinya Ibnu menandakan bahwa Yanto membaca isi koran yang dijualnya.

Saya membeli dua koran lokal Jogja. Dan memang tak ada lagi berita Ibnu Subiyanto mengorup buku di mana sebelumnya nongkrong di halaman depan.

Barangkali Yanto benar, ia sudah dibui karena buku. Dan yang pasti akan dipecat dari kursinya sebagai bupati lewat jalur PDI Perjuangan.


[+baca-]

Monday, June 1, 2009

Ngorupsi Buku, Kok Terdakwanya (Bupati Sleman) Belum Dibui

Kalau sudah soal uang, tak peduli apa pun, embat. Termasuk buku. Mitos buku sebagai barang membuat hidup cerah, bagi manusia kelelawar, ancur sama sekali. Jika sudah uang, apa pun caranya, barang apa pun di depan, sikat saja.

Termasuk Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto. Ia didakwa sebagai salah satu pelaku korupsi buku keroyokan di Jogja. Seperti diberitakan Kompas Edisi Jogja di halaman muka (1/6/2009) Ibnu terlibat dalam penunjukan langsung PT Balai Pustaka selaku pihak pengadaan buku pelajaran 2004-2005.

Nah, melalui audit BPKP (Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan), proyek itu mengalami penggelembungan pembiayaan sebesar Rp 12,1 M. Buat penerbit2 rumahan di Jogja, wow, dana sebesar itu besar amit.

Berikut kronik peristiwanya:

29 Juli 2008: Polda DIY menetapkan Ibnu Subiyanto, Bupati Sleman, sebagai tersangka dalam kasus pengadaan buku pelajaran di Sleman 2004-2005.

26 September 2008: Polda DIY mengirim surat izin pemeriksaan Ibnu kepada Presiden SBY. Ditunggu 60 hari kalau surat tak turun, penyidik akan langsung memeriksa.

24 Desember 2008: Kepala Polda DIY Birgjen (Pol) Untung Suharsono Radjab mengatakan, surat izin pemeriksaan Bupati Sleman dari presiden sudah turun, tapi surat penahanan belum.

13 April 2009: Penasehat hukum Ibnu mengajukan surat penundaan menghadap penyidik Polda DIY hingga 20 April. Alasannya, selaku Bupati, Ibnu punya tanggung jawab memantau hasil rekapitulasi suara Pemilu.

14 April 2009: Kejati DIY menerima pelimpahan BAP dan sejumlah bukti korupsi buku yang melibatkan Ibnu. Kejati DIY selanjutnya melimpahkan kasus ini ke PN Sleman.

1 Juni 2009: Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Sleman Setya Budhi merilis kesanggupan Ibnu Subiyanto menghadiri persidangan yang dijadwalkan Pengadilan Sleman.
[+baca-]

Sunday, May 31, 2009

Wow, Indonesia No 1 Negara Asia Pasifik yang Klik Google Book

Siapa bilang masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang rendah? Justru dari beberapa indikator yang ada, menunjukkan masyarakat memiliki minat baca yang tinggi. Buktinya, Indonesia menjadi negara no 1 di Asia Pasifik dan no 10 di dunia, negara yang paling sering mengakses google book search (fasilitas pencari buku di google-red).

Hal itu dikatakan Sekjen IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat, Wanti Syaefullah usai Jumpa Pers Grand Launching Salam Book House, di Jalan Pasirwangi, Minggu (31/5/2009).

"Kami (IKAPI-red) bekerjasama dengan google book search, dan hasil itu setidaknya memperlihatkan minat masyarakat terhadap buku cukup tinggi. Padahal pengguna internet di Indonesia dibandingkan negara lain di Asia Pasifik lebih rendah," kata Wanti.

Indikator lain yang dicontohkan Wanti yaitu banyaknya jumlah pengunjung dan angka transaksi dalam setiap pameran buku. "Dari 50 pameran buku yang IKAPI buat di seluruh Indonesia setiap tahunnya, pengunjung selalu luar biasa dan angka transaksi mencapai miliaran rupiah," jelas Wanti.

Karena itu, Wanti menyatakan tak setuju jika minat baca masyarakat dinilai rendah. "Saya tidak setuju jika masyarakat dikatakan rendah minat bacanya, itu perlu dicermati lagi dengan melihat beberapa indikator ini," kata Wanti.

Namun Wanti tidak memungkiri masyarakat rendah dalam konsumsi atau pembelian buku karena harganya yang terkadang masih belum terjangkau semua lapisan. "Maka itu kami ingin harga buku lebih murah," kata Wanti.

Lebih lanjut wanti menjelaskan, dalam setahun ada lebih dari 12 ribu judul buku yang terbit di Indonesia. Data tersebut diperoleh Wanti dari Gramnedia yang dalam sebulan menampung 1.000 judul buku baru. "Gramedia sebagai barometer kami karena hampir semua buku baru ada di Gramedia. Mereka juga punya sistem pencatatan yang baik," ujar Wanti.

* Dilihat dari detik bandung; diunduh pada 31 Mei 2009.
[+baca-]

Asyik, Ada Kawasan Wisata Buku di Bandung

Kota Bandung kini memiliki wisata buku, bahkan disebut-sebut sebagai wisata buku pertama di Indonesia. Salam Book House (SBH) yang berada di Jalan Pasirwangi No 1 ini terdiri dari Book Store, Learning Center, Book Community, dan program wisata yang mengajak pengunjung melihat proses pembuatan buku dari hulu ke hilir.

"Wisatanya itu mengenalkan pengunjung mulai dari proses penulisan, penerbitan, percetakan sampai penjualan," ujar Bambang Trim Direktur Salam Book House dalam jumpa pers Grand Launching Salam Book House, di Salam Learning Center, Minggu (31/5/2009).

Bambang berharap wisata buku dengan konsep book town seperti ini dapat dicopy paste oleh daerah-daerah lain di Indonesia. "Seperti di Magelang ada kampung buku, Bandung jadi kota pertama dengan konsep book town," ujar Bambang.

Di lahan seluas kurang lebih 8 ribu meter persegi ini lengkap tersedia book center dengan 1.000 judul buku, learning center untuk tempat pendidikan dan pelatihan untuk menjadi penulis, penerbitan, dan percetakan. Perpustakaan juga direncanakan segera dibuat.

Meski masih didominasi buku-buku bertema islami namun Bambang mengatakan SBH tidak tertutup untuk semua jenis buku. "Semua penulis atau penerbit bisa mendisplay bukunya di SBH," ujar Bambang.

Sementara itu, Didin Hafiduddin seorang ulama yang merupakan Ketua Umum BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang juga meresmikan pembukaan SBH ini menuturkan, SBH dapat menjadi alternatif wisata yang biasanya hanya diisi dengan aspek kalbu. "Wisata ini juga disertai dengan aspek akal. Pendekatan yang komprehensif untuk pengembangan umat. Ada dzikir dan juga pikir," ujar Didin.

* Dimuat dari http://bandung.detik.com/read/2009/05/31/144153/1140149/486/wisata-buku-baru-di-kota-bandung; diunduh pada 31 Mei 2009
[+baca-]

Saturday, May 30, 2009

Pernyataan Sikap 4 Penulis Jogja atas Terbitnya Buku "Ilusi Negara Islam"

Berkaitan dengan terbitnya buku “Ilusi Negara Islam” yang mengundang kontroversi, dengan ini kami ingin memberikan klarifikasi sekaligus pernyataan terkait dengan substansi buku tersebut:

1. Materi (isi) buku yang disajikan di dalamnya bukanlah hasil riset dan karya kami dan karena itu kami tidak mungkin mengakui sebagai hasil penelitian kami. Padahal di dalam buku tersebut kami disebut sebagai peneliti.

2. Di dalam proses penerbitan buku tersebut, kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan penelitian sampai penerbitan menjadi sebuah buku.

3. Bahkan dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang di buku tersebut dicantumkan sebagai peneliti, jauh hari sudah mengundurkan diri, yakni saudara Nur Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki, sehingga tidak terlibat lagi di dalam tahapan penelitian selajutnya, mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan sampai pada penerbitan buku.

4. Kami melihat buku “Ilusi Negara Islam” itu, tujuannya telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik pada tujuan politis dengan cara tetap mencantumkan nama-nama peneliti yang sebelumnya sudah mengundurkan diri, namun namanya tetap dicantumkan sebagai peneliti (dan menyimpang dari desain awal penelitian).

5. Kondisi ini diperkuat oleh kesaksian hampir semua peneliti daerah, yang namanya tercantum di dalam buku tersebut, tidak pernah pula diajak untuk berdialog untuk menganalisis data temuan di lapangan dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh. Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing sebagaimana yang dilakukan oleh Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja di dalam kepentingan riset dan penerbitan buku tersebut.

6. Kami menuntut kepada pihak Lib for All agar menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama kami. Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia tercinta.


Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2009

Atas nama yang dicantumkan sebagai peneliti dalam buku “Ilusi Negara Islam”

Dr. Zuli Qodir | Abdur Rozaki, M.Si | Laode Arham, S.S. | Nur Khalik Ridwan,S.Ag

* Diunduh dari situs www.politikana.com edisi 25 Mei 2009
[+baca-]

Buku 'Ilusi Negara Islam' Dinilai Mengadu Domba Umat

Empat Peneliti asal Yogyakarta, Zuli Qodir, Adur Rozaki, Laode Arham, Nur Khalik Ridwan, memrotes isi buku 'Ilusi Negara Islam' yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Buku itu dinilai tidak sesuai dengan yang diteliti dan isinya mengadu domba umat Islam.

"Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,'' kata Abdur Rozaki, Yogyakarta, dikutip dari Republika Online, Senin (25/5).

Dijelaskan Zuli , isi buku 'Ilusi Negara Islam' bukan merupakan hasil penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab, isi dari buku tersebut telah menyimpang dari yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan.

''Kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan peneliltian sampai penerbitan menjadi sebuah buku,'' kata Zuli.

Bahkan, lanjut Zuli, dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang dicantumkan dalam buku tersebut sebagai peneliti jauh hari sudah mengundurkan diri namun masih dicantumkan, seperti Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki. Sehingga keduanya sudah tidak terlibat lagi dalam tahap penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan hingga penerbitan buku.

Kata Zuli, tujuan penerbitan buku 'Ilusi Negara Islam' telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik kepada politis. Kondisi ini diperkuat hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum dalam buku tersebut tidak pernah diajak untuk berdialog menganalisis temuannya dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh.

''Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing. Sebagaimana dilakukan Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini.

Karena itu, peneliti Yogyakarta menuntut kepada Lib for All untuk menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama peneliti Yogyakarta. ''Kami mengimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia,'' tandasnya.

Bahkan, yang aneh dari peneribatan buku tersebut adalah pencantuman KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur sebagai editornya. Padahal, selama ini Gus Dur terganggu penglihatannya sehingga tidak mungkin Gus Dur bisa mengeditnya. ''Ini sudah kebablasan,'' kata Abdur Rozaki.

Sementara, Ahmad Suadey, Direktur The Wahid Institute kepada Zuli Qodir mengirim SMS bahwa dirinya tidak tahu persis isi buku 'Ilusi Negara Islam' yang diterbitkannya. Karena itu, dirinya merasa kaget ketika mendapat protes dari peneliti Yogyakarta.

''Aku malah baru tahu ini. Kalau gitu perlu klarifikasi ke Lib for All. Kalau perlu teman-teman bikin nota protes tertulis. Aku enggak keberatan karena saya tidak berhubungan dengan isi sama sekali,'' kata Ahmad Suaedy.

* Diunduh dari: http://www.nu.or.id/page.php; Selasa, 26 Mei 2009 04:09
[+baca-]

Kebijakan Buku Elektronik Diminta Diteliti

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) meminta agar kebijakan buku sekolah elektronik diteliti. Benarkah buku menjadi lebih murah, terdistribusi dengan baik, dan bisakah kebijakan itu menghidupi toko buku. Ketua Ikapi Setia Dharma Madjid menilai kebijakan itu belum terbukti efektivitasnya.

Ikatan Penerbit, kata Setia, berharap perguruan tinggi mau membantu melakukan penelitian ini.

“Jika buku sekolah elektronik terbukti efektif, anggota Ikapi siap untuk tidak menerbitkan buku teks pelajaran lagi,” kata dia seusai Peringatan Hari Buku Nasional 2009 di gedung Ikapi, Jakarta, kemarin.

Namun, ia melanjutkan, jika kebijakan itu hanya digunakan segelintir siswa, pemerintah diminta mengevaluasi program tersebut.

Menurut dia, kebijakan pemerintah seharusnya tidak hanya berpihak kepada masyarakat dan pemakai buku, tapi juga harus mempedulikan nasib penerbit dan toko buku.

Penerbit, kata Setia, dirugikan karena dilarang menjual buku ke sekolah. Sebelumnya, kata dia, penerbit dibolehkan menjual buku.

Kebijakan ini berhenti setelah pemerintah, melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 tentang Buku, melarang penerbit menjual buku di sekolah.

Untuk memenuhi kebutuhan buku di sekolah, pemerintah membeli langsung hak cipta buku dari penulis dan menyebarluaskan buku melalui Internet.

Guru, murid, dan kepala sekolah dibolehkan mengunduh buku, mencetaknya, juga memperjualbelikan buku dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Selama ini, kata Setia, sebanyak 250 dari 920 penerbit anggota Ikatan Penerbit memproduksi buku teks pelajaran. Jumlah karyawan mereka mencapai 30 ribu orang. Akibat kebijakan pemerintah yang membeli hak cipta buku, Ikapi menaksir ada 60 persen karyawan penerbitan yang akan dirumahkan.

Di industri penerbitan, ia menjelaskan, lebih dari separuh karyawan berada di bagian marketing dan sisanya di bagian editorial serta penunjang lainnya. "Marketing tidak diperlukan lagi karena penerbit tidak boleh jualan. Sampai sekarang sudah 7.000-an karyawan yang dipecat," kata dia.

Pemerintah, kata dia, tidak memikirkan akibat yang ditanggung penerbit saat mengambil kebijakan. Ia merujuk pada kebijakan tahun 2005 bahwa buku pelajaran berlaku selama lima tahun. Setelah penerbit menyediakan stok buku, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru bahwa yang boleh dipakai hanya buku sekolah elektronik. Penerbit, kata dia, langsung merugi.

* Diketik dari Harian Koran Tempo Edisi 20 Mei 2009
[+baca-]

Vonis Aneh Surat Pembaca

Sungguh keterlaluan: seorang penulis surat pembaca terkena vonis penjara. Belum pernah selama ini penulis surat pembaca harus menerima hukuman pidana.

Kasus yang membuat kita prihatin ini dimulai dari sepucuk surat yang melayang ke meja redaksi beberapa media, setahun lalu. Penulisnya—Fifi Tanang, Kho Seng Seng, Pan Esther, dan Kwee Men Luang—mengirim antara lain ke harian Warta Kota.

Dalam surat Fifi itu diterangkan bahwa apartemen yang dibelinya, juga kios yang dibeli tiga rekannya, ternyata berstatus hak guna bangunan di atas hak pengelolaan lahan, bukan hak guna bangunan murni. Itu artinya, Fifi dan konsumen lain bukan pemilik, melainkan penyewa kios.

Selain menulis surat pembaca, empat orang itu juga mengadukan pengembang PT Duta Pertiwi ke polisi.

Surat pembaca yang ternyata muncul hanya di Warta Kota itu membuat manajemen PT Duta Pertiwi tersinggung. Tak hanya melayangkan tanggapan, Duta Pertiwi juga memperkarakan Fifi dan ketiga yang lain ke meja hijau.

Selain menggugat Fifi secara perdata, Duta Pertiwi juga melaporkan perempuan ini ke polisi karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik. Dua pekan lalu, hakim menjatuhkan vonis hukuman enam bulan penjara.

Vonis ini tentu saja sangat berlebihan dan mencederai kebebasan mengungkapkan pendapat.

Meskipun Fifi naik banding, vonis itu sudah membuat masyarakat takut mencurahkan problemnya lantaran ancaman penjara. Surat pembaca diciptakan bukan hanya untuk alat komunikasi antara redaksi dan pembaca, tetapi juga sebuah wadah untuk pembaca menyalurkan problem keseharian mereka.

Rubrik itu dibuka untuk menampung kekecewaan warga negara sebagai konsumen produk hingga mereka yang menjadi korban penipuan. Berbagai media—termasuk majalah ini—menempatkan rubrik surat pembaca pada bagian awal untuk menunjukkan pentingnya suara masyarakat itu.

Vonis itu pun sesungguhnya mengandung kejanggalan. Pertama, surat pembaca itu dimuat di harian Warta Kota, tapi hakim menyatakan Fifi mencemarkan nama baik lewat surat pembaca di harian Investor Daily. Kedua, seharusnya hakim tidak menyidangkan kasus ini dengan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, melainkan dengan Undang-Undang Pers.

Aturan hukum pers itu memiliki prosedur baku jika terjadi perselisihan seperti ini. Pihak yang merasa dipojokkan bisa membuat bantahan berupa surat pembaca. Jika masih tak puas, kasus bisa dibawa ke Dewan Pers, sebagai lembaga independen yang melakukan mediasi terhadap pihak yang berselisih. Jika masih juga tak puas, jalur pengadilan boleh ditempuh.

Di pengadilan pun ada aturan yang perlu diperhatikan hakim. Tahun lalu terbit Surat Edaran Mahkamah Agung yang berisi anjuran kepada para ketua pengadilan agar meminta keterangan saksi ahli dari Dewan Pers dalam memproses delik pers.

Dewan Pers memang pihak yang lebih mengetahui seluk-beluk pers secara teori dan praktek. Dengan meminta kesaksian ahli dari Dewan Pers, Mahkamah Agung berharap hakim memperoleh gambaran obyektif tentang ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan Undang-Undang Pers.

Vonis terhadap Fifi menunjukkan hakim bukan saja tak menggubris anjuran Mahkamah Agung, melainkan juga tak mengindahkan Undang-Undang Pers. Padahal yang harus bertanggung jawab terhadap surat pembaca adalah pemimpin redaksi.

Tambahan lagi, dua penulis surat pembaca yang lain telah divonis bebas, satu lagi dihukum denda. Pengadilan tingkat banding harus mengoreksi vonis berlebih-lebihan ini.

* Diketik ulang dari Majalah Mingguan TEMPO edisi 13/XXXVIII 18 Mei 2009
[+baca-]

Tuesday, April 28, 2009

Pemerintah Akan Beli 191 Hak Cipta Buku

Pemerintah akan membeli sekitar 340-500 hak cipta buku teks pelajaran untuk SD, SMP, SMA, dan SMK tahun 2009 ini. Pada tahap pertama, hak cipta buku yang dibeli sebanyak 191 judul buku.

Kepala Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sugijanto mengungkapkan, Selasa (28/4), buku-buku yang telah dibeli hak ciptanya itu selanjutnya akan ditambahkan ke Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) berbasis internet pada tahun 2009. Dengan demikian, diharapkan total buku teks yang dibeli hak ciptanya mencapai 1.000 judul sejak tahun 2007 hingga 2009.

Sugijanto mengatakan, sejauh ini alokasi anggaran untuk pembelian hak cipta buku tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 sebesar Rp 46 miliar.

Lolos BSNP

Menurut Sugijanto, buku-buku yang akan dibeli hak ciptanya tersebut terlebih dahulu harus lolos penilaian Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pusat Perbukuan.

Buku-buku yang dibeli hak ciptanya tahun ini, antara lain, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan, Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Sejarah, Kimia, dan Matematika.

Sejauh ini terdapat 407 teks buku pelajaran yang sudah masuk Jardiknas dan dapat diakses gratis oleh masyarakat. Buku-buku tersebut juga dicetak oleh sejumlah percetakan dan dijual dengan harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah.

Menurut Sugijanto, harga buku yang telah dibeli hak ciptanya tersebut 30 persen lebih murah dibandingkan dengan buku yang tidak dibeli hak ciptanya dan beredar di pasaran.

Dia menambahkan, kualitas naskah yang masuk semakin membaik. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2007 dan 2008 terdapat sekitar 5.000 naskah buku pelajaran yang masuk untuk dinilai. Sekitar 60 persen naskah sudah memenuhi persyaratan.

Naskah-naskah yang belum layak umumnya bermasalah di bagian materi atau substansi. Selain materi, unsur penilaian lainnya ialah cara penyajian, grafis, dan kebahasaan. Sebelum tahun 2007, buku yang masuk untuk penilaian hanya sekitar 15-30 persen yang layak.

Sejauh ini terdapat 2.880 judul buku yang sudah lolos penilaian. Namun, belum tentu semua dibeli hak ciptanya.

[digunting dari Harian Kompas Edisi 29 April 2009]
[+baca-]

Hari Sastra Nasional Diwacanakan

Perlu atau tidak adanya Hari Sastra Nasional menjadi wacana yang mengemuka pada acara Pesta Puisi yang diadakan di Balai Soedjatmoko Solo, Selasa (28/4). Pesta Puisi itu diselenggarakan untuk menandai peringatan meninggalnya penyair Chairil Anwar 60 tahun silam.

Penyair Raudal Tanjung Banua yang mengantar acara ”Ngobrol Bareng Sapardi Djoko Damono” mengemukakan perlunya kita memiliki Hari Sastra Nasional. Diakui, gagasan menjadikan 28 April sebagai Hari Sastra Nasional (HSN) pernah memunculkan pro-kontra. HSN, kata Raudal, bisa dijadikan momentum bagi berbagai kalangan untuk menggairahkan kehidupan sastra di Tanah Air.

”Hari Sastra Nasional bisa menjadi perayaan bagi para kreator sastra untuk terus berkarya,” ujarnya. Ditambahkan, dengan HSN, pemerintah terdorong untuk lebih memasyarakatkan sastra, antara lain menyebarluaskan buku-buku sastra di sekolah- sekolah. Untuk itu, penerbitan buku-buku sastra perlu disubsidi.

Raudal menilai, pemerintah berstandar ganda terhadap bidang budaya di Tanah Air. Di satu sisi pemerintah ingin agar masyarakat mengapresiasi sastra, tetapi tidak ada kebijakan yang mendukung ke sana, seperti pembebasan pajak kertas, pajak buku, serta keringanan pajak bagi penulis buku.

Dalam pandangan Sapardi Djoko Damono, HSN mungkin diperlukan, tetapi jangan menjadi kegiatan rutin. ”Kalau minta kepada pemerintah untuk menetapkan Hari Sastra Nasional, jangan sampai hanya menjadi kegiatan rutin, apalagi sekadar seremonial. Peringatan Hari Sastra Nasional diadakan kalau memang ada permasalahan yang perlu diangkat,” ujarnya.

Di bagian lain, Sapardi menekankan bahwa pendidikan sastra yang paling efektif adalah dengan menyodorkan sebanyak mungkin karya sastra kepada anak didik, bukan dengan teori sastra. ”Berikan mereka buku-buku sastra untuk dibaca, apa saja,” kata Sapardi, yang mengaku tidak khawatir akan kecenderungan remaja sekarang yang lebih suka membaca komik.

Menurut dia, kesalahan dalam pendidikan sastra, baik di sekolah maupun hingga perguruan tinggi, adalah terlalu banyak memberikan teori. Dalam kesempatan itu, Sapardi (69) meluncurkan buku antologi puisinya yang mutakhir, ”Kolam”.

[digunting dari Harian Kompas Edisi 29 April 2009]
[+baca-]

64 Persen Perempuan Buta Huruf

Kasus buta aksara lebih tinggi di kalangan perempuan, yakni 64 persen. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif bagi perempuan dalam pemberantasan buta aksara.

Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional Hamid Muhammad mengatakan, Senin (27/4), jumlah perempuan buta aksara sekitar 6,3 juta orang, sekitar 70 persen di antaranya berusia di atas 45 tahun. Adapun jumlah laki-laki buta aksara sebanyak 3,4 juta orang. Total jumlah warga buta aksara 9,7 juta atau 5,97 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah itu lebih rendah ketimbang pada tahun 2004 sebesar 10,7 persen.

Daerah yang tinggi disparitas perempuan dan laki-laki untuk kasus buta aksara adalah wilayah Indonesia timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan sebagian Nusa Tenggara Barat. ”Jika dalam sebuah keluarga ada dua atau tiga anak sedang bersekolah, kemudian orangtua tidak mampu membiayai, yang putus sekolah biasanya anak perempuan. Masih ada anggapan, perempuan tidak perlu bersekolah tinggi-tinggi,” ujarnya.

Hamid menambahkan, tingkat buta aksara dipengaruhi pula oleh akses pelayanan pendidikan dasar dan angka putus sekolah, terutama di kelas I, II, dan III jenjang sekolah dasar.

Guna mengatasi persoalan buta aksara tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif pendidikan pemberdayaan perempuan. ”Ada pendidikan kelompok belajar keaksaraan mandiri yang pada hakikatnya pendidikan kecakapan hidup sebagai kelanjutan dari program keaksaraan yang sudah ada,” katanya.

Untuk menarik minat warga kelompok umur di atas 40 tahun kembali belajar membaca, menulis, dan menghitung, diperkenalkan pula program kewirausahaan.

”Dari kegiatan kewirausahaan itu, muncul kebutuhan membaca dan menulis. Setelah itu, sedikit- sedikit diberikan materi keaksaraan,” ujarnya.

Pada tahun 2009 telah ditetapkan sasaran program tersebut sekitar 200.000 orang. Setiap kelompok yang terdiri dari 10-15 orang diberi bantuan modal Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per kelompok.

[digunting dari Harian Kompas Edisi 28 April 2009]
[+baca-]

Peneliti Harus Didorong untuk Menulis

Peneliti dari berbagai bidang keahlian harus terus didorong untuk mencari solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, mereka harus didorong untuk menuliskan penelitiannya sehingga tumbuh budaya iptek di kalangan masyarakat.

Anny Sulaswaty, Kepala Biro Humas Kementerian Negara Riset dan Teknologi, mengatakan hal itu di sela-sela Festival World Book Indonesia 2009 di Museum Bank Mandiri Jakarta, yang akan berlangsung hingga 17 Mei 2009.

Dalam festival tersebut, Kementerian Negara Riset dan Teknologi menampilkan dua buku terbaru berjudul Simfoni Inovasi, Cita dan Realita karya Kusmayanto Kadiman yang diterbitkan PT Foresight Asia dan buku Sains dan Teknologi, Berbagai Ide untuk Menjawab Tantangan dan Kebutuhan yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama.

Buku Sains dan Teknologi setebal 362 halaman merupakan kumpulan pemikiran dari 36 pakar di lingkungan KNRT. Mereka mengemukakan berbagai pemikiran yang berkaitan dengan masalah pangan dan pertanian, energi, informasi dan komunikasi, kesehatan dan obat, teknologi dan manajemen transportasi, serta pertahanan dan keamanan.

Dalam buku Simfoni Inovasi, Cita dan Realita setebal 225 halaman, Kusmayanto Kadiman yang juga Menteri Negara Riset dan Teknologi menggali inovasi yang dihasilkan sejumlah tokoh dari kalangan akademisi, pelaku bisnis, dan penyelenggara pemerintahan. Menurut Kusmayanto, cita-cita bangsa ini bisa terwujud jika iptek disinergikan oleh pelaku inovasi.

[Digunting dari Harian Kompas Edisi 28 April 2009]
[+baca-]

Friday, April 24, 2009

Lebih dari 20 Naskah Kuno Diduga Raib

[ARSIP 25 April 2009] Setelah arca batu dan perunggu yang hilang, kini giliran koleksi naskah kuno Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah, diduga raib menyusul amburadulnya pengelolaan perpustakaan museum tersebut. Lebih dari 20 naskah kuno yang sebelumnya tercatat di katalog kini tidak jelas keberadaannya. Beberapa di antara naskah tersebut merupakan karya agung (masterpiece).

Hingga Kamis (23/4), pihak pengelola Museum Radya Pustaka masih berharap koleksi naskah kuno tersebut tidak hilang karena ada kemungkinan beberapa naskah dipinjam orang dan belum dikembalikan. Pihak yang meminjam diharapkan segera mengembalikan ke Museum Radya Pustaka.

Naskah kuno kembali mendapat perhatian pascakedatangan Indonesianis (peneliti studi tentang Jawa) dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, Nancy K Florida di Solo.

Pada tahun 1982, Nancy menyelesaikan katalog yang berisi daftar buku dan naskah kuno di Museum Radya Pustaka. Dalam kunjungan tersebut, Nancy mengecek koleksi naskah dalam katalog yang disusunnya. Sebelum pulang, Nancy menyampaikan kepada staf perpustakaan museum bahwa ada lebih dari 20 naskah kuno sudah tidak ada, termasuk tiga naskah kuno yang merupakan karya agung, yakni Serat Ong Ilahe’ng, Primbon Mangkuprajan, dan empat jilid Buku Werna-werni Sinjang.

”Kami juga sudah periksa di berbagai tempat, tetapi tidak ada buku-buku kuno itu,” kata staf perpustakaan Museum Radya Pustaka, Kurnia Heniwati.

Ketua Komite Museum Radya Pustaka Winarso Kalinggo menyatakan belum tahu apakah naskah-naskah itu hilang atau dipinjam orang.

”Kami belum melapor ke polisi dan akan melalukan pencarian dulu,” kata Wakil Ketua I Komite Museum Radya Pustaka Sanjata.

* Diunduh dari Harian Kompas Edisi 25 April 2009
[+baca-]

Thursday, April 23, 2009

Komik Porno Beredar di Kalangan Pelajar Mataram

[ARSIP 24 April 2009] Komik atau buku cerita bergambar porno beredar di kalangan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disewakan pengelola taman bacaan.

Peredaran komik porno yang diperkirakan sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir itu diungkap aparat kepolisian Polsek Mataram, Rabu, berkat bantuan orangtua pelajar yang anaknya ikut menyewa komik porno tersebut.

"Kami baru saja menyita puluhan buku komik porno dari taman bacaan yang menyewakan bacaan ini," kata Kapolsek Mataram, AKP Arief Yuswanto, sambil menunjukkan puluhan komik porno yang disita dari Taman Bacaan Marvel, yang berlokasi di Gomong, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Pada komik porno itu terdapat cap stempel Taman Bacaan Marvel yang melegitimasi kepemilikan barang bacaan sewaan untuk publik.

Arief mengatakan, Taman Bacaan Marvel dikelola bersama oleh tiga orang pemuda yang kini dijadikan tersangka pengedar bacaan porno, masing-masing berinisial JW (32), AD (30) dan Sa (28).

Ketiganya dijerat Pasal 29 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, yang mengatur tentang setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan dan menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan atau menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Ancaman hukumannya paling ringan enam bulan penjara dan paling banyak 12 tahun penjara dan/atau denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.

"Kami masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap ketiga tersangka, jika memenuhi unsur hukum kami lakukan penahanan demi kelancaran proses penyidikan," ujarnya.

Ketika ditemui di Markas Polsek Mataram, ketiga pengelola Taman Bacaan Marvel itu mengaku lalai sehingga peredaran komik porno itu luput dari pengawasan mereka.

AD menjelaskan bahwa komik tersebut didatangkan dari distributornya di Surabaya Jawa Timur bersama barang bawaan lainnya seperti majalah dan buku lainnya.

"Kami tidak sempat mengecek seluruh paket bacaan yang didistribusi dari Surabaya, memang sempat ada yang mempersoalkan komik yang ada gambar porno pada Oktober 2008 tetapi kami sudah amankan komik yang ada pornonya," ujarnya.

AD dan kedua rekannya pengelola Taman Bacaan Marvel itu mengaku sudah menggeluti usaha taman bacaan sejak tiga tahun lalu, sehingga komik porno itu diperkirakan sudah beredar sejak saat itu.

* Diunduh dari Harian Kompas Edisi 24 April 2009.
[+baca-]

Dikabarkan Hilang, Alquran Huruf Jawa Ditemukan

[ARSIP 24 APRIL 2009] Tiga jilid Alquran huruf Jawa koleksi perpustakaan Museum Radya Pustaka Solo yang dipinjam oleh Museum Ronggowarsito dan sekarang berada di perpustakaan Masjid Jawa Tengah di Semarang, kini tengah diurus untuk dikembalikan ke Museum Radyapustaka.

"Dalam buku catatan itu ada tiga jilid Alquran huruf Jawa dipinjam oleh Museum Ranggowarsito dan setelah ditelusuri sekarang berada di perpustakaan Masjid Besar Jawa Tengah di Semarang," kata ketua Komite Radyapustaka Surakarta Winarso Kalinggo, di Solo, Kamis.

Menyinggung mengenai masalah 20 buah naskah kuno koleksi Museum Perpustakan Radyapustaka yang dikabarkan diduga hilang, ia mengatakan saat ini sedang dilakukan pencarian.

"Sebanyak 20 buah naskah kuno itu diketahui tidak ada di tempatnya, ketika petugas sedang melakukan penataan dan membersihkan buku-buku koleksi museum," katanya.

Ia mengatakan, saat ini naskah tersebut masih terus dicari. "Kami sedang menata buku-buku yang tidak beraturan itu dan sambil mencarinya barangkali terselip", jelasnya.

Kalinggo memperkirakan, naskah-naskah tersebut kemungkinan besar tidak diperjual belikan tetapi untuk koleksi pribadi.

Ke-20 naskah kuno yang diduga hilang tersebut adalah empat jilid Warna-Warni Sinjang, buku gambar Songsong Keraton, Kakawin Baratayudha, empat jilid buku Bausastra, Smaradahana, Primbon Mangka Prajan, Buku S’ong Ilahe’No, Jayalengkara Purwocarito, Panji Dadap, Serat Ambiyabahwi, Serat babad Purwo serta dua buah buku Wiwoho Jarwo.

"Buku S’Ong Ilahe’No merupakan buku tertua yang dibuat pada awal abad 19," kata Kalinggo.

Ia menambahkan, secara konkret pihak museum sampai saat ini belum membentuk tim khusus untuk menelusuri hilangnya naskah kuno tersebut. Tetapi pihak museum akan berusaha mengembalikan kembali naskah-naskah kuno itu.

Naskah kuno yang hilang tersebut berasal dari awal abad 19 hingga tahun 1800-an. Salah satu isi dari naskah kuno yang hilang yakni Warna-Warna Sinjang berisikan tentang motif-motif kuno batik dan proses pembuatannya.

Saat ini sebanyak 1.400-an naskah kuno tersimpan di perpustakaan Museum Radyapustaka baik naskah dalam bentuk tulisan Jawa kuno maupun cetakan. Sedangkan untuk keseluruhan naskah yang ada termasuk yang rusak sebanyak 2000-an naskah kuno.

"Ada yang tulisan carik atau huruf Jawa dan cetakan, termasuk naskah dalam daun lontar juga ada," ujar salah satu petugas perpustakaan, Kurnia Herniawati.

*Diunduh dari Harian Kompas Edisi 24 April 2009.
[+baca-]

Agenda World Book Day 2009 di Jakarta

World Book Day 2009 yang berlangsung sejak 23 April hingga 17 Mei 2009 di Jakarta memiliki agenda acara yang padat. Jika berkunjung, bisa dicatat susunan acaranya. WBD 2009 ini digerakkan oleh Forum Indonesia Membaca.

.:FORUM INDONESIA MEMBACA:.

Forum Indonesia Membaca - library@batavia
Sekretariat, Pusat Aktivitas dan Perpustakaan
Museum Mandiri Lt. 1 Jl. Lapangan Stasiun No. 1
Kota Jakarta Barat
Email: indonesiamembaca@ yahoo.com

------------ --------- --------- --------- -----
SUSUNAN ACARA WORLD BOOK DAY 2009 INDONESIA
------------ --------- --------- --------- -----

Pelaksanaan WBD 2009 Indonesia
Museum Mandiri Lt. 1 Jl. Lapangan Stasiun No. 1
Kota Jakarta Barat

------------ --------- --
Selasa, 21 April 2009
------------ --------- --

Konferensi Pers
Pukul 09.30-11.30
@ Lantai 1 Museum Mandiri Jakarta Kota
Pembicara:
1. Dessy Sekar Astina – Festival Director World Book Day Indonesia
2. Maylaffayza – Duta World Book Day Indonesia dan violist
3. Raditya Dika – Penulis Muda
4. Ramya – Penulis Muda
5. Gola Gong – Perwakilan Komunitas Literasi

------------ --------- -
Kamis, 23 April 2009
------------ --------- -

Pembukaan World Book Day Indonesia 2009

Pukul 10.00-11.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Laporan dari Dessy Sekar Astina - Festival Director WBD Indonesia 2009
Sambutan dari Maylaffayza – Duta World Book Day Indonesia dan violist
Sambutan dari Bapak Kusmayanto Kadiman Menteri Riset dan Teknologi sekaligus membuka World Book Day Indonesia 2009

Peluncuran library@batavia Perpustakaan Indonesia Membaca
Pukul 11.00-11.45
@ library@batavia, Museum Mandiri Lantai 1
Sekilas tentang library@batavia oleh Mahmudin selaku Manajer Perpustakaan FIM
Sambutan dari Bapak Agus Martowardoyo – Direktur Bank Mandiri sekaligus
peluncuran perpustakaan ditandai dengan penyerahan kartu anggota dan
peminjaman pertama kepada Duta World Book Day Indonesia, Direktur Bank
Mandiri, Menteri Riset dan Teknologi.

Kunjungan Pertama Pameran Karya Komunitas dan Poster Literasi
Pukul 11.45
@ Art Center Museum Mandiri

------------ --------- -
23 April-11 Mei 2009
------------ --------- -

Pameran Poster Literasi dan Komunitas
@ Art Center Museum Mandiri

------------ --------- --------- --------- --------- ----
24 April-15 Mei 2009 World Book Day Goes to School
------------ --------- --------- --------- --------- ----

SMP Lab School, SMU 49 Jakarta, Sekolah Semut-Semut, Sekolah Cikal, SD
Kartika X-2, SMA Negeri 38, Islamic School Robbani, SDIT Al Khairaat, STIESA Subang, SD Madania Bogor, SMP Madania Bogor, SMA Madania Bogor, TK Nizamia Andalusia, Sekolah Tunas Muda, SD Al Hanief Bekasi , Sekolah High Scope, Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Alam Cikeas , SD Islam Bina High School, SD BPK Penabur, SD Mardiyuana, SDI Al Azhar Jaka permai dan Kemang Pratama Bekasi, TK/SD Tunas Muda Kedoya, SD Pelita Harapan Cikarang, dan SD-SMP-SMA Taruna Bakti Bandung.

------------ --------- --------- --------- --------- ---------
Sabtu, 25 April 2009 "Minggu Remaja, Anak, dan Sekolah"
------------ --------- --------- --------- --------- ---------

(Sesi I) Library Skill for Kids (SD): Pengenalan Regulasi dan Area
library@batavia
Pukul 08.00-09.30
@ library@batavia
Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri
Catatan : Peserta wajib mengikuti 4xpertemuan sesuai jadwal yang di berikan
Instruktur: pustakawan library@batavia

(Sesi I) Library Skill for Teens (SMP): Pengenalan Regulasi dan Area
library@batavia
Pukul 10.00-11.30
@ library@batavia
Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri
Catatan : Peserta wajib mengikuti 4xpertemuan sesuai jadwal yang di berikan
Instruktur: pustakawan library@batavia

Tour dan Lomba Menulis Museum Mandiri untuk siswa SD
Pukul 09.00-10.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Tour museum akan dipandu oleh Tim Museum Mandiri
Dibatasi hanya 100 peserta
Hadiah: Plakat dan Paket Buku Anak
Pengumuman PEMENANG tanggal 17 Mei 2009, Pukul 15.00-16.00 (Pemenang I, II, III)

Workshop I Read Aloud untuk Guru TK
Pukul 09.00-14.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh Reading Bugs
Dibatasi 50 peserta, setiap sekolah akan mendapatkan 1 buku "Read Aloud
Handbook" karya Jim Trelease dan 1 buah buku anak untuk masing-masing
peserta.

Lomba Mewarnai Monyet WBD untuk siswa TK
Pukul 10.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Dibatasi hanya 100 peserta
Hadiah: Plakat Paket Buku Anak
Pengumuman PEMENANG tanggal 17 Mei 2009, Pukul 15.00-16.00 (Pemenang I, II, III)

Lomba Bercerita Kembali
Pukul 10.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Bersama Himpunan Penerjemah Indonesia
Hadiah: Plakat dan Paket Buku
Pengumuman PEMENANG tanggal 17 Mei 2009, Pukul 15.00-16.00 (Pemenang I, II, III)

Workshop Self Publishing untuk siswa SMU
Pukul 10.00-16.00
@ Art Center Museum Mandiri
Oleh Ana dari Pelangi Mizan

Talkshow Science bidang Astronomi : Mengenal Astronomi
Pukul 13.30-15.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Narasumber :
Drs. Widya Sawitar (Planetarium dan Observatorium Jakarta)
Nurdiansah, ST (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta)
Moderator :
Fathia Rahmi (Fakultas MIPA Fisika Universitas Indonesia)
Oleh Forum of Scientist Teenagers (FOSCA)

Pemutaran dan Diskusi Film "the Thief Lord"
Pukul 15.30-18.00
@ Ruang Orientasi Visual Museum Mandiri
Film diangkat dari novel "The Thief Lord" karya Cornelia Funke, penulis
Jerman

Persami Literasi
Mulai pukul 15.00 (menginap)
@ Museum Mandiri
Diikuti oleh 80 anggota Pramuka tingkat Penggalang

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Minggu, 26 April 2009 "Minggu Remaja, Anak, dan Sekolah"
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Book on the Street
Pukul 06.00-12.00
@ Jl. Thamrin (depan Hotel Nikko)
06.30-07.30 Senam Sehat Ceria Archiperobic Bersama Manan Foundation dan
Pramuka
07.30-08.00 Marching Band on the Street
08.00-08.30 Dongeng Jalanan Kak Aryo
09.00-09.30 Workshop Marching Band (Drum dan Bass Drum)
10.00-12.00 Workshop Pembuatan Layang-layang WBD
Diselingi dengan Kompetisi Permainan Tradisional dengan hadiah dari Kantong Nenek Grondong

Workshop Self Publishing untuk siswa SMU
Pukul 10.30-16.30
@ Art Center Museum Mandiri
Oleh Ana dari Pelangi Mizan

Seminar Guru "Media Literasi: Literasi di Abad 21"
Pukul 09.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pembicara:
1. Santi Indrastuti (trainer media literasi, Kidia – Yayasan Pengembangan Media Anak)
2. Najelaa Shihab (Psikolog dan pengamat pendidikan, Sekolah Cikal)
3. Budiono Darsono (pengamat media, detik.com)

Workshop Science Bidang Astronomi oleh FOSCA
Pukul 10.00-11.30
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh Forum of Scientist Teenagers (FOSCA)

Talkshow Remaja "Buku Versus Musik"
Pukul 13.00-15.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pembicara:
1. Tere - Musisi
2. Firman Venayaksa – Pecinta Buku dan Musik

Bedah Buku "Tunnel" Bersama Pelajar
Pukul 10.00-12.00
@ library@batavia
Bersama Teras Buku SMP Lab School
Didukung oleh Mizan Media Pustaka

Workshop II Read Aloud untuk Guru TK
Pukul 13.00-17.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh tim Reading Bugs
Dibatasi 50 peserta, setiap sekolah akan dibagikan 1 buku "Read Aloud
Handbook" karya Jim Trelease dan 1 buah buku anak untuk masing-masing
peserta.

------------ --------- --------- -------
Sabtu, 2 Mei 2009 "Minggu Keluarga"
------------ --------- --------- -------

(Sesi II) Library Skill for Kids (SD): Buku Fiksi dan Non-Fiksi
Pukul 08.00-09.30
@ library@batavia
Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri
Instruktur: pustakawan library@batavia

(Sesi II) Library Skill for Teens (SMP): Buku Fiksi dan Non-Fiksi
Pukul 10.00-11.30
@ library@batavia
Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri
Instruktur: pustakawan library@batavia

Talkshow Orang Tua "Melatih Kemampuan Anak Dalam Menyimak Melalui Cerita"
Pukul 09.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pembicara:
1. Roosie Setiawan – Reading Bugs
2. Lula Kamal – Orang tua

Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga I
Pukul 11.00-12.00
@ taman Museum Mandiri
Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)
Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang

Workshop Read Aloud untuk Orang tua
Pukul 13.00-17.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh tim Reading Bugs
Peserta tidak dipungut biaya dan dibatasi hanya 30 orang

Talkshow "Orang Tua Sebagai Penerjemah Bagi Anak"
Pukul 13.00-15.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Oleh Himpunan Penerjemah Indonesia

Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga II
Pukul 13.00-14.00
@ taman Museum Mandiri
Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)
Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang

Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga III
Pukul 15.00-16.00
@ taman Museum Mandiri
Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)
Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang

Malam Nostalgia Keluarga di Kota Tua
Pukul 17.00-21.00
@ taman Museum Mandiri (lokasi bertemu)
Oleh Komunitas Jelajah Budaya

------------ --------- --------- --------- -
Minggu, 3 Mei 2009 "Minggu Keluarga"
------------ --------- --------- --------- -

Lomba Membuat Cerita dari Monyet WBD
Pukul 10.00-13.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Setiap peserta akan diperlihatkan gambar-gambar pada slideshow, lalu mereka membuat cerita dari gambar-gambar tersebut.
Hadiah: Paket Buku Keluarga dan produk dari sponsor. Pengumuman pemenang di Penutuan WBD 2009.

Kuis Keluarga Berburu Buku
Pukul 10.00-12.00
Sekaligus peluncuran "Buku Habis Gelap Terbitlah Fajar" karya Ayah Edy
@ Art Center Museum Mandiri
Peserta tidak dipungut biaya, terdiri dari ayah dan atau ibu serta maksimal 2 anak. Mereka akan ditugaskan untuk mencari 1 buku yang hilang dengan petunjuk-petunjuk yang disediakan.
Hadiah: Paket Buku Keluarga

Library Skill for Babies bersama Sekolah Cikal
Pukul 10.00-11.00
@ library@batavia
Diikuti oleh siswa program Bayi-Bayi dan Adik-Adik Sekolah Cikal
Instruktur: pustakawan library@batavia

Kompetisi Ayah Bercerita
Pukul 11.00-13.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Juri: Ayah Edi, Andy Yudha, dan
Peserta tidak dikenakan biaya dan dibatasi 30 orang
Hadiah: Paket Buku Keluarga

Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga I
Pukul 11.00-12.00
@ taman Museum Mandiri
Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)
Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang

Nonton Bareng Penerbit Buah Hati
"The Little Prince"
Pukul 14.00-16.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri

Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga II
Pukul 13.00-14.00
@ taman Museum Mandiri
Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)
Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang

Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga III
Pukul 15.00-16.00
@ taman Museum Mandiri
Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)
Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang

------------ --------- --------- --------- --
Sabtu, 9 Mei 2009 "Minggu Pecinta Buku"
------------ --------- --------- --------- --

(Sesi III) Library Skill for Kids (SD): Penelusuran Koleksi (Dewey Number dan OPAC)
Pukul 08.00-09.30
@ library@batavia
Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri
Instruktur: pustakawan library@batavia

(Sesi III) Library Skill for Teens (SMP): Penelusuran Koleksi (Dewey Number
dan OPAC)
Pukul 10.00-11.30
@ library@batavia
Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri
Instruktur: pustakawan library@batavia

Workshop Penulisan Kreatif (Sesi I)
Pukul 09.00-15.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Biaya Rp 100.000 / Sertifikat + Makan siang + Snack
Instruktur: Tim Tempo Institute

Talkshow Curhat "Jatuh Bangun Demi Klub Buku"
Pukul 10.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pembicara:
1. Perwakilan dari Teras Buku Lab-School
2. Hadi (Indo Harry Potter)
3. Pandu Ganesa (Paguyuban Karl May)
4. Ayu (Kick Andy Book Club)

Lokakarya Penerjemahan
Pukul 10.00-12.00
@ Art Center Museum Mandiri
Oleh Himpunan Penerjemah Indonesia

Sastra Reboan ke Kota
Pukul 13.00-17.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Acara akan dipandu oleh tim Paguyuban Sastra Rebo Malam Warung Apresiasi
(Wapres) Bulungan

Jalan-Jalan Kota Tua
Pukul 15.00-19.00
@ taman Museum Mandiri (lokasi berkumpul)
Oleh Komunitas Historia

Nonton Bareng Reader Digest Indonesia
"The Jane Austen Book Club"
Pukul 15.00-18.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri

------------ --------- --------- --------- ----
Minggu, 10 Mei 2009 "Minggu Pecinta Buku"
------------ --------- --------- --------- ----

Jalan-Jalan Kota Tua untuk Anak-Anak
Pukul 09.00-13.00
@ taman Museum Mandiri (lokasi berkumpul)
Oleh Komunitas Historia

Workshop Penulisan Kreatif (Sesi I)
Pukul 09.00-15.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Biaya Rp 100.000 / Sertifikat + Makan siang + Snack
Instruktur: Tim Tempo Institute

Curhat Penulis Bacaan Anak
Pukul 10.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pengisi acara adalah para penulis bacaan anak, yaitu:
1. Ali Muakhir
2. Benny Rhamdani
3. Arleen Amidjadja
4. Clara Ng
5. Renny Yaniar
Oleh mailing list penulis-bacaan- anak@yahoogroups.com

Bedah Buku Bersama Traveller
"Negeri Van Oranje"
Pukul 13.00-15.00
@ library@batavia

Talkshow Komunitas "Tintin dan Kita (Diskusi Kisah Tintin dan Fans-nya)"
Pukul 15.00-17.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Oleh Komunitas Pembaca Tintin

Talkshow "Science Fiction Produksi dalam Negeri"
@ Auditorium Museum Mandiri
Pukul 17.00-19.00
Oleh Komunitas Star Trek Indonesia

------------ --------- --------- ---------
Sabtu, 16 Mei 2009 "Minggu Komunitas"
------------ --------- --------- ---------

Pameran Komunitas Literasi dan Bazar Buku
Pukul 10.00-18.00
@ Lantai Dasar Museum Mandiri
Diikuti oleh sekitar 50 komunitas literasi (taman bacaan, klub buku,
komunitas hobi, dan lain sebagainya)

(Sesi IV) Library Skill for Kids (SD): Memetakan Informasi dengan Mind Map
Pukul 08.00-09.30
@ library@batavia
Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri
Instruktur: pustakawan library@batavia
Pembagian Sertifikat dan Goody Bags

(Sesi IV) Library Skill for Teens (SMP): Memetakan Informasi dengan Mind Map
Pukul 10.00-11.30
@ library@batavia
Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri
Instruktur: pustakawan library@batavia

Kuis Tebak Buku
Dimulai pukul 10.00
@ Lobby Museum Mandiri
Pengunjung menebak jumlah buku yang ditumpuk-tumpuk
Hadiah: Paket Buku dan produk dari sponsor
Pengumuman pemenang di Penutupan WBD 2009

Seminar Mutu Buku Terjemahan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia
Pukul 11.00-14.00
@ Auditorium Museum Mandiri
oleh Himpunan Penerjemah Indonesia

Ngariung Bersama Rumah Dunia: "Rumah Dunia With Love"
Performance, launching Ki Amuk, dan bincang-bincang
Pukul 14.00-17.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Oleh Rumah Dunia

Bincang Buku Metropolis Karya Windry Ramadhina: Sebuah Launching Penuh
Keabraban
Pukul 10.00-12.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Pembicara:
1. Wa Ode Wulan Ratna (Peraih Khatulistiwa Literacy Award 2008)
2. Sefryana Khairil (Penulis Terbaik Cipta Karya Anak Bangsa 2005)

Talkshow Empowering Net-Writing
Pukul 10.00-11.30
@ Beranda Komunitas
Pembicara: Hernowo
Oleh Komunitas Indo Hoghwart

Talkshow Membuat Foto 3 Dimensi Itu Mudah
Pukul 12.00-13.30
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh Komunitas Foto Stereo (stereofoto- id)

Talkshow Library 2.0
Pukul 14.00-16.00
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh ISIPII (Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia)

English Community Gathering
Pukul 14.30-16.30
@ Beranda Komunitas
Oleh Britzone

Pementasan Anak-anak
Pukul 16.30-17.30
@ Beranda Komunitas
Oleh KKS Pelita Hati

Board Game Battle of Starship and CGI Startrek
Pukul 17.30-18.30
@ Beranda Komunitas
Oleh komunitas Star Trek Indonesia

Pemutaran Film "Bury My Heart at the Wounded Knee" oleh Paguyuban Karl May
Pukul 16.30-18.30
@ Ruang Orientasi Museum Mandiri
Oleh Paguyuban Karl May

Blaze Performance
Pukul 17.00-18.30
@ Auditorium Museum Mandiri
Oleh Corps De Ballet

Panggung Literasi
Pukul 19.00-selesai
@ Auditorium Museum Mandiri
Bintang Tamu : Ki Amuk
Diramaikan oleh seluruh komunitas peserta WBD Indonesia 2009

------------ --------- --------- ---------
Minggu, 17 Mei 2009 "Minggu Komunitas"
------------ --------- --------- ---------

Bersepeda Ontel ke Sunda Kelapa
Pukul 08.00-10.30
@ taman Museum Mandiri (lokasi berkumpul)
Oleh Komunitas Jelajah Budaya

Pameran Komunitas Literasi
Pukul 10.00-16.00
@ Lantai Dasar Museum Mandiri
Diikuti oleh sekitar 50 komunitas literasi (taman bacaan, klub buku,
komunitas hobi, dan lain sebagainya)

Talkshow "Kuli Juga Buat Novel"
Pukul 10.00-11.30
@ Beranda Komunitas
Oleh Komunitas Istana Rumbia

Talkshow "Fundraising: Bagaimana Mendapatkan Bantuan dari Lembaga Donor atau
Perusahaan?"
Pukul 10.00-12.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pembicara:
1. Katri Krisnati (Community Relations Manager ExxonMobil Indonesia)
2. Imam Prasodjo* (Nurani Dunia)
3. Gunawan (Rumah Pelangi)
4. Nur Amalia (Perhimpunan Filantropi Indonesia)

Lelang Gambar Karya Komunitas
Pukul 12.00-12.30
@ Auditorium Museum Mandiri

Pentas Cerpen Komunitas Mata Pena
Pukul 12.30-14.30
@ Auditorium Museum Mandiri
Bersama Komunitas Mata Pena

Press Conference: 20 Buku Rekomendasi Untuk Perpustakaan Sekolah
Pukul 13.00-14.00
@ Beranda Komunitas
Oleh Asosiasi Perkerja Informasi Sekolah Indonesia

Pementasan Anak-anak
Pukul 12.00-13.00
@ Beranda Komunitas
Oleh KKS Melati

Pementasan Anak-anak
Pukul 14.30-15.00
@ Beranda Komunitas
Oleh Sanggar Anak Bulungan

Penutupan
Pukul 15.00-16.00
@ Auditorium Museum Mandiri
Pesta Kostum Karakter Buku
Pengumuman Pemenang Lomba (Terlampir)
Penghitungan Jumlah Buku Kuis Tebak Buku
Penyerahan Anugerah Tahunan dari Komunitas

Susunan acara World Book Day Indonesia 2009 sudah dapat diakses di halaman group facebook World Book Day Indonesia di www.facebook. com/group.php?gid=52439241 572

Susunan acara juga dapat dibaca di:

www.worldbookdayindonesia.org dan www.worldbookdayindonesia.blogspot. com

Untuk pertanyaan dan pendaftaran dapat menghubungi Nia di 70030096 pada
pukul 09.00-17.00
[+baca-]

Merayakan World Book Day 2009

Pada 23 April hingga 17 Mei 2009 di Museum Bank Mandiri, World Book Day 2009 dirayakan. World Book Day yang dirancang oleh UNESCO sebagai sebuah perayaan buku dan literasi yang mendunia, perayaannya telah dimulai pelaksanaannya di Indonesia tahun 2006 oleh Forum Indonesia Membaca.

Pada awalnya sebagai bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Namun sejak tahun 1923 para pedagang buku mempengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada tanggal 23 April sehingga sejak 1925 para perempuan memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar.

Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day karena Festival Katalonia serta pada tanggal Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla meninggal dunia sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo and Halldór Laxness dilahirkan.

Walaupun pada kasus Shakespeare dan Cervantes ada sedikit perbedaan karena masing–masing meninggal dihitung dengan sistem kalender yang berbeda dimana pada masa itu Inggris masih mempergunakan sistem Kalender Julian sedangkan Katalonia mempergunakan sistem Kalender Gregorian.

Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang,penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas–komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai–nilai sosial budaya kemanusiaan.

Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world event adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak–anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca.

Acara–acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia, diantaranya ada 'Hari Buku Nasional', 'Hari Kunjungan Perpustakaan' sampai berbagai pameran dan bazaar buku (book fair) di tingkat lokal maupun nasional.

Seiring dengan adanya globalisasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan, sudah saatnya kita melebarkan aktivitas kita dalam dunia perbukuan dengan ikut berpartisipasi melakukan perayaan buku berskala internasional agar lebih menggaungkan literasi di tengah masyarakat Indonesia.

Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi kemasyarakatan yang berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi seluas–luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca.

Setelah sukses mengadakan World Book Day sejak tahun 2006 dan banyaknya permintaan dari komunitas literasi, penerbit buku dan masyarakat umum maka di tahun 2009 Forum Indonesia Membaca, bergandengan tangan dengan lebih banyak komunitas dan mitra di banyak kota di Indonesia, kembali melaksanakan World Book Day menjadi sebuah tradisi festival yang tujuannya untuk merayakan buku dan literasi serta membuka partisipasi masyarakat sebesar–besarnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan membaca, serta mengapresiasi dunia perbukuan itu sendiri.

Meningkatnya animo masyarakat terhadap kegiatan World Book Day mendorong tumbuh kembangnya ide dan gagasan baru dalam pelaksanaan kegiatan. Bila di World Book Day 2006 hanya ada 3 (tiga) zona kegiatan yaitu Panggung utama, zona Anak dan Remaja serta zona Dewasa sedangkan sejak World Book Day 2007 dimulai tradisi wisata/tur literasi maka di World Book Day 2009 diharapkan adanya keterlibatan sekolah-sekolah, museum-museum, galeri-galeri, toko buku-toko buku maupun lokasi lainnya dalam memeriahkan World Book Day Indonesia.

* Diunduh dari blog ACHIE
[+baca-]

Diluncurkan, Buku “100 Buku Sastra Indonesia Yang Harus Dibaca Sebelum Dikuburkan”

[IBOEKOE-JOGJA 23 April 2009] Indonesia Buku kembali meluncurkan buku terbaru, “Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan”.

Peluncuran buku ini bertepatan dengan ulang tahun Indonesia Buku ke-3 yang jatuh pada hari ini (23/4) di Patehan Wetan 3, Yogyakarta.

Sebagai pembedah buku, hadir An Ismanto yang menjadi editor buku ini dan Tia Setiadi, kritikus sastra sekaligus esais muda

Selain dua pembicara, acara ini juga dihadiri para periset di Indonesia Buku juga para sastrawan-sastrawan muda Yogyakarta. Acara ulang tahun dan bedah buku ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi “Celana” karya Joko Pinurbo.

Dalam sambutannya, Muhidin M Dahlan, pimpinan Indonesia Buku ini mengatakan, “Indonesia Buku adalah lembaga riset independen tentang sejarah pers, dunia perbukuan, meliputi tokoh dan peristiwa.

Indonesia Buku juga mengusahakan terbentuknya jaringan perbukuan di Indonesia dan dunia.” “ Buku ini,” lanjut Muhidin, “mengikuti jejak buku-buku lain yang diterbitkan IBOEKOE dimaksudkan untuk tujuan referensial dan sengaja dicetak terbatas untuk memenuhi permintaan pembaca”.

Tia Setiadi memberi beberapa catatan dan kritik atas buku ini. Terutama sekali diikutkannya sekitar 10 buku yang bergenre seperti Cintapucino, cerita-cerita silat, novel Karmila, komik. “Mestinya ada buku sendiri untuk mengungkap fenomena itu.”

Tapi, Tia menganggap buku yang serupa taman bunga-bunga ini bisa menjadi rujukan bagi mereka yang ingin melihat secara perkembangan karya sastra kita. (Agung Dwi Hartanto)
[+baca-]

Wednesday, April 22, 2009

Distribusi Buku ke Luar Jawa Masih Sulit

Distribusi buku ke luar Jawa masih sulit. Karena itu, masyarakat di luar Jawa membutuhkan dukungan sumber daya lokal untuk menumbuhkan minat baca.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Forum Indonesia Membaca sekaligus Direktur Festival World Book Day Dessy Sekar Astina kepada pers dalam perayaan World Book Day 2009, Selasa (21/4). Dessy mengatakan, akses terhadap buku masih menjadi kendala utama dalam menumbuhkan budaya membaca.

Berkaitan dengan Hari Buku Sedunia, tahun ini untuk keempat kalinya Forum Indonesia Membaca kembali menggelar perayaan World Book Day. Perayaan diselenggarakan pada 23 April hingga 17 Mei 2009 setiap Sabtu dan Minggu di Museum Bank Mandiri, Jakarta.

World Book Day atau Hari Buku Sedunia jatuh setiap tanggal 23 April.

Berbagai kegiatan, seperti pameran, pelatihan, diskusi, lomba hingga pertemuan komunitas, akan digelar dalam perayaan yang tahun ini mengambil tema ”Membaca untuk Cinta”.

”Kami ingin menyebarkan kecintaan membaca kepada orang- orang terdekat, terutama keluarga,” ujar Dessy.

* Digunting dari Harian Kompas Edisi Rabu, 22 April 2009
[+baca-]

Tuesday, April 21, 2009

Yang Tersisa dari Toko Buku Pertama di Batavia

Kalibesar di abad silam riuh dengan berbagai kegiatan ekonomi. Sebagai kawasan yang dibelah kanal dan dekat dengan pelabuhan, maka wajar saja demikian. Pasar pun bertumbuhan. Sebut saja pasar unggas, pasar bambu, dan pasar pisang. Yang disebut belakangan ini menjadi nama lain dari sebuah kawasan, yaitu Kalibesar Timur. Mengapa disebut pasar pisang, belum ada buku yang mengisahkan tentang itu. Tapi bisa jadi karena di seputaran Jalan Cengkeh (kini) yang letaknya dekat dari Jalan Kalibesar Timur itu terdapat pasar buah, salah satunya pisang.

Kali ini bukan pasar pisang yang ingin dibahas, tapi soal keberadaan toko buku pertama di Batavia. Di ujung Jalan Kalibesar Timur 3 dan Kalibesar Timur (di seberang Jalan Cengkeh), masih berdiri bangunan tua. Kira-kira letaknya ada di pojok kiri kalau kita melihat dari Jembatan Middelpunts ke arah selatan. Jembatan ini menghubungkan Jalan Kunir, Jalan Kalibesar Timur 3, Kalibesar Timur, Jalan Kalibesar Barat, Jalan Kopi, dan Jalan Roa Malaka.

Toko buku di bawah nama G Kolff & Co ini sudah mulai menjadi toko buku pada tahun 1848 di Buiten Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Selatan). Sebetulnya, Kolff datang belakangan karena pemilik perusahaan ini semula bernama Willem van Haren Noman. Tahun 1850, Gualtherus Johannes Cornelis Kolff tiba dari Holland dan bergabung dengan Noman. Tahun 1858, Noman kembali ke Belanda, maka selanjutnya Kolff sendirilah yang menjadi pemegang perusahaan.

Di tahun 1860, perusahaan percetakan dan penerbitan buku ini membeli tanah di lokasi yang sekarang karena dinilai lebih menguntungkan, seharga 28.000 gulden. Di sinilah kantor pusat perusahaan G Kolff & Co berada hingga 1921 ketika Kolff membeli tempat yang lebih luas di Jalan Pecenongan. Toko buku milik Kolff juga sudah ada di Noordwijk (Jalan Juanda) sejak 1894.

Kolff juga menjadi penyokong koran beken di masanya, 1850-an, Java Bode yang berafiliasi dengan koran De Locomotief (Semarang) dan Het Soerabaiasche Handelsblad (Surabaya). Di tahun 1885, Kolff bahkan membidani terbitnya koran yang lebih dari 50 tahun menemani warga di Batavia, Bataviaasch Nieuwsblad.

Tahun 1930, perusahaan ini makin berkibar ketika Ratu Belanda memberikan hak pada Kolff untuk menggunakan kata Koninklijke sehingga nama perusahaan itu menjadi NV Koninklijke Boekhandel en Drukkerij G Kolff & Co. Perusahaan ini menjadi penyedia buku-buku pendidikan terbesar di Hindia Belanda. Perusahaan ini bertahan hingga lebih dari satu abad, kini sudah tak ada lagi.

Membahas kisah-kisah sejarah Batavia di abad ke-19 khusus soal perusahaan penerbitan terbesar yang ditulis Scott Merrillees, seorang rekan, berkomentar, "G Kolff & Co itu sama seperti Kompas Gramedia-lah, kalau sekarang ini," ujarnya. (Pradaningrum Mijarto)

* Diunduh dari Harian WARTA KOTA/Kompas Edisi 21 April 2009
[+baca-]