<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642</id><updated>2012-01-20T05:37:49.067-08:00</updated><category term='Kriminal'/><category term='Kliping'/><category term='Ibnu Subiyanto'/><category term='Korupsi Buku'/><title type='text'>Kliping i:boekoe</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6326100941930452777</id><published>2009-06-15T20:33:00.002-07:00</published><updated>2009-06-15T20:44:54.019-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibnu Subiyanto'/><title type='text'>Yanto, Tega Sekali Bupati Ngorupsi Buku</title><content type='html'>Oleh Muhidin M Dahlan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SjcU_LCm11I/AAAAAAAAAXw/g886vyDHNwI/s1600-h/Yanto,+loper+koran.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SjcU_LCm11I/AAAAAAAAAXw/g886vyDHNwI/s200/Yanto,+loper+koran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347766158053791570" /&gt;&lt;/a&gt;Sehari-harinya Yanto menjual koran secara berantai dari warung ke warung di selingkungan Kraton Jogja.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi itu, selepas dari pakansi di Istana Agung Jogjakarta, saya, Zen RS, dan Galuh, berada di Wijilan untuk melahap gudeg kering Mbok Slamet yang masih setia berjualan sejak 1964.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mosok ngorupsi buku. Tega sekali. Buku pelajaran lagi. Bermilyar-milyar," seru Yanto ketika saya bertanya ada tidak berita lanjutan korupsi buku Bupati Sleman Ibnu Subiyanto.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beritanya udah nggak ada Mas. Kan dia sudah dipenjara. Sultan sudah memecatnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanto, sebelum menjajal bisnis koran adalah pengamen, pengemis, dan gelandangan yang beroperasi di Wijilan hingga Pasar Ngasem. Tak ada rumah. Cuma numpang cuci piring di warung-warung yang memberinya makan secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pagi itu, caranya menyebut angka korupsi buku dan dibuinya Ibnu menandakan bahwa Yanto membaca isi koran yang dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membeli dua koran lokal Jogja. Dan memang tak ada lagi berita Ibnu Subiyanto mengorup buku di mana sebelumnya nongkrong di halaman depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali Yanto benar, ia sudah dibui karena buku. Dan yang pasti akan dipecat dari kursinya sebagai bupati lewat jalur PDI Perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6326100941930452777?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6326100941930452777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/06/yanto-tega-sekali-bupati-ngorupsi-buku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6326100941930452777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6326100941930452777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/06/yanto-tega-sekali-bupati-ngorupsi-buku.html' title='Yanto, Tega Sekali Bupati Ngorupsi Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SjcU_LCm11I/AAAAAAAAAXw/g886vyDHNwI/s72-c/Yanto,+loper+koran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7722686331890732894</id><published>2009-06-01T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T06:11:10.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kriminal'/><title type='text'>Ngorupsi Buku, Kok Terdakwanya (Bupati Sleman) Belum Dibui</title><content type='html'>Kalau sudah soal uang, tak peduli apa pun, embat. Termasuk buku. Mitos buku sebagai barang membuat hidup cerah, bagi manusia kelelawar, ancur sama sekali. Jika sudah uang, apa pun caranya, barang apa pun di depan, sikat saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto. Ia didakwa sebagai salah satu pelaku korupsi buku keroyokan di Jogja. Seperti diberitakan Kompas Edisi Jogja di halaman muka (1/6/2009) Ibnu terlibat dalam penunjukan langsung PT Balai Pustaka selaku pihak pengadaan buku pelajaran 2004-2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, melalui audit BPKP (Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan), proyek itu mengalami penggelembungan pembiayaan sebesar Rp 12,1 M. Buat penerbit2 rumahan di Jogja, wow, dana sebesar itu besar amit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kronik peristiwanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Juli 2008: Polda DIY menetapkan Ibnu Subiyanto, Bupati Sleman, sebagai tersangka dalam kasus pengadaan buku pelajaran di Sleman 2004-2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 September 2008: Polda DIY mengirim surat izin pemeriksaan Ibnu kepada Presiden SBY. Ditunggu 60 hari kalau surat tak turun, penyidik akan langsung memeriksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Desember 2008: Kepala Polda DIY Birgjen (Pol) Untung Suharsono Radjab mengatakan, surat izin pemeriksaan Bupati Sleman dari presiden sudah turun, tapi surat penahanan belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 April 2009: Penasehat hukum Ibnu mengajukan surat penundaan menghadap penyidik Polda DIY hingga 20 April. Alasannya, selaku Bupati, Ibnu punya tanggung jawab memantau hasil rekapitulasi suara Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 April 2009: Kejati DIY menerima pelimpahan BAP dan sejumlah bukti korupsi buku yang melibatkan Ibnu. Kejati DIY selanjutnya melimpahkan kasus ini ke PN Sleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Juni 2009: Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Sleman Setya Budhi merilis kesanggupan Ibnu Subiyanto menghadiri persidangan yang dijadwalkan Pengadilan Sleman.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7722686331890732894?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7722686331890732894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/06/ngorupsi-buku-kok-terdakwanya-bupati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7722686331890732894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7722686331890732894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/06/ngorupsi-buku-kok-terdakwanya-bupati.html' title='Ngorupsi Buku, Kok Terdakwanya (Bupati Sleman) Belum Dibui'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-9117149230310362957</id><published>2009-05-31T01:56:00.001-07:00</published><updated>2009-05-31T02:06:14.231-07:00</updated><title type='text'>Wow, Indonesia No 1 Negara Asia Pasifik yang Klik Google Book</title><content type='html'>Siapa bilang masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang rendah? Justru dari beberapa indikator yang ada, menunjukkan masyarakat memiliki minat baca yang tinggi. Buktinya, Indonesia menjadi negara no 1 di Asia Pasifik dan no 10 di dunia, negara yang paling sering mengakses google book search (fasilitas pencari buku di google-red).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Sekjen IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat, Wanti Syaefullah usai Jumpa Pers Grand Launching Salam Book House, di Jalan Pasirwangi, Minggu (31/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami (IKAPI-red) bekerjasama dengan google book search, dan hasil itu setidaknya memperlihatkan minat masyarakat terhadap buku cukup tinggi. Padahal pengguna internet di Indonesia dibandingkan negara lain di Asia Pasifik lebih rendah," kata Wanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator lain yang dicontohkan Wanti yaitu banyaknya jumlah pengunjung dan angka transaksi dalam setiap pameran buku. "Dari 50 pameran buku yang IKAPI buat di seluruh Indonesia setiap tahunnya, pengunjung selalu luar biasa dan angka transaksi mencapai miliaran rupiah," jelas Wanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Wanti menyatakan tak setuju jika minat baca masyarakat dinilai rendah. "Saya tidak setuju jika masyarakat dikatakan rendah minat bacanya, itu perlu dicermati lagi dengan melihat beberapa indikator ini," kata Wanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Wanti tidak memungkiri masyarakat rendah dalam konsumsi atau pembelian buku karena harganya yang terkadang masih belum terjangkau semua lapisan. "Maka itu kami ingin harga buku lebih murah," kata Wanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut wanti menjelaskan, dalam setahun ada lebih dari 12 ribu judul buku yang terbit di Indonesia. Data tersebut diperoleh Wanti dari Gramnedia yang dalam sebulan menampung 1.000 judul buku baru. "Gramedia sebagai barometer kami karena hampir semua buku baru ada di Gramedia. Mereka juga punya sistem pencatatan yang baik," ujar Wanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dilihat dari &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/05/31/151947/1140157/486/indonesia-no-1-negara-asia-pasifik-yang-klik-google-book-search"&gt;detik bandung&lt;/a&gt;; diunduh pada 31 Mei 2009.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-9117149230310362957?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/9117149230310362957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/wow-indonesia-no-1-negara-asia-pasifik.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/9117149230310362957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/9117149230310362957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/wow-indonesia-no-1-negara-asia-pasifik.html' title='Wow, Indonesia No 1 Negara Asia Pasifik yang Klik Google Book'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4046211990127765185</id><published>2009-05-31T00:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T00:55:04.299-07:00</updated><title type='text'>Asyik, Ada Kawasan Wisata Buku di Bandung</title><content type='html'>Kota Bandung kini memiliki wisata buku, bahkan disebut-sebut sebagai wisata buku pertama di Indonesia. Salam Book House (SBH) yang berada di Jalan Pasirwangi No 1 ini terdiri dari Book Store, Learning Center, Book Community, dan program wisata yang mengajak pengunjung melihat proses pembuatan buku dari hulu ke hilir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wisatanya itu mengenalkan pengunjung mulai dari proses penulisan, penerbitan, percetakan sampai penjualan," ujar Bambang Trim Direktur Salam Book House dalam jumpa pers Grand Launching Salam Book House, di Salam Learning Center, Minggu (31/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang berharap wisata buku dengan konsep book town seperti ini dapat dicopy paste oleh daerah-daerah lain di Indonesia. "Seperti di Magelang ada kampung buku, Bandung jadi kota pertama dengan konsep book town," ujar Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lahan seluas kurang lebih 8 ribu meter persegi ini lengkap tersedia book center dengan 1.000 judul buku, learning center untuk tempat pendidikan dan pelatihan untuk menjadi penulis, penerbitan, dan percetakan. Perpustakaan juga direncanakan segera dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih didominasi buku-buku bertema islami namun Bambang mengatakan SBH tidak tertutup untuk semua jenis buku. "Semua penulis atau penerbit bisa mendisplay bukunya di SBH," ujar Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Didin Hafiduddin seorang ulama yang merupakan Ketua Umum BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang juga meresmikan pembukaan SBH ini menuturkan, SBH dapat menjadi alternatif wisata yang biasanya hanya diisi dengan aspek kalbu. "Wisata ini juga disertai dengan aspek akal. Pendekatan yang komprehensif untuk pengembangan umat. Ada dzikir dan juga pikir," ujar Didin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dimuat dari http://bandung.detik.com/read/2009/05/31/144153/1140149/486/wisata-buku-baru-di-kota-bandung; diunduh pada 31 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4046211990127765185?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4046211990127765185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/asyik-ada-kawasan-wisata-buku-di.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4046211990127765185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4046211990127765185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/asyik-ada-kawasan-wisata-buku-di.html' title='Asyik, Ada Kawasan Wisata Buku di Bandung'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2049059051949843458</id><published>2009-05-30T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T22:02:51.323-07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Sikap 4 Penulis Jogja atas Terbitnya Buku "Ilusi Negara Islam"</title><content type='html'>Berkaitan dengan terbitnya buku “Ilusi Negara Islam” yang mengundang kontroversi, dengan ini kami ingin memberikan klarifikasi sekaligus pernyataan terkait dengan substansi buku tersebut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Materi (isi) buku yang disajikan di dalamnya bukanlah hasil riset dan karya kami dan karena itu kami tidak mungkin mengakui sebagai hasil penelitian kami. Padahal di dalam buku tersebut kami disebut sebagai peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di dalam proses penerbitan buku tersebut, kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan penelitian sampai penerbitan menjadi sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahkan dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang di buku tersebut dicantumkan sebagai peneliti, jauh hari sudah mengundurkan diri, yakni saudara Nur Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki,  sehingga tidak terlibat lagi di dalam tahapan penelitian selajutnya, mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan sampai pada penerbitan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kami melihat  buku “Ilusi Negara Islam” itu, tujuannya telah  bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik pada tujuan politis dengan cara tetap mencantumkan nama-nama peneliti yang sebelumnya sudah mengundurkan diri, namun namanya tetap dicantumkan sebagai peneliti (dan menyimpang dari desain awal penelitian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kondisi ini diperkuat oleh kesaksian hampir semua peneliti daerah, yang namanya tercantum di dalam buku tersebut, tidak pernah pula diajak untuk berdialog untuk menganalisis data temuan di lapangan dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh. Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing sebagaimana yang dilakukan oleh Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja di dalam kepentingan riset dan penerbitan buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kami menuntut kepada pihak Lib for All agar menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama kami. Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama yang dicantumkan sebagai peneliti dalam buku “Ilusi Negara Islam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Zuli Qodir | Abdur Rozaki, M.Si | Laode Arham, S.S. | Nur Khalik Ridwan,S.Ag &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;* Diunduh dari situs www.politikana.com edisi 25 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2049059051949843458?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2049059051949843458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/pernyataan-sikap-4-penulis-jogja-atas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2049059051949843458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2049059051949843458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/pernyataan-sikap-4-penulis-jogja-atas.html' title='Pernyataan Sikap 4 Penulis Jogja atas Terbitnya Buku &quot;Ilusi Negara Islam&quot;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-812043240487365484</id><published>2009-05-30T21:49:00.001-07:00</published><updated>2009-05-30T21:51:04.630-07:00</updated><title type='text'>Buku 'Ilusi Negara Islam' Dinilai Mengadu Domba Umat</title><content type='html'>Empat Peneliti asal Yogyakarta, Zuli Qodir, Adur Rozaki, Laode Arham, Nur Khalik Ridwan, memrotes isi buku 'Ilusi Negara Islam' yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Buku itu dinilai tidak sesuai dengan yang diteliti dan isinya mengadu domba umat Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,'' kata Abdur Rozaki, Yogyakarta, dikutip dari Republika Online, Senin (25/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Zuli , isi buku 'Ilusi Negara Islam' bukan merupakan hasil penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab, isi dari buku tersebut telah menyimpang dari yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan peneliltian sampai penerbitan menjadi sebuah buku,'' kata Zuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, lanjut Zuli, dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang dicantumkan dalam buku tersebut sebagai peneliti jauh hari sudah mengundurkan diri namun masih dicantumkan, seperti Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki. Sehingga keduanya sudah tidak terlibat lagi dalam tahap penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan hingga penerbitan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Zuli, tujuan penerbitan buku 'Ilusi Negara Islam' telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik kepada politis. Kondisi ini diperkuat hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum dalam buku tersebut tidak pernah diajak untuk berdialog menganalisis temuannya dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing. Sebagaimana dilakukan Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, peneliti Yogyakarta menuntut kepada Lib for All untuk menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama peneliti Yogyakarta. ''Kami mengimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, yang aneh dari peneribatan buku tersebut adalah pencantuman KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur sebagai editornya. Padahal, selama ini Gus Dur terganggu penglihatannya sehingga tidak mungkin Gus Dur bisa mengeditnya. ''Ini sudah kebablasan,'' kata Abdur Rozaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Ahmad Suadey, Direktur The Wahid Institute kepada Zuli Qodir mengirim SMS bahwa dirinya tidak tahu persis isi buku 'Ilusi Negara Islam' yang diterbitkannya. Karena itu, dirinya merasa kaget ketika mendapat protes dari peneliti Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aku malah baru tahu ini. Kalau gitu perlu klarifikasi ke Lib for All. Kalau perlu teman-teman bikin nota protes tertulis. Aku enggak keberatan karena saya tidak berhubungan dengan isi sama sekali,'' kata Ahmad Suaedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diunduh dari: http://www.nu.or.id/page.php; Selasa, 26 Mei 2009 04:09&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-812043240487365484?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/812043240487365484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/buku-ilusi-negara-islam-dinilai-mengadu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/812043240487365484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/812043240487365484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/buku-ilusi-negara-islam-dinilai-mengadu.html' title='Buku &apos;Ilusi Negara Islam&apos; Dinilai Mengadu Domba Umat'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4729478908015111600</id><published>2009-05-30T19:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T19:57:26.109-07:00</updated><title type='text'>Kebijakan Buku Elektronik Diminta Diteliti</title><content type='html'>Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) meminta agar kebijakan buku sekolah elektronik diteliti. Benarkah buku menjadi lebih murah, terdistribusi dengan baik, dan bisakah kebijakan itu menghidupi toko buku. Ketua Ikapi Setia Dharma Madjid menilai kebijakan itu belum terbukti efektivitasnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Penerbit, kata Setia, berharap perguruan tinggi mau membantu melakukan penelitian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika buku sekolah elektronik terbukti efektif, anggota Ikapi siap untuk tidak menerbitkan buku teks pelajaran lagi,” kata dia seusai Peringatan Hari Buku Nasional 2009 di gedung Ikapi, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia melanjutkan, jika kebijakan itu hanya digunakan segelintir siswa, pemerintah diminta mengevaluasi program tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kebijakan pemerintah seharusnya tidak hanya berpihak kepada masyarakat dan pemakai buku, tapi juga harus mempedulikan nasib penerbit dan toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit, kata Setia, dirugikan karena dilarang menjual buku ke sekolah. Sebelumnya, kata dia, penerbit dibolehkan menjual buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini berhenti setelah pemerintah, melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 tentang Buku, melarang penerbit menjual buku di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan buku di sekolah, pemerintah membeli langsung hak cipta buku dari penulis dan menyebarluaskan buku melalui Internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru, murid, dan kepala sekolah dibolehkan mengunduh buku, mencetaknya, juga memperjualbelikan buku dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kata Setia, sebanyak 250 dari 920 penerbit anggota Ikatan Penerbit memproduksi buku teks pelajaran. Jumlah karyawan mereka mencapai 30 ribu orang. Akibat kebijakan pemerintah yang membeli hak cipta buku, Ikapi menaksir ada 60 persen karyawan penerbitan yang akan dirumahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di industri penerbitan, ia menjelaskan, lebih dari separuh karyawan berada di bagian marketing dan sisanya di bagian editorial serta penunjang lainnya. "Marketing tidak diperlukan lagi karena penerbit tidak boleh jualan. Sampai sekarang sudah 7.000-an karyawan yang dipecat," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, kata dia, tidak memikirkan akibat yang ditanggung penerbit saat mengambil kebijakan. Ia merujuk pada kebijakan tahun 2005 bahwa buku pelajaran berlaku selama lima tahun. Setelah penerbit menyediakan stok buku, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru bahwa yang boleh dipakai hanya buku sekolah elektronik. Penerbit, kata dia, langsung merugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diketik dari Harian Koran Tempo Edisi 20 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4729478908015111600?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4729478908015111600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/kebijakan-buku-elektronik-diminta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4729478908015111600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4729478908015111600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/kebijakan-buku-elektronik-diminta.html' title='Kebijakan Buku Elektronik Diminta Diteliti'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4589052055575690969</id><published>2009-05-30T19:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T19:41:45.092-07:00</updated><title type='text'>Vonis Aneh Surat Pembaca</title><content type='html'>Sungguh keterlaluan: seorang penulis surat pembaca terkena vonis penjara. Belum pernah selama ini penulis surat pembaca harus menerima hukuman pidana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang membuat kita prihatin ini dimulai dari sepucuk surat yang melayang ke meja redaksi beberapa media, setahun lalu. Penulisnya—Fifi Tanang, Kho Seng Seng, Pan Esther, dan Kwee Men Luang—mengirim antara lain ke harian Warta Kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Fifi itu diterangkan bahwa apartemen yang dibelinya, juga kios yang dibeli tiga rekannya, ternyata berstatus hak guna bangunan di atas hak pengelolaan lahan, bukan hak guna bangunan murni. Itu artinya, Fifi dan konsumen lain bukan pemilik, melainkan penyewa kios. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menulis surat pembaca, empat orang itu juga mengadukan pengembang PT Duta Pertiwi ke polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat pembaca yang ternyata muncul hanya di Warta Kota itu membuat manajemen PT Duta Pertiwi tersinggung. Tak hanya melayangkan tanggapan, Duta Pertiwi juga memperkarakan Fifi dan ketiga yang lain ke meja hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggugat Fifi secara perdata, Duta Pertiwi juga melaporkan perempuan ini ke polisi karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik. Dua pekan lalu, hakim menjatuhkan vonis hukuman enam bulan penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vonis ini tentu saja sangat berlebihan dan mencederai kebebasan mengungkapkan pendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Fifi naik banding, vonis itu sudah membuat masyarakat takut mencurahkan problemnya lantaran ancaman penjara. Surat pembaca diciptakan bukan hanya untuk alat komunikasi antara redaksi dan pembaca, tetapi juga sebuah wadah untuk pembaca menyalurkan problem keseharian mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubrik itu dibuka untuk menampung kekecewaan warga negara sebagai konsumen produk hingga mereka yang menjadi korban penipuan. Berbagai media—termasuk majalah ini—menempatkan rubrik surat pembaca pada bagian awal untuk menunjukkan pentingnya suara masyarakat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vonis itu pun sesungguhnya mengandung kejanggalan. Pertama, surat pembaca itu dimuat di harian Warta Kota, tapi hakim menyatakan Fifi mencemarkan nama baik lewat surat pembaca di harian Investor Daily. Kedua, seharusnya hakim tidak menyidangkan kasus ini dengan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, melainkan dengan Undang-Undang Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan hukum pers itu memiliki prosedur baku jika terjadi perselisihan seperti ini. Pihak yang merasa dipojokkan bisa membuat bantahan berupa surat pembaca. Jika masih tak puas, kasus bisa dibawa ke Dewan Pers, sebagai lembaga independen yang melakukan mediasi terhadap pihak yang berselisih. Jika masih juga tak puas, jalur pengadilan boleh ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengadilan pun ada aturan yang perlu diperhatikan hakim. Tahun lalu terbit Surat Edaran Mahkamah Agung yang berisi anjuran kepada para ketua pengadilan agar meminta keterangan saksi ahli dari Dewan Pers dalam memproses delik pers. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pers memang pihak yang lebih mengetahui seluk-beluk pers secara teori dan praktek. Dengan meminta kesaksian ahli dari Dewan Pers, Mahkamah Agung berharap hakim memperoleh gambaran obyektif tentang ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan Undang-Undang Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vonis terhadap Fifi menunjukkan hakim bukan saja tak menggubris anjuran Mahkamah Agung, melainkan juga tak mengindahkan Undang-Undang Pers. Padahal yang harus bertanggung jawab terhadap surat pembaca adalah pemimpin redaksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, dua penulis surat pembaca yang lain telah divonis bebas, satu lagi dihukum denda. Pengadilan tingkat banding harus mengoreksi vonis berlebih-lebihan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diketik ulang dari Majalah Mingguan TEMPO edisi 13/XXXVIII 18 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4589052055575690969?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4589052055575690969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/vonis-aneh-surat-pembaca.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4589052055575690969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4589052055575690969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/05/vonis-aneh-surat-pembaca.html' title='Vonis Aneh Surat Pembaca'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7324603156790612107</id><published>2009-04-28T16:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T16:29:10.523-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Akan Beli 191 Hak Cipta Buku</title><content type='html'>Pemerintah akan membeli sekitar 340-500 hak cipta buku teks pelajaran untuk SD, SMP, SMA, dan SMK tahun 2009 ini. Pada tahap pertama, hak cipta buku yang dibeli sebanyak 191 judul buku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sugijanto mengungkapkan, Selasa (28/4), buku-buku yang telah dibeli hak ciptanya itu selanjutnya akan ditambahkan ke Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) berbasis internet pada tahun 2009. Dengan demikian, diharapkan total buku teks yang dibeli hak ciptanya mencapai 1.000 judul sejak tahun 2007 hingga 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugijanto mengatakan, sejauh ini alokasi anggaran untuk pembelian hak cipta buku tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 sebesar Rp 46 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lolos BSNP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sugijanto, buku-buku yang akan dibeli hak ciptanya tersebut terlebih dahulu harus lolos penilaian Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pusat Perbukuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku yang dibeli hak ciptanya tahun ini, antara lain, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan, Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Sejarah, Kimia, dan Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini terdapat 407 teks buku pelajaran yang sudah masuk Jardiknas dan dapat diakses gratis oleh masyarakat. Buku-buku tersebut juga dicetak oleh sejumlah percetakan dan dijual dengan harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sugijanto, harga buku yang telah dibeli hak ciptanya tersebut 30 persen lebih murah dibandingkan dengan buku yang tidak dibeli hak ciptanya dan beredar di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, kualitas naskah yang masuk semakin membaik. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2007 dan 2008 terdapat sekitar 5.000 naskah buku pelajaran yang masuk untuk dinilai. Sekitar 60 persen naskah sudah memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah-naskah yang belum layak umumnya bermasalah di bagian materi atau substansi. Selain materi, unsur penilaian lainnya ialah cara penyajian, grafis, dan kebahasaan. Sebelum tahun 2007, buku yang masuk untuk penilaian hanya sekitar 15-30 persen yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini terdapat 2.880 judul buku yang sudah lolos penilaian. Namun, belum tentu semua dibeli hak ciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[digunting dari &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/29/03303197/.pemerintah.akan.beli.191..hak.cipta.buku"&gt;Harian Kompas Edisi 29 April 2009&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7324603156790612107?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7324603156790612107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/pemerintah-akan-beli-191-hak-cipta-buku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7324603156790612107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7324603156790612107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/pemerintah-akan-beli-191-hak-cipta-buku.html' title='Pemerintah Akan Beli 191 Hak Cipta Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2188704782767854012</id><published>2009-04-28T16:26:00.001-07:00</published><updated>2009-04-28T16:27:41.752-07:00</updated><title type='text'>Hari Sastra Nasional Diwacanakan</title><content type='html'>Perlu atau tidak adanya Hari Sastra Nasional menjadi wacana yang mengemuka pada acara Pesta Puisi yang diadakan di Balai Soedjatmoko Solo, Selasa (28/4). Pesta Puisi itu diselenggarakan untuk menandai peringatan meninggalnya penyair Chairil Anwar 60 tahun silam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Raudal Tanjung Banua yang mengantar acara ”Ngobrol Bareng Sapardi Djoko Damono” mengemukakan perlunya kita memiliki Hari Sastra Nasional. Diakui, gagasan menjadikan 28 April sebagai Hari Sastra Nasional (HSN) pernah memunculkan pro-kontra. HSN, kata Raudal, bisa dijadikan momentum bagi berbagai kalangan untuk menggairahkan kehidupan sastra di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hari Sastra Nasional bisa menjadi perayaan bagi para kreator sastra untuk terus berkarya,” ujarnya. Ditambahkan, dengan HSN, pemerintah terdorong untuk lebih memasyarakatkan sastra, antara lain menyebarluaskan buku-buku sastra di sekolah- sekolah. Untuk itu, penerbitan buku-buku sastra perlu disubsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raudal menilai, pemerintah berstandar ganda terhadap bidang budaya di Tanah Air. Di satu sisi pemerintah ingin agar masyarakat mengapresiasi sastra, tetapi tidak ada kebijakan yang mendukung ke sana, seperti pembebasan pajak kertas, pajak buku, serta keringanan pajak bagi penulis buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Sapardi Djoko Damono, HSN mungkin diperlukan, tetapi jangan menjadi kegiatan rutin. ”Kalau minta kepada pemerintah untuk menetapkan Hari Sastra Nasional, jangan sampai hanya menjadi kegiatan rutin, apalagi sekadar seremonial. Peringatan Hari Sastra Nasional diadakan kalau memang ada permasalahan yang perlu diangkat,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, Sapardi menekankan bahwa pendidikan sastra yang paling efektif adalah dengan menyodorkan sebanyak mungkin karya sastra kepada anak didik, bukan dengan teori sastra. ”Berikan mereka buku-buku sastra untuk dibaca, apa saja,” kata Sapardi, yang mengaku tidak khawatir akan kecenderungan remaja sekarang yang lebih suka membaca komik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kesalahan dalam pendidikan sastra, baik di sekolah maupun hingga perguruan tinggi, adalah terlalu banyak memberikan teori. Dalam kesempatan itu, Sapardi (69) meluncurkan buku antologi puisinya yang mutakhir, ”Kolam”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[digunting dari &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/29/03312541/hari.sastra.nasional.diwacanakan"&gt;Harian Kompas Edisi 29 April 2009&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2188704782767854012?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2188704782767854012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/hari-sastra-nasional-diwacanakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2188704782767854012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2188704782767854012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/hari-sastra-nasional-diwacanakan.html' title='Hari Sastra Nasional Diwacanakan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1599511966375538056</id><published>2009-04-28T16:24:00.001-07:00</published><updated>2009-04-28T16:26:02.419-07:00</updated><title type='text'>64 Persen Perempuan Buta Huruf</title><content type='html'>Kasus buta aksara lebih tinggi di kalangan perempuan, yakni 64 persen. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif bagi perempuan dalam pemberantasan buta aksara.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional Hamid Muhammad mengatakan, Senin (27/4), jumlah perempuan buta aksara sekitar 6,3 juta orang, sekitar 70 persen di antaranya berusia di atas 45 tahun. Adapun jumlah laki-laki buta aksara sebanyak 3,4 juta orang. Total jumlah warga buta aksara 9,7 juta atau 5,97 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah itu lebih rendah ketimbang pada tahun 2004 sebesar 10,7 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah yang tinggi disparitas perempuan dan laki-laki untuk kasus buta aksara adalah wilayah Indonesia timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan sebagian Nusa Tenggara Barat. ”Jika dalam sebuah keluarga ada dua atau tiga anak sedang bersekolah, kemudian orangtua tidak mampu membiayai, yang putus sekolah biasanya anak perempuan. Masih ada anggapan, perempuan tidak perlu bersekolah tinggi-tinggi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid menambahkan, tingkat buta aksara dipengaruhi pula oleh akses pelayanan pendidikan dasar dan angka putus sekolah, terutama di kelas I, II, dan III jenjang sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mengatasi persoalan buta aksara tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif pendidikan pemberdayaan perempuan. ”Ada pendidikan kelompok belajar keaksaraan mandiri yang pada hakikatnya pendidikan kecakapan hidup sebagai kelanjutan dari program keaksaraan yang sudah ada,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menarik minat warga kelompok umur di atas 40 tahun kembali belajar membaca, menulis, dan menghitung, diperkenalkan pula program kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dari kegiatan kewirausahaan itu, muncul kebutuhan membaca dan menulis. Setelah itu, sedikit- sedikit diberikan materi keaksaraan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2009 telah ditetapkan sasaran program tersebut sekitar 200.000 orang. Setiap kelompok yang terdiri dari 10-15 orang diberi bantuan modal Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[digunting dari &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/28/04190497/64.persen.perempuan.buta.huruf"&gt;Harian Kompas Edisi 28 April 2009&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1599511966375538056?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1599511966375538056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/64-persen-perempuan-buta-huruf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1599511966375538056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1599511966375538056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/64-persen-perempuan-buta-huruf.html' title='64 Persen Perempuan Buta Huruf'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-659831464986935006</id><published>2009-04-28T16:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T16:24:19.343-07:00</updated><title type='text'>Peneliti Harus Didorong untuk Menulis</title><content type='html'>Peneliti dari berbagai bidang keahlian harus terus didorong untuk mencari solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, mereka harus didorong untuk menuliskan penelitiannya sehingga tumbuh budaya iptek di kalangan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anny Sulaswaty, Kepala Biro Humas Kementerian Negara Riset dan Teknologi, mengatakan hal itu di sela-sela Festival World Book Indonesia 2009 di Museum Bank Mandiri Jakarta, yang akan berlangsung hingga 17 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam festival tersebut, Kementerian Negara Riset dan Teknologi menampilkan dua buku terbaru berjudul Simfoni Inovasi, Cita dan Realita karya Kusmayanto Kadiman yang diterbitkan PT Foresight Asia dan buku Sains dan Teknologi, Berbagai Ide untuk Menjawab Tantangan dan Kebutuhan yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Sains dan Teknologi setebal 362 halaman merupakan kumpulan pemikiran dari 36 pakar di lingkungan KNRT. Mereka mengemukakan berbagai pemikiran yang berkaitan dengan masalah pangan dan pertanian, energi, informasi dan komunikasi, kesehatan dan obat, teknologi dan manajemen transportasi, serta pertahanan dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Simfoni Inovasi, Cita dan Realita setebal 225 halaman, Kusmayanto Kadiman yang juga Menteri Negara Riset dan Teknologi menggali inovasi yang dihasilkan sejumlah tokoh dari kalangan akademisi, pelaku bisnis, dan penyelenggara pemerintahan. Menurut Kusmayanto, cita-cita bangsa ini bisa terwujud jika iptek disinergikan oleh pelaku inovasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Digunting dari &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/28/03395599/peneliti.harus.didorong.untuk.menulis"&gt;Harian Kompas Edisi 28 April 2009&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-659831464986935006?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/659831464986935006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/peneliti-harus-didorong-untuk-menulis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/659831464986935006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/659831464986935006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/peneliti-harus-didorong-untuk-menulis.html' title='Peneliti Harus Didorong untuk Menulis'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7295610783209450612</id><published>2009-04-24T18:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T18:34:50.572-07:00</updated><title type='text'>Lebih dari 20 Naskah Kuno Diduga Raib</title><content type='html'>[ARSIP 25 April 2009] Setelah arca batu dan perunggu yang hilang, kini giliran koleksi naskah kuno Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah, diduga raib menyusul amburadulnya pengelolaan perpustakaan museum tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;Lebih dari 20 naskah kuno yang sebelumnya tercatat di katalog kini tidak jelas keberadaannya. Beberapa di antara naskah tersebut merupakan karya agung (masterpiece).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Kamis (23/4), pihak pengelola Museum Radya Pustaka masih berharap koleksi naskah kuno tersebut tidak hilang karena ada kemungkinan beberapa naskah dipinjam orang dan belum dikembalikan. Pihak yang meminjam diharapkan segera mengembalikan ke Museum Radya Pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah kuno kembali mendapat perhatian pascakedatangan Indonesianis (peneliti studi tentang Jawa) dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, Nancy K Florida di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1982, Nancy menyelesaikan katalog yang berisi daftar buku dan naskah kuno di Museum Radya Pustaka. Dalam kunjungan tersebut, Nancy mengecek koleksi naskah dalam katalog yang disusunnya. Sebelum pulang, Nancy menyampaikan kepada staf perpustakaan museum bahwa ada lebih dari 20 naskah kuno sudah tidak ada, termasuk tiga naskah kuno yang merupakan karya agung, yakni Serat Ong Ilahe’ng, Primbon Mangkuprajan, dan empat jilid Buku Werna-werni Sinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami juga sudah periksa di berbagai tempat, tetapi tidak ada buku-buku kuno itu,” kata staf perpustakaan Museum Radya Pustaka, Kurnia Heniwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komite Museum Radya Pustaka Winarso Kalinggo menyatakan belum tahu apakah naskah-naskah itu hilang atau dipinjam orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami belum melapor ke polisi dan akan melalukan pencarian dulu,” kata Wakil Ketua I Komite Museum Radya Pustaka Sanjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diunduh dari Harian Kompas &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/25/03294143/lebih.dari.20.naskah.kuno.diduga.raib"&gt;Edisi 25 April 2009&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7295610783209450612?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7295610783209450612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/lebih-dari-20-naskah-kuno-diduga-raib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7295610783209450612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7295610783209450612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/lebih-dari-20-naskah-kuno-diduga-raib.html' title='Lebih dari 20 Naskah Kuno Diduga Raib'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2226330776788901711</id><published>2009-04-23T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T20:15:06.568-07:00</updated><title type='text'>Komik Porno Beredar di Kalangan Pelajar Mataram</title><content type='html'>[ARSIP 24 April 2009] Komik atau buku cerita bergambar porno beredar di kalangan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disewakan pengelola taman bacaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peredaran komik porno yang diperkirakan sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir itu diungkap aparat kepolisian Polsek Mataram, Rabu, berkat bantuan orangtua pelajar yang anaknya ikut menyewa komik porno tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami baru saja menyita puluhan buku komik porno dari taman bacaan yang menyewakan bacaan ini," kata Kapolsek Mataram, AKP Arief Yuswanto, sambil menunjukkan puluhan komik porno yang disita dari Taman Bacaan Marvel, yang berlokasi di Gomong, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada komik porno itu terdapat cap stempel Taman Bacaan Marvel yang melegitimasi kepemilikan barang bacaan sewaan untuk publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief mengatakan, Taman Bacaan Marvel dikelola bersama oleh tiga orang pemuda yang kini dijadikan tersangka pengedar bacaan porno, masing-masing berinisial JW (32), AD (30) dan Sa (28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya dijerat Pasal 29 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, yang mengatur tentang setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan dan menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan atau menyewakan, atau menyediakan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman hukumannya paling ringan enam bulan penjara dan paling banyak 12 tahun penjara dan/atau denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap ketiga tersangka, jika memenuhi unsur hukum kami lakukan penahanan demi kelancaran proses penyidikan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditemui di Markas Polsek Mataram, ketiga pengelola Taman Bacaan Marvel itu mengaku lalai sehingga peredaran komik porno itu luput dari pengawasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AD menjelaskan bahwa komik tersebut didatangkan dari distributornya di Surabaya Jawa Timur bersama barang bawaan lainnya seperti majalah dan buku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak sempat mengecek seluruh paket bacaan yang didistribusi dari Surabaya, memang sempat ada yang mempersoalkan komik yang ada gambar porno pada Oktober 2008 tetapi kami sudah amankan komik yang ada pornonya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AD dan kedua rekannya pengelola Taman Bacaan Marvel itu mengaku sudah menggeluti usaha taman bacaan sejak tiga tahun lalu, sehingga komik porno itu diperkirakan sudah beredar sejak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diunduh dari Harian Kompas &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/04/24/01595691/duh...komik.porno.beredar.di.kalangan.pelajar.mataram"&gt;Edisi 24 April 2009&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2226330776788901711?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2226330776788901711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/komik-porno-beredar-di-kalangan-pelajar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2226330776788901711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2226330776788901711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/komik-porno-beredar-di-kalangan-pelajar.html' title='Komik Porno Beredar di Kalangan Pelajar Mataram'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3182573689693156739</id><published>2009-04-23T19:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T19:19:40.093-07:00</updated><title type='text'>Dikabarkan Hilang, Alquran Huruf Jawa Ditemukan</title><content type='html'>[ARSIP 24 APRIL 2009] Tiga jilid Alquran huruf Jawa koleksi perpustakaan Museum Radya Pustaka Solo yang dipinjam oleh Museum Ronggowarsito dan sekarang berada di perpustakaan Masjid Jawa Tengah di Semarang, kini tengah diurus untuk dikembalikan ke Museum Radyapustaka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam buku catatan itu ada tiga jilid Alquran huruf Jawa dipinjam oleh Museum Ranggowarsito dan setelah ditelusuri sekarang berada di perpustakaan Masjid Besar Jawa Tengah di Semarang," kata ketua Komite Radyapustaka Surakarta Winarso Kalinggo, di Solo, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung mengenai masalah 20 buah naskah kuno koleksi Museum Perpustakan Radyapustaka yang dikabarkan diduga hilang, ia mengatakan saat ini sedang dilakukan pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebanyak 20 buah naskah kuno itu diketahui tidak ada di tempatnya, ketika petugas sedang melakukan penataan dan membersihkan buku-buku koleksi museum," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, saat ini naskah tersebut masih terus dicari. "Kami sedang menata buku-buku yang tidak beraturan itu dan sambil mencarinya barangkali terselip", jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalinggo memperkirakan, naskah-naskah tersebut kemungkinan besar tidak diperjual belikan tetapi untuk koleksi pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-20 naskah kuno yang diduga hilang tersebut adalah empat jilid Warna-Warni Sinjang, buku gambar Songsong Keraton, Kakawin Baratayudha, empat jilid buku Bausastra, Smaradahana, Primbon Mangka Prajan, Buku S’ong Ilahe’No, Jayalengkara Purwocarito, Panji Dadap, Serat Ambiyabahwi, Serat babad Purwo serta dua buah buku Wiwoho Jarwo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku S’Ong Ilahe’No merupakan buku tertua yang dibuat pada awal abad 19," kata Kalinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, secara konkret pihak museum sampai saat ini belum membentuk tim khusus untuk menelusuri hilangnya naskah kuno tersebut. Tetapi pihak museum akan berusaha mengembalikan kembali  naskah-naskah kuno itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah kuno yang hilang tersebut berasal dari awal abad 19 hingga tahun 1800-an. Salah satu isi dari naskah kuno yang hilang yakni Warna-Warna Sinjang berisikan tentang motif-motif kuno batik dan proses pembuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sebanyak 1.400-an naskah kuno tersimpan di perpustakaan Museum Radyapustaka baik naskah dalam bentuk tulisan Jawa kuno maupun cetakan. Sedangkan untuk keseluruhan naskah yang ada termasuk yang rusak sebanyak 2000-an naskah kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang tulisan carik atau huruf Jawa dan cetakan, termasuk naskah dalam daun lontar juga ada," ujar salah satu petugas perpustakaan, Kurnia Herniawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Diunduh dari Harian Kompas Edisi &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/04/24/02102922/dikabarkan.hilang.alquran.huruf.jawa.ditemukan"&gt;24 April 2009&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3182573689693156739?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3182573689693156739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/dikabarkan-hilang-alquran-huruf-jawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3182573689693156739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3182573689693156739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/dikabarkan-hilang-alquran-huruf-jawa.html' title='Dikabarkan Hilang, Alquran Huruf Jawa Ditemukan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2006772626667507966</id><published>2009-04-23T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T18:33:53.682-07:00</updated><title type='text'>Agenda World Book Day 2009 di Jakarta</title><content type='html'>World Book Day 2009 yang berlangsung sejak 23 April hingga 17 Mei 2009 di Jakarta memiliki agenda acara yang padat. Jika berkunjung, bisa dicatat susunan acaranya. WBD 2009 ini digerakkan oleh Forum Indonesia Membaca.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:FORUM INDONESIA MEMBACA:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Indonesia Membaca - library@batavia&lt;br /&gt;Sekretariat, Pusat Aktivitas dan Perpustakaan&lt;br /&gt;Museum Mandiri Lt. 1 Jl. Lapangan Stasiun No. 1&lt;br /&gt;Kota Jakarta Barat&lt;br /&gt;Email: indonesiamembaca@ yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- -----&lt;br /&gt;SUSUNAN ACARA WORLD BOOK DAY 2009 INDONESIA&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan WBD 2009 Indonesia&lt;br /&gt;Museum Mandiri Lt. 1 Jl. Lapangan Stasiun No. 1&lt;br /&gt;Kota Jakarta Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --&lt;br /&gt;Selasa, 21 April 2009&lt;br /&gt;------------ --------- --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Pers&lt;br /&gt;Pukul 09.30-11.30&lt;br /&gt;@ Lantai 1 Museum Mandiri Jakarta Kota&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Dessy Sekar Astina – Festival Director World Book Day Indonesia&lt;br /&gt;2. Maylaffayza – Duta World Book Day Indonesia dan violist&lt;br /&gt;3. Raditya Dika – Penulis Muda&lt;br /&gt;4. Ramya – Penulis Muda&lt;br /&gt;5. Gola Gong – Perwakilan Komunitas Literasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- -&lt;br /&gt;Kamis, 23 April 2009&lt;br /&gt;------------ --------- -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan World Book Day Indonesia 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Laporan dari Dessy Sekar Astina - Festival Director WBD Indonesia 2009&lt;br /&gt;Sambutan dari Maylaffayza – Duta World Book Day Indonesia dan violist&lt;br /&gt;Sambutan dari Bapak Kusmayanto Kadiman Menteri Riset dan Teknologi sekaligus membuka World Book Day Indonesia 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran library@batavia Perpustakaan Indonesia Membaca&lt;br /&gt;Pukul 11.00-11.45&lt;br /&gt;@ library@batavia, Museum Mandiri Lantai 1&lt;br /&gt;Sekilas tentang library@batavia oleh Mahmudin selaku Manajer Perpustakaan FIM&lt;br /&gt;Sambutan dari Bapak Agus Martowardoyo – Direktur Bank Mandiri sekaligus&lt;br /&gt;peluncuran perpustakaan ditandai dengan penyerahan kartu anggota dan&lt;br /&gt;peminjaman pertama kepada Duta World Book Day Indonesia, Direktur Bank&lt;br /&gt;Mandiri, Menteri Riset dan Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Pertama Pameran Karya Komunitas dan Poster Literasi&lt;br /&gt;Pukul 11.45&lt;br /&gt;@ Art Center Museum Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- -&lt;br /&gt;23 April-11 Mei 2009&lt;br /&gt;------------ --------- -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Poster Literasi dan Komunitas&lt;br /&gt;@ Art Center Museum Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- ----&lt;br /&gt;24 April-15 Mei 2009 World Book Day Goes to School&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- ----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMP Lab School, SMU 49 Jakarta, Sekolah Semut-Semut, Sekolah Cikal, SD&lt;br /&gt;Kartika X-2, SMA Negeri 38, Islamic School Robbani, SDIT Al Khairaat, STIESA Subang, SD Madania Bogor, SMP Madania Bogor, SMA Madania Bogor, TK Nizamia Andalusia, Sekolah Tunas Muda, SD Al Hanief Bekasi , Sekolah High Scope, Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Alam Cikeas , SD Islam Bina High School, SD BPK Penabur, SD Mardiyuana, SDI Al Azhar Jaka permai dan Kemang Pratama Bekasi, TK/SD Tunas Muda Kedoya, SD Pelita Harapan Cikarang, dan SD-SMP-SMA Taruna Bakti Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- ---------&lt;br /&gt;Sabtu, 25 April 2009 "Minggu Remaja, Anak, dan Sekolah"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- ---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi I) Library Skill for Kids (SD): Pengenalan Regulasi dan Area&lt;br /&gt;library@batavia&lt;br /&gt;Pukul 08.00-09.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Catatan : Peserta wajib mengikuti 4xpertemuan sesuai jadwal yang di berikan &lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi I) Library Skill for Teens (SMP): Pengenalan Regulasi dan Area&lt;br /&gt;library@batavia&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Catatan : Peserta wajib mengikuti 4xpertemuan sesuai jadwal yang di berikan&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tour dan Lomba Menulis Museum Mandiri untuk siswa SD&lt;br /&gt;Pukul 09.00-10.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Tour museum akan dipandu oleh Tim Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi hanya 100 peserta&lt;br /&gt;Hadiah: Plakat dan Paket Buku Anak&lt;br /&gt;Pengumuman PEMENANG tanggal 17 Mei 2009, Pukul 15.00-16.00 (Pemenang I, II, III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop I Read Aloud untuk Guru TK&lt;br /&gt;Pukul 09.00-14.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Reading Bugs&lt;br /&gt;Dibatasi 50 peserta, setiap sekolah akan mendapatkan 1 buku "Read Aloud&lt;br /&gt;Handbook" karya Jim Trelease dan 1 buah buku anak untuk masing-masing&lt;br /&gt;peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Mewarnai Monyet WBD untuk siswa TK&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi hanya 100 peserta&lt;br /&gt;Hadiah: Plakat Paket Buku Anak&lt;br /&gt;Pengumuman PEMENANG tanggal 17 Mei 2009, Pukul 15.00-16.00 (Pemenang I, II, III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Bercerita Kembali&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Bersama Himpunan Penerjemah Indonesia&lt;br /&gt;Hadiah: Plakat dan Paket Buku&lt;br /&gt;Pengumuman PEMENANG tanggal 17 Mei 2009, Pukul 15.00-16.00 (Pemenang I, II, III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Self Publishing untuk siswa SMU&lt;br /&gt;Pukul 10.00-16.00&lt;br /&gt;@ Art Center Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Ana dari Pelangi Mizan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Science bidang Astronomi : Mengenal Astronomi&lt;br /&gt;Pukul 13.30-15.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Narasumber :&lt;br /&gt;Drs. Widya Sawitar (Planetarium dan Observatorium Jakarta)&lt;br /&gt;Nurdiansah, ST (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta)&lt;br /&gt;Moderator :&lt;br /&gt;Fathia Rahmi (Fakultas MIPA Fisika Universitas Indonesia)&lt;br /&gt;Oleh Forum of Scientist Teenagers (FOSCA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran dan Diskusi Film "the Thief Lord"&lt;br /&gt;Pukul 15.30-18.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Visual Museum Mandiri&lt;br /&gt;Film diangkat dari novel "The Thief Lord" karya Cornelia Funke, penulis&lt;br /&gt;Jerman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persami Literasi&lt;br /&gt;Mulai pukul 15.00 (menginap)&lt;br /&gt;@ Museum Mandiri&lt;br /&gt;Diikuti oleh 80 anggota Pramuka tingkat Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;Minggu, 26 April 2009 "Minggu Remaja, Anak, dan Sekolah"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Book on the Street&lt;br /&gt;Pukul 06.00-12.00&lt;br /&gt;@ Jl. Thamrin (depan Hotel Nikko)&lt;br /&gt;06.30-07.30 Senam Sehat Ceria Archiperobic Bersama Manan Foundation dan&lt;br /&gt;Pramuka&lt;br /&gt;07.30-08.00 Marching Band on the Street&lt;br /&gt;08.00-08.30 Dongeng Jalanan Kak Aryo&lt;br /&gt;09.00-09.30 Workshop Marching Band (Drum dan Bass Drum)&lt;br /&gt;10.00-12.00 Workshop Pembuatan Layang-layang WBD&lt;br /&gt;Diselingi dengan Kompetisi Permainan Tradisional dengan hadiah dari Kantong Nenek Grondong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Self Publishing untuk siswa SMU&lt;br /&gt;Pukul 10.30-16.30&lt;br /&gt;@ Art Center Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Ana dari Pelangi Mizan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar Guru "Media Literasi: Literasi di Abad 21"&lt;br /&gt;Pukul 09.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Santi Indrastuti (trainer media literasi, Kidia – Yayasan Pengembangan Media Anak)&lt;br /&gt;2. Najelaa Shihab (Psikolog dan pengamat pendidikan, Sekolah Cikal)&lt;br /&gt;3. Budiono Darsono (pengamat media, detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Science Bidang Astronomi oleh FOSCA&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Forum of Scientist Teenagers (FOSCA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Remaja "Buku Versus Musik"&lt;br /&gt;Pukul 13.00-15.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Tere - Musisi&lt;br /&gt;2. Firman Venayaksa – Pecinta Buku dan Musik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah Buku "Tunnel" Bersama Pelajar&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Bersama Teras Buku SMP Lab School&lt;br /&gt;Didukung oleh Mizan Media Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop II Read Aloud untuk Guru TK&lt;br /&gt;Pukul 13.00-17.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh tim Reading Bugs&lt;br /&gt;Dibatasi 50 peserta, setiap sekolah akan dibagikan 1 buku "Read Aloud&lt;br /&gt;Handbook" karya Jim Trelease dan 1 buah buku anak untuk masing-masing&lt;br /&gt;peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- -------&lt;br /&gt;Sabtu, 2 Mei 2009 "Minggu Keluarga"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- -------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi II) Library Skill for Kids (SD): Buku Fiksi dan Non-Fiksi&lt;br /&gt;Pukul 08.00-09.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi II) Library Skill for Teens (SMP): Buku Fiksi dan Non-Fiksi&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Orang Tua "Melatih Kemampuan Anak Dalam Menyimak Melalui Cerita"&lt;br /&gt;Pukul 09.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Roosie Setiawan – Reading Bugs&lt;br /&gt;2. Lula Kamal – Orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga I&lt;br /&gt;Pukul 11.00-12.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)&lt;br /&gt;Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Read Aloud untuk Orang tua&lt;br /&gt;Pukul 13.00-17.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh tim Reading Bugs&lt;br /&gt;Peserta tidak dipungut biaya dan dibatasi hanya 30 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow "Orang Tua Sebagai Penerjemah Bagi Anak"&lt;br /&gt;Pukul 13.00-15.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Himpunan Penerjemah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga II&lt;br /&gt;Pukul 13.00-14.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)&lt;br /&gt;Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga III&lt;br /&gt;Pukul 15.00-16.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)&lt;br /&gt;Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Nostalgia Keluarga di Kota Tua&lt;br /&gt;Pukul 17.00-21.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri (lokasi bertemu)&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Jelajah Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;Minggu, 3 Mei 2009 "Minggu Keluarga"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Membuat Cerita dari Monyet WBD&lt;br /&gt;Pukul 10.00-13.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Setiap peserta akan diperlihatkan gambar-gambar pada slideshow, lalu mereka membuat cerita dari gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;Hadiah: Paket Buku Keluarga dan produk dari sponsor. Pengumuman pemenang di Penutuan WBD 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuis Keluarga Berburu Buku&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;Sekaligus peluncuran "Buku Habis Gelap Terbitlah Fajar" karya Ayah Edy&lt;br /&gt;@ Art Center Museum Mandiri&lt;br /&gt;Peserta tidak dipungut biaya, terdiri dari ayah dan atau ibu serta maksimal 2 anak. Mereka akan ditugaskan untuk mencari 1 buku yang hilang dengan petunjuk-petunjuk yang disediakan.&lt;br /&gt;Hadiah: Paket Buku Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Library Skill for Babies bersama Sekolah Cikal&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.00&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Diikuti oleh siswa program Bayi-Bayi dan Adik-Adik Sekolah Cikal&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi Ayah Bercerita&lt;br /&gt;Pukul 11.00-13.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Juri: Ayah Edi, Andy Yudha, dan&lt;br /&gt;Peserta tidak dikenakan biaya dan dibatasi 30 orang&lt;br /&gt;Hadiah: Paket Buku Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga I&lt;br /&gt;Pukul 11.00-12.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)&lt;br /&gt;Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton Bareng Penerbit Buah Hati&lt;br /&gt;"The Little Prince"&lt;br /&gt;Pukul 14.00-16.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga II&lt;br /&gt;Pukul 13.00-14.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)&lt;br /&gt;Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop dan Penerbangan Layang-layang untuk Keluarga III&lt;br /&gt;Pukul 15.00-16.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri&lt;br /&gt;Dibatasi 30 keluarga (ayah dan atau ibu, dan 1 anak)&lt;br /&gt;Biaya Rp 20.000 / Mendapatkan Bahan membuat layang-layang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --&lt;br /&gt;Sabtu, 9 Mei 2009 "Minggu Pecinta Buku"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi III) Library Skill for Kids (SD): Penelusuran Koleksi (Dewey Number dan OPAC)&lt;br /&gt;Pukul 08.00-09.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi III) Library Skill for Teens (SMP): Penelusuran Koleksi (Dewey Number&lt;br /&gt;dan OPAC)&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Penulisan Kreatif (Sesi I)&lt;br /&gt;Pukul 09.00-15.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Biaya Rp 100.000 / Sertifikat + Makan siang + Snack&lt;br /&gt;Instruktur: Tim Tempo Institute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Curhat "Jatuh Bangun Demi Klub Buku"&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Perwakilan dari Teras Buku Lab-School&lt;br /&gt;2. Hadi (Indo Harry Potter)&lt;br /&gt;3. Pandu Ganesa (Paguyuban Karl May)&lt;br /&gt;4. Ayu (Kick Andy Book Club)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokakarya Penerjemahan&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Art Center Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Himpunan Penerjemah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra Reboan ke Kota&lt;br /&gt;Pukul 13.00-17.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Acara akan dipandu oleh tim Paguyuban Sastra Rebo Malam Warung Apresiasi&lt;br /&gt;(Wapres) Bulungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-Jalan Kota Tua&lt;br /&gt;Pukul 15.00-19.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri (lokasi berkumpul)&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Historia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton Bareng Reader Digest Indonesia&lt;br /&gt;"The Jane Austen Book Club"&lt;br /&gt;Pukul 15.00-18.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- ----&lt;br /&gt;Minggu, 10 Mei 2009 "Minggu Pecinta Buku"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- ----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-Jalan Kota Tua untuk Anak-Anak&lt;br /&gt;Pukul 09.00-13.00&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri (lokasi berkumpul)&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Historia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Penulisan Kreatif (Sesi I)&lt;br /&gt;Pukul 09.00-15.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Biaya Rp 100.000 / Sertifikat + Makan siang + Snack&lt;br /&gt;Instruktur: Tim Tempo Institute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat Penulis Bacaan Anak&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pengisi acara adalah para penulis bacaan anak, yaitu:&lt;br /&gt;1. Ali Muakhir&lt;br /&gt;2. Benny Rhamdani&lt;br /&gt;3. Arleen Amidjadja&lt;br /&gt;4. Clara Ng&lt;br /&gt;5. Renny Yaniar&lt;br /&gt;Oleh mailing list penulis-bacaan- anak@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah Buku Bersama Traveller&lt;br /&gt;"Negeri Van Oranje"&lt;br /&gt;Pukul 13.00-15.00&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Komunitas "Tintin dan Kita (Diskusi Kisah Tintin dan Fans-nya)"&lt;br /&gt;Pukul 15.00-17.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Pembaca Tintin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow "Science Fiction Produksi dalam Negeri"&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pukul 17.00-19.00&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Star Trek Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- ---------&lt;br /&gt;Sabtu, 16 Mei 2009 "Minggu Komunitas"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- ---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Komunitas Literasi dan Bazar Buku&lt;br /&gt;Pukul 10.00-18.00&lt;br /&gt;@ Lantai Dasar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Diikuti oleh sekitar 50 komunitas literasi (taman bacaan, klub buku,&lt;br /&gt;komunitas hobi, dan lain sebagainya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi IV) Library Skill for Kids (SD): Memetakan Informasi dengan Mind Map&lt;br /&gt;Pukul 08.00-09.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Dikuti oleh 25 siswa SD kelas 4-6 di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;Pembagian Sertifikat dan Goody Bags&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sesi IV) Library Skill for Teens (SMP): Memetakan Informasi dengan Mind Map&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ library@batavia&lt;br /&gt;Diikuti oleh 25 siswa SMP di sekitar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Instruktur: pustakawan library@batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuis Tebak Buku&lt;br /&gt;Dimulai pukul 10.00&lt;br /&gt;@ Lobby Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pengunjung menebak jumlah buku yang ditumpuk-tumpuk&lt;br /&gt;Hadiah: Paket Buku dan produk dari sponsor&lt;br /&gt;Pengumuman pemenang di Penutupan WBD 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar Mutu Buku Terjemahan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia&lt;br /&gt;Pukul 11.00-14.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;oleh Himpunan Penerjemah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngariung Bersama Rumah Dunia: "Rumah Dunia With Love"&lt;br /&gt;Performance, launching Ki Amuk, dan bincang-bincang&lt;br /&gt;Pukul 14.00-17.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Rumah Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bincang Buku Metropolis Karya Windry Ramadhina: Sebuah Launching Penuh&lt;br /&gt;Keabraban&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Wa Ode Wulan Ratna (Peraih Khatulistiwa Literacy Award 2008)&lt;br /&gt;2. Sefryana Khairil (Penulis Terbaik Cipta Karya Anak Bangsa 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Empowering Net-Writing&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Pembicara: Hernowo&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Indo Hoghwart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Membuat Foto 3 Dimensi Itu Mudah&lt;br /&gt;Pukul 12.00-13.30&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Foto Stereo (stereofoto- id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow Library 2.0&lt;br /&gt;Pukul 14.00-16.00&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh ISIPII (Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;English Community Gathering&lt;br /&gt;Pukul 14.30-16.30&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh Britzone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan Anak-anak&lt;br /&gt;Pukul 16.30-17.30&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh KKS Pelita Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Board Game Battle of Starship and CGI Startrek&lt;br /&gt;Pukul 17.30-18.30&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh komunitas Star Trek Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran Film "Bury My Heart at the Wounded Knee" oleh Paguyuban Karl May&lt;br /&gt;Pukul 16.30-18.30&lt;br /&gt;@ Ruang Orientasi Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Paguyuban Karl May&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blaze Performance&lt;br /&gt;Pukul 17.00-18.30&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Oleh Corps De Ballet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggung Literasi&lt;br /&gt;Pukul 19.00-selesai&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Bintang Tamu : Ki Amuk&lt;br /&gt;Diramaikan oleh seluruh komunitas peserta WBD Indonesia 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- ---------&lt;br /&gt;Minggu, 17 Mei 2009 "Minggu Komunitas"&lt;br /&gt;------------ --------- --------- ---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda Ontel ke Sunda Kelapa&lt;br /&gt;Pukul 08.00-10.30&lt;br /&gt;@ taman Museum Mandiri (lokasi berkumpul)&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Jelajah Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Komunitas Literasi&lt;br /&gt;Pukul 10.00-16.00&lt;br /&gt;@ Lantai Dasar Museum Mandiri&lt;br /&gt;Diikuti oleh sekitar 50 komunitas literasi (taman bacaan, klub buku,&lt;br /&gt;komunitas hobi, dan lain sebagainya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow "Kuli Juga Buat Novel"&lt;br /&gt;Pukul 10.00-11.30&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh Komunitas Istana Rumbia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow "Fundraising: Bagaimana Mendapatkan Bantuan dari Lembaga Donor atau&lt;br /&gt;Perusahaan?"&lt;br /&gt;Pukul 10.00-12.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Katri Krisnati (Community Relations Manager ExxonMobil Indonesia)&lt;br /&gt;2. Imam Prasodjo* (Nurani Dunia)&lt;br /&gt;3. Gunawan (Rumah Pelangi)&lt;br /&gt;4. Nur Amalia (Perhimpunan Filantropi Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelang Gambar Karya Komunitas&lt;br /&gt;Pukul 12.00-12.30&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas Cerpen Komunitas Mata Pena&lt;br /&gt;Pukul 12.30-14.30&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Bersama Komunitas Mata Pena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press Conference: 20 Buku Rekomendasi Untuk Perpustakaan Sekolah&lt;br /&gt;Pukul 13.00-14.00&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh Asosiasi Perkerja Informasi Sekolah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan Anak-anak&lt;br /&gt;Pukul 12.00-13.00&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh KKS Melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan Anak-anak&lt;br /&gt;Pukul 14.30-15.00&lt;br /&gt;@ Beranda Komunitas&lt;br /&gt;Oleh Sanggar Anak Bulungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutupan&lt;br /&gt;Pukul 15.00-16.00&lt;br /&gt;@ Auditorium Museum Mandiri&lt;br /&gt;Pesta Kostum Karakter Buku&lt;br /&gt;Pengumuman Pemenang Lomba (Terlampir)&lt;br /&gt;Penghitungan Jumlah Buku Kuis Tebak Buku&lt;br /&gt;Penyerahan Anugerah Tahunan dari Komunitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan acara World Book Day Indonesia 2009 sudah dapat diakses di halaman group facebook World Book Day Indonesia di www.facebook. com/group.php?gid=52439241 572&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan acara juga dapat dibaca di:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.worldbookdayindonesia.org dan www.worldbookdayindonesia.blogspot. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertanyaan dan pendaftaran dapat menghubungi Nia di 70030096 pada&lt;br /&gt;pukul 09.00-17.00&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2006772626667507966?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2006772626667507966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/agenda-world-book-day-2009-di-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2006772626667507966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2006772626667507966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/agenda-world-book-day-2009-di-jakarta.html' title='Agenda World Book Day 2009 di Jakarta'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1417310875994355967</id><published>2009-04-23T18:17:00.001-07:00</published><updated>2009-04-23T18:26:10.752-07:00</updated><title type='text'>Merayakan World Book Day 2009</title><content type='html'>Pada 23 April hingga 17 Mei 2009 di Museum Bank Mandiri, World Book Day 2009 dirayakan. World Book Day yang dirancang oleh UNESCO sebagai sebuah perayaan buku dan literasi yang mendunia, perayaannya telah dimulai pelaksanaannya di Indonesia tahun 2006 oleh Forum Indonesia Membaca. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya sebagai bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Namun sejak tahun 1923 para pedagang buku mempengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada tanggal 23 April sehingga sejak 1925 para perempuan memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day karena Festival Katalonia serta pada tanggal Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla meninggal dunia sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo and Halldór Laxness dilahirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada kasus Shakespeare dan Cervantes ada sedikit perbedaan karena masing–masing meninggal dihitung dengan sistem kalender yang berbeda dimana pada masa itu Inggris masih mempergunakan sistem Kalender Julian sedangkan Katalonia mempergunakan sistem Kalender Gregorian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang,penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas–komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai–nilai sosial budaya kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world event adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak–anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara–acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia, diantaranya ada 'Hari Buku Nasional', 'Hari Kunjungan Perpustakaan' sampai berbagai pameran dan bazaar buku (book fair) di tingkat lokal maupun nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan adanya globalisasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan, sudah saatnya kita melebarkan aktivitas kita dalam dunia perbukuan dengan ikut berpartisipasi melakukan perayaan buku berskala internasional agar lebih menggaungkan literasi di tengah masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi kemasyarakatan yang berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi seluas–luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses mengadakan World Book Day sejak tahun 2006 dan banyaknya permintaan dari komunitas literasi, penerbit buku dan masyarakat umum maka di tahun 2009 Forum Indonesia Membaca, bergandengan tangan dengan lebih banyak komunitas dan mitra di banyak kota di Indonesia, kembali melaksanakan World Book Day menjadi sebuah tradisi festival yang tujuannya untuk merayakan buku dan literasi serta membuka partisipasi masyarakat sebesar–besarnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan membaca, serta mengapresiasi dunia perbukuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya animo masyarakat terhadap kegiatan World Book Day mendorong tumbuh kembangnya ide dan gagasan baru dalam pelaksanaan kegiatan. Bila di World Book Day 2006 hanya ada 3 (tiga) zona kegiatan yaitu Panggung utama, zona Anak dan Remaja serta zona Dewasa sedangkan sejak World Book Day 2007 dimulai tradisi wisata/tur literasi maka di World Book Day 2009 diharapkan adanya keterlibatan sekolah-sekolah, museum-museum, galeri-galeri, toko buku-toko buku maupun lokasi lainnya dalam memeriahkan World Book Day Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diunduh dari blog &lt;a href="http://asri6.multiply.com/calendar/item/10023/World_Book_Day_2009"&gt;ACHIE&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1417310875994355967?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1417310875994355967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/merayakan-world-book-day-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1417310875994355967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1417310875994355967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/merayakan-world-book-day-2009.html' title='Merayakan World Book Day 2009'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-501520742552954872</id><published>2009-04-23T08:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T08:59:52.343-07:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Buku “100 Buku Sastra Indonesia Yang Harus Dibaca Sebelum Dikuburkan”</title><content type='html'>[IBOEKOE-JOGJA 23 April 2009] Indonesia Buku kembali meluncurkan buku terbaru, “Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan”.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran buku ini bertepatan dengan ulang tahun Indonesia Buku ke-3 yang jatuh pada hari ini (23/4) di Patehan Wetan 3, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembedah buku, hadir An Ismanto yang menjadi editor buku ini dan Tia Setiadi, kritikus sastra sekaligus esais muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua pembicara, acara ini juga dihadiri para periset di Indonesia Buku juga para sastrawan-sastrawan muda Yogyakarta. Acara ulang tahun dan bedah buku ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi “Celana” karya Joko Pinurbo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Muhidin M Dahlan, pimpinan Indonesia Buku ini mengatakan, “Indonesia Buku adalah lembaga riset independen tentang sejarah pers, dunia perbukuan, meliputi tokoh dan peristiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Buku juga mengusahakan terbentuknya jaringan perbukuan di Indonesia dan dunia.” “ Buku ini,” lanjut Muhidin, “mengikuti jejak buku-buku lain yang diterbitkan IBOEKOE dimaksudkan untuk tujuan referensial dan sengaja dicetak terbatas untuk memenuhi permintaan pembaca”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tia Setiadi memberi beberapa catatan dan kritik atas buku ini. Terutama sekali diikutkannya sekitar 10 buku yang bergenre seperti Cintapucino, cerita-cerita silat, novel Karmila, komik. “Mestinya ada buku sendiri untuk mengungkap fenomena itu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Tia menganggap buku yang serupa taman bunga-bunga ini bisa menjadi rujukan bagi mereka yang ingin melihat secara perkembangan karya sastra kita. (Agung Dwi Hartanto)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-501520742552954872?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/501520742552954872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/diluncurkan-buku-100-buku-sastra.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/501520742552954872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/501520742552954872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/diluncurkan-buku-100-buku-sastra.html' title='Diluncurkan, Buku “100 Buku Sastra Indonesia Yang Harus Dibaca Sebelum Dikuburkan”'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-601706550049335259</id><published>2009-04-22T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T02:37:07.819-07:00</updated><title type='text'>Distribusi Buku ke Luar Jawa Masih Sulit</title><content type='html'>Distribusi buku ke luar Jawa masih sulit. Karena itu, masyarakat di luar Jawa membutuhkan dukungan sumber daya lokal untuk menumbuhkan minat baca.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan oleh Ketua Forum Indonesia Membaca sekaligus Direktur Festival World Book Day Dessy Sekar Astina kepada pers dalam perayaan World Book Day 2009, Selasa (21/4). Dessy mengatakan, akses terhadap buku masih menjadi kendala utama dalam menumbuhkan budaya membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan Hari Buku Sedunia, tahun ini untuk keempat kalinya Forum Indonesia Membaca kembali menggelar perayaan World Book Day. Perayaan diselenggarakan pada 23 April hingga 17 Mei 2009 setiap Sabtu dan Minggu di Museum Bank Mandiri, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World Book Day atau Hari Buku Sedunia jatuh setiap tanggal 23 April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan, seperti pameran, pelatihan, diskusi, lomba hingga pertemuan komunitas, akan digelar dalam perayaan yang tahun ini mengambil tema ”Membaca untuk Cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami ingin menyebarkan kecintaan membaca kepada orang- orang terdekat, terutama keluarga,” ujar Dessy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/22/03471018/distribusi.buku.ke.luar.jawa.masih.sulit"&gt;Edisi Rabu, 22 April 2009&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-601706550049335259?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/601706550049335259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/distribusi-buku-ke-luar-jawa-masih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/601706550049335259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/601706550049335259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/distribusi-buku-ke-luar-jawa-masih.html' title='Distribusi Buku ke Luar Jawa Masih Sulit'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1087838497115216706</id><published>2009-04-21T08:48:00.001-07:00</published><updated>2009-04-21T08:52:10.149-07:00</updated><title type='text'>Yang Tersisa dari Toko Buku Pertama di Batavia</title><content type='html'>Kalibesar di abad silam riuh dengan berbagai kegiatan ekonomi. Sebagai kawasan yang dibelah kanal dan dekat dengan pelabuhan, maka wajar saja demikian. Pasar pun bertumbuhan. Sebut saja pasar unggas, pasar bambu, dan pasar pisang. Yang disebut belakangan ini menjadi nama lain dari sebuah kawasan, yaitu Kalibesar Timur. Mengapa disebut pasar pisang, belum ada buku yang mengisahkan tentang itu. Tapi bisa jadi karena di seputaran Jalan Cengkeh (kini) yang letaknya dekat dari Jalan Kalibesar Timur itu terdapat pasar buah, salah satunya pisang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini bukan pasar pisang yang ingin dibahas, tapi soal keberadaan toko buku pertama di Batavia. Di ujung Jalan Kalibesar Timur 3 dan Kalibesar Timur (di seberang Jalan Cengkeh), masih berdiri bangunan tua. Kira-kira letaknya ada di  pojok kiri kalau kita melihat dari Jembatan Middelpunts ke arah selatan. Jembatan ini menghubungkan Jalan Kunir, Jalan Kalibesar Timur 3, Kalibesar Timur, Jalan Kalibesar Barat, Jalan Kopi, dan Jalan Roa Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko buku di bawah nama G Kolff &amp; Co ini sudah mulai menjadi toko buku pada tahun 1848 di Buiten Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Selatan). Sebetulnya, Kolff datang belakangan karena pemilik perusahaan ini semula bernama Willem van Haren Noman. Tahun 1850, Gualtherus Johannes Cornelis Kolff tiba dari Holland dan bergabung dengan Noman. Tahun 1858, Noman kembali ke Belanda, maka selanjutnya Kolff sendirilah yang menjadi pemegang perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1860, perusahaan percetakan dan penerbitan buku ini membeli tanah di lokasi yang sekarang karena dinilai lebih menguntungkan, seharga 28.000 gulden. Di sinilah kantor pusat perusahaan G Kolff &amp; Co berada hingga 1921 ketika Kolff membeli tempat yang lebih luas di Jalan Pecenongan. Toko buku milik Kolff juga sudah ada di Noordwijk (Jalan Juanda) sejak 1894.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolff juga menjadi penyokong koran beken di masanya, 1850-an, Java Bode  yang berafiliasi dengan koran De Locomotief (Semarang) dan Het Soerabaiasche Handelsblad (Surabaya). Di tahun 1885, Kolff bahkan membidani terbitnya koran yang lebih dari 50 tahun menemani warga di Batavia, Bataviaasch Nieuwsblad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1930, perusahaan ini makin berkibar ketika Ratu Belanda memberikan hak pada Kolff untuk menggunakan kata Koninklijke sehingga nama perusahaan itu menjadi NV Koninklijke Boekhandel en Drukkerij G Kolff &amp; Co. Perusahaan ini menjadi penyedia buku-buku pendidikan terbesar di Hindia Belanda. Perusahaan ini bertahan hingga lebih dari satu abad, kini sudah tak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membahas kisah-kisah sejarah Batavia di abad ke-19 khusus soal perusahaan penerbitan terbesar yang ditulis Scott Merrillees, seorang rekan, berkomentar, "G Kolff &amp; Co itu sama seperti Kompas Gramedia-lah, kalau sekarang ini," ujarnya. (Pradaningrum Mijarto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diunduh dari &lt;a href="http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/04/21/11043624/Yang.Tersisa.dari.Toko.Buku.Pertama.di.Batavia"&gt;Harian WARTA KOTA/Kompas&lt;/a&gt; Edisi 21 April 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1087838497115216706?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1087838497115216706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/yang-tersisa-dari-toko-buku-pertama-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1087838497115216706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1087838497115216706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/yang-tersisa-dari-toko-buku-pertama-di.html' title='Yang Tersisa dari Toko Buku Pertama di Batavia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6013851775939079433</id><published>2009-04-20T17:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T18:19:06.802-07:00</updated><title type='text'>20 Tahun Ekspresi: Mesin Penulis Buku</title><content type='html'>[IBOEKOE-Jogja 20 April 2009] Bertempat di ruang pertunjukan Student Centre Universitas Negeri Yogyakarta, Lembaga Pers Mahasiswa Ekspresi UNY merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Tema yang diangkat "Jurnalisme Warga" sebagai respons dari revolusi bentuk media warga di dunia internet seperti blog, jaringan pertemanan Facebook dan Friendster, dan sebagainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai pembicara antara lain dosen Fisipol Atmajaya Antonius Birawa, pengurus Aliansi Jurnalis Independen Jogja Sujidi, dan aktivis radio komunitas Yossi Suparyo. Undangan yang jumlahnya kurang dari 500 orang itu datang dari pelbagai kalangan, utamanya sesama pers mahasiswa se-Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke-20 ini, selain mempertajam tradisi jurnalisme yang berbasis warga, Ekspresi adalah lembaga pers mahasiswa yang sekaligus menjadi gudang penulis buku, sebagaimana pernah dikabarkan Harian Kompas. Itu memang bukan hal aneh. Karena umumnya, beberapa alumnusnya menjadi pelaku dunia perbukuan di Jogjakarta dan sekitarnya. Dengan sadar pula, dari generasi ke generasi, program penulisan buku bersama sudah menjadi program reguler; sama pentingnya dengan menerbitkan majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ada empat buku yang diproduksi LPM Ekspresi: Muslim Tanpa Mitos, Dunia Kontowijoyo (2005), Sang Guru: Peta Ringkas Hubungan Guru-Murid di Pelbagai Tradisi (2006), Ritus Upacara (2007), dan Galeri Urban (2008). (GM)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6013851775939079433?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6013851775939079433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/20-tahun-ekspresi-mesin-penulis-buku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6013851775939079433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6013851775939079433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/04/20-tahun-ekspresi-mesin-penulis-buku.html' title='20 Tahun Ekspresi: Mesin Penulis Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8617517430887058383</id><published>2009-03-28T04:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T04:50:56.676-07:00</updated><title type='text'>Diskusi Buku "Mati Baik-Baik, Kawan karya Martin Aleida</title><content type='html'>IBOEKOE Jogja--28 Maret 2009, di ruang sidang Pusat Sejarah dan Etika Politik (Pusdep) Universitas Sanata Dharma, dilangsungkan perbincangan buku kumpulan cerita Martin Aleida yang terbaru berjudul: “Mati Baik-Baik, Kawan”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judulnya asyik ya. Saya senang dengan judulnya. Sederhana sih. Tapi kayak nelangsa. Mungkin karena yang menuliskannya adalah korban yang pernah mencicipi dinginnya jeruji besi sebuah orde. Buku ini Diterbitkan oleh AKAR Indonesia. Tapi lembaga ini nggak ada hubungan sama team pemenang capres Ratna Sarumpaet. Akar yang ini dikelola Mas Joni Ariadinata, Mas Raudal Tanjung Banua, Mbak Nur Wahida Idris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dibuka oleh tuan rumah Rama Baskara T Wardaya. Oala, Mas Puthut EA sebagai moderator ternyata datang terlambat. Alasan ideologisnya itu yang nggak terlalu keren: tertidur walau sudah membunyikan alarm (gimana dengar naruh alarmnya di loteng dapur, sementara yang mau dibangunin tidurnya di teras rumah tetangga yang sebelahnya lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang datang luar biasa banyaknya… 1000 orang kurang. Bang Martin dipersilakan memberi testimoni ringkas tentang jalan berkaryanya juga kehidupan selama di Majalah Ekspres dan Tempo. Bang Martin sempet sesenggukan ketika menceritakan kembali kesaksiannya bagaimana seorang istri dari anggota partai yang anaknya baru dua bulan turut di gelandang masuk jeruji. Kisah itu ada di Ode Untuk Selembar KTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu giliran Katrin Bandel didaulat bercerita tentang pandangannya atas cerita Bung Martin Aleida dengan melakukan bandingan-bandingan yang tajam pada karya2 Ahmad Tohari (Ronggeng Dukuh Paruk), karya Umar Kayam (Sri Sumarah dan Bawuk), karya Wildan Yatim (Pergolakan), dan karya Ayu Utami (Larung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran saya kemudian hanya melengkapi informasi. Karena memang posisi saya diundang di depan untuk melengkapi. Dibuka dengan menjelaskan satu demi satu asas berkarya Lekra ”1-5-1” yang kemudian dikomentari Puthut EA dengan ”sinis” dan mengajukan kalau nggak salah formasi 4-4-3 milik AS Roma yang menurut saya inilah kesebelasan yang nggak bisa main bola. Buktinya, pekan lalu dibenamkan Juve 4-1 dengan permainan yg snagat membosankan dan tiada kejutan yang diciptakannya. Malu2in saja. Saling tangkis beberapa saat yang kemudian saya harus nyerah. Puthut adalah wasit yang megang pluit di tenggorokannya--seperti yg sering dia bilang--dengan dua kartu mati di saku kirinya (kuning dan merah). Untung pula mainnya bukan di stadion Olimpico semacam Tanda Baca yang dipunyainya, tapi di Pusdep, stadion Rama Baskara. Dan di mana-mana, gobloknya wasit, semakin dibantah, bisa-bisa dia kasih kartu kuning secara berurutan dalam waktu yg ringkes. Dan saya tahu posisi sebagai pemain yang mesti sopan, walau tangan kepengen mencekik kalau tak ingat fairplay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, saya hanya iseng ”menguji” apakah cerpen Bang Martin Aleida ini masih dalam garis ”1-5-1” atau sudah terjungkir ke sana kemari dan gelap mata secara tak senonoh, rumit dipahami, bergelap2 dengan ide dan hayalan sendiri. Dan hasilnya: karya Martin Muda atau Martin Subuh yang dulu bernama Nurlan dan Martin Tua atau Martin Magrib masih di jalur "1-5-1". Artinya, 1-5-1 memang sudah tertindik seperti tato dalam jiwa kepengarangannya dan sukar sekali membelot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi berlangsung sekira 3.5 jam. Lama sekali ya. Tapi saya kira berhasil karena peserta bertahan di tempat untuk waktu selama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada AKAR yang mengundang. Kepada Mas Joni, Mas Raudal, Bang Martin Aleida/Nurlan, Mbak Ida, Dek Meutia Sukma. Dan saya baru tahu bahwa setelah berbulan-bulan lamanya saya tak menemui dan berkumpul dengan komunitas karena terbenam di kursi pilot Kronik Pemilu 2009 dan Kronik Indonesia. Tadi senang sekali ketemu lagi dengan Bang Saut (lawan laten GM dan Utan Kayu), Mas Faiz, Mas Hairus Salim, Kawan Yudi, Kawan Iman, Mas Fikar dari Aceh yang baru pertama kali ketemu. Juga ada Dek Iwan yang datang jauh-jauh dari Kediri. Nggak bisa disebut satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa disebut satu per satu adalah buku-buku yang berhasil saya gondol pulang. Tiada kebanggaan yang lebih selain nggondol buku banyak2 dari acara-acara buku. Juga jamuan di Warung Arek2 Surabaya dengan beras merah dan sop tulang sapi yang gurih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rak adalah kuburan bagi buku2, maka inilah daftar jenazah2 baru yang bersiap memasuki kuburan buku yang saya jaga siang malam. ”Mati baik-baik, ya kawan!” Terimakasih banyak kepada yang telah ”menitipkan” buku-buku ini ke pemakaman yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mati Baik-Baik, Kawan karya Martin Aleida (AKAR Indonesia, 2008: 144 hlm)&lt;br /&gt;2. Matinya Seorang Guru Mengaji (JCI Edisi 07, AKAR Indonesia: 249 hlm)&lt;br /&gt;3. Ratusan Mata di Mana-mana ((JCI Edisi 09, AKAR Indonesia: 182 hlm)&lt;br /&gt;4. Regenerasi: Panggung Muda Cerpen Indonesia (JCI Edisi 10, AKAR Indonesia: 296 hlm)&lt;br /&gt;5. Rumah Lebah, Ruang Puisi #1 (Komunitas Rumah Lebah Jogjakarta: 168 hlm)&lt;br /&gt;6. Seabad Kelahiran Empu Karawitan Ki Tjokrowarsito karya ST Sunardi dkk (Maskarja, tt: 124 hlm; hardcover)&lt;br /&gt;7. Hutan Kaya, Rakyat Melarat: Penguasaan Sumberdaya dan Perlawanan di Jawa karya Nancy L Peluso (terj. Landung Simatupang, Konphalindo, 2006: xxviii+412)&lt;br /&gt;8. Dari Kalong sampai Pulau Buru: 11 Tahun dalam Sekapan, Penjara, Pembuangan, dan Kerja Rodi sketsa karya A Gumelar Demokrasno (Pusdep, 2006: xxiv+142)&lt;br /&gt;9. Buletin Pusdep Edisi Oktober 2007 dan November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;::muhidin m dahlan&lt;br /&gt;juru tulis dari IBOEKOE&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8617517430887058383?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8617517430887058383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/03/diskusi-buku-mati-baik-baik-kawan-karya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8617517430887058383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8617517430887058383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/03/diskusi-buku-mati-baik-baik-kawan-karya.html' title='Diskusi Buku &quot;Mati Baik-Baik, Kawan karya Martin Aleida'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5435305240989615522</id><published>2009-01-22T14:29:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T14:32:51.760-08:00</updated><title type='text'>Bermasalah, Sampul Buku 'Laskar Pemimpi' Andrea</title><content type='html'>[Jogja, IBOE] Buku Laskar Pemimpi - Andrea Hirata, Pembacanya, dan Modernisasi Indonesia karya Nurhady Sirimorok adalah buku kritik sastra yang baik. Bahkan terbaik untuk tahun 2008. Kritik itu ditulis dengan detail dan peralatan ilmu pengetahuan yang memadai. Bagi para pemuja Laskar Pelangi, buku ini bisa jadi sebagai obat. Pahit, tapi menyembuhkan kita dalam kekaguman buta berjamaah. Buku tipis ini mengingatkan bahaya cara berpikir dalam Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buku ini kini bermasalah. Bukan isinya, tapi sampulnya. Foto 10 anak kecil dengan baju yang warna-warni berjalan pada pematang adalah pangkal soalnya. Itu adalah foto karya Agha Permadi di Jakarta.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi oleh pembuat sampulnya, Aan Zulianto, di Jogjakarta, tak meminta izin untuk memakai foto itu. Walau Aan sudah mencantumkan sumber foto itu di kulit sampul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus "kulo nuwun" alias "pakai-memakai" karya foto ini terkuak di forum fotografer.net ketika salah satu anggota milis mengupload sampul buku Laskar Pemimpi dan mengucap selamat kepada Agha pada 6 Januari 2009. Agha pun kaget. Dan bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula, salah satu anggota forum fotografet.net memberitahu via sur-el ke Inninawa, sebuah lembaga studi ihwal Sulawesi Selatan di Makassar. Lalu Inninawa memberitahukannya ke Insist sebagai penerbit buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Insist menolak sebagai pihak tertuduh atas kasus ini. "Kami itu korban," kata Eko Susanto. "Kami itu kan memesan sampul kepada juru grafis. Setelah jadi kami bayar," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aan, menurut editor Insist Press, Doddy, memberi 10 alternatif sampul saat itu. Tim editor kemudian yang memilihnya. "Dan malang sekali, sampul yang kami pilih itu kini bermasalah," kata Doddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan Agha kepada Insist Press, menurut Eko dan Doddy, mencakup tiga hal. (1) Pihak penerbit meminta maaf kepada tiga media besar: Tempo, Kompas, dan Republika; (2) Memberi kompensasi berupa sejumlah uang; dan (3) Insist membuat kontrak kerja dan membayar royalti, menarik buku dari peredaran, serta mengganti sampul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah kami tarik buku itu. Sudah kami kelpuasi sampul buku itu. Sudah semua kami lakukan. Bahkan kami juga ingin membayarnya satu juta. Tapi seandainya Agha tak mau, ya wesss," kata Doddy. (GUS MUH)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5435305240989615522?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5435305240989615522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/01/bermasalah-sampul-buku-laskar-pemimpi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5435305240989615522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5435305240989615522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2009/01/bermasalah-sampul-buku-laskar-pemimpi.html' title='Bermasalah, Sampul Buku &apos;Laskar Pemimpi&apos; Andrea'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1083160611518920152</id><published>2008-12-03T04:12:00.001-08:00</published><updated>2008-12-03T04:14:02.670-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Orang Indonesia tak Suka Baca?</title><content type='html'>Semalam, 2 Desember, di Newseum Cafe diselenggarakan diskusi mengenai Budaya Tulisan, Pers dan terbentuknya suatu Bangsa, dalam rangka menyambut Hari Pers Kebangsaan.&lt;br /&gt;Hadir sebagai narasumber adalah Sirtjo Koolhof, dari Radio Nederland Wereldomroep. Ia pemimpin redaksi Indonesia, juga pustakawan KITLV Belanda yang fasih berbahasa Indonesia —bahkan juga bahasa Jawa dan bahasa Bugis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menarik diungkap Sirtjo yang mungkin luput dari pengamatan kita. Salah satunya ketika menjawab pertanyaan tentang kurangnya minat baca orang Indonesia.&lt;br /&gt;Menurut Sirtjo, selain tradisi lisan yang sangat kuat mengakar di masyarakat Indonesia, faktor hubungan sosial ternyata juga banyak berpengaruh.&lt;br /&gt;Orang Eropa umumnya sangat individual, lebih suka melakukan segalanya sendiri karena berbagai alasan. Misalnya keberadaan orang lain akan menyulitkan untuk fokus pada pekerjaannya, atau karena enggan mengambil waktu orang lain demi kepentingan diri sendiri, dll. Karena itu umumnya orang Eropa lebih suka belanja sendiri, ke toko buku sendiri, bahkan ke bioskop sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi agak menyentak kesadaran ketika Sirtjo mengatakan: "Saya selama di Indonesia tidak pernah bisa sendirian." Ia tidak bisa membaca buku kecuali mengunci diri di kamarnya. Tentu mereka yang "menemani" memang berniat untuk membuat Sirtjo nyaman dan betah, tidak merasa kesepian di negeri orang. Atau mungkin juga karena sangat antusias ingin mengetahui pengalaman Sirtjo, banyak yang tidak memperhatikan kebutuhan privasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pernah tinggal di Eropa atau Amerika sedikitnya selama beberapa bulan, dan tidak bermasyarakat dengan orang Indonesia lainnya, maka kebiasaan itu akan berpengaruh pada anda.&lt;br /&gt;Orang Indonesia pada umumnya sangat suka melakukan segalanya bersama seseorang atau beramai-ramai. Dinas ke luar kota, pergi belanja, ke bioskop, bahkan ke toilet pun minta ditemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta dan di kota-kota besar lain di Indonesia mungkin cukup banyak orang Indonesia yang lebih individual, namun di tempat lain kesendirian bisa menjadi hal yang aneh dan mengkhawatirkan di mana kebersamaan adalah hal yang disukai semua orang di sekitarnya. Jika ada yang membangun rumah maka masyarakat akan membantu beramai-ramai. Menonton TV akan lebih menyenangkan beramai-ramai. Demikian juga dengan makan dan minum, bahkan membaca koran pun beramai-ramai.&lt;br /&gt;Tapi membaca buku sangat berbeda, tidak mau diganggu, dan orang pun segan mengganggu. Semakin sering membaca buku, bisa terjadi semakin jarang orang yang menghampirinya. Dan kemungkinan inilah salah satu penyebab minat baca masyarakat Indonesia sangat kurang. Mereka tidak mau terpisahkan dari kehidupan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain menurut Taufik Rahzen, kehadiran televisi juga semakin memperkuat tradisi lisan dan menjauhkan masyarakat dari buku. Tradisi wayang kulit, lenong dll kini tergantikan perannya oleh televisi. Barangkali karena itulah sinetron jauh lebih disukai masyarakat kebanyakan dibanding mata acara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tradisi mendengarkan tetua bercerita, menonton wayang kulit yang sarat makna, atau stambul Dardanella yang penuh petuah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, semua itu menggambarkan kebutuhan masyarakat kebanyakan akan panutan dan bimbingan.&lt;br /&gt;Jika minat baca begitu kecil, sedangkan pengaruh tradisi lisan masih sangat besar, maka sudah sepatutnya Pemerintah dan para intelektual merumuskan kriteria yang tepat agar sinetron layak untuk ditayangkan secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita di kota-kota besar sinetron tidak begitu terasa pengaruhnya karena kehidupan sosial dan cara pandang yang jauh berbeda. Namun bagi masyarakat kebanyakan di daerah-daerah, juga bagi anak-anak secara umum yang masih belum bisa membedakan antara baik dan buruk, maka sinetron bisa dijadikan sarana mereka untuk mempelajari kehidupan nyata sehari-hari, bagaimana berperilaku. Tak ubahnya seperti tradisi lisan yang pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti di beberapa perguruan tinggi sudah ada penelitian mengenai pengaruh sinetron terhadap perilaku masyarakat yang bisa dijadikan dasar untuk menyikapi sinetron. Perilaku melenceng anak-anak sekolah sekarang agaknya dipengaruhi sinetron remaja.&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan kasar tak berbudaya, anak-anak Sekolah Dasar dianggap tidak trendy kalau belum punya pacar, segala perbuatan negatif dari berbohong, fitnah keji, selingkuh, kekerasan dan sebagainya ada di sana. Kita yang tidak menyukai sinetron tidak mau menontonnya dan karena itu tidak menyadari bahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sudah saatnya penayangan kekerasan diberi batasan seperti halnya dengan sex. Tayangan berita-berita demo anarkis, kekerasan di antara anggota kelompok, di institusi pendidikan, di kafe, di mana saja, selama ini dibiarkan untuk ditayangkan secara vulgar di jam-jam yang rentan. Ini sedikit banyak menanamkan pendidikan cara-cara kekerasan yang bisa digunakan saat dikuasai emosi.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(indra mulya/editor of bataviase nouvelles magazine)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1083160611518920152?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1083160611518920152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/12/kenapa-orang-indonesia-tak-suka-baca.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1083160611518920152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1083160611518920152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/12/kenapa-orang-indonesia-tak-suka-baca.html' title='Kenapa Orang Indonesia tak Suka Baca?'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8294730912513542693</id><published>2008-11-02T16:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T17:08:08.705-08:00</updated><title type='text'>Hari Partai Indonesia, 3 November</title><content type='html'>Maklumat itu berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKLUMAT PEMERINTAH&lt;br /&gt;PARTAI POLITIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andjuran Pemerintah tentang&lt;br /&gt;Pembentukan Partai-partai Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Berhubung dengan usul Badan Pekerdja Komite Nasional Indonesia Pusat kepada Pemerintah, supaja diberikan kesempatan kepada Rakjat seluas-luasnja untuk mendirikan partai-partai politik, dengan retriksi, bahwa partai-partai politik itu hendaknja memperkuat perdjuangan kita mempertahankan kemerdekaan dan menjamin keamanan Masjarakat. Pemerintah menegaskan pendiriannja jang telah diambil beberapa waktu yang lalu, bahwa:&lt;br /&gt;1.Pemerintah menjukai timbulnja partai-partai politik, karena dengan adanja partai-partai itulah dapat dipimpin ke djalan jang teratur segala aliran paham jang ada dalam masjarakat.&lt;br /&gt;2.Pemerintah berharap supaja partai-partai politik itu telah tersusun, sebelumnja dilangsungkan pemilihan anggauta Badan-badan Perwakilan Rakjat pada bulan Djanuari 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djakarta, 3 November 1945&lt;br /&gt;Wakil Presiden,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHAMMAD HATTA.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merujuk pada tonggak keluarnya “Maklumat Pemerintah 3 November 1945” di atas, sebuah tim kecil I:BOEKOE dibentuk untuk menuliskan kembali profil ringkas partai-partai politik Indonesia. Dan lahirlah buku Almanak Abad Partai Indonesia dan Dia.RI Partai Politik.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5MEQC_-GI/AAAAAAAAAVU/5VK20R4yKBw/s1600-h/ALMANAK+ABAD+PARTAI_Print+out+HardCover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5MEQC_-GI/AAAAAAAAAVU/5VK20R4yKBw/s320/ALMANAK+ABAD+PARTAI_Print+out+HardCover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264228650353424482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penyusunan kedua buku itu tiada lain merupakan usaha dari segelintir kalangan muda untuk merekam biografi partai-partai politik dari masa ke masa yang lahir, berkembang, dan bertarung dalam pemilu di mana kehadirannya telah memberi sederet catatan sejarah perpolitikan Indonesia. Beberapa partai yang tak sempat bertarung di puncak pesta rakyat semacam pemilu pun turut dicatat, sebab kemunculan mereka turut andil memberi refleksi jalan perpolitikan di sebuah negara kepulauan bernama Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5Mo1HKc7I/AAAAAAAAAVc/f9XStRB445s/s1600-h/Tokoh+PARTAI+INDONESIA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5Mo1HKc7I/AAAAAAAAAVc/f9XStRB445s/s320/Tokoh+PARTAI+INDONESIA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264229278778291122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya menyusun segugusan asal kelompok dan usul ideologi dari partai-partai politik Indonesia sejak Indische Partai (IP) hingga Partai Kerakyatan Nasional (PKN) terbentuk, upaya ini pun menahbiskan sebuah hari yang menjadi pertemuan dari seluruh ingatan kolektif kita dari sekian praktik demokrasi yang sudah dilakukan selama puluhan tahun lengkap dengan cerita baik-buruknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika minat dan perhatian masyarakat selepas Pemilu 2004 dan jelang Pemilu 2009 mulai menurun frekuensinya melihat kinerja partai yang kian lama kian elitis-pragmatis, tak kemudian membuat kita pesimis tentang masa depan kepartaian Indonesia. Sebagaimana Hatta pernah membayangkan masa depan demokrasi Indonesia dalam sebuah Maklumat Politik pada 1 November 1945: “Sejak kita akan mendapat kesempatan yang sepenuhnya untuk memberikan seluruh tenaga kita pada pembangunan rakyat dan bangsa kita, dengan secepat-cepatnya kita berusaha melaksanakan hak-hak rakyat kita yang sesungguhnya sesuai dengan cita-cita United Nations, yaitu tidak saja menjadi rakyat yang merdeka menyatakan pikirannya, merdeka memilih keyakinan dan agamanya, bebas dari sewenang-wenang dan kekuatan, bebas dari kekurangan, melainkan juga menjadi rakyat dan pendidikan yang modern untuk seluruh rakyat kita dan untuk segala lapisan penduduk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5O2iVmP9I/AAAAAAAAAVs/leXvRO0EeYA/s1600-h/LOGO+PARTAI+ALL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5O2iVmP9I/AAAAAAAAAVs/leXvRO0EeYA/s320/LOGO+PARTAI+ALL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264231713279983570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala optimisme yang mesti terus dinyalakan bagi masa depan demokrasi Indonesia lewat jalan berpartai, ditegaskan bahwa pada “3 November” menjadi Hari Kebangkitan Partai Indonesia. Inilah hari ketika untuk pertama kalinya secara resmi dari sebuah negara berdaulat, kehadiran partai diakui dan didorong kelahirannya untuk naik panggung, lewat sebuah maklumat pemerintah yang bersejarah yang bertanggal 3 November 1945. Dari momentum lahirnya Maklumat Pemerintah 3 November inilah pelbagai peristiwa berpartai bisa ditarik, dinilai dan dievaluasi, sekaligus menjadi acuan ingatan bersama untuk selalu menjaga semangat awal dari mana kita berpijak mengawal dan merawat demokrasi Indonesia dengan kebebasan berpendapat lewat jalan berpartai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian acara merayakan Hari Partai Indonesia 3 November ini, antara lain peluncuran buku Almanak Abad Partai Indonesia dan Dia.RI Partai Politik, pembukaan pameran lukisan dan instalasi seni: “11 Fraksi &amp; 13 Watchdog Demokrasi”, dan pengibaran sekira 100 bendera partai sejak Partai Indonesia Raja (Parindra), Partai Komunis Indonesia, hingga Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Keseluruhan acara itu digelar di Newseum Indonesia dan Matahari Domus Cafe, Jl Veteran I/31, Gambir, Jakarta Pusat sejak 3 November 2008 jam 19.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8294730912513542693?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8294730912513542693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/11/hari-partai-indonesia-3-november.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8294730912513542693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8294730912513542693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/11/hari-partai-indonesia-3-november.html' title='Hari Partai Indonesia, 3 November'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SQ5MEQC_-GI/AAAAAAAAAVU/5VK20R4yKBw/s72-c/ALMANAK+ABAD+PARTAI_Print+out+HardCover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5990679133031905574</id><published>2008-09-05T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T20:59:06.737-07:00</updated><title type='text'>Buku tanpa Kertas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SMH_hnvJrNI/AAAAAAAAAOA/5tmXIQ3staY/s1600-h/sony.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SMH_hnvJrNI/AAAAAAAAAOA/5tmXIQ3staY/s320/sony.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242752394303483090" /&gt;&lt;/a&gt;Gentar lihat buku tebal? Sony e-book kini meringkasnya. Tanpa kertas. Buku elektronik ini baru diluncurkan dan dipajang di toko buku Waterstones, London, Kamis (4/9) dua hari lalu. Dengan berat 260 g atau seperempat kilogram, e-book bisa menampung 160 novel. Sony rupanya ingin mengikuti jejak toko buku online Amazon.com yang sukses dengan e-book reader yang diberi nama Kindle.&lt;span class="fullpost"&gt; Buku ini perlu energi hanya saat diklik untuk ''membalik'' halaman. E-book yang tipis ini mempertahankan keistimewaan buku kertas, yakni bisa dinikmati di toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Jawa Pos Edisi 6 September 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5990679133031905574?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5990679133031905574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/09/buku-tanpa-kertas.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5990679133031905574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5990679133031905574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/09/buku-tanpa-kertas.html' title='Buku tanpa Kertas'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SMH_hnvJrNI/AAAAAAAAAOA/5tmXIQ3staY/s72-c/sony.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2146817084786597799</id><published>2008-05-30T19:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T19:20:39.147-07:00</updated><title type='text'>Diresmikan, Pusat Buku Indonesia</title><content type='html'>Sebagai negara produsen kertas, harga kertas sebagai bahan baku buku sebenarnya relatif murah. Harga buku menjadi mahal karena selera tinggi. Buku-buku yang diterbitkan umumnya menggunakan kertas HVS, bukan kertas buram seperti yang dilakukan India dan negara-negara lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meresmikan Pusat Buku Indonesia yang bertempat di lantai 3 Gedung Kelapa Gading Trade Centre, Jakarta Utara, Jumat (30/5). Hadir dalam acara itu di antaranya Ny Mufidah Jusuf Kalla dan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Harga kertas ditambah pajak dan lain-lain, saya tahu betul, tidak terlalu mahal. Sebab, kita adalah produsen kertas. Tetapi, kadang-kadang kita punya selera yang tinggi. Jadi, maunya kertas HVS,” ujar Wapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wapres Kalla, dengan sebagian pajak yang sudah dihapuskan, memang buku relatif masih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres mengakui sebagian besar penerbit langsung menjual buku-buku mereka ke sekolah. ”Kalau penerbit langsung menjual buku ke sekolah-sekolah, fungsi toko buku sebagai distributor buku tidak akan berjalan. Akibatnya, buku yang dijual di toko sedikit dan tidak ada. Yang banyak dijual di toko hanya novel dan komik. Itu karena yang dicetak sedikit. Karena dicetaknya sedikit, harga jual buku pun menjadi mahal,” ujar Wapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Wapres Kalla meminta agar peran dan fungsi toko dikembalikan lagi ke peran dan fungsi awalnya agar distribusi buku berjalan dengan baik kembali. ”Kalau ingin semangat baca meningkat, kembalikan sistem distribusi penjualan buku. Selama ini telah terjadi penghilangan salah satu fungsi dalam distribusi penjualan buku,” ujar Wapres lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Buku yang pernah dicita-citakan kalangan penerbit buku yang tergabung dalam Ikapi selama 30 tahun lalu itu terdiri dari sekitar 258 toko buku, distributor, dan penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat pertemuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setia Dharma Madjid mengatakan, Pusat Buku Indonesia didirikan atas upaya Ikapi dan pengusaha yang menyediakan tempat. Selama satu tahun, Pusat Buku Indonesia mendapatkan keringanan biaya tempat dari pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat tersebut diharapkan menjadi tempat pertemuan pihak-pihak yang terkait dengan perbukuan, baik penulis, penerbit, distributor, maupun pembaca. Dengan berkumpulnya penerbit, penulis juga diharapkan akan lebih mudah mengajukan karya-karyanya untuk diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distributor, penerbit, dan toko buku yang menjadi anggota Pusat Buku Indonesia berharap tempat tersebut ramai pengunjung dan menjadi komunitas baru. Anton Utomo dari Anelinda Pusat Buku Unik dan Antik mengatakan akan melihat perkembangan Pusat Buku Indonesia selama satu tahun ini. ”Kalau nanti ramai, pasti kami akan tetap di sini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpendapat, pusat tersebut akan memudahkan masyarakat. Tidak hanya kemudahan mencari buku baru dan buku lama, tetapi informasi soal akan diterbitkannya buku baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Jeane dari distributor Etnobook. ”Dalam bisnis perbukuan ada istilah dead stock atau buku-buku lama yang sudah ditarik dari toko. Di sini kami bisa bebas menjual buku baru dan lama,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 31 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2146817084786597799?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2146817084786597799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diresmikan-pusat-buku-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2146817084786597799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2146817084786597799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diresmikan-pusat-buku-indonesia.html' title='Diresmikan, Pusat Buku Indonesia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3865280133394683644</id><published>2008-05-30T19:17:00.001-07:00</published><updated>2008-05-30T19:17:58.566-07:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Buku 'Puisi Kota Tanpa Bunga'</title><content type='html'>Buku kumpulan puisi Kota Tanpa Bunga karya Bambang Widiatmoko akan diluncurkan di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten, Serang, Sabtu mendatang. Acara ini diadakan oleh Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Banten bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Banten.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku puisi itu merangkum 115 karya puisi. Kesempatan itu diwarnai dengan diskusi dengan pembicara Sunu Wasono dari Universitas Indonesia dan Wan Anwar dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang. Acara itu disemarakkan dengan pembacaan puisi oleh Ibnu P.S. Megananda, Arundanu, Ade Husnul, Popon Parnuningsih, Rizka Amalia, dan Nazla Toyib Amir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gito Waluyo, Ketua KSI Banten, kegiatan ini digelar untuk lebih mengenalkan penyair dan karyanya, terutama di kalangan pelajar. "Kegiatan ini digelar, selain untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat dan pelajar yang lebih luas, untuk terus menggairahkan sastra di Banten," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo edisi 26 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3865280133394683644?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3865280133394683644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diluncurkan-buku-puisi-kota-tanpa-bunga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3865280133394683644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3865280133394683644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diluncurkan-buku-puisi-kota-tanpa-bunga.html' title='Diluncurkan, Buku &apos;Puisi Kota Tanpa Bunga&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7315513761018720188</id><published>2008-05-30T19:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T19:15:16.379-07:00</updated><title type='text'>Negarakertagama Diakui sebagai Memori Dunia</title><content type='html'>Koleksi dokumen sejarah bangsa Indonesia, Negarakertagama, diakui sebagai Memori Dunia UNESCO. Kitab sastra yang ditulis Empu Prapanca sekitar tahun 1350-1389 itu menceritakan perjalanan sejarah Kerajaan Majapahit. Kitab yang ditulis di atas daun lontar tersebut terdaftar dalam The Memory of the World Regional Register for Asia/Pacific.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tentu saja pengakuan ini sangat membanggakan karena Indonesia memiliki peninggalan sejarah yang diakui internasional,” kata Dady P Rachmananta, Kepala Perpustakaan Nasional, di Jakarta, Jumat (23/4). Naskah Negarakertagama saat ini tersimpan di Perpustakaan Nasional, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNESCO memberikan pengakuan pada dokumen-dokumen sejarah dari berbagai negara dalam program Memori Dunia dengan tujuan memelihara dan menyebarluaskan arsip-arsip serta koleksi berharga yang tersimpan di perpustakaan dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dady mengatakan, manuskrip Negarakertagama ini dulunya pernah dibawa VOC ke Belanda. Beruntung pada masa pemerintahan Soeharto tahun 1974, setelah melalui lobi-lobi intensif, manuskrip ini bisa dibawa kembali ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suyanto, Kepala Pusat Pengembangan Koleksi Perpustakaan Nasional, mengatakan, penghargaan ini memberikan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia atas kejayaan masa lalu. Karena itu, manuskrip kuno yang dimiliki bangsa ini perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk pembelajaran masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 24 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7315513761018720188?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7315513761018720188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/negarakertagama-diakui-sebagai-memori.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7315513761018720188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7315513761018720188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/negarakertagama-diakui-sebagai-memori.html' title='Negarakertagama Diakui sebagai Memori Dunia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7590562821248571206</id><published>2008-05-30T19:09:00.001-07:00</published><updated>2008-05-30T19:11:39.151-07:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Buku Palapa Nusantara 2015</title><content type='html'>Sumber daya alam di Indonesia bukan lagi menjadi sumber kesejahteraan rakyat, melainkan berubah menjadi kutukan. Ini terjadi akibat sikap pemimpin yang tak jeli dan kurang peduli ketika sumber daya itu dimanfaatkan negara lain. Demikian dikatakan ahli filsafat dari Universitas Indonesia, Jakarta, Toeti Herati Nurhadi. ”Kita tidak siap dengan sumber daya itu karena pemimpin kita siap dirayu, disuap, dan menjual aset negara sebab ketidakpedulian,” ujar Toeti saat memberikan sambutan pada peluncuran buku Palapa Nusantara 2015, Kebangkitan Semangat Wawasan Bahari Jakarta karya Martono Yuwono, Minggu (25/5) di Jakarta.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toeti mengutip pendapat Joseph Stiglitz, pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi dari Universitas Columbia, Amerika Serikat. Joseph memotret fenomena negara yang kaya sumber daya alam, tetapi menunjukkan performa sebagai negara berpenduduk kurang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Toeti masih melihat adanya peluang perbaikan keadaan, yaitu dengan mengembangkan kepedulian. ”Itu harus dimulai dari panutannya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martono mengatakan, Indonesia bisa kembali bangkit dengan mengangkat kembali kejayaan masa lalu yang pernah diraih. Kebangkitan Nasional tidak hanya dimulai 100 tahun lalu, tetapi lebih jauh lagi, yaitu sekitar abad ke-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, Nusantara mengalami masa kejayaan sejak zaman kerajaan dan kesultanan. Saat itu, Nusantara mempunyai pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan di dunia. ”Ini bukan mitos,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hal itu, Yayasan Pusaka Palapa Nusantara berupaya memulai dengan membangun kembali landmark Indonesia sebagai negara bahari. Indonesia memiliki potensi bahari yang luar biasa untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Martiono dari Yayasan Pusaka Palapa Nusantara, masyarakat bahari berciri berani menghadapi ketidakpastian dan bervisi ke depan. Sikap mental semacam itu layak dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pentingnya landmark, Martiono mencontohkan, setiap negara maju memiliki landmark yang menjadi ciri bagaimana bangsa itu bersikap menghadapi berbagai situasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 26 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7590562821248571206?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7590562821248571206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diluncurkan-palapa-nusantara-2015.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7590562821248571206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7590562821248571206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diluncurkan-palapa-nusantara-2015.html' title='Diluncurkan, Buku Palapa Nusantara 2015'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1892249896005801053</id><published>2008-05-30T19:04:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T19:07:16.464-07:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Buku Sastra Indonesia-Malaysia</title><content type='html'>"Dalam pegun penghayatan/mentafsir bisik gemersik angin malam/yang datang dari gurun, gunung puncak rawan/makin kelam, tenggelam di awan hitam/membaca catatan di ruang langit...." &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimusikalisasikan oleh sekelompok remaja dari Tangerang pimpinan Shobir Poerwanto, puisi itu menjadi penutup rangkaian Gelar Sastra Indonesia-Malaysia di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jumat lalu. Selain pembacaan karya sastra, puisi, dan cerpen, dalam acara itu diluncurkan dua buku sastra karya penulis Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku pertama adalah kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya sastrawan Malaysia, Ibrahim Ghaffar, dan kumpulan cerpen Perempuan Bergaun Putih karya Sawali Tuhusetya dari Indonesia. Acara diwarnai dengan dua sesi diskusi untuk kedua buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi pertama membahas buku kumpulan puisi Ibrahim Ghaffar dengan pembicara Dr Ibrahim Ghaffar, Dr Chew Fong Peng, S.M Zakir, dan Ahmadun Yosi Herfanda. Sesi kedua membahas buku kumpulan cerpen Sawali dengan pembicara Maman S. Mahayana, Kurnia Effendi, dan Sawali Tuhusetya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang buku Perempuan Bergaun Putih, Maman mengatakan Sawali dalam kumpulan cerpen itu berhasil mengeksploitasi sisi lain dari kultur Jawa dengan segala mitos, mitologi, sistem kepercayaan, dan dunia pewayangan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan orang Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat antologi berisi 20 cerpen itu seperti serangkaian potret orang Jawa yang tidak dapat melepaskan diri dari tradisi yang begitu kukuh mencengkeram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo edisi 19 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1892249896005801053?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1892249896005801053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diluncurkan-buku-sastra-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1892249896005801053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1892249896005801053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/diluncurkan-buku-sastra-indonesia.html' title='Diluncurkan, Buku Sastra Indonesia-Malaysia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-301836704888983928</id><published>2008-05-22T17:29:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T17:42:24.218-07:00</updated><title type='text'>Peluncuran Kronik Kebangkitan Indonesia (1908-2008)</title><content type='html'>Hari ini, 20 Mei 2008, di antara pusparagam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang sudah berusia seabad, di Jl Veteran I/32 Jakarta Pusat, dilangsungkan acara sederhana, peluncuran buku Kronik Seabad Kebangkitan Indonesia (1908-2008). Hadir sebagai pembicara adalah Anhar Gongong dan JB Sumarlin. Keduanya dalam acara itu bersepakat bahwa 21 buku yang diluncurkan dengan ketebalan 1.7 meter itu bahwa ini adalah projek raksasa. "Saya tak yakin bahwa ada sejarawan yang melakukan hal seraksasa ini. Hanya orang gila yang bisa melakukannya," kata Anhar Gonggong. "Saya takjub dengan kegiatan anak-anak ini. Belum ada buku seperti ini," tandas JB Sumarlin yang malam peluncuran tampak kalem dan mencoba menceritakan peran dia dalam kancah politik-ekonomi Orde Baru. Dalam Kronik Kebangkitan Indonesia, nama Sumarlin memang menjadi salah satu bintang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYQcqzQERI/AAAAAAAAANo/-3K5YQdzbGc/s1600-h/Barisan+Kronik+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYQcqzQERI/AAAAAAAAANo/-3K5YQdzbGc/s400/Barisan+Kronik+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203364504184819986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah riwayat buku Kronik Kebangkitan Indonesia itu. Dikerjakan bahu-membahu belasan anak muda berusia di bawah 25 tahun. Proyek sejenis pernah dilakukan Pramoedya Ananta Toer: menyusun kronik tentang Indonesia. Bedanya, jika Pram hanya menyusun kronik sepanjang empat tahun, belasan anak muda tadi menyusun kronik dari 1908-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karya Pramoedya--yang ironisnya tak banyak diapresiasi publik layaknya prosa-prosa yang ia tulis—adalah “Kronik Revolusi Indonesia”. Karya Pramoedya itu terdiri atas empat jilid yang terbagi dalam Kronik Revolusi tahun 1945, tahun 1946, tahun 1947 dan tahun 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ong Hok Ham, dalam pengantar yang ditulisnya untuk empat jilid “Kronik Revolusi Indonesia”, menyebut karya Pram itu sebagai karya yang hanya mungkin lahir dari ketekunan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, dalam empat jilid “Kronik Revolusi Indonesia” itu, Pramoedya mencatat renik-renik peristiwa yang terjadi di Indonesia selama rentang waktu 1945-1949. Peristiwa-peristiwa yang dikumpulkan dan dicatat kembali oleh Pramoedya itu disusun secara kronikal: dari tanggal 1 sampai tanggal 31, dari Januari hingga Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tak mampu meng-cover semua peristiwa dan kejadian-kejadian penting yang berlangsung di bawah langit-langit Indonesia sepanjang 1945-1949, empat jilid “Kronik Revolusi Indonesia” karya Pramoedya itu setidaknya bisa diacu, terutama oleh publik yang tidak punya akses langsung pada sumber-sumber primer, untuk memahami laju perjuangan memertahankan kedaulatan Indonesia yang sejak awal sudah dirongrong oleh ambisi Belanda menduduki kembali Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYSFazQESI/AAAAAAAAANw/mdbqZqcUjbY/s1600-h/KRONIK_Anggota+Persekutuan+Kronik+Indonesia_PKI_Blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYSFazQESI/AAAAAAAAANw/mdbqZqcUjbY/s400/KRONIK_Anggota+Persekutuan+Kronik+Indonesia_PKI_Blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203366303776117026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim kerja “Kronik Kebangkitan Indonesia”, yang bekerja di bawah naungan Indonesia Buku (I:BOEKOE), mencoba melanjutkan ikhtiar yang sudah dirintis oleh Pramoedya. Itulah sebabnya secara sadar “Kronik Kebangkitan Indonesia” tak menggarap tahun 1945-1949 yang sudah diisi oleh “Kronik Revolusi Indonesia”-nya Pramoedya, betapa pun karya Pram itu masih banyak kosongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam “Kronik Kebangkitan Indonesia” ini, peristiwa-peristiwa yang berlangsung di Hindia Belanda dan Indonesia—dari Januari 1908 hingga Desember 2008—dikumpulkan dan disusun kembali secara kronikal. Jika dalam karya Pramoedya masih cukup banyak tanggal-tanggal kosong yang tak diisi, “Kronik Kebangkitan Indonesia” mencoba tidak mengosongkan satu pun tanggal dan hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya sejenis ini bukannya tak ada. Umumnya, karya-karya yang mencoba mengumpulkan dan mencatat kembali peristiwa-peristiwa masa lalu yang lantas disusun secara kronologis itu hanya berisi peristiwa-peristiwa yang berlangsung dalam satu segi kehidupan saja. Selain “Kronik Revolusi Indonesia” yang lebih fokus pada peristiwa-peristiwa politik yang berkaitan dengan upaya mempertahankan kedaulatan Republik (itulah sebabnya dijuduli “Kronik Revolusi Indonesia”), beberapa yang bisa disebut lainnya di antaranya adalah “Almanak Kepolisian” hingga “Almanak Kepartaian”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYSiazQETI/AAAAAAAAAN4/KNIH4V_ulpM/s1600-h/KRONIK_TR%2BJB+Sumarlin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYSiazQETI/AAAAAAAAAN4/KNIH4V_ulpM/s320/KRONIK_TR%2BJB+Sumarlin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203366801992323378" /&gt;&lt;/a&gt;Berbeda dengan itu semua, “Kronik Kebangkitan Indonesia” mencoba memasukkan nyaris semua bidang kehidupan, dari ekonomi, politik, seni, budaya, hingga olahraga. Dalam kronik ini, pembaca tak hanya akan menjumpai peristiwa-peristiwa penting yang sudah menjadi pengetahuan publik (seperti Sumpah Pemuda atau penangkapan dan pemenjaraan Soekarno pada 1929). Kronik ini juga mencatat banyak sekali peristiwa kecil dan sederhana, dari mulai kasus pembunuhan hingga peristiwa di balik proses persalinan seorang ibu yang begitu berbelit-belit di sebuah kampung yang diapit belantara. Dari pidato “Berdikari” Soekarno hingga pertandingan ujicoba PSSI dengan beberapa klub dari Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronik ini, oleh karena itu, bisa dipahami sebagai upaya intens untuk menghadirkan riwayat Indonesia sebagai sebuah kontinuasi yang tak pernah usai dari dimensi masa silam, masa kini, dan masa depan. Darisitu bisa terlihat bagaimana setiap peristiwa berhubungan satu sama lain, secara langsung atau tidak dan disadari atau tidak, dan lantas membentuk kolase peristiwa yang dari sana paras dan riwayat Indonesia bisa digambarkan, betapa pun kaburnya gambaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ikhtiar sederhana dari belasan anak muda berusia di bawah 25 tahun untuk mengabadikan peristiwa-peristiwa apa saja yang pernah dan sudah tergelar di bawah langit-langit Indonesia—sebuah ikhtiar melawan lupa dari sebuah negeri yang disebut-sebut mengidap penyakit akut amnesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-301836704888983928?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/301836704888983928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/peluncuran-kronik-kebangkitan-indonesia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/301836704888983928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/301836704888983928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/peluncuran-kronik-kebangkitan-indonesia.html' title='Peluncuran Kronik Kebangkitan Indonesia (1908-2008)'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D0s8i7Nf4zM/SDYQcqzQERI/AAAAAAAAANo/-3K5YQdzbGc/s72-c/Barisan+Kronik+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1553668666168769605</id><published>2008-05-21T15:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T15:38:21.587-07:00</updated><title type='text'>Yuk, Kumpulkan Arsip ke Arsip Nasional Republik Indonesia</title><content type='html'>Kesadaran terhadap pentingnya keberadaan arsip mulai tinggi pada sebagian pribadi, perusahaan, dan partai politik. Terbukti ada pihak-pihak yang dengan sukarela menyerahkan arsip yang bernilai dan berguna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk menggelorakan sadar arsip, 10 kantor kearsipan di tingkat provinsi tahun 2008 ini akan memperoleh satu unit mobil Sadar Arsip,” kata Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Djoko Utomo, Rabu (21/5). Dia mengatakan hal itu ketika menyerahkan penghargaan untuk perseorangan, perusahaan, dan partai politik yang telah menyerahkan arsipnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima penghargaan dari Arsip Nasional RI adalah Ny Tanzil, mantan wartawati yang menyerahkan sekitar 30.000 rol film jepretannya selama 37 tahun menjadi wartawan. Kemudian Bank Bukopin Tbk dan Partai Bulan Bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko Utomo menjelaskan, lewat arsip bisa direkam perjalanan sebuah bangsa. Penyimpanan arsip pun menjadi tanggung jawab bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan para kepala dinas kearsipan provinsi dan kabupaten/kota serta perusahaan, Djoko Utomo mengingatkan untuk tidak lupa mengarsipkan Pemilu Presiden tahun 2004, juga pemilihan anggota legislatif DPR RI dan DPD RI, serta arsip pemilihan kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny Tanzil dalam sambutannya mengatakan tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan dari Arsip Nasional RI. Menurut Ny Tanzil, dia menyerahkan arsip yang dipandang berharga karena tidak sanggup memeliharanya dengan baik. Dia pun merasa arsip itu akan lebih bermanfaat untuk masyarakat banyak apabila diserahkan kepada Arsip Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 22 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1553668666168769605?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1553668666168769605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/yuk-kumpulkan-arsip-ke-arsip-nasional.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1553668666168769605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1553668666168769605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/yuk-kumpulkan-arsip-ke-arsip-nasional.html' title='Yuk, Kumpulkan Arsip ke Arsip Nasional Republik Indonesia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5364517050408261136</id><published>2008-05-21T15:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T15:22:19.377-07:00</updated><title type='text'>Harmoko Luncurkan Buku</title><content type='html'>Mantan Ketua DPR/MPR Harmoko meluncurkan buku berjudul Berhentinya Soeharto. Fakta dan Kesaksian Harmoko, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (21/5). Peluncuran buku itu dihadiri sejumlah mantan pejabat tinggi, seperti BJ Habibie, Syarwan Hamid, dan Abdul Gafur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mantan itu bukan manusia rentan, tetapi manusia militan,” kata Harmoko sambil melirik Ketua DPR Agung Laksono dan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie yang duduk bersebelahan dengan para mantan. Tak segan-segan menyebut diri mantan, Harmoko berkisah pendek tentang detik-detik sebelum Soeharto lengser keprabon tanggal 21 Mei 1998. ”Pelantikan Presiden Habibie di depan MA, tidak di depan Ketua MPR, itu konstitusional,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ditulis Firdaus Syam setebal 298 halaman itu dikerjakan dalam satu bulan. Tidak hanya berisi kesaksian detik-detik pengunduran diri Soeharto, tetapi juga kesaksian Harmoko dalam arus perubahan politik di Indonesia. Termasuk kisah palu yang patah, misalnya, ketika Sidang MPR memutuskan Soeharto terpilih untuk yang ketujuh kali tanggal 11 Maret 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 tahun ”diam dan nyepi” dari percaturan politik, Harmoko merasa harus menuturkan apa yang belum terungkap dan yang berharga untuk disampaikan. Sikap diam itu, kata Harmoko, dimaksudkan untuk obyektivitas sejarah, setidak-tidaknya sejarah bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan ”tergesa-gesa” dalam penulisan buku hingga penerbitan, antara lain, terlihat dari ralat buku yang mencapai 2 halaman, yang dilampirkan sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 22 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5364517050408261136?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5364517050408261136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/harmoko-luncurkan-buku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5364517050408261136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5364517050408261136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/harmoko-luncurkan-buku.html' title='Harmoko Luncurkan Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4714172591469922903</id><published>2008-05-20T18:19:00.001-07:00</published><updated>2008-05-20T18:20:35.122-07:00</updated><title type='text'>FLP dan Rumah Dunia, Berbagi Kiat Menulis</title><content type='html'>Masjid itu terletak di bagian belakang kompleks Taman Ismail Marzuki. Suasananya teduh, sejuk. Angin berembus dari pohon-pohon di sekitarnya. Pelatarannya luas. Di pelataran masjid Amir Hamzah itulah anggota Forum Lingkar Pena (FLP) DKI Jakarta kerap bertemu saban Minggu. "Acaranya biasanya diisi dengan diskusi," kata Billy Antoro, Ketua FLP Jakarta.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi, bedah buku, pelatihan, atau belajar menulis memang menjadi kegiatan rutin dan akrab dengan lembaga yang terbentuk pada 22 Februari 1997 ini. Adalah Helvy Tiana Rosa yang pertama kali menggemakan perlunya forum ini. Ketika itu, Helvy masih kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Asma Nadia, Muthmainnah, dan beberapa teman lainnya, Helvy kerap berdiskusi tentang minat membaca dan menulis di kalangan remaja. Ide membentuk forum bergulir dan Helvy terpilih sebagai ketua umumnya yang pertama. Beranggotakan 30 orang, program utama mereka merangkai pelatihan menulis rutin dengan mengundang pakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian organisasi yang dikenal berhasil mempopulerkan sastra Islam ini berkembang cepat. Pada 2002, anggotanya sudah mencapai 5.000 orang. "Saat ini menjadi 7.000," ujar Ketua Umum FLP Pusat Irfan Hidayatullah. Mereka tersebar di berbagai pelosok Tanah Air hingga ke negeri seberang, seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Sudan, Belanda, Amerika Serikat, Mesir, dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terdiri atas berbagai profesi, seperti pelajar, mahasiswa, pegawai negeri, karyawan swasta, buruh, ibu rumah tangga, guru, petani, bahkan pembantu rumah tangga. Namun, sekitar 70 persen anggota adalah perempuan. "Jumlah anggota yang aktif menulis sekitar 700 orang," ujar Helvy, yang kini menjadi Ketua Majelis Penulis FLP. Mereka ini pula yang membina anggota lainnya agar menjadi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya mendorong anggotanya menulis, organisasi ini juga menyediakan jalan bagi mereka untuk menerbitkan buku. Bekerja sama dengan berbagai penerbit, sudah lebih 600 judul buku fiksi ataupun nonfiksi karya anggota FLP diterbitkan. Belakangan, FLP juga punya penerbit, Lingkar Pena Publishing House, yang sebagian sahamnya dimiliki penerbit Mizan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tak heran, khusus untuk jenis buku fiksi Islami, di toko-toko buku banyak dipenuhi karya anak-anak FLP. Sebagian buku mereka menjadi best seller, salah satu yang paling fenomenal adalah karya Habiburrahman El-Shirazy (Ayat-Ayat Cinta). Karena keberhasilan FLP mempopulerkan genre sastra itu, para penulis di luar FLP pun ikut meramaikan maraknya fiksi islami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kegiatan menulis, mereka juga menggiatkan kegiatan membaca dengan menyediakan buku-buku bacaan untuk anak-anak sekitar lewat Rumah Cahaya (Rumah Baca dan Hasilkan Karya), yang jumlahnya belasan di seluruh Indonesia. Selain membaca, di sini ada ragam kegiatan, seperti belajar menulis dan mendongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kegiatan FLP bergulir dengan semangat para anggota. Mereka membiayai kegiatan sendiri. Tiap bulan mereka menyisihkan Rp 2.000-25 ribu sebagai iuran rutin. Angka itu bergantung pada kebutuhan daerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk kegiatan-kegiatan khusus, FLP banyak mendapat donasi dari berbagai pihak, baik pribadi maupun institusi. Cara lain anggota menyokong organisasi, kata Irfan, dengan menyumbangkan honor tulisan di media massa. Juga menjadi panitia pada acara-acara lomba menulis yang digelar berbagai institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, FLP tak sendirian menyebarkan virus membaca dan menulis. Sejumlah komunitas lain juga muncul di berbagai tempat meski belum sebesar FLP. Sebut saja Pustakaloka Rumah Dunia yang dikelola Gola Gong dan kawan-kawan. Tiap pekan, mereka punya kelas menulis rutin yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, organisasi yang digerakkan Gola Gong dan kawan-kawan ini menyediakan bacaan buat anak-anak sekitar serta berbagai kegiatan belajar, seperti belajar membaca, menggambar, mendongeng, menulis, dan berteater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di atas tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi di Kampung Ciloang, Serang, Provinsi Banten, komunitas ini lahir dari keprihatinan Gola Gong melihat kurangnya minat baca masyarakat Banten plus minimnya sarana dan prasarana perpustakaan. Gola Gong pun bermimpi punya perpustakaan pribadi yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak dan remaja di lingkungan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berpikir, rasanya untuk mengubah Banten sangat tidak mungkin," kata Aji Setiakarya, Sekretaris Rumah Dunia. Lalu mereka bersiasat dengan memulainya dari Rumah Dunia dan menularkannya ke lingkungan mereka tinggal. Nama Rumah Dunia pun kemudian "mendunia" sebagai salah satu komunitas sastra, tidak sekadar tempat belajar dan membaca bagi anak-anak sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 21 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4714172591469922903?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4714172591469922903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/flp-dan-rumah-dunia-berbagi-kiat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4714172591469922903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4714172591469922903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/flp-dan-rumah-dunia-berbagi-kiat.html' title='FLP dan Rumah Dunia, Berbagi Kiat Menulis'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3389558627536066793</id><published>2008-05-20T18:06:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T18:07:52.173-07:00</updated><title type='text'>Ratusan Buku Koleksi Bung Karno Terancam Hancur</title><content type='html'>Lebih dari 100 buku koleksi proklamator Soekarno, atau Bung Karno, di pengasingan di Bengkulu tahun 1938-1942, terancam hancur akibat pelapukan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pantauan Kompas, Senin (19/5) di situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 2, Kota Bengkulu, ratusan buku kuno berbahasa Belanda dalam keadaan rapuh dan sebagian hancur termakan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebagian sudah dikonservasi oleh Perpustakaan Nasional. Sebagian besar masih menunggu giliran untuk dikonservasi,” kata Lusi Liana, pengurus di Rumah Pengasingan Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deretan buku tebal itu meliputi pelbagai jenis, seperti karya sastra klasik, ensiklopedia, data kepemimpinan Jong Java, hingga Alkitab Pemuda Katolik. Sekitar 60 persen dari semua buku yang disimpan di ruang tidur tamu di Rumah Pengasingan Bung Karno rusak. Sampul buku sebagian besar berlubang atau hancur. Warna buku pun memudar dan rapuh. Tidak ada alat pengatur suhu atau sarana penjaga keawetan buku, seperti layaknya sebuah museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buku koleksi Bung Karno, puluhan seragam kelompok Tonil Monte Carlo juga disimpan di rumah kuno yang semula menempati lahan seluas empat hektar itu. Di dalam lemari penyimpanan juga tidak dilengkapi pengatur suhu dan cahaya untuk mencegah kerusakan akibat pelapukan dan pelbagai faktor lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah pengasingan itu, papar Lusi, secara teratur didatangi Guruh Soekarnoputra dan Sukmawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga Harun bin Abdullatif menambahkan, pengunjung juga datang dari luar daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* DIgunting dari Harian Kompas Edisi 21 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3389558627536066793?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3389558627536066793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/ratusan-buku-koleksi-bung-karno.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3389558627536066793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3389558627536066793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/ratusan-buku-koleksi-bung-karno.html' title='Ratusan Buku Koleksi Bung Karno Terancam Hancur'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-160190752148788257</id><published>2008-05-17T17:38:00.001-07:00</published><updated>2008-05-17T17:40:10.283-07:00</updated><title type='text'>Buku Murah Perlu Subsidi Kertas</title><content type='html'>Pemerintah diminta menetapkan tata niaga kertas agar para penerbit buku dapat mencetak buku murah dan berkualitas. Saat ini, menurut Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia Fauzi Lubis, komponen biaya pengadaan kertas untuk buku mencapai 60-70 persen dari harga pokok buku sehingga perlu disubsidi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Departemen Perindustrian berkonsolidasi menurunkan harga kertas untuk buku murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami hanya meminta subsidi untuk kertas buku ajar," kata dia dalam diskusi "Buku Murah namun Berkualitas" kemarin. Jika kertas disubsidi, dia berjanji para penerbit dapat mencetak buku pelajaran seharga Rp 7.500 untuk 160 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, praktisi pendidikan Junaidi Gafar menilai kebijakan program buku murah melalui Internet atau e-book, yang dijalankan Departemen Pendidikan, justru hanya menguntungkan masyarakat yang secara ekonomi berkecukupan. Sebab, akses e-book, yang hanya lewat Internet, hanya mudah diperoleh siswa di kota-kota besar. "Padahal, dalam keseharian, mereka umumnya tidak bermasalah dengan harga buku," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyarankan perlunya subsidi silang untuk penerbitan buku. Penerbit yang lulus seleksi Badan Nasional Standardisasi Pendidikan, kata Junaidi, wajib mengalokasikan 20 persen untuk buku murah. Nantinya buku murah hanya diberikan ke sekolah yang kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Kelompok Independen untuk Advokasi Buku Fitriani Sunarto pun menilai orang tua dan pendidik berada dalam posisi berlawanan. "Pendidik tergiring jadi pengecer, orang tua terpaksa jadi konsumen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai program peningkatan kapasitas guru lebih penting ketimbang pengadaan e-book. Sebab, guru sebagai pengampu kurikulum pendidikan bersentuhan langsung dengan siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 14 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-160190752148788257?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/160190752148788257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/buku-murah-perlu-subsidi-kertas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/160190752148788257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/160190752148788257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/buku-murah-perlu-subsidi-kertas.html' title='Buku Murah Perlu Subsidi Kertas'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6947196465624520585</id><published>2008-05-17T17:27:00.001-07:00</published><updated>2008-05-17T17:28:28.353-07:00</updated><title type='text'>Tintin, Album Dokumentasi Abad Ke-20</title><content type='html'>Kebetulan yang tepat jika Gramedia Pustaka Utama menerbitkan kembali kisah Tintin 25 tahun setelah meninggalnya Hergé (wafat 3 Mei 1983). Ini cukup jadi pertanda, Tintin layak disebut karya klasik yang tidak ikut terkubur bersama penciptanya, sejajar dengan kisah Tom Sawyer (Mark Twain) atau Winnetou (Karl May).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang baru mengenal Tintin, kesan yang timbul ini komik untuk anak-anak. Di berbagai toko buku, setidaknya di Indonesia, Tintin dipajang di antara deretan komik atau fiksi anak-anak. Padahal, Tintin boleh dibilang salah satu perintis genre novel grafis yang punya segmen pembaca dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi keluasannya, Tintin mengangkat kolonialisasi Eropa di Afrika (Tintin di Congo), berperang dengan jaringan kriminal di Amerika Serikat (Tintin di Amerika), berada di tengah perlawanan bangsa China melawan invasi Jepang (Lotus Biru), atau berada di antara pergolakan politik Amerika Selatan (Kuping Belah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi petualangan, Tintin jadi orang pertama yang berjalan di bulan (Petualangan di Bulan), menyelam di dasar samudra (Rahasia Unicorn), ke Himalaya (Tintin di Tibet), hingga berada di pesawat UFO (Penerbangan 714 ke Sydney). Tak pelak, Tintin adalah kisah mengenai abad ke-20. Tidak ada dokumentasi sejarah abad ke-20 yang bisa ditampilkan lebih menarik lagi daripada kisah Tintin. Alasan inilah yang membuat Tintin layak jadi ikon klasik abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknik, keunggulan Hergé menjadikan Tintin karya berkelas klasik adalah pada penggambaran karakter tokoh yang kuat. Kapten Haddock yang pemabuk dan gemar memaki, Profesor Calculus yang budek, dan detektif kembar yang dogol. Tarikan grafis Hergé berciri garis tegas (clear line). Gambar yang dibuat Hergé kaya dengan detail yang didasarkan riset. Detail berbagai kendaraan, interior kapal, dan suasana pelabuhan, misalnya, didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya. Begitu pula banyak gambar gedung dan bangunan yang dalam kenyataannya benar-benar ada, bukan cuma rekayasa Hergé.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindiran pada berbagai ideologi dituturkan dalam simbol-simbol cerdas, yang ketika dipahami, lebih akan membuat kita tertawa daripada mengerutkan dahi. Inilah kekuatan Hergé yang membuat Tintin pun disukai anak-anak. Keunggulan kelas maestro seperti itulah yang kini sukar dicari tandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hergé sebetulnya adalah nama alias dari Georges Remi, kelahiran Brussels, 22 Mei 1907. Nama Hergé adalah kebalikan dari inisial namanya G-R menjadi R-G. Ketika Georges Remi duduk di bangku sekolah, ia ikut kegiatan kepanduan. Kelompok pandu ini kerap mengadakan perjalanan ke Spanyol, Austria, hingga Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah hasrat petualangan Georges Remi lahir (Jean Marc dan Lofficier, 2002). Ketika Perang Dunia Pertama pecah, seniman muda ini menumpahkan kegalauannya dengan memenuhi pinggiran buku sekolahnya dengan gambar-gambar mengenai bocah kecil yang melawan tentara Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 19 tahun, Hergé muda mulai membuat Les Aventures De Totor (Petualangan Totor, seorang bocah pandu) di Le Boy-Scout Belge, sebuah publikasi gerakan kepanduan Belgia. Tiga tahun kemudian, pada 10 Januari 1929 di Le Petit Vingtieme, halaman sisipan anak-anak dari koran Le Vingtieme Siecle, Hergé meluncurkan Tintin di Sovyet sebagai reinkarnasi dari Totor. Bedanya, Totor adalah seorang bocah pandu, sedangkan Tintin seorang wartawan muda. Dari sinilah kisah Tintin bermula dan tanggal tersebut diproklamirkan sebagai hari kelahiran Tintin oleh kalangan fans Tintin di penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam judul pertama Tintin yang diterbitkan GPU merupakan karya awal Hergé yang punya bobot kuat sebagai potret sosial politik di eranya. Salah satunya adalah Lotus Biru, kelanjutan dari Cerutu Sang Firaun yang mengangkat peredaran ganja dan opium di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kisah ini, Tchang Tchong-Jen (1905-1998), seorang mahasiswa asal China yang studi di Belgia, mulai mempengaruhi karya Hergé, terutama dalam pewarnaan menggunakan teknik air-brush. Teknik ini kemudian digunakan Hergé ketika mereproduksi Tintin dari hitam putih menjadi berwarna pada tahun 1940-an. Persahabatan Hergé-Tchang sedemikian kental hingga Tchang menjadi salah satu nama tokoh di Lotus Biru. Bahkan, Tintin di Tibet (1958) tak lain adalah manifestasi persahabatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuai kecaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lotus Biru tampak sekali keberpihakan Hergé kepada bangsa China, terutama menyikapi invasi Jepang ke China, yang kemudian menuai protes dari konsul Jepang di Belgia. Ketika di dekade 1940-an Hergé menggambar ulang dan memberi warna kisah judul-judul awal Tintin, ia memutuskan tidak menggambar ulang Tintin di Sovyet. Alasannya, kisah Tintin pertama ini kasar dan tampak jelas sikap Hergé yang antikomunis dan anti-Rusia. Pengalamannya dengan Pemerintah Jepang membuat Hergé lebih hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Tintin di Congo toh menuai kecaman di Eropa karena menggambarkan stereotip kolonial bangsa Eropa di Afrika. Tintin di Congo dianggap sama sekali tidak menggambarkan Afrika saat itu, melainkan lebih bagaimana orang Belgia memandang Afrika. Tak hanya itu, dalam aksinya di Afrika, kekasaran perilaku Tintin—menyiksa dan memburu binatang—pun masih mendominasi cerita. Ciri kekasaran di kedua kisah pertama Tintin ini sangat menonjol dibandingkan kisah-kisah berikutnya yang lebih menampakkan kecerdasan Hergé menyusun konspirasi alur dan plot cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tintin di Sovyet versi asli (hitam putih) baru diluncurkan kembali akhir tahun 1960-an karena rasa penasaran fans Tintin terhadap kisah pertama Tintin ini. Demikian pula, Tintin di Congo yang sempat ditolak oleh sejumlah penerbit di negara-negara lain, terjemahan bahasa Inggris untuk versi berwarnanya baru terbit resmi tahun 2005, itu pun diterbitkan sebagai Collector Edition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tintin In The Congo versi bahasa Inggris ini memuat pengantar pendek dari penerbit yang menjelaskan konteks latar belakang kisahnya. Sayangnya, Tintin terbitan GPU tidak memuat penjelasan atau pengantar yang bisa membantu orang mengapresiasi Tintin. Ketiadaan penjelasan ini bisa jadi akan menimbulkan pertanyaan pembaca yang masih ”awam” Tintin, seperti mengapa Tintin di Sovyet terbit hitam putih, apakah Tintin di Congo adalah karya terbaru Hergé, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bahasa Perancis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, serial ini bukan barang baru. Pada dekade 70 hingga 80-an, lewat penerbit Indira, Tintin sudah dikenal dan menjadi salah satu ”komik” yang digemari sebelum gempuran komik-komik Jepang. Dialog-dialognya pun populer, terutama makian Kapten Haddock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, justru makian itulah yang mungkin tidak akan sama pada terbitan GPU ini. Sebabnya, Tintin GPU memakai sumber asli berbahasa Perancis, sementara Tintin Indira bersumber pada terjemahan bahasa Inggris. Nama-nama tokoh pun ikut berubah. Detektif kembar Thompson dan Thomson yang berasal dari terjemahan bahasa Inggris kembali ke ”nama Perancis” mereka, Dupond dan Dupont.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, Snowy kembali menjadi Milou (diindonesiakan jadi Milo). Namun, nama Profesor Calculus tidak dikembalikan ke nama Perancisnya, Tryphon Tournesol, melainkan diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Lakmus (tournesol dalam bahasa Perancis berarti kertas lakmus—kertas untuk percobaan kimia). Tidak hanya harus mengakrabkan diri dengan nama-nama baru, pembaca Tintin kini pun harus ”berjuang” membiasakan diri membaca huruf-huruf yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kekurangan teknis yang ada, keputusan GPU untuk menerbitkan Tintin di tengah arus komik Jepang kini perlu diberi apresiasi. Tidak hanya karena GPU menerbitkan Tintin sesuai dengan urutan yang ”benar” menurut Hergé, tetapi juga pada terbitan GPU inilah Tintin di Congo (versi berwarna) yang kontroversial itu terbit pertama kalinya dalam bahasa Indonesia. Selain itu, sebagai penutup seri ini, pembaca Indonesia akan bisa menyimak Tintin dan Alpha-Art yang merupakan dokumentasi sketsa kisah terakhir Tintin yang tidak sempat diselesaikan Hergé.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* BE Satrio, Penggemar Tintin&lt;br /&gt;** Digunting dari Harian Kompas Edisi Minggu, 11 Mei 2008 | 01:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6947196465624520585?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6947196465624520585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/tintin-album-dokumentasi-abad-ke-20.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6947196465624520585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6947196465624520585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/tintin-album-dokumentasi-abad-ke-20.html' title='Tintin, Album Dokumentasi Abad Ke-20'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8608045427669152603</id><published>2008-05-17T17:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T17:19:10.971-07:00</updated><title type='text'>Ikapi Dirikan Pusat Buku Indonesia</title><content type='html'>Ikatan Penerbit Indonesia mendirikan Pusat Buku Indonesia di Jakarta. Pusat Buku Indonesia ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan distribusi buku di Indonesia. Di sisi lain, pusat buku ini bisa mendorong penerbit menerbitkan buku-buku bermutu serta meningkatkan minat baca masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Buku Indonesia yang berlokasi di Hypermal Kelapa Gading, Jakarta, ini juga akan menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, terutama dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat. Selain diisi perusahaan penerbitan, juga akan ada toko majalah dan tabloid, distributor buku asing, alat peraga pendidikan, serta alat tulis kantor. Ada juga alat-alat olahraga, teknologi informasi, serta informasi seputar lembaga pendidikan/kursus, konsultan pendidikan, serta usaha-usaha lain yang berkaitan dengan upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid di Jakarta, Selasa (13/5), mengatakan, Pusat Buku Indonesia akan menjadi tempat pertemuan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perbukuan secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Dengan berkumpulnya penerbit di suatu tempat, penulis lebih mudah mengajukan karyanya. Masyarakat umum juga lebih mudah mendapatkan buku sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Buku Indonesia terbagi atas empat lantai dengan lebih dari 1.500 stan, 776 stan di antaranya untuk anggota Ikapi dengan dibebaskan dari biaya sewa selama setahun. Lokasi ini rencananya diresmikan bertepatan dengan Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G Aris Buntarman, pemerhati perbukuan, mengatakan, penerbit buku idealnya punya ruang pajang untuk menampilkan semua buku yang sudah mereka terbitkan. Di pusat buku ini, penerbit memiliki kesempatan untuk melakukan promosi, penjualan, riset, tes pasar, menjalin relasi, membangun penggemar, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari harian Kompas Edisi 14 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8608045427669152603?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8608045427669152603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/ikapi-dirikan-pusat-buku-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8608045427669152603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8608045427669152603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/ikapi-dirikan-pusat-buku-indonesia.html' title='Ikapi Dirikan Pusat Buku Indonesia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6078465957269545549</id><published>2008-05-17T17:12:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T17:14:47.879-07:00</updated><title type='text'>Telaah Buku Rumah F Silaban</title><content type='html'>Rumah keluarga Friedrich Silaban di Jalan Gedung Sawah, Bogor, Jawa Barat, dijadikan ajang telaah para praktisi arsitektur yang tergabung dalam modern Asian Architecture Network (mAAN) Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak mAAN bekerja sama dengan Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta, meluncurkan buku Rumah Silaban berisi dokumentasi dan telaah kritis mengenai rumah arsitek kenamaan yang merancang antara lain bangunan monumental Masjid Istiqlal semasa pemerintahan presiden pertama RI, Soekarno. Buku yang sama juga diluncurkan di Unika Soegiyapranata, Semarang, pada Sabtu 10 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara diawali dengan workshop di rumah keluarga F Silaban, Juli 2007, yang juga diikuti peserta dari Jepang dan Kamboja. Center for Sustainable Urban Regeneration (cSUR) Universitas Tokyo bertindak selaku sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara simbolik, buku Rumah Silaban diserahkan Mieke Choandi, penanggung jawab kegiatan dari Jurusan Arsitektur Untar, kepada Dekan Fakultas Teknik Untar dan keluarga besar F Silaban yang diwakili Panogu Silaban. Juga dilakukan kupasan buku oleh Prof Josef Priyotomo dari ITS dan Ahmad Djuhara, Ketua IAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priyotomo mengatakan, selain modern, rumah F Silaban juga mengingatkan pada rumah Batak sebagai salah satu khazanah arsitektur Nusantara. Djuhara menuturkan, F Silaban bisa disejajarkan dengan tokoh arsitektur dunia seperti Frank Lloyd Wright di AS dan Le Corbusier di Perancis yang diakui sebagai pahlawan di bidang arsitektur di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno Murtiyoso, Sekretaris Umum Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia, menegaskan, rumah F Silaban mendemonstrasikan modernitas dalam bentukan luar, sekaligus sarat budaya dan adat setempat. ”Sikap ini sangat kita butuhkan untuk menuju Arsitektur Indonesia yang kita cita-citakan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Silaban lahir 16 Desember 1912 di Bonandolok, Tapanuli, Sumatera Utara. Seusai HIS di Tapanuli, ia belajar ke Koningin Wilhelmina School, Jakarta, belajar ilmu bangunan (bouwkunde), lulus 1931. Antara 1947-1965 dia mengabdikan diri ke Departemen Pekerjaan Umum. Arsitek kesayangan Presiden Soekarno ini meninggal di usia 72 tahun (1984) sebelum rumah yang dirancang semalam dan dibangun setahun, 1958-1959, itu direnovasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 13 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6078465957269545549?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6078465957269545549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/telaah-buku-rumah-f-silaban.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6078465957269545549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6078465957269545549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/telaah-buku-rumah-f-silaban.html' title='Telaah Buku Rumah F Silaban'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5906515163724064523</id><published>2008-05-08T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T19:48:35.816-07:00</updated><title type='text'>Temu Blogger Buku se-Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://kubugil.multiply.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;::persekutuan kutu buku gila&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada&lt;br /&gt;PARA SAHABAT PECINTA DAN PERESENSI BUKU&lt;br /&gt;se- N.U.S.A.N.T.A.R.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam buku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weblog atau blog adalah sebuah tren termutakhir dari sebuah abad yang berlari yang dijinjing internet. Istilah ini mulai diperkenalkan sejak 1997 yang merujuk pada kumpulan website pribadi yang diperbarui terus-menerus, berisi link ke website lain dan disertai komentar. Di dalamnya para pembuat blog atau blogger menampilkan foto dan tulisan mengenai berbagai topik. Blog adalah juga website. Jika website hanya sekumpulan arsip dan data, maka blog adalah fenomena termutakhir dari web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog buku merupakan bagian dari generasi blog yang ingin merayakan sebuah buana yang bisa dilihat secara bebas dan personal. Mereka adalah generasi peresensi baru buku dengan menggunakan medium yang lebih egaliter. Jika generasi peresensi lama masih memperebutkan halaman-halaman koran nasional dan daerah dengan mempertimbangkan selera redaktur buku, maka generasi baru ini membaca buku dan menuliskannya kembali dengan semangat sangat personal tanpa jerih tulisannya ditampik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan itu, maka Persekutuan &lt;a href="http://kubugil.multiply.com"&gt;Kutu Buku Gila (Ku-Bu-Gil)&lt;/a&gt; bekerja sama dengan &lt;a href="http://indonesiabuku.com"&gt;Indonesia Buku&lt;/a&gt; dan penyelenggara &lt;a href="http://pentasjakarta.blogspot.com/2008/05/festival-mei.html"&gt;“Festival Mei Veteran”&lt;/a&gt; menggelar perhelatan Temu Blogger Buku se-Indonesia dengan tajuk: “Menjadi Kutubuku Itu Keren”. Acara tersebut digelar pada:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Mei 2008&lt;br /&gt;Pukul : 11 – 14 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Mata Hari Domus Bataviasche Nouvelles Café&lt;br /&gt;Jl Veteran I / 30-33 Jakarta Pusat, telp 021-3840127,&lt;br /&gt;e-mail: indonesiabuku@gmail.com&lt;br /&gt;(sebelah barat Masjid Istiqlal atau utara Monas atau&lt;br /&gt;bersebalahan dengan Markas Besar AD)&lt;br /&gt;Pembicara : Taufik Rahzen (budayawan dan kolektor buku)&lt;br /&gt;Hetih Rusli (editor Gramedia Pustaka Utama)&lt;br /&gt;H Tanzil (moderator milis resensibuku dan pasarbuku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengundang Anda sekalian hadir dalam perhelatan itu. Acara ini terbuka untuk publik yang mencintai buku sepenuh-penuh hikmat dan para blogger buku. Dan tentu saja GRATIS. Demikian undangan ini, terimakasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam buku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 10 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA PELAKSANA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bukuygkubaca.blogspot.com"&gt;Hernadi Tanzil&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://perca.blogdrive.com"&gt;Endah Sulwesi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://qyu.blogspot.com"&gt;M Baihaqi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://akubuku.blogspot.com"&gt;Muhidin M Dahlan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://lemari-buku-ku.blogspot.com"&gt;Ferina Permatasari&lt;/a&gt;, Indah Nurchaidah, Berliani M Nugrahani, Maria Masniari Lubis, &lt;a href="http://jodypojoh.blogdrive.com"&gt;Jody Pojoh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://mon-secret-jardin.blogspot.com"&gt;Dumaria Pohan&lt;/a&gt;, Herlina Sitorus, Yulianto, &lt;a href="http://bookquickies.wordpress.com"&gt;Alfi Yasmina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 50 peserta yang datang pertama akan mendapatkan buntelan gratis dari beberapa penerbit pendukung acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Akan diadakan pemutaran film tentang buku nonstop: (1) Finding Forrester (2000); (2) You've Got Mail (1998); (3) Quills (2000); (4) Freedom Writers (2007); (5) Il Postino, The Postman (1994); (6) Notting Hill (1999); (7) The Disapperance of Garcia Lorca (1997);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** No Kontak panitia dari beberapa kota: Ria/Veteran Jakarta (081328690269); Gus Muh/Jogja (08886854721); Perca/Jakarta (081586189316); Antie/Bandung (08156075171); Jody/Menado (081356045047); Kobo/Medan (08126044109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACARA INI DIDUKUNG OLEH:&lt;br /&gt;1. Koran Kebudayaan Bataviasche Nouvelles (Jakarta)&lt;br /&gt;2. Mata Hari Café (Jakarta)&lt;br /&gt;3. Indonesia Buku (Jakarta)&lt;br /&gt;4. Gramedia Pustaka Utama (Jakarta)&lt;br /&gt;5. Serambi (Jakarta)&lt;br /&gt;6. Bentang Pustaka (Yogyakarta)&lt;br /&gt;7. Hikmah (Jakarta)&lt;br /&gt;8. Mizan (Bandung)&lt;br /&gt;9. Klub Sastra Bentang&lt;br /&gt;10. Majalah EVE (Jakarta&lt;br /&gt;11. Lentera Hati&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5906515163724064523?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5906515163724064523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/temu-blogger-buku-se-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5906515163724064523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5906515163724064523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/05/temu-blogger-buku-se-indonesia.html' title='Temu Blogger Buku se-Indonesia'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-9062090395166092730</id><published>2008-04-27T17:23:00.001-07:00</published><updated>2008-04-27T17:23:55.927-07:00</updated><title type='text'>Nasib Buram Komik Lokal</title><content type='html'>Mau tahu sejarah komik lokal? Datanglah ke Pusat Kebudayaan Prancis di Salemba, Jakarta. Sejak 8 April lalu, lembaga kebudayaan itu menggelar pameran "Sejarah Komik Indonesia". Dalam acara yang berlangsung hingga 19 April mendatang itu dipamerkan juga komik Prancis, seperti Asterix dan Smurf.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah komik di Indonesia dimulai pada 1930-an. Pada 1931, sebuah komik strip muncul di surat kabar Sin Po dengan judul Kho Wang Gie atau Sopoiku. Cerita ini terus berjalan hingga surat kabar tersebut ditutup pada 1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, lahirlah penerus komik-komik strip serupa berkisah tentang tokoh wayang yang dipelopori R.A. Kosasih. Pada 1953, Kosasih menggebrak pasar dengan menerbitkan komik berformat buku dengan judul Sri Asih. Selanjutnya muncul komik Mahabharata dan Ramayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjamurnya komik tak hanya terjadi di Pulau Jawa, tapi juga di Medan, Sumatera Utara. Di sana, banyak komik bercerita tentang legenda tanah Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun berselang, genre komik beralih ke serial silat dan roman. Masih ingat komik Si Buta dari Gua Hantu karya komikus Ganes Th.? Universal budaya yang dirangkai Ganes mampu membuat pembaca lengket dengan si Kapak Sakti 212 itu. "Sejak era ini, komik mengalami masa kejayaannya," ujar Djair Warni, komikus Jaka Sembung, yang ditemui saat pembukaan pameran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1968 hingga 1970-an, banyak yang menggandrungi komik. Honor membuat satu jilid komik berjumlah 64 halaman saja sudah dapat bayaran sekitar Rp 100-150 ribu. "Jangan salah, kala itu harga emas satu gramnya Rp 250," ujarnya. Wah-wah, sekali bikin buku, bisa boyong sedikitnya setengah kilogram emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang membuat tokoh rekaan Djair bernama Jaka Sembung ini masih diingat sampai sekarang. "Meski anak muda mungkin tak tahu ceritanya, mereka pernah dengar namanya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebohan komik kala itu sukses membuat Jaka Sembung sebagai tokoh mitos dan dipercaya masyarakat bahwa pemuda itu bagian dari sejarah. Sejalan dengan Jaka Sembung, muncul Panji Tengkorak karya Hans Jaladara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat gemilang, ada pula masa surut. Sejak kehadiran komik Jepang dan Amerika pada 1980-an, komik Indonesia mulai ditinggalkan pembaca. Kemolekan tokoh komik luar sukses menyihir pembaca yang kebanyakan anak-anak. Serbuan jagoan, seperti Batman, Superman, Dragonball, hingga Kapten Tsubasa, memberi warna tersendiri. "Imbasnya, penerbit juga ikut-ikutan pasar," kata Djair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan ini pun akhirnya tergilas roda industri tanpa kompromi. Tiarapnya komik Indonesia membuat para komikus muda bergerilya dengan cara indie. "Mereka membuat sendiri, difotokopi dan dibagikan atau dijual untuk kalangan sendiri," Djair menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang cukup sulit mencari ikon baru yang berciri Indonesia. Sebab, ciri tokoh khas Tanah Air memang susah, seperti tokoh si Kabayan, Doyok, atau Panji Koming. "Sebenarnya tak harus berpatokan kepada tokohnya," ujar Djair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat komik Indonesia itu lebih kepada isi ceritanya yang berbudaya. "Bukan cuma mengkritik, tapi juga bagaimana mengangkat budaya," dia berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam pameran ini, menurut pengamatan Tempo, tak ada komik-komik yang diceritakan Djair tersebut. Kebanyakan buku yang berserakan di lantai pameran, buku dipamerkan di lantai, didominasi oleh komik luar, seperti Asterix, dan Smurf. Untuk komik lokal sendiri, hanya Lagak Jakarta dan Si Lender Komik P-Project yang kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran tempo Edisi 14 April 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-9062090395166092730?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/9062090395166092730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/nasib-buram-komik-lokal.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/9062090395166092730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/9062090395166092730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/nasib-buram-komik-lokal.html' title='Nasib Buram Komik Lokal'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2904068535978357404</id><published>2008-04-10T18:59:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T19:00:16.541-07:00</updated><title type='text'>Badak Jawa (akan) Dibukukan</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi Banten berencana membuat buku pengetahuan tentang badak jawa (Rhinoceros sondaicus sondaicus), binatang langka yang hanya hidup di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten. Lewat buku itu, pemerintah ingin menumbuhkan kepedulian terhadap populasi badak jawa di kalangan anak-anak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku itu harus dikemas dengan bahasa anak-anak," kata Wakil Gubernur Banten H M. Masduki ketika membuka kegiatan "Konservasi Badak Indonesia dalam Rangka Program Abad Badak" di Cilegon kemarin. "Kalau masyarakat dunia saja peduli dengan badak jawa yang tinggal 60 ekor, kenapa kita kurang peduli? Harusnya kita malu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu akan dimasukkan sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah dasar di Banten. "Saya percaya itu akan menambah pengetahuan bagi masyarakat serta mencintai badak yang menjadi simbol Banten," kata Masduki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Project Executive WWF Indonesia Adhi Rachmat Heriyadi menilai gagasan itu amat baik. Selama ini masyarakat yang tinggal di sekitar Ujung Kulon menjadi ancaman bagi keberadaan hewan tersebut lantaran warga sering merambah hutan. "Masyarakat di sekitar taman nasional harus diberi pengertian sehingga badak bercula satu itu dapat hidup berdampingan dengan masyarakat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon diperkirakan cuma tersisa 60 ekor. "Jumlah ini relatif tak berubah sejak 1980," kata Adhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah tempat tinggal dua dari lima spesies badak yang ada di dunia, yaitu badak jawa dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Kedua badak itu termasuk dalam kategori kritis pada daftar merah satwa terancam punah. "Kita memiliki populasi terbesar kedua badak tersebut sehingga memiliki tanggung jawab yang besar menjamin kelestarian kedua satwa itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah 60 ekor badak jawa dari 65 ekor badak yang hidup serta 185 ekor badak sumatera dari 275 ekor di dunia, menunjukkan Indonesia merupakan negara pemilik badak terbanyak. Populasi badak jawa yang ada terisolasi di Taman Nasional Ujung Kulon dan jumlahnya tertekan selama 25 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhi menambahkan, jika jumlah itu tak berkembang atau mengalami pengurangan sedikit demi sedikit, populasi ini akan berkurang setengahnya sebelum akhir abad ini. WWF khawatir atas perburuan liar, kerusakan, dan penyempitan habitat yang akan mengancam bagi kelangsungan hidup badak jawa dan badak sumatera. "Kami khawatir binatang langka itu punah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Adi Sumianto mengatakan pemerintah telah menggandeng para pakar untuk mempertahankan spesies langka itu. Selain melibatkan para ilmuwan, dia berjanji akan melibatkan pemerintah daerah setempat beserta masyarakat yang berada di sekitar taman nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 11 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2904068535978357404?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2904068535978357404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/badak-jawa-akan-dibukukan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2904068535978357404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2904068535978357404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/badak-jawa-akan-dibukukan.html' title='Badak Jawa (akan) Dibukukan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5790079765897966646</id><published>2008-04-05T03:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-05T03:01:49.178-07:00</updated><title type='text'>Tiga Pegawai Perpustakaan Jambi Ditahan</title><content type='html'>Ria Hasanah, 48, pegawai negeri sipil (PNS) Badan Perpustakaan (Perpus) Wilayah Provinsi Jambi Senin (31/3) ditahan majelis hakim karena dituding memberikan keterangan palsu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria Hasanah adalah saksi keempat yang ditahan majelis hakim. Sebelumnya, Senin (3/3), tiga saksi juga ditahan majelis hakim karena dianggap memberikan keterangan palsu. Mereka adalah Supratman, 48, bendahara Badan Perpustakaan Wilayah Provinsi Jambi, dan dua orang stafnya, Sukatman, 43, dan Sri Lela, 49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ketiga saksi yang lebih dahulu ditahan tersebut sedang menjalani proses penyidikan di Polsekta Telanaipura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria Hasanah, staf pembinaan Badan Perpustakaan, adalah saksi dalam persidangan perkara Hj Imah binti Jamaluddin, 47, Kasubid Kelembagaan Badan Perpustakaan Wilayah Provinsi Jambi, terkait kasus penganiayaan terhadap atasannya, yakni Susilawati, Kabid Pembinaan Badan Perpustakaan Wilayah Provinsi Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi 2 April 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5790079765897966646?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5790079765897966646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/tiga-pegawai-perpustakaan-jambi-ditahan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5790079765897966646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5790079765897966646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/tiga-pegawai-perpustakaan-jambi-ditahan.html' title='Tiga Pegawai Perpustakaan Jambi Ditahan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8448553692031168463</id><published>2008-04-05T02:57:00.000-07:00</published><updated>2008-04-05T02:59:20.459-07:00</updated><title type='text'>190 Kabupaten/Kota Tak Miliki Perpustakaan Umum</title><content type='html'>Sebanyak 190 kota dan kabupaten di Indonesia tak memiliki perpustakaan umum yang terbuka untuk masyarakat. Hal itu terjadi karena kepala daerah tidak responsif terhadap minat baca masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Minat baca masyarakat sesungguhnya cukup besar, tetapi sayang fasilitasnya belum memadai karena banyak kota dan kabupaten yang belum memiliki perpustakaan umum,” kata Kepala Perpustakaan Nasional Dadi P Rahmananta, Selasa (1/4), seusai mencanangkan Budaya Baca di Kota Sukabumi, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Dadi juga menyerahkan sebuah mobil perpustakaan keliling kepada Pemerintah Kota Sukabumi yang diterima Wali Kota Muslikh Abdussyukur. Mobil perpustakaan keliling tersebut berisi 1.600 eksemplar buku berbagai bidang ilmu pengetahuan dan dapat dibaca masyarakat secara bebas. Diharapkan, dengan bantuan masyarakat maupun pemerintah daerah, koleksi buku-buku perpustakaan keliling tersebut bisa semakin bertambah dan jenisnya semakin beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib miliki perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadi mengatakan, responsifitas kepala daerah terhadap minat baca masyarakatnya menjadi salah satu persoalan kenapa hingga saat ini masih banyak daerah yang belum memiliki perpustakaan umum. Padahal, undang-undang mengenai perpustakaan sudah ditetapkan pada November 2007. Dalam undang-undang itu dinyatakan, setiap pemerintah daerah, baik kota maupun kabupaten, diwajibkan memiliki perpustakaan umum yang bisa diakses masyarakat secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hanya dengan memiliki perpustakaan umum, daerah bisa mendapat bantuan mobil perpustakaan keliling berikut buku-bukunya dari pemerintah pusat,” kata Dadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dadi, tahun ini diharapkan ada 80 pemerintah kabupaten/kota yang mendirikan perpustakaan umum daerah sehingga bisa mendapat bantuan buku dan mobil perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor responsifitas kepala daerah, belum adanya perpustakaan umum di banyak kabupaten/kota juga dipengaruhi oleh minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Banyak daerah hanya memiliki pendapatan asli daerah yang kecil sehingga belum memprioritaskan pembangunan perpustakaan umum,” kata Dadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan mengenai ketersediaan buku bacaan bagi masyarakat tak hanya masih banyaknya pemerintah daerah yang belum memiliki perpustakaan umum. Dadi mengatakan, banyak juga perpustakaan umum yang koleksi buku-bukunya selama bertahun-tahun tidak diperbarui sehingga tak menarik bagi masyarakat untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika ada buku-buku baru yang menarik, peminatnya pasti banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Indikasinya toko-toko buku selalu ramai diserbu pembeli kendati harga buku tidak murah. Itu menandakan bahwa minat baca masyarakat cukup baik, tetapi fasilitas perpustakaan umum yang sudah ada tidak memadai,” kata Dadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadi mengingatkan kabupaten/kota yang belum memiliki perpustakaan umum untuk segera membangun. Pasalnya, daerah bisa terkena sanksi administratif karena telah mengabaikan undang-undang mengenai perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Anggaran Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Tony Apriliani, mengatakan, tahun ini tersedia anggaran Rp 210 miliar untuk pembangunan infrastruktur perpustakaan bagi daerah-daerah serta penyediaan mobil keliling berikut buku-bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anggaran itu sebetulnya relatif kecil bila dibandingkan dengan kebutuhan yang diukur dari minat baca masyarakat. Namun, kemampuan anggaran kita memang baru sebesar itu,” kata Tony. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Digunting dari Harian Kompas Edisi 2 April 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8448553692031168463?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8448553692031168463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/190-kabupatenkota-tak-miliki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8448553692031168463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8448553692031168463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/190-kabupatenkota-tak-miliki.html' title='190 Kabupaten/Kota Tak Miliki Perpustakaan Umum'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-208900528514434117</id><published>2008-04-02T17:27:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T17:28:23.542-07:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Buku 'Bersahabat dengan Ancaman'</title><content type='html'>Ancaman bencana akibat kerusakan ekologis maupun bencana alam patut untuk dijadikan sebagai bagian mata pelajaran di tingkat sekolah dasar. Ini seiring dengan kondisi daerah rawan bencana saat ini yang mencakup wilayah 83 persen. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Chalid Muhammad, Selasa (1/4), dalam peluncuran buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersahabat dengan Ancaman&lt;/span&gt; di Jakarta. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ancaman bencana di Pulau Jawa saat ini menghadapi laju peningkatan banjir yang tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Buku ini memiliki kontribusi untuk mengenalkan adanya ancaman bencana bagi anak usia sekolah dasar,” kata Chalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chalid, dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 98 persen di antaranya tidak siap menghadapi bencana. Tingkat kerentanan dan ketidaksiapan itu tidak terlepas dari peran negara yang tidak siap melindungi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anak-anak merupakan kelompok rentan dan kerap tidak diperhitungkan banyak pihak dalam penanganan bencana,” kata Chalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersahabat dengan Ancaman&lt;/span&gt; yang diluncurkan saat itu terbagi atas modul pengajaran untuk guru, serta dua buku lainnya memaparkan pengalaman masyarakat menghadapi situasi bencana di berbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chalid, Walhi sebagai organisasi publik menempatkan perlindungan dan keselamatan sebagai hak asasi. Buku-buku yang diluncurkan tersebut sebagai upaya penguatan masyarakat, terlebih bagi anak-anak dalam menghadapi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selama tahun 2006-2007 terhitung sebanyak 480 kali bencana dan menelan korban sampai 10.000 jiwa. Sudah saatnya kesiapsiagaan ditingkatkan,” kata Chalid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 2 April 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-208900528514434117?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/208900528514434117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/diluncurkan-buku-bersahabat-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/208900528514434117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/208900528514434117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/04/diluncurkan-buku-bersahabat-dengan.html' title='Diluncurkan, Buku &apos;Bersahabat dengan Ancaman&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6535414037505483472</id><published>2008-03-27T18:17:00.001-07:00</published><updated>2008-03-27T18:17:45.781-07:00</updated><title type='text'>Harga Buku Maksimal Rp 7.500</title><content type='html'>Departemen Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta 37 judul buku pelajaran selama 2007 dan akan membeli lagi 250 judul buku selama 2008. Buku-buku tersebut nantinya dapat diakses di internet dan siapa pun diperbolehkan menerbitkan dan menjualnya dengan harga murah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksimal harganya Rp 7.500 per buku,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam silaturahmi dengan pimpinan media massa di Jakarta, Rabu (26/3). Silaturahmi ini diikuti pula sejumlah direktur jenderal di jajaran Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mendiknas, harga buku Rp 7.500 sangat rasional karena harga cetak buku sekitar Rp 6.000 per jilid sehingga masih ada margin keuntungan untuk penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga buku selama ini mahal hingga rata-rata di atas Rp 26.000 per buku, lanjut Mendiknas, karena sejumlah penerbit melakukan oligopoli. Mereka menguasai pasar dan menjalin kerja sama dengan kepala sekolah untuk menjual dan memasarkan buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya mendapat tugas dari Presiden untuk menertibkan persoalan ini. Langkah yang diambil adalah melakukan reformasi perbukuan secara mendasar,” kata Bambang Sudibyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam reformasi perbukuan ini, lanjut Bambang, Depdiknas membeli buku dari guru pembina mata pelajaran dengan harga Rp 45 juta-Rp 75 juta per judul buku, kemudian ditingkatkan hingga menjadi Rp 175 juta per buku. Buku yang sudah dibeli hak ciptanya oleh Depdiknas kemudian disajikan di internet sehingga siapa pun bisa mengunduh atau menggandakannya, termasuk sekolah-sekolah di daerah terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menerbitkan atau menjual, harganya maksimal Rp 7.500 per buku. Adapun kualitas kertas diserahkan kepada pembuat. ”Di sini akan terjadi mekanisme pasar sehingga buku yang kualitas kertasnya buruk atau desainnya jelek pasti tidak akan laku,” kata Mendiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak toko buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mendiknas, dengan harga buku yang murah, maka modal untuk mendirikan toko buku bisa ditekan serendah mungkin. ”Itulah yang kami harapkan. Masyarakat berlomba-lomba mendirikan toko buku karena modalnya rendah. Di sisi lain, masyarakat akan mendapat kemudahan mencari dan mendapatkan buku,” kata Mendiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini pun disertai dengan kewajiban, sekolah memilih sendiri buku yang telah direkomendasikan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dengan masa pakai buku minimal lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekolah yang melanggar akan dikenai sanksi, setidaknya sanksi disiplin pegawai negeri sipil,” kata Mendiknas. ”Dengan aturan ini, keluhan orangtua soal setiap tahun ganti buku bisa diatasi,” ujarnya. Buku yang sudah dipakai bisa dipakai kembali oleh adik kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat keberhasilan ini, lanjut Mendiknas, pihaknya sedang mencari formula membeli hak cipta untuk buku-buku perguruan tinggi. Namun, kendalanya terbentur pada buku-buku teks berbahasa asing yang harganya pasti mahal dan perlu negosiasi dengan penerbit luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto mengatakan, pembelian hak cipta buku telah merangsang guru-guru untuk menulis. Karena itu, pihaknya sedang merencanakan mengadakan pelatihan penulisan buku untuk guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas 27 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6535414037505483472?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6535414037505483472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/harga-buku-maksimal-rp-7500.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6535414037505483472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6535414037505483472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/harga-buku-maksimal-rp-7500.html' title='Harga Buku Maksimal Rp 7.500'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1735374370136962897</id><published>2008-03-23T16:36:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T16:39:23.959-07:00</updated><title type='text'>100 ”Tokoh” yang Mewarnai Jakarta</title><content type='html'>Masih ingat film The Gangs of New York? Dari film itu kita akan disadarkan bahwa kota sebesar dan sepenting New York, Amerika Serikat, awalnya adalah kisah para begundal yang bertarung untuk memperebutkan wilayah kekuasaannya. Kisah para imigran berhadapan dengan orang lokal yang penuh dengan kekerasan dan kebrutalan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Jakarta? Jakarta yang sudah memasuki usia lima abad juga menyimpan sejumlah kisah tentang orang-orang yang bertarung di dalamnya. Jakarta dihuni tak hanya oleh para elite politik dan ekonomi yang bertarung, tapi terutama lebih banyak dihuni oleh masyarakat kelas menengah bawah, kelas abal-abal, yang tiap hari berjuang untuk bisa hidup. Mereka melakukan hampir apa saja untuk bisa bertahan hidup di kota berlambang monumen berbungkah emas di puncaknya (Monas) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas memang menjadi perlambang kesuksesan dan kemakmuran. Namun, barangkali ada banyak orang yang tak pernah meraih sukses seumur hidupnya. Barangkali juga tak banyak orang yang akhirnya bisa menyentuh emas di puncak Monas. Demikian pula halnya jutaan orang penghuni Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku karikatur terbaru berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;100 ”Tokoh” yang Mewarnai Jakarta&lt;/span&gt; karya Benny &amp; Mice, yang dikenal dengan seri Lagak Jakarta, mencoba memotret Jakarta dari profesi para penghuninya. Namanya karikatur, pastilah yang masuk di sini adalah orang-orang yang memiliki keunikan dan dengan jeli dipotret serta digambar ulang oleh dua kartunis ini. Hasilnya adalah 100 orang yang mewakili kehidupan ”dunia lain” Jakarta. Di luar kemewahan mal yang terus dibangun dan kisah sukses menggapai emas di Monas, 100 orang yang ditampilkan di dalam buku ini mewakili orang yang terpinggirkan, orang yang masih terus berusaha menggapai emas di Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang ditampilkan di sini bukan kecengengan, bukan rintihan untuk minta dikasihani, melainkan potret ”para tokoh” dalam tampilan mereka apa adanya. Realitas kehidupan beragam profesi digambarkan dengan balutan humor sehingga karya yang dihasilkan tidak menghakimi setiap tokoh tersebut. Ibarat kamera, Benny dan Mice meng-close-up (extreme close-up malah) kehidupan para tokoh Jakarta ini. Setiap sosok menjadi tokoh sendiri, yang punya cerita dan berita yang tak kalah dengan para elite politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Realitas sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian patut diberikan kepada dua kartunis ini yang memotret realitas sosial secara langsung, tanpa harus menggurui atau sok ilmiah menjelaskan mengapa fenomena ini muncul di Jakarta. Mari kita lihat beberapa sosok di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat si penjual baskom di kampung-kampung. Penjual baskom ini memanfaatkan seluruh tubuhnya untuk membawa baskom, termasuk kepala dan tangannya. Kalau kepala dipakai untuk menyangga baskom, itu artinya menutupi pandangan luas si penjual. Lalu tangan kanan dan kiri pun memegang baskom, namun sambil memukul-mukulkan dua baskom, sebagai tanda bahwa ia sedang berjualan. Kita yang mendengarkan baskom dipukul-pukulkan begini tak jarang menjadi sebal dengan kegaduhan tersebut. Tetapi itulah cara si penjual baskom ber-”iklan” di kampung-kampung. Tanpa spanduk atau billboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik halaman berikut untuk melihat ”penuntun binatang di mal”. Matanya layu, kosong, sementara ia harus memegang anak yang sedang gembira naik mainan binatang di mal. Si penuntun binatang dan pelanggannya berputar-putar selama beberapa waktu setelah membayar tarif tertentu. Gambaran ini kerap kita jumpai di berbagai mal. Sang anak dan ibunya mungkin gembira hati, tapi si penjaga memang menatap dengan wajah kosong. Jangan tanya kenapa, tapi itulah potret yang cukup dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali wajah Ibu Kota lain yang dipotret di sini: ada penjual CD bajakan, pemuda harapan bangsa yang selalu klimis, cowok metroseksual yang selalu lebih wangi dari para wanita, pria fitness yang selalu berpakaian ketat, penari latar yang terus pasang senyum dengan tangan selalu mengacung ke atas di akhir lagu, ada banci salon yang makin menjamur di mana-mana, ada cewek berjilbab dengan dua versi serta empat jenis cewek lainnya di antaranya cewek mal dan cewek ”pengeretan”, serta berbagai jenis cowok seperti hedonis, ”Harley” man, anak band, dan pria army look.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok yang menyangkut profesi ”jualan”, mulai dari banci Taman Lawang, banci lampu merah, pekerja seks komersial warung remang-remang juga terekam. Di terminal bus kita juga akan menemukan sosok penukar uang receh, pedagang kecil yang tergusur, satuan polisi pamong praja (satpol PP), jambret yang tertangkap, dan profesi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan terpingkal-pingkal saat membayangkan imajinasi dan cara duo kartunis ini memilih sosok yang digambar. Memang tak ada penjelasan ”ilmiah” mengapa mereka memilih 100 tokoh tersebut dan bukan 100 tokoh yang lain. Mungkin juga tak perlu keterangan semacam itu karena bagaimana pun juga 100 orang yang ditampilkan di situ barulah sebagian kecil dari kelas abal-abal yang terpotret oleh Benny dan Mice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga akan senang melihat sosok gondrong ala reserse ataupun gondrong dan janggut ala raja dangdut kita, Rhoma Irama. Yang lebih jahil lagi tampak ketika Benny dan Mice menggambar enci-enci gaya, atau Arab Atrium maupun India Pasar Baru. Ini lagi-lagi merupakan petunjuk kejelian keduanya menangkap fakta sosial. Bukan bermaksud rasis ataupun berprasangka atas etnis lain, tapi mari kita terima itu sebagai olok-olok yang masuk dalam kerangka mencoba mengenali kelompok yang berbeda. Inilah fakta-fakta sosial di sekitar kita. Mungkin dengan menertawakan diri, bisa menjadi pintu masuk untuk mengenali ”yang lain” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosiologis atau antropologis tentu saja semua fakta ini bisa dibahas, bisa dikupas dengan sangat ilmiah, tapi bukan itu mau dari kartun tersebut. Ini sekadar potret bahwa para kelas abal-abal ini, kelas masyarakat yang ”mau menggapai tapi tak sampai” Monas berjuang untuk hidup. Ada yang norak banget, ada yang tulus banget, ada yang malu-maluin banget, tapi itulah Jakarta. Tanpa mereka-mereka ini, kota megapolitan yang suka jumpalitan ini tak akan menjadi seru. Misalnya, ibu-ibu pengajian yang sekarang lebih mudah ditenemukan di layar televisi sebagai tamu berbagai acara hiburan di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Konflik dan damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok yang ditampilkan di sini bukannya tanpa konflik. Reserse dan jambret ketangkep mewakili dua kepentingan yang berbeda. Keluarga yang doyan makan dan keluarga yang kurang makan juga mewakili kelas yang berbeda, atau satpol PP dan pedagang yang habis kena gusur adalah kelompok yang nyatanya kerap bentrok. Tapi semua bersatu dalam buku kartun ini. Mereka hidup damai—atau didamaikan oleh duo kartunis ini. Mereka hidup damai, mungkin karena pada akhirnya 100 tokoh ini adalah sosok non-elite dalam masyarakat. Dengan kata lain, sebagian besar dari mereka sebenarnya adalah para korban pertarungan kekuasaan—ekonomi dan politik—yang ada di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, semua sosok digambarkan secara fisik plus keterangan-keterangan untuk memperjelas code of conduct dari setiap profesi. Lengkap dengan busananya, plus aksesori yang menyertainya. Pegawai kantoran zaman sekarang itu pasti menggunakan kalung yang berisikan kartu identitas sekaligus kartu tanda hadirnya. Lalu aktivis LSM zaman sekarang juga bisa berpenampilan trendi, dengan tas ransel kecil, rambut pendek, aksesori kalung, memakai baju bermotif etnik, dan membawa agenda serta paper seminar atau diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini perlu disertai rasa humor tinggi, dan jangan terlalu sensitif untuk penggambaran yang ”kena” di hati. Misalnya, dalam hal dua jenis wanita berjilbab. Duo kartunis ini menggambarkan wanita berjilbab pertama yang tidak menampilkan lekuk tubuh dan menutupi auratnya. Sangat agamislah. Sedangkan jenis wanita berjilbab yang lain, walau menggunakan penutup kepala, pakaian yang lekat pada dirinya justru sangat menampilkan lekuk tubuhnya. Inilah kenyataan yang ada di Jakarta dan hal itu tak mungkin ditutupi. Tak perlu merasa bersalah karena di Malaysia atau Singapura, dua model macam ini pun juga ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup halaman terakhir buku ini, penulis tergoda untuk membuat daftar ”100 tokoh lain yang mewarnai Jakarta”. Tampaknya, itu akan menarik dan mungkin duo kartunis lulusan Jurusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta ini tak akan kehabisan ide untuk mencarinya. Iyalah, di Jakarta ini ada ribuan profesi yang berkeliaran, misalnya jasa penyeberangan mendadak di saat banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menghibur dan mengajak kita menertawakan para tokoh yang ada di situ. Omong-omong, apa profesi Anda juga sudah tergambarkan oleh duo kartunis ini? Yang mana? Aktivis politik? Oknum pegawai negeri? Anggota Dewan yang terhormat? Atau seniman enggak jelas? …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ignatius Haryanto&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lembaga Studi Pers dan Pembangunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi Pustakaloka 24 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1735374370136962897?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1735374370136962897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/100-tokoh-yang-mewarnai-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1735374370136962897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1735374370136962897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/100-tokoh-yang-mewarnai-jakarta.html' title='100 ”Tokoh” yang Mewarnai Jakarta'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-675041755315795435</id><published>2008-03-23T16:33:00.001-07:00</published><updated>2008-03-23T16:35:04.962-07:00</updated><title type='text'>Kisah tentang Penulis Muda Jawa Timur</title><content type='html'>Ada fenomena yang berbeda manakala kita mengamati dunia perbukuan di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Industri buku di kota ini terkesan kurang bergairah, bahkan cenderung stagnan jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Jawa lainnya seperti Yogyakarta, Bandung, ataupun Jakarta, beberapa tahun terakhir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat industri perbukuan yang terjadi di Yogyakarta, Bandung, ataupun Jakarta yang ditandai dengan munculnya ratusan penerbit buku sejak era reformasi tahun 1998, ternyata tidak terjadi di Surabaya. Hampi-hampir tidak ada satu pun penerbit buku baru yang muncul ke permukaan dan kiprahnya diperhitungkan di kancah industri buku nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang berbeda terjadi di Yogyakarta, misalnya, muncul penerbit-penerbit seperti LKiS, Galangpress, Bentang, Jalasutra; di Bandung muncul penerbit Nuansa Cendekia, penerbit-penerbit di bawah kelompok Mizan, MQ Publishing; di Jakarta muncul kelompok penerbit Agromedia, Komunitas Bambu, serta penerbit-penerbit lainnya yang saat ini mewarnai industri buku di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muramnya kondisi industri perbukuan, tidak berkembangnya industri penerbitan buku di provinsi paling timur Pulau Jawa ini, mau tidak mau memengaruhi perkembangan dunia tulis-menulis dan sastra di wilayah itu. Penulis atau sastrawan di wilayah ini tentunya tidak seleluasa penulis-penulis di Yogyakarta, misalnya, dalam menerbitkan karya-karya mereka karena minimnya penerbit buku. Akibatnya, tidak banyak penulis muda dari wilayah Jatim yang dikenal di tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya iri dengan teman-teman penulis di Yogya atau Bandung. Lingkungan di kota mereka sangat mendukung perkembangan penulis. Selain penerbitnya banyak, masyarakatnya juga peduli dengan perkembangan dunia sastra,” papar Mashuri, salah seorang penulis muda Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yogyakarta maupun Bandung kegiatan di dunia sastra, seperti diskusi buku atau bedah buku, cukup berkembang, baik di lingkungan kampus maupun di kalangan lebih luas. Selain itu juga muncul berbagai forum atau komunitas yang melibatkan penulis maupun penikmat buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di sini komunitas sastra ada di kampus-kampus seperti yang ada di Fakultas Sastra Unair (Universitas Airlangga) dan di Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Itu pun kegiatannya enggak banyak, lebih banyak ngumpul-ngumpul saja,” kata Mashuri. Selain kampus, aktivitas sastra juga ada di beberapa pondok pesantren di Jatim, seperti Al Amin dan Anakoya di Sumenep, Madura, dan beberapa pondok pesantren di Jombang dan Gresik. ”Namun, umumnya penulis-penulis di daerah ini lebih banyak menulis untuk koran daerah, seperti ke Jawa Pos atau Surya,” jelas Sumayoga yang lebih dikenal dengan S Yoga, salah seorang penulis Jatim yang puisinya sudah pernah menembus koran nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mashuri, kurang berkembangnya sastra di Jatim, khususnya di Surabaya, karena kota ini lebih bercorak dan berkembang sebagai kota dagang atau bisnis ketimbang kota budaya. ”Jadi perhatian masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia swasta memang tidak banyak ke sini (sastra),” kata Mashuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tetap bergeliat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati situasi kurang mendukung perkembangan dunia sastra, hal itu tidak menyurutkan beberapa penulis di daerah ini untuk terus berkarya dan berprestasi sehingga mampu menembus pasar nasional. Ini memberi harapan munculnya penulis-penulis muda yang nantinya bisa meneruskan kiprah penulis generasi yang lebih tua Jatim seperti Budi Darma, Suparto Brata, D Zawawi Imron, Akhudiat, dan Ratna Indrawati Ibrahim, yang sudah lebih dulu bicara di kancah sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi industri penerbitan yang berfondasi pada minat pasar menjadi batu sandungan sastrawan dari daerah ini untuk tampil di panggung sastra Indonesia. Corak daerah dan karakter publik Jatim, terutama Surabaya, dianggap kurang bersahabat terhadap karya-karya sastra, khususnya sastra yang dianggap ”cukup berat” untuk dimengerti pembaca awam. Misalnya puisi, esai sastra, atau novel-novel dan cerpen dengan cerita simbolik, surealis, ataupun realis namun penuh estetika dalam berbahasa. Akibatnya, sastrawan di Jatim lebih banyak bergerak sendiri dalam menyebarkan kreasi-kreasi imajinasinya melalui jalur independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat perkembangan sastra di Jatim terasa ketika generasi penulis muda kelahiran tahun 70-an mulai menancapkan kukunya di dunia sastra nasional. Sebutlah Mashuri, penulis sekaligus penyair kelahiran Lamongan itu mulai dikenal publik sastra Indonesia ketika novelnya Hubbu atau ’cinta’ dalam bahasa Arab memenangi Sayembara Novel DKJ yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empiris, kemenangan Mashuri dengan Hubbu-nya cukup membuka mata kalangan sastra Tanah Air bahwa Jatim memiliki bibit-bibit penulis yang bisa diperhitungkan. Itu juga mampu mementahkan pandangan sebagian kelompok masyarakat yang menganggap provinsi ini merupakan ”lahan kering” buat para penulis. Kenyataannya, industri penerbitan yang kurang mendukung serta minat mayoritas publik yang tidak karib dengan sastra, tidak menyurutkan semangat para penulis dalam berkreativitas. Komunikasi antarkomunitas yang intens serta penciptaan jalur-jalur penerbitan independen adalah dua hal yang tetap merangsang munculnya novelis, cerpenis, penyair, esais, hingga kritikus sastra yang baru di Jatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Surabaya lain yang berhasil menembus ”Jakarta” adalah Lan Fang. Seperti halnya Mashuri, perempuan pengarang novel berjudul Lelakon yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini bisa menembus Jakarta setelah cerita pendek karyanya terpilih sebagai salah satu cerpen terbaik pada sayembara penulisan yang diselenggarakan majalah wanita Femina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, tak kurang sudah lima novel karya Lan Fang yang diterbitkan oleh penerbit di Jakarta. Selain Mashuri dan Lan Fang, masih ada penulis muda Jatim lain, seperti Imam Muhtarom, S Yoga, maupun A Mutaqim yang karya-karyanya berhasil menembus pentas sastra nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komunitas diskusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sarana yang diperlukan penulis untuk menghasilkan karya yang bermutu adalah komunitas diskusi. Minimnya komunis diskusi inilah yang dihadapi oleh para penulis di Jatim. ”Mereka memang jarang kumpul, berdiskusi. Kalaupun kumpul, yang dibicarakan lain. Jadi, tidak menjadi semacam komunitas berdiskusi. Tidak perlu sampai seperti komunitas Utan Kayu,” ujar Budi Darma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya komunitas diskusi ini juga dirasakan S Yoga. Ia merasakan, semangat untuk tetap berkarya muncul jika berjumpa dan berbincang-bincang, khususnya seputar perkembangan sastra dengan kawan-kawan penikmat dan pegiat sastra lainnya. ”Saat teman-teman bertemu, biasanya tiap bulan mengadakan presentasi. Tiap orang membaca puisi atau cerpen, lalu dikritik teman lainnya,” ucap penulis antologi puisi Patung Matahari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan yang sering kali berisi kritik dan masukan terhadap karya salah satu anggota komunitas pada akhirnya akan melahirkan karya-karya baru dari anggota lain. Dari komunitas-komunitas yang kebanyakan berasal dari kampus itulah kreasi-kreasi sastra di Jatim tidak pernah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya obrolan ngalor ngidul saat bertemu teman sangat dirasakan Indra Tjahyadi, penyair muda yang bergelut dalam dunia kesusastraan semenjak mengenalnya di bangku kuliah. ”Proses kreatif saya dalam bersastra biasanya dimulai dari diskusi dengan teman-teman,” kata Indra. Dari pembicaraan tentang hal yang remeh-temeh sampai perdebatan bernuansa politik lahirlah puisi atau cerpen-cerpen baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang berbeda dialami oleh Sujai atau lebih dikenal dengan nama S Jai. Semangatnya malah timbul ketika ia dan teman-teman sepakat membedah sastra di luar kampus. ”Di bangku kuliah saya tidak menemukan patron untuk bersastra. Oleh sebab itu, para calon penulis di kampus saat itu memilih bergerak di luar,” ujarnya. Untuk menambah jaringan ke penulis lain, penulis novel Tanah Api yang terbit tahun 2005 ini juga menjalin kontak dengan seniman di komunitas luar kampus. ”Di Bengkel Muda Surabaya saya banyak berkenalan dengan penulis-penulis ternama,” tambah penulis kelahiran Kediri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhtarom, obrolan di dalam komunitas dianggap sangat tepat untuk membuahkan karya sastra yang ideal. Meski kegiatan sama dilakukan komunitas di daerah lain, ciri sastra Jatim yang tak terikat seperti mendapat peluang untuk lebih kreatif melalui ajang diskusi yang sifatnya serba bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sastra dari Jatim generasi saya sekarang sebagian besar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: tidak baku dan saling mendominasi, penuh gairah dan semangat, tidak terikat, dan bebas dalam menulis,” tambah Imam. Tidak adanya tekanan dari institusi sosial diyakini akan membuat penulis muda Jatim lebih bereksperimen dalam berkarya. Meski selera pasar kurang merespons, Imam yakin d ia dan teman-teman tetap menghasilkan tulisan-tulisan menarik, apalagi jika mampu meraih penghargaan, maka publik dan penerbit pun akan melirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurang gigih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rangkaian pengalaman bersastra para penulis muda Jatim tersebut bisa disimpulkan bahwa pembangkit semangat mereka mencipta salah satunya adalah komunikasi rutin yang kemudian mendorong timbulnya karya baru. Diskusi tidak harus selalu berupa pertemuan fisik, melainkan dengan bantuan teknologi, misalnya via chatting, surat elektronik, atau dalam blog. Hal inilah yang sekarang masih dilakoni oleh Imam Muhtarom, penulis asal Blitar, meski kini sering ulang alik Jakarta-Surabaya karena aktivitasnya sebagai editor sebuah penerbitan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi Darma, selain kurangnya forum diskusi ada hal lain yang masih menjadi kelemahan penulis muda di daerah itu, yakni kurang memanfaatkan peluang yang baik dan mereka dianggap kurang gigih. ”Mereka itu menulis, berkarya tetapi kemudian berhenti. Kalau bertemu, mereka lebih sering mengeluhkan situasi Surabaya yang kurang mendukung. Itu secara obyektif memang betul, tetapi tidak bisa dijadikan alasan. Meskipun situasinya seperti itu, kalau mau, ya, mari maju,” papar Budi Darma. (Palupi Panca Astuti dan Anung Wendyartaka/ Litbang Kompas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi Pustakaloka 24 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-675041755315795435?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/675041755315795435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/kisah-tentang-penulis-muda-jawa-timur.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/675041755315795435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/675041755315795435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/kisah-tentang-penulis-muda-jawa-timur.html' title='Kisah tentang Penulis Muda Jawa Timur'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2967065360272516708</id><published>2008-03-23T16:28:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T16:30:14.641-07:00</updated><title type='text'>Naskah Melayu Diburu dan Diperjualbelikan</title><content type='html'>Naskah kuno berisi sejarah Melayu kini semakin banyak diburu untuk diperjualbelikan dengan harga tinggi. Di tengah impitan ekonomi yang semakin sulit, warga yang memiliki naskah-naskah kuno tersebut rela menjualnya kepada para pedagang yang masuk ke kampung-kampung.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang umumnya memburu naskah-naskah kuno tersebut di sekitar Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Naskah yang sudah diperoleh, sebagian dijual kepada pembeli di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah yang semula dibeli pedagang dari masyarakat dengan harga Rp 5 juta-Rp 20 juta tergantung isinya, setelah di tangan pedagang bisa dijual dengan harga Rp 50 juta-Rp 60 juta. Bahkan, di Tanjung Pinang ada pedagang yang menawarkan lima bundel naskah kuno dengan harga Rp 400 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fenomena ini harus dihentikan. Semua pihak harus bertindak jika tidak ingin warisan kekayaan budaya bangsa yang sangat berharga hilang,” kata pemerhati sejarah Melayu, Aswandi di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain merupakan kekayaan budaya bangsa, lanjut Aswandi, naskah-naskah sejarah Melayu tersebut bisa menjadi bahan studi sejarah yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tenaga staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, Lazuardi, mengungkapkan, bahan-bahan sejarah di Kabupaten Lingga memang banyak tersebar di kalangan masyarakat. ”Ada masyarakat pemilik naskah yang mau menghibahkannya kepada pemerintah daerah dengan cuma-cuma. Tetapi, ada juga yang ingin menjual naskahnya kepada pemerintah daerah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun harga yang diminta tidak tinggi, lanjut Lazuardi, tetap saja dibutuhkan anggaran yang memadai. Padahal, nyaris tidak ada alokasi anggaran untuk pembelian naskah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dokumentasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi semakin maraknya perdagangan naskah sejarah Melayu, menurut Aswandi, idealnya pemerintah membeli naskah sejarah itu dan menyimpannya di museum. Dengan cara ini, masyarakat pemilik naskah tidak dirugikan dan pemerintah juga bisa menjaga kekayaan budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anggaran pemerintah terbatas, maka bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta, instansi, atau perseorangan yang peduli terhadap naskah sejarah Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencari solusi ideal, pemerintah bisa mendokumentasikan naskah sejarah Melayu tersebut dengan format foto digital, sedangkan naskah aslinya disimpan pemilik. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa naskah sejarah tersebut merupakan kekayaan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, lanjut Aswandi, ada juga masyarakat yang dengan penuh kesadaran memelihara naskah sejarah Melayu. tersebut. Di Pulau Penyengat, misalnya, ada warga yang menyimpan dengan baik sekitar 100 naskah sejarah Melayu, termasuk buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswandi menilai kepedulian pemerintah terhadap naskah sejarah memang belum optimal. Berbeda dengan Malaysia, apalagi Inggris. Saat ini misalnya, British Library, London, membiayai proyek dokumentasi digital bahan-bahan sejarah Melayu. ”Bahan-bahan sejarah itu difoto secara digital untuk disimpan di perpustakaan Inggris, perpustakaan daerah, dan pusat arsip nasional,” kata Aswandi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Digunting dari Harian Kompas Edisi 24 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2967065360272516708?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2967065360272516708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/naskah-melayu-diburu-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2967065360272516708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2967065360272516708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/naskah-melayu-diburu-dan.html' title='Naskah Melayu Diburu dan Diperjualbelikan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1463379144353426424</id><published>2008-03-21T16:42:00.001-07:00</published><updated>2008-03-21T16:43:37.675-07:00</updated><title type='text'>Buku Made Wianta Diluncurkan di Tiga Kota</title><content type='html'>Sebuah buku tentang seniman multitalenta Made Wianta, berjudul &lt;i&gt;Waktu Tuhan&lt;/i&gt;, diluncurkan di tiga kota, yakni Malang (19 Maret), Surabaya (22 Maret), dan Yogyakarta (24 Maret). Peluncuran buku itu berlangsung di Toko Buku Togamas pada masing-masing kota.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku setebal 200 halaman yang diterbitkan Wianta Foundation ini menggambarkan perjalanan kreatif Made Wianta sejak kanak-kanak hingga kiprahnya dewasa ini. Buku itu ditulis oleh empat orang. "Keempat penulisnya masih tergolong remaja, jadi ada sudut pandang yang segar dalam buku ini," kata penyair Warih Wisatsana, yang menjadi koordinator acara peluncuran buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis buku adalah Ni Made Purnamasari (mahasiswi semester II Antropologi Universitas Udayana), Ni Putu Rastiti (mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Udayana), Ni Ketut Sudiani (mahasiswi semester awal Sastra Inggris Universitas Udayana), dan Frischa Aswarini (siswa kelas II SMAN 7, Denpasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis yang tergabung dalam Sahaja, sebuah komunitas kreatif di Denpasar, itu memandang Wianta sebagai sosok yang memiliki energi penciptaan yang meluap-luap dan sikap kritis yang membuat dirinya tergolong bukan seniman biasa. Buku itu ditulis setelah mereka melakukan dialog secara intensif selama 6 bulan dengan Wianta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Warih, penerbitan buku ini dapat disimak sebagai sebentuk dialektika antara masa lalu dan masa sekarang, antara Bali lampau yang kental dengan budaya komunal serta Bali kini yang kian individual. Juga antara masyarakat agraris yang menjunjung keharmonisan dan tatanan era industri pariwisata yang mengedepankan dinamika perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 22 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1463379144353426424?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1463379144353426424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/buku-made-wianta-diluncurkan-di-tiga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1463379144353426424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1463379144353426424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/buku-made-wianta-diluncurkan-di-tiga.html' title='Buku Made Wianta Diluncurkan di Tiga Kota'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-766362522708396002</id><published>2008-03-17T00:55:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T00:57:14.031-07:00</updated><title type='text'>Sultan HB X Luncurkan Buku 'Merajut Kembali Keindonesiaan Kita'</title><content type='html'>Kiprah Sultan Hamengku Buwono (HB) X mendekati Pemilu 2009 semakin tampak. Raja Keraton Jogjakarta itu pada 15 Maret 2008 meluncurkan buku berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Merajut Kembali Keindonesiaan Kita&lt;/span&gt; di Gedung Pascasarjana UGM Lantai V.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pada tanah yang sama, kita berdiri...&lt;br /&gt;Pada air yang sama, kita berjanji...&lt;br /&gt;Karena darah yang sama, jangan bertengkar..&lt;br /&gt;Karena tulang yang sama, usah berpencar..&lt;br /&gt;Indonesia... Indonesia... Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitulah penggalan bait lagu yang didendangkan musisi Franky Sahilatua. Lagu berjudul Di Bawah Tiang Bendera dan dibawakan secara akuistik itu membius hadirin yang hadir dalam peluncuran buku karya HB X, Merajut Kembali Keindonesiaan Kita. Semua diam membisu meresapi bait demi bait yang dilantunkan Franky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franky juga membawakan lagu berjudul Gending Keraton Jogja. Lagu itu diciptakan sebagai penghargaan bagi Jogjakarta. Begitu kedua lagu tersebut selesai dibawakan, tepuk tangan menggema di ruangan yang biasa dipakai untuk pengukuhan para doktor UGM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekilas suasana peluncuran buku karangan HB X kemarin. Acara tersebut memang sangat istimewa. Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, seperti akademisi, menteri, politisi, budayawan, agamawan, tokoh ormas, sineas film, dan pengusaha, hadir dalam acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari akademisi, hampir seluruh guru besar UGM hadir. Misalnya, Prof Soetaryo, Prof Bakdi Sumanto, Prof Boma Wikantioso, Prof Sofyan Effendi, dan Prof Soejarwadi. Terlihat juga Menteri Negara Pemberdayaan Wanita Meutia Hatta dan Dewan Penasihat DPP Partai Golkar Surya Paloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari agamawan, hadir Dr Muslim Abdurrahman dan Ketua Fatayat NU Maria Ulfa. Dari sineas film, ada Garin Nugroho dan Mira Lesmana serta budayawan Vincentus Waiwerang dan pengusaha H.S. Dillon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dihadiri para tokoh, acara itu dipenuhi beberapa karangan bunga dari beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Misalnya, Menteri Komunikasi dan Informasi Muh. Nuh, Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris, dan Menteri Kehutanan M.S. Ka’ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara itu memang mengundang perhatian publik. Seluruh kursi terisi penuh. Bahkan, beberapa pengujung harus rela duduk lesehan karena tidak kebagian kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima pembicara yang mengupas buku pertama yang diterbitkan HB X itu. Yakni, Mira Lesmana, Maria Ulfa, Prof Dr Komarudin Hidayat (rektor UIN Syarif Hidayatullah), Vincentus Waiwerang (budayawan), dan Majelis Guru Besar (MWA) UGM Prof Dr Soetaryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berlangsung santai. Hampir seluruh pembicara memuji dan mengapresiasi karya perdana HB X itu. Bahkan, semua berharap HB X segera menerbitkan buku kedua sebagai bentuk eksistensi karya nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku ini sangat hebat. Ini adalah sebuah pemikiran tentang masa depan Indonesia dari segi budaya. Kami menunggu buku edisi kedua," ujar Komarudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komarudin mengaku sangat mengagumi profil HB X. Bahkan, dia berharap HB X bisa merealisasikan pemikirannya untuk mengubah kondisi bangsa yang saat ini sangat memprihatinkan. "Pemikiran beliau yang tertuang dalam buku ini bisa menjadi titik tolak kebangkitan nasional tahap kedua," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryo Paloh menegaskan, dalam buku setebal 310 halaman tersebut, dirinya menemukan sejumlah kualitas baru pada diri seorang HB X. Yakni, sebagai ideolog, budayawan, sufi, birokrat, dan filsuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam buku ini, Sultan memperlihatkan dirinya sebagai pemikir keindonesiaan yang komplet. Sultan risau dan gelisah terhadap keindonesiaan kini yang penuh dengan paradoks," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyebut, buku Merajut Kembali Keindonesiaan Kita adalah buku pintar yang disumbangkan Sultan tentang anatomi Indonesia. Banyak pertanyaan yang dijawab dalam buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun dalam bukunya Sultan selalu berlaku rendah hati dan mencoba untuk tidak menggurui. Dalam buku ini, juga tecermin kapasitas Sultan sebagai birokrat. Tidak saja ilmuwan menjahit, tetapi adalah penjahit yang merajut keindonesiaan dalam locus Jogjakarta. Sultan bukan pengamat penjahitan, tetapi pelaku. Sultan bagian dari struktur yang memerintah atas nama negara," pujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, HB X yang ditemui seusai acara mengaku bahwa buku tersebut merupakan kumpulan dari pidatonya dalam berbagai kesempatan. Ketika ditanya apakah bukunya itu merupakan persiapan dalam rangka pencalonan presiden 2009, Sultan menegaskan tidak ada kaitan. "Wah, tidak ada hubungannya," elaknya sambil pergi. (&lt;br /&gt;SYUKRON MUTTAQIEN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi Ahad 16 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-766362522708396002?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/766362522708396002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/sultan-hb-x-luncurkan-buku-merajut.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/766362522708396002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/766362522708396002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/sultan-hb-x-luncurkan-buku-merajut.html' title='Sultan HB X Luncurkan Buku &apos;Merajut Kembali Keindonesiaan Kita&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4910203166333521530</id><published>2008-03-12T06:07:00.001-07:00</published><updated>2008-03-12T06:10:17.742-07:00</updated><title type='text'>”Buku yang Hidup” untuk Sukamdani Sahid</title><content type='html'>&lt;i&gt;Siap Bekal Akhirat, Dirikan Pesantren Sahid Gunung Menyan&lt;br /&gt;Usia Sukamdani Sahid Gitosardjono, pendiri sekaligus pemilik jaringan Hotel Sahid Group di Indonesia, genap 80 tahun pada 14 Maret mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku yang merekam sejarah, kiprah, dan falsafah hidupnya kemarin dibedah di Jakarta. Seperti apa isi buku itu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kepungan sejumlah hotel berbintang yang kian banyak tumbuh di Jakarta, Hotel Sahid termasuk yang masih mampu bertahan dan bersaing. Bangunannya hingga kini berdiri kukuh di Jalan Panglima Sudirman, Jakarta Pusat, meski sudah berumur puluhan tahun (dibangun pada 1974).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (11/3) di hotel itu dibedah sebuah buku yang berisi perjalanan hidup pendiri dan pemiliknya, Sukamdani Sahid Gitosardjono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku 202 halaman itu merupakan persembahan dari rektor dan segenap civitas akademika Universitas Sahid (Usahid) sebagai kado ulang tahun untuk Sukamdani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara bedah buku yang dihelat di Ruang Pertemuan Puri Agung Hotel Sahid Jaya di lantai II itu dihadiri ratusan undangan, termasuk Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Menkominfo Muhammad Nuh. Dua menteri itu duduk di deretan paling depan, berdekatan dengan Sukamdani, yang pagi itu ditemani istrinya, Ny Juliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski usianya menginjak 80 tahun, Pak Kam -panggilan akrab Sukamdani Gitosardjono- masih terlihat bugar. Ketika memberikan sambutan, dengan setelan jas abu-abu bergaris putih vertikal, pria kelahiran Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah, itu cukup tegak berjalan, tanpa harus ditopang tongkat. Suaranya juga masih sangat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, salah seorang pengulas buku Sukamdani, mengomentarinya sebagai the living book (buku yang hidup). Menurut dia, kisah hidup mantan ketua umum Kadin (1982-1987) itu layak dijadikan panutan. Terutama tentang falsafah hidupnya, yaitu urip iku nguripi (hidup itu adalah menghidupi). "Dalam kehidupan, tidak ada nuansa merebut, merusak, dan mengeksploitasi sampai habis," ujarnya, berusaha mengartikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut dia, ada tujuh pilar kebahagiaan yang menjadi pegangan Pak Kam dan ditulis dalam buku itu. Tujuh pilar itu keteraturan dalam kehidupan, uang, pekerjaan, sahabat, kesehatan, kepribadian, dan kebebasan pribadi. "Percuma punya uang kalau tidak punya pekerjaan, sahabat, dan kesehatan. Percuma juga punya segalanya, tapi kepribadian jelek. Itulah yang bisa dipelajari dari buku Pak Kamdani," tutur Komaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkominfo Muhammad Nuh yang juga menjadi pembicara dalam bedah buku itu menyebut Pak Kam sebagai model hidup. "Orang dihormati karena ilmu, kepribadian, dan cita-citanya. Beliau pantas menjadi contoh bagi generasi muda," puji mantan rektor ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) itu. Generasi kedua, lanjut dia, layak mencontohnya karena tak pernah lelah menuntut ilmu, mau mentransferkannya kepada generasi kedua, dan cita-citanya membangun bangsa yang tak kenal putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara bedah buku, Pak Kam langsung dikerubuti puluhan undangan yang membawa buku dan meminta tanda tangannya. Wajahnya terlihat sumringah. Sebelum membubuhkan tanda tangan, dengan ramah bapak lima anak itu menanyai nama satu per satu. "Namanya siapa Bu biar saya tulis di atas tanda tangan saya ya?" tanya dia kepada seorang dosen pascasarjana di Usahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking asyiknya memberikan tanda tangan dan ngobrol dengan wartawan serta undangan, Pak Kam sampai tak menghiraukan ajakan panitia untuk berfoto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya, mengapa harus ada buku berjudul 80 Tahun Sukamdani Sahid Gitosardjono: Mempertautkan Bisnis dan Pendidikan? "Ini demi mempertahankan tali silaturahmi," kata perintis hubungan dagang langsung dengan Tiongkok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Pak Kam mampu meraih kesuksesan sebagai pengusaha hotel sekaligus pemilik beberapa lembaga pendidikan? "Yang penting selalu ingat, percaya, dan patuh," ujarnya dengan mimik serius. Lebih lanjut, dia meminta generasi muda selalu ingat pesan orang tua. Sejak kecil, Sukamdani dididik tentang nilai-nilai luhur Jawa. Dia belajar banyak pitutur (nasihat), pitedah (petunjuk), dan wulang warah (pendidikan) dari orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, patuh dalam melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan dan patuh untuk menghindari larangan-larangan-Nya, menurut dia, merupakan kunci sukses yang lain. Dengan kepatuhan tersebut, selama hidup dia tidak pernah pesimistis dan selalu menjalani dengan optimistis setiap ada kesulitan. "Saya yakin semua kesulitan akan bisa diatasi berkat bantuan dan kemudahan Allah SWT," yakinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lantas menceritakan tentang jatuh bangunnya grup Sahid ketika diterpa krisis ekonomi pada 1998. Saat itu, tutur dia, berbagai proyek yang dikembangkan Sahid mulai 1993-2000, seperti Proyek Apartemen Istana Sahid, Hotel Sahid Makassar, Hotel Sahid Raya Solo, dan Menara Sahid, terpaksa mengalami penundaan. Untuk meneruskannya, Pak Kam meminjam uang ke Shcroder sebesar USD 40 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami saat itu sempat mengalami kesulitan untuk membayar sehingga terpaksa meminta perpanjangan pembayaran, keringanan pembayaran, tukar saham, dan tukar aset," ceritanya. Meski akhirnya berhasil keluar dari krisis, Pak Kam memilih sikap konservatif dalam berutang. Yakni, selalu mengelola struktur keuangan dengan rasio utang dan aset 30:70.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah sukses mengelola bisnis hotel, properti, dan pendidikan, mantan delegasi RI untuk pemulihan hubungan dagang dengan Tiongkok 1990 tersebut hanya ingin kesejahteraan terpadu. "Saya dan keluarga sekarang sedang berusaha mendirikan yayasan sejahtera terpadu yang bergerak di bidang pendidikan," kata Pak Kam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpadu yang dia maksud adalah kegiatan yang membuatnya bisa bahagia di dunia sekaligus jadi bekal di akhirat. Yayasan kesejahteraan yang dia bangun, salah satunya, terdiri atas pondok pesantren modern Sahid Gunung Menyan. "Insya Allah sebentar lagi akan kami buka sekolah tinggi agama islam terpadu modern Sahid pada 2008 atau 2009," ujarnya dengan nada bangga. Harapannya, sekolah tersebut akan menjadi pusat pendidikan agama internasional di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi 12 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4910203166333521530?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4910203166333521530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/buku-yang-hidup-untuk-sukamdani-sahid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4910203166333521530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4910203166333521530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/buku-yang-hidup-untuk-sukamdani-sahid.html' title='”Buku yang Hidup” untuk Sukamdani Sahid'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3566737823748374749</id><published>2008-03-08T15:29:00.000-08:00</published><updated>2008-03-08T15:31:29.705-08:00</updated><title type='text'>Islamic Book Fair: Saatnya Memanjakan Perempuan</title><content type='html'>Dua hari berturut-turut berkunjung ke Pameran Buku Islam 2008 yang berlangsung 1-9 Maret 2008, suasana ramai menyergap. Pertama, pada Selasa siang lalu ketika mampir untuk membeli buku. Kedua, Rabu sore khusus berbincang-bincang dengan Ketua Panitia M. Anis Baswedan, yang juga Direktur Penerbit Akbar Media Eka Sarana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski waktu itu hari dan jam kerja, ternyata pengunjungnya cukup ramai. Data panitia mendukung perkiraan ini. "Jumlah rata-rata pengunjung per hari sekitar 23 ribu orang," kata Anis. Adapun tahun lalu, dengan jumlah hari pameran yang sama, pengunjung sekitar 19.500 orang per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Primadona pameran kali ini sepertinya masih milik serial novel pembangun jiwa karya Habiburrahman el-Shirazy. Pengunjung yang datang biasanya mampir ke gerai Penerbit Republika di samping pintu masuk untuk melihat Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Di Atas Sajadah Cinta, atau Dalam Mihrab Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah naik cetak puluhan kali, masih saja ada pengunjung yang membeli novel-novel tersebut. Apalagi Republika memberi potongan cukup besar. Ketika Cinta Bertasbih 1, yang harga normalnya Rp 49.500, dipotong menjadi Rp 42.500. Lumayan murah, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit-penerbit besar tampak mendominasi lantai pameran. Mizan, Gema Insani Press, dan Gramedia menempati gerai yang lebih luas dari rata-rata peserta pameran. Mizan, yang sedang berulang tahun ke-25, selain menampilkan buku-buku "murni" Islam, tetap mengandalkan tetralogi Andrea Hirata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya buku Andrea Hirata, menurut Anis, boleh saja. Alasannya, buku tersebut diterbitkan penerbit Islam, diminati pembaca muslim, serta menganut nilai-nilai yang universal. Adapun Gema Insani masih menonjolkan seri edisi eksklusif Tafsir Fi Zhilalil Quran karya Sayyid Qutub dan Ensiklopedia Al-Quran karya Wahbah Zuhaili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik juga mencermati penampilan peserta dari penerbit "lapis kedua". Mereka umumnya, selain ikut menjajakan buku-buku penyejuk jiwa seperti para seniornya, menyasar segmen perempuan muslim. Coba saja longok gerai penerbit Pena tak berapa jauh dari pintu masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit yang baru berusia tiga tahun ini menghadirkan buku-buku seperti Khadijah: The True Love Story of Muhammad, Aisyah: The True Beauty, Fiqih Sunnah Wanita, dan Al-Quran khusus wanita yang berisi penjelasan mengenai ayat-ayat yang berhubungan dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit Al-I'tishom memajang Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat karya 'Aidh al-Qarni, pengarang La Tahzan, dan Fiqih Sunah untuk Wanita karya Abu Malik Kamal. Penerbit Al-Mahira menurunkan koleksi Panduan Beribadah khusus Wanita karangan Abu Malik Kamal dan Menyikapi Tingkah Laku Suami karya M. Abdul Ghofar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit Rabitha menampilkan buku Kado buat Mama karya Haem Qirman. Penerbit Syamil tergolong yang paling banyak menampilkan tema-tema perempuan. Katalognya memuat puluhan judul buku fiksi dan nonfiksi bertema perempuan. Penerbit Az Zahra menonjolkan empat buku membahas putri Rasulullah, Fatimah az-Zahra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Pemasaran Pena Muchaeroni mengatakan pilihan Pena dan penerbit-penerbit lain kepada tema perempuan dilatarbelakangi jumlah pembeli buku Islam yang 80 persen di antaranya adalah perempuan. "Laki-laki biasanya cuma mengantar dan jalan-jalan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, sebagai penerbit Islam, Pena ingin menangkal pengaruh buruk contoh perempuan-perempuan yang jauh dari syariat. Namun, perlawanan ini tidak dilakukan secara frontal, tapi secara persuasif. "Perempuan juga senang diistimewakan sehingga kami bikin buku-buku khusus perempuan," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis memprediksi untuk tahun ini dan beberapa tahun ke depan buku-buku bertema penyucian jiwa, pembangun jiwa, perempuan, dan buku keluarga masih akan berjaya. Ia juga menduga buku-buku fiksi Islam bakal terus jadi tren gara-gara novel Ayat-Ayat Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, pameran buku Islam ke-7 tahun ini menampakkan kemajuan dibanding tahun sebelumnya. Indikatornya, tahun ini jumlah gerai mencapai 203 gerai dari 82 perusahaan (59 penerbit, 17 toko buku dan perusahaan lain, 4 media massa). Tahun lalu 167 stan dengan jumlah perusahaan hampir sama. Dalam pameran ini dipasarkan sekitar 25 ribu judul buku dengan 5.000 judul buku baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan temanya, "Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat" , kata Anis, panitia pameran mempersilakan semua kelompok Islam menampilkan buku-buku pilihannya. "Baik Sunni, Syiah, maupun Salafi. Di sini kami bersilaturahmi, bersinergi, tidak saling menyerang, menjelekkan," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat bersinergi dalam perbedaan ini pula yang barangkali bisa dilihat dari penampilan gerai Ar Rahmah Media yang "lain daripada yang lain". Mereka menampilkan koleksi-koleksi yang "serius", seperti Demokrasi Sejalan dengan Islam?, Virus-Virus Syari'at, Army Madinah di Kashmir, dan Perjalanan Cinta Seorang Istri Mujahid (Diari Istri Abu M. Jibriel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 9 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3566737823748374749?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3566737823748374749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/islamic-book-fair-saatnya-memanjakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3566737823748374749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3566737823748374749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/islamic-book-fair-saatnya-memanjakan.html' title='Islamic Book Fair: Saatnya Memanjakan Perempuan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1427499210378238459</id><published>2008-03-07T18:30:00.000-08:00</published><updated>2008-03-07T18:31:22.274-08:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Biografi Politisi "Tengah" Idham Chalid</title><content type='html'>Wakil Presiden M. Jusuf Kalla menilai KH Idham Chalid sebagai politikus moderat dan santun. Karena itu, dia bisa diterima di segala era kepemimpinan. "Beliau ini politikus moderat, segala cuaca, selalu berada di tengah," kata Kalla saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid, Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah, Kamis malam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan orang Jawa, Idham--yang kini terbaring sakit--pernah memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) selama 28 tahun. Peraih gelar doctor honoris causa dari Universitas Al-Azhar, Mesir, ini pernah menjadi wakil perdana menteri pada era Soekarno, Menteri Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Sosial pada awal Orde Baru, serta mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kalla, sikap moderat akan selalu dilaksanakan oleh orang yang berpolitik secara santun. Hanya kesantunan itulah yang bisa menjaga kemoderatan. Dalam acara itu hadir Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Negara Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, serta sejumlah tokoh politik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Forum Indonesia Satu Arief Mudatsir Mandan menilai Idham adalah sosok ulama karismatis, berwawasan luas, tangguh, ramah dengan semua kalangan, dan memiliki kehati-hatian dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ketua tim penyunting, Arief mengumpulkan bahan penulisan buku itu antara lain dari catatan dan beberapa tulisan dari lokakarya Idham serta mewawancarai para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 8 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1427499210378238459?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1427499210378238459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/diluncurkan-biografi-politisi-tengah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1427499210378238459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1427499210378238459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/diluncurkan-biografi-politisi-tengah.html' title='Diluncurkan, Biografi Politisi &quot;Tengah&quot; Idham Chalid'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-253492454873507055</id><published>2008-03-04T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T19:30:39.889-08:00</updated><title type='text'>Ayo, Beramal dengan Buku</title><content type='html'>Bentuk kotak seukuran 1 x 1,5 meter itu sebetulnya cukup unik. Bagian bawah dicat warna putih, dan ungu di atasnya. Atapnya berbentuk kerucut, dengan lubang berbentuk dua mata dan mulut yang sedang tersenyum. Di tiap sisi kotak terpampang foto Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama para pelajar dari berbagai jenjang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak itu merupakan titipan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, yang dipimpin Ani Yudhoyono. Para pengunjung pameran buku Islam yang dibuka Ibu Ani di Istora Senayan, Sabtu lalu, diharapkan mau menyelipkan buku bekas ataupun baru ke kotak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena kotak ditempatkan menyelip di antara anjungan informasi pameran buku Islam dan anjungan keamanan, tak banyak pengunjung yang ngeh terhadap kotak tersebut. Apalagi tak ada petunjuk atau informasi apa pun yang menandakan kotak tersebut tempat untuk menyumbang buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat di bagian bawah kotak yang bertulisan "Pendidikan dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia" sama sekali tak menjadi eye catching bagi pengunjung. Karena itu, tak aneh jika hingga kemarin tak lebih dari 15 buku yang terlihat di dalam kotak tersebut. Buku itu antara lain Self Hypnosis, Berkreasi dengan Flanel, serta Menu Favorit dan Sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo, memangnya itu kotak sumbangan buku?" ujar Hadi Wijaya, salah seorang pengunjung, kepada Tempo. Seharusnya, ia menyarankan, ada anjungan khusus dan brosur yang dibagikan kepada pengunjung tentang program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa semester akhir Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu berjanji akan kembali ke pameran. "Besok-lusa saya akan bawa beberapa buku bekas dari rumah," ujar Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membuka pameran, Ibu Ani mengajak masyarakat menyumbangkan buku kepada masyarakat yang tidak mampu dalam program "Book Broke Box". Buku yang disumbangkan bisa baru ataupun bekas. "Amal tidak harus dalam bentuk uang, tapi juga bisa berbentuk buku," kata Ani. "Kalau beramal buku, pahala akan terus mengalir sepanjang buku itu dimanfaatkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaerudin, sekretaris panitia, mengaku sengaja tidak menempatkan petugas khusus untuk mengawasi dan memberikan informasi tentang kotak tersebut. "Nanti pengunjung malah segan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjanji akan segera mengajak semua peserta pameran menyumbangkan beberapa buku yang mereka jual. "Kami harap setelah itu banyak yang mengikuti," katanya. Mumpung waktu masih tersisa hingga 9 Maret, ayo, beramal dengan buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari harian Koran Tempo Edisi 4 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-253492454873507055?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/253492454873507055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/ayo-beramal-dengan-buku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/253492454873507055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/253492454873507055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/03/ayo-beramal-dengan-buku.html' title='Ayo, Beramal dengan Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6582600252228782800</id><published>2008-02-29T17:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T17:42:28.024-08:00</updated><title type='text'>Terbit Karya Goethe, 'Satu untuk Segalanya'</title><content type='html'>Untuk pertama kalinya, buku kumpulan puisi karya Johann Wolfgang von Goethe diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Buku berjudul Satu dan Segalanya ini berisi lebih dari 65 puisi karangan Goethe, dari masa muda hingga tuanya. Penerjemahnya adalah penyair Agus R. Sardjono dan Berthold Damshauser, dosen literatur dan bahasa Indonesia di Universitas Bonn, Jerman.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara bedah buku sekaligus baca puisi di Goethe Institut pada Selasa, 26 Februari 2008 itu terungkap bahwa penerjemahan karya sastra ini masih belum sempurna. "Untuk satu puisi saja terdapat ratusan masalah penerjemahan yang kami alami," kata Berthold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan utama, diakui Berthold, adalah menemukan esensi estetika yang sama dalam konteks Jerman dan Indonesia. "Kami hanya bisa mendekati aslinya," ujar Ketua Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Bonn ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus juga mengakui hal yang sama. Ia mencontohkan penerjemahan puisi En klinik yang dalam bahasa Jerman berarti raja hantu. Tapi dalam terjemahannya diubah menjadi Raja Mambang. "Kami harus mencari sosok hantu yang bonafide dari Melayu," ujarnya. Hal itu, dia menambahkan, untuk memenuhi unsur estetika puisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Berthold, keinginan menerjemahkan puisi-puisi Goethe sudah ada sejak lebih dari 10 tahun lalu. Sebelum buku ini, beberapa tokoh sudah menerjemahkan beberapa puisi-puisi Goethe, seperti Taslim Ali (1950) dan Ramadhan K.H. (1996). "Selama ini tidak ada yang menguasai sastra Jerman sekaligus berani menerjemahkan puisi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goethe adalah sastrawan dunia yang oleh Ignas Kleden disebut sebagai salah satu dari tiga dewa sastra barat, bersama Dante dan Shakespeare. Salah satu karya fenomenalnya adalah Faust, yang dikerjakannya selama 60 tahun dari 1772 hingga 1831.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goethe juga dikenal sebagai sosok yang kontroversial, terutama mengenai pandangannya yang mengagungkan kebudayaan Timur daripada Barat. Karya-karya sastranya sering kali terkait dengan hal-hal sufi dan keindahan alam. "Hidup dan matinya bersama alam," kata Kleden dalam Tempo, 26 Desember 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goethe lahir di Frankfurt, 28 Agustus 1749, dari pasangan Johann Ccaspar Goethe dan Katharina Elisabeth. Sejak kecil ia sudah disuguhi berbagai keilmuan oleh ayahnya, seperti bahasa Latin, Yunani, Prancis, dan Inggris, termasuk pelajaran menari serta menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan jika ahli psikologi Catharine M. Cox pada 1929 memberikan angka 210 untuk menggambarkan tingkat kecerdasan Goethe yang melangit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi Jum’at, 29 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6582600252228782800?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6582600252228782800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/terbit-karya-goethe-satu-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6582600252228782800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6582600252228782800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/terbit-karya-goethe-satu-untuk.html' title='Terbit Karya Goethe, &apos;Satu untuk Segalanya&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3369370395599526279</id><published>2008-02-29T17:40:00.000-08:00</published><updated>2008-03-07T18:41:31.059-08:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Kartun Ironi Benny dan Mice</title><content type='html'>Dua kartunis yang memotret kehidupan Kota Jakarta dengan penuh ironi, satire, aneh, jelimet, dan membuat tawa, Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad atau lebih dikenal dengan Benny dan Mice, Kamis (28/2) di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, membuat sedikitnya 150 penggemarnya tertawa geli, heboh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya heboh dengan 35 dari 100 kartun yang dipamerkan. Akan tetapi, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yang meluncurkan buku Lagak Jakarta: 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta, juga memformat acara dengan sedikit heboh dan kocak. Ada juga hiburan permainan gitar tunggal yang memukau dari Jubing Kristanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Benny, Anna Zuchriana, turut dihadirkan dan diwawancarai. Sedangkan Mice yang masih lajang, bapaknya, Jufri, yang dihadirkan. Jika dalam karya-karyanya Benny dan Mice menertawakan orang lain, mungkin juga Anda, maka kemarin orang-orang terdekat yang menertawakan Benny dan Mice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny dan Mice mengaku, karakter dalam kartunnya itu sebagai dirinya sendiri. Benny yang rambut keriting dan Mice yang berkaca mata. ”Kalau orang lain, takut mereka marah,” tandasnya. Tentang bukunya, tokoh yang dikartunkan bukan tokoh sebagaimana yang dikenal banyak orang, elite, atau publik figur. Namun, orang-orang biasa yang membuat Jakarta hidup dan penuh warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wimar Witoelar yang membuka pameran dan peluncuran buku mengaku sebagai penggemar dan pengagum kartun Benny dan Mice. ”Benny dan Mice luar biasa, bisa membuat orang lain, dari segala golongan, tertawa. Saya lihat tampang Benny dan Mice saja sudah tertawa. Ia bisa mendefinisikan orang,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wimar, setiap warga DKI Jakarta wajib punya koleksi buku Benny dan Mice, sama pentingnya dengan KTP. ”Hidup jadi lucu dengan olahan Benny dan Mice, dan kalau sudah lucu jadi cair, terserah mau dijadikan apa hidup ini. Rugi rasanya kalau ada karya mereka yang kita tidak punya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Sastro Wardoyo yang direncanakan hadir bersama Wimar untuk membuka pameran dan peluncuran buku berhalangan hadir karena sedang berada di Banjarmasin. Akan tetapi, dialog Dian dengan Wimar yang tersambung melalui telepon seluler membuat pengunjung tertawa terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Komunikasi Kompas Gramedia Suryopratomo mengatakan, tampilnya kartun Benny dan Mice di Kompas edisi Minggu untuk memberikan sesuatu yang lain kepada pembaca. ”Kartunnya lucu, apalagi mencerminkan apa yang menjadi kegelisahan kita,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantio Adjie, Kepala Program Studi Seni Murni IKJ, mengatakan, sejak mahasiswa Benny dan Mice selalu tampil berdua. ”Teknik drawing-nya bagus, lain dibanding 120 orang teman-temannya. Dari 1989 sampai 1993, tiap hari Benny dan Mice mengisi koran dinding di kampus,” ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 29 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;100 Tokoh yang Merusak Imajinasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Lagak Jakarta: 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta&lt;br /&gt;Penulis/Kartunis : Benny Rachmadi &amp; Muhammad Misrad&lt;br /&gt;Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, Januari 2008&lt;br /&gt;Tebal : 160 Halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar atau membaca judul 100 tokoh, yang terlintas dalam benak kita mungkin ingatan akan buku terkenal 100 Tokoh Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah karya Michael H. Hart, atau 100 Tokoh Abad 20 versi Majalah Times. Atau buku 100 Orang Terkaya di Dunia versi Majalah Forbes, 100 Wanita Terseksi versi Majalah Vogue, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad (biasa dipanggil Mice), dua orang kartunis yang selama ini selalu berkarya bersama, kali ini benar-benar merusak imajinasi kita tentang sosok seorang tokoh. Sosok dalam buku 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta ini, harusnya --menurut pemikiran yang normal-- adalah sosok orang-orang yang aktif berkiprah dan berprestasi di bidangnya serta dikenal luas. Namun, karena duo ini memang ide-idenya jauh dari normal, 100 sosok dalam buku ini adalah para korban dari keaktifan dan kebijakan sosok-sosok yang seharusnya ditokohkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duo kartunis ini memang unik. Goresan gambar kartun mereka benar-benar serupa. Sulit dibedakan mana karya Benny dan mana karya Mice. Jangankan awam, sesama kartunis pun juga kesulitan membedakan karya keduanya, kecuali kalau bertanya langsung ke mereka. Itupun kalau mereka mau mengaku, dan itupun kalau pengakuannya tidak menyesatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2003 mereka menjadi pengisi tetap rubrik kartun strip di koran Kompas edisi Minggu. Proses kreatifnya pun dikerjakan bersama. Kadang, dari enam frame cerita, tiga frame dikerjakan Benny dan tiga lainnya oleh Mice. Kadang juga bergantian, Minggu ini Benny, Minggu depannya Mice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corak goresan kartun mereka mengingatkan kita akan karya kartunis besar Malaysia Datuk Mohammad Noor Khalid atau yang dikenal dengan nama beken Lat. Kemiripan gaya ini juga diakui keduanya. Saat masih menjadi mahasiswa Fakultas Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta tahun 90-an, salah seorang dosen mereka yang baru pulang dari Malaysia menunjukkan buku kartun Kampung Boy karya Lat. Mereka benar-benar tertarik dan mulai saat itu berkeinginan kuat untuk menjadi kartunis. Kampung Boy adalah salah satu buku kartun terlaris di Asia, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diedarkan ke puluhan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku 100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta ini merupakan edisi kedelapan dari serial Lagak Jakarta dengan tema sosial yang berbeda. Sejak 1997 Benny dan Mice melahirkan karya Lagak Jakarta dengan tema Trend dan Perilaku yang sukses di pasaran. Kemudian, berturut-turut di tahun itu juga mereka menghasilkan tiga seri Lagak Jakarta dengan masing-masing tema Transportasi, Profesi, dan Rony. Tahun 1998 dua seri lanjutan Lagak Jakarta mereka buat, yaitu Krisis Oh Krisis, dan Reformasi. Kemudian pada 1999 Hura-hura Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil tema 100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta, isi seri kartun ini masih memuat ilustrasi kreatif mengenai kondisi sosial kehidupan masyarakat di kota Jakarta, terutama mengenai tokoh-tokoh atau profesi yang dari dulu mewarnai kota metropolitan ini. Isinya cerdas, menohok, satir, dan kocak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa saja 100 tokoh yang menjadikan Jakarta sedemikian hidup dan berwarna? Jangan dibayangkan yang muncul adalah Bang Yos (mantan Gubernur DKI Sutiyoso), Fauzi Bowo (gubernur sekarang), Benyamin S. (aktor kawakan), atau Ali Sadikin (gubernur legendaris). Tokoh-tokoh unik yang dikartunkan dalam buku ini adalah orang-orang biasa yang setiap hari ada di sekitar kita di Jakarta. Misalnya hansip, guru ngaji, korban banjir, tukang ojek, para fans berat Bang Rhoma, ojek payung, nenek-nenek pengajian, sampai banci lampu merah, dan penjual VCD bajakan. Bahkan kucing kampung dan penjual baskom juga mereka anggap layak untuk ditokohkan. Sosok Benny dan Mice sendiri juga tampil sebagai tokoh penderita asam lambung. Kurang ajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran para tokoh dalam buku ini juga sangat sederhana namun mengena. Misalnya, penggambaran tokoh maling besi (hlm. 15), disebutkan jam beraksi, peralatan, target operasi, lengkap dengan harga besi curian tersebut ketika dijual ke penadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai teman sesama kartunis, ketika saya tanyakan bagaimana proses kreatif penyusunan buku yang konon memakan waktu empat bulan ini, Mice yang berwajah culun-culun mesum itu menjawab bahwa semua yang tergambar dalam buku ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman. Pengamatan seorang kartunis tentu saja sangat berbeda dan tidak terduga dibandingkan pengamatan orang-orang pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran tokoh lain juga tak kalah lucu. Tokoh pasangan selingkuh (hlm.31), misalnya, digambarkan sosok pria dan wanita dengan selimut sedang kelelahan di ranjang hotel short time. Pakaian mereka yang berserakan (karena sudah nggak tahan dan tergesa-gesa, mungkin curi-curi jam kantor), ponsel si lelaki yang tergeletak di meja sudah diset silent mode (agar tidak ditelepon sang istri), sementara si wanita dengan mata sayu tengah gelagapan menerima telepon dari suaminya, gara-gara dia lupa mematikan HP! Bagi yang gemar selingkuh, yang di kota besar seperti Jakarta jumlahnya bejibun, tentu bakalan tersenyum kecut melihat gambar ini. Mungkin dalam hati mereka bergumam: "Sialan, kok persis banget, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, goresan kartun dalam buku ini juga bisa menjadi cermin untuk melihat realitas sosial kehidupan dan tingkah laku kita sehari-hari. Para tokoh dalam buku ini benar-benar menggambarkan fakta bahwa dalam kenyataannya bukanlah orang-orang besar dan nama tenar yang membuat Jakarta lebih berwarna. Justru orang-orang biasa yang karena kebiasaannya tersebut malah menjadi luar biasa karena telah membuat Jakarta menjadi tidak biasa.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Wahyu Kokkang, kartunis Jawa Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Digunting dari Jawa Pos Edisi 2 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3369370395599526279?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3369370395599526279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/diluncurkan-kartun-ironi-benny-dan-mice.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3369370395599526279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3369370395599526279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/diluncurkan-kartun-ironi-benny-dan-mice.html' title='Diluncurkan, Kartun Ironi Benny dan Mice'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3562909457188230359</id><published>2008-02-22T20:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-22T20:28:52.045-08:00</updated><title type='text'>Tiga Tahun Korupsi Buku di Jogja</title><content type='html'>Kapolda DIJ Brigjen Pol Harry Anwar memastikan bahwa proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan buku Sleman tetap dilanjutkan. Bahkan, penuntasan kasus yang merugikan keuangan negara Rp 12 miliar itu bakal diteruskan penggantinya, Brigjen Untung Suharsana Radjab.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami serah terimakan posisi kasusnya seperti ini," papar Harry di sela-sela menyaksikan acara Latihan Gabungan Pengendalian Rusuh Massa (Latgab Dalmas) di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida kemarin (22/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry yang minggu depan mengakhiri masa jabatannya itu berharap upaya penuntasan kasus korupsi yang menyita perhatian masyarakat tersebut bisa dimaksimalkan. Alasannya, kasus buku terhitung kasus yang menonjol dan aktual tapi belum dapat dituntaskan hingga era kepemimpinan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kapuslabfor Mabes Polri tersebut menyatakan, dalam menangani kasus itu, pihaknya telah melakukan gelar perkara dengan Mabes Polri. "Kami tinggal mengikuti petunjuk gelar perkara dengan Mabes Polri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusutan kasus buku telah berlangsung tiga tahun, mulai April 2005, atau sejak kepemimpinan Kapolda Brigjen Pol Bambang Aris. Hingga digantikan Harry Anwar, kasus tersebut belum tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIJ Yusrin Nico Riawan SH menyatakan, setelah menerima pelimpahan BAP enam tersangka anggota panitia pengadaan, pihaknya menunggu kelengkapan BAP atas nama Murad Irawan, mantan kepala Pemasaran Balai Pustaka Jawa Tengah-DIJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi Jogja, 23 Feb 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3562909457188230359?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3562909457188230359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/tiga-tahun-korupsi-buku-di-jogja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3562909457188230359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3562909457188230359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/tiga-tahun-korupsi-buku-di-jogja.html' title='Tiga Tahun Korupsi Buku di Jogja'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1378366470326031400</id><published>2008-02-22T20:05:00.000-08:00</published><updated>2008-02-22T20:06:13.753-08:00</updated><title type='text'>Pemerintah Monopoli Pengadaan Buku Pelajaran</title><content type='html'>Kebijakan pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, soal pembelian hak cipta dan pengadaan buku pelajaran dituding monopoli. Pemerintah juga dituding tidak memerhatikan penerbit swasta yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan buku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid di Jakarta, Jumat (22/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Setia, pembelian hak cipta 250 naskah buku pelajaran memang baik. ”Namun, apakah anggaran pemerintah tidak terkuras dan menjadi mubazir?” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setia mengatakan, naskah buku yang dibeli pemerintah menurut rencana akan dipublikasikan melalui internet sehingga semua pihak bisa mengaksesnya. ”Namun, berapa banyak sekolah dan rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses internet? Seberapa besar biayanya?” kata Setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia khawatir mengakses internet untuk mengunduh naskah-naskah buku biayanya lebih mahal dibandingkan dengan pembelian buku cetak. Selain itu, tidak semua wilayah di Indonesia bisa mengakses internet. Jika hal ini terjadi, biaya mahal yang sudah dikeluarkan pemerintah menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sambung Setia, buku-buku pelajaran yang diterbitkan swasta tidak bisa dibeli di sekolah karena hak ciptanya tidak dibeli oleh pemerintah dan dituding harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikapi menilai kebijakan ini terburu-buru untuk dipraktikkan, serta tidak dilakukan kajian dan uji coba dulu. Di sisi lain, Ikapi yang sudah berinvestasi besar dan memiliki jaringan distribusi hingga ke pelosok desa diabaikan begitu saja perannya dalam persoalan buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 23 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1378366470326031400?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1378366470326031400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pemerintah-monopoli-pengadaan-buku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1378366470326031400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1378366470326031400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pemerintah-monopoli-pengadaan-buku.html' title='Pemerintah Monopoli Pengadaan Buku Pelajaran'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5984233700879610505</id><published>2008-02-22T09:10:00.000-08:00</published><updated>2008-02-22T09:11:21.705-08:00</updated><title type='text'>Gara-gara Buku Flu Burung, Menteri Kesehatan Dijahili Blogger</title><content type='html'>Perjuangan mewujudkan perjanjian transfer virus atau material transfer agreement (MTA) yang transparan dengan World Health Organization (WHO) memang tak mudah. Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengalami berbagai tekanan, yang paling banyak, via internet.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam proses saya berjuang, banyak tekanan dan teror dari luar dan dari dalam. Dan biasanya teror-teror itu dari internet yang menghujat saya, wah sudah seperti apa saja," ujar Menkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan Menkes menjawab pertanyaan wartawan tentang tekanan yang dialami ketika buku Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung terbit, di kediamannya, Jl Denpasar Raya 14, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/2/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blogger. Saya dibikinkan blog orang coba, kurang ajar banget to. Dibikin blog Siti Fadilah Supari, tapi isinya nyeremin," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Menkes mengakui kalau tidak bisa membuat blog. Tapi hal itu ditanggapinya dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang nggak tahu dikirain aku bikin blog sendiri ya, padahal aku nggak bisa bikin blog. Begitu dibuka ada blog Siti Fadilah, tak buka waduh, isinya ada 2 orang nyebelin di dunia ini Ahmadinejad sama Siti Fadilah itu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga satu pekan sejak bukunya diluncurkan, 6 Februari 2008, Menkes mengatakan, kendati ada tekanan, namun lebih banyak dukungan yang diterima. "Banyak sekali sms-sms bertaburan dalam HP saya, semua mendukung," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkes juga belum menerima tanggapan langsung dari WHO, pihak yang dituding melakukan ketidakadilan karena melakukan transfer virus yang tidak transparan, dalam bukunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waaah, wah harusnya bangga Bu disandingin sama Ahmadinejad... salut deh Bu. PBB MANG APAPUN JENISNYA SAMA AJA!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;koeaing!, Watricht ! Ini baroe ik poenja satoe mentri bessar ! Satoe mentri bessar lagih siboek kassie tenggelem itoe Djawie Wetan ! Ik doeain koweorang bole slamet sentausa njah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;greg, salut untuk ibu menteri, ayo tunjukkan indonesia berdiri tegak dan berani. biarkan teman2 ibu di kabinet yang makin tidak peduli. selamatkan indonesia dari konspirasi asing. ingat AIDS disebarkan untuk membinasakan bangsa Afrika, malah menjadi senjata makan tuan. kalau bisa robohkan arogansi perusahaan farmasi, yang bukan menyembuhkan namun menyesengsarakan dengan ciptaan penyakit baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayah, Kami mendukung Ibu. Namanya perjuangan menegakkan kebenaran memang berat bu. Tetap berjuang !!&lt;br /&gt;calon nobelis kimia, maju terus, bangkitkan iptek Indonesia.&lt;br /&gt;arta, tetep semangat bu... saya sangat salut dengan perjuangan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyuk, Santai saja, Ibu. TOP 10 hasil pencarian &amp;quot;Siti Fadilah&amp;quot; di google isinya mendukung perjuangan Ibu semua koq! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dicopypaste dari situs www.detik.com upload Jumat, 22/02/2008 11:37 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5984233700879610505?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5984233700879610505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/gara-gara-buku-flu-burung-menteri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5984233700879610505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5984233700879610505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/gara-gara-buku-flu-burung-menteri.html' title='Gara-gara Buku Flu Burung, Menteri Kesehatan Dijahili Blogger'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3206178818360180031</id><published>2008-02-21T17:23:00.000-08:00</published><updated>2008-02-21T17:25:39.655-08:00</updated><title type='text'>Buku Menteri Kesehatan Ditarik dari Peredaran</title><content type='html'>Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari harus merelakan buku karyanya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung&lt;/span&gt;, edisi bahasa Inggris ditarik dari peredaran. Kesalahan penerjemahan dari penerbit mengundang reaksi keras dari WHO dan pemerintah Amerika Serikat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang, cukup menyedihkan," ujar Menkes ditemui dalam rapat koordinasi (rakor) bersama di Kantor Menko Kesra, Jakarta, sore kemarin (21/2). Buku setebal 182 halaman itu diterbitkan Menkes pada Rabu (6/2) di Hotel Borobudur, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang dianggap kontroversial dari buku Menkes adalah tudingan menteri yang juga dokter ahli jantung itu kepada WHO dan AS. Dalam bukunya yang sudah beredar luas di mancanegara, Siti Fadilah menuding WHO dan AS berkonspirasi untuk mencari keuntungan dari sampel flu burung. Bahkan, ditulis Menkes, ada dugaan penggunaan sampel virus flu burung untuk memproduksi senjata biologi AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sampel-sampel virus tersebut notebene diambil dari sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Spontan, pemerintah AS merah telinga dan langsung membantah tulisan Menkes itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO bahkan mengecam pernyataan yang dianggap tak berdasar tersebut. Menurut klaim WHO, Presiden SBY kemudian meminta Menkes segera menarik buku karyanya yang edisi bahasa Inggris tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah Menkes menghujat WHO dan AS? Menurut menteri yang akrab disapa Siti itu, reaksi keras WHO dan AS tersebut murni karena kesalahan penerjemahan penerbit. Hanya, kesalahan tersebut lantas mengarah kepada hal-hal yang bersifat krusial, yang mengubah apa yang dikatakan dalam buku tersebut. "Yang saya sampaikan di situ adalah kemungkinan-kemungkinan, karena (penggunaan virus flu burung,Red) memang tidak transparan dan tidak diketahui sama sekali," ujar Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Menkes menjelaskan bahwa di dalam bukunya tersebut tidak menuding AS memiliki senjata biologi dari virus flu burung. "Di versi bahasa Indonesia hanya menyebut negara, saya tidak tahu darimana asalnya dapat AS," jelas Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bukunya membikin resah pihak internasional, Menkes mengaku tidak kapok untuk kembali mengedarkan buku tersebut ke luar negeri. Dengan tanggapan luas dari mancanegara, menurut Menteri yang suka memberi pernyataan spontan itu, berarti masyarakat internasional menyadari bahwa kasus flu burung harus menjadi perhatian dunia. "Kalau sudah diedit, ya diterbitkan lagi dong," ujarnya sambil berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi 22 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3206178818360180031?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3206178818360180031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/buku-menteri-kesehatan-ditarik-dari.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3206178818360180031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3206178818360180031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/buku-menteri-kesehatan-ditarik-dari.html' title='Buku Menteri Kesehatan Ditarik dari Peredaran'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1867157850684023283</id><published>2008-02-21T17:19:00.001-08:00</published><updated>2008-02-21T17:22:01.566-08:00</updated><title type='text'>Bersihar Lubis Dihukum Satu Bulan Penjara</title><content type='html'>Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok pada Rabu (20 Februari 2008) menjatuhkan vonis bersalah kepada penulis opini Bersihar Lubis. Hakim menghukum jurnalis senior itu satu bulan dengan masa percobaan tiga bulan tanpa harus menjalani penahanan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika vonis tidak memuaskan, terdakwa atau jaksa bisa mengajukan banding," ujar ketua majelis hakim Suwidya sebelum membacakan putusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hakim, Bersihar melanggar Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penghinaan terhadap penguasa atau pejabat negara. Hakim menilai Bersihar telah menghina Kejaksaan Agung melalui tulisan opininya di Koran Tempo edisi 17 Maret 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya, Bersihar mengkritik putusan Kejaksaan Agung melarang buku sejarah sekolah menengah yang tak mencantumkan kata "PKI" (Partai Komunis Indonesia) di belakang kata G-30-S (Gerakan 30 September).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah tulisan dimuat, tiga jaksa dari Kejaksaan Negeri Depok mengadukan Bersihar. Dalam proses pengadilan, jaksa menuntut Bersihar hukuman penjara 8 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sidang berlangsung kemarin, di halaman pengadilan berlangsung aksi mendukung Bersihar. Puluhan wartawan dari Aliansi Jurnalis Independen, Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi, dan Kelompok Kerja Wartawan Depok meminta hakim membebaskan Bersihar tanpa syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim bergeming. "Opini bukan berita yang jadi tanggung jawab redaksi, tapi sepenuhnya tanggung jawab penulis," kata Suwidya. "Undang-Undang Pers yang sifatnya lex specialist tak bisa dipakai dalam kasus Bersihar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski putusan hakim lebih ringan daripada tuntutan jaksa, tim kuasa hukum Bersihar mengajukan perlawanan. "Kami akan banding," kata Hendryana, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Pers yang mendampingi Bersihar. "Hakim hanya mempersoalkan judul, bukan substansi dan dampak tulisan," kata Afnan Malay, pengacara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vonis bersalah atas Bersihar menuai banyak kecaman. "Sangat mengecewakan," kata anggota Dewan Pers, Abdullah Alamudi, yang menghadiri sidang. Menurut dia, putusan hakim bisa berdampak pada terberangusnya kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecaman juga datang dari Ketua Aliansi Jurnalis Independen Heru Hendratmoko. "Ambigu," kata dia. Menurut Heru, vonis satu bulan tapi tak harus dijalani Bersihar hanya akal-akalan majelis hakim untuk mengakomodasi pasal karet dalam KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat demokratis, menurut Heru, orang boleh mengadu pendapatnya dengan pendapat lain. "Opini harus dibayar opini." Heru menambahkan, "Jaksa mestinya malu tak bisa meladeni opini secara beradab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat hukum dari Universitas Indonesia, Rudi Satrio, juga mengkritik putusan hakim. "Subyek hukum yang dipakai salah." Menurut Rudi, tanggung jawab atas tulisan opini bukan pada diri Bersihar, melainkan pada pemimpin perusahaan media. "Itu amanat Undang-Undang Pers." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editorial&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukuman untuk Kolumnis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tepat langkah Bersihar Lubis mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Dihukum percobaan satu bulan, kolumnis yang pernah menjadi wartawan beberapa media ini memang tak perlu mendekam di penjara. Tapi putusan ini tetap merisaukan karena ia dinyatakan bersalah. Kolumnis, mereka yang menuliskan pikiran dan pendapatnya di media massa, menjadi rawan gugatan hanya karena menyampaikan hal-hal yang tidak disukai oleh institusi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihar digugat oleh Kejaksaan Agung karena tulisannya di koran ini pada 17 Maret 2007, yang rupanya membuat merah telinga Kejaksaan Agung. Dalam artikel berjudul "Kisah Interogator yang Dungu", ia sebenarnya hanya bermaksud mengkritik tindakan kejaksaan melarang peredaran buku teks pelajaran yang tidak menyebut kata Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang ungkapan G-30-S (Gerakan 30 September 1965). Kata "dungu" itu pun sebenarnya kutipan dari perkataan orang lain yang dipakai semata sebagai ilustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensitivitas kejaksaan luar biasa dalam kasus itu. Tapi sebenarnya juga ironis. Untuk kepentingannya sendiri, demi menegakkan wibawanya yang dianggap telah dihina, sebuah tindakan begitu lekas dijalankan. Padahal untuk kasus-kasus lain yang sebenarnya lebih mendesak, karena menyangkut kepentingan negara dan masyarakat banyak, begitu kerap kejaksaan melangkah bagai kura-kura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks keterbukaan dan kebebasan berpendapat, kejaksaan sebenarnya sudah tak punya alasan yang masuk akal. Memang ada Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang menjamin penguasa atau badan umum untuk memperkarakan pihak-pihak yang dianggap menghina. Tapi pasal warisan Belanda yang dipakai menjerat Bersihar ini hanya pantas berlaku di masa kolonial. Zaman telah berubah. Kini tidak ada lagi institusi negara yang bisa mengelak dari kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pasal itu juga terasa menggelikan bila diingat bahwa Mahkamah Konstitusi telah mencabut tiga pasal tentang penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden. Alasannya, aturan itu bertentangan dengan asas persamaan di depan hukum di dalam konstitusi. Presiden dan wakil presiden tak punya hak lebih istimewa dibanding warga negara lainnya. Jika sekarang Pasal 207 KUHP masih dipakai untuk melindungi "martabat" kejaksaan, muncul pertanyaan apakah instansi ini lebih tinggi derajatnya dibanding presiden?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jelas bahwa pasal penghinaan terhadap penguasa atau badan umum itu sudah tidak relevan lagi. Ini bertentangan dengan kebebasan menyampaikan keyakinan, pikiran, dan sikap yang dijamin oleh Pasal 28-E ayat 2 UUD 1945. Aturan itu juga bertabrakan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat yang diatur dalam ayat 3 pasal yang sama di konstitusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya pengajuan banding yang ditempuh Bersihar perlu didukung. Begitu pula upaya mengajukan uji materi pasal yang digunakan oleh jaksa dalam menjerat Bersihar kepada Mahkamah Konstitusi. Langkah ini diperlukan untuk memastikan jaminan kebebasan bagi para penulis apakah akan memuji atau mengkritik institusi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 21 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1867157850684023283?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1867157850684023283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/bersihar-lubis-dihukum-satu-bulan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1867157850684023283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1867157850684023283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/bersihar-lubis-dihukum-satu-bulan.html' title='Bersihar Lubis Dihukum Satu Bulan Penjara'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2032628940840056270</id><published>2008-02-17T16:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T16:20:30.432-08:00</updated><title type='text'>Pembelian Hak Cipta Buku tak Selesaikan Soal</title><content type='html'>Pembelian hak cipta naskah buku pelajaran yang dilaksanakan oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, tidak menyelesaikan masalah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan Ade Irawan, Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, niat pemerintah membeli hak cipta naskah buku pelajaran sebetulnya baik, namun bukan berarti sudah menyelesaikan permasalahan beban biaya buku pelajaran yang dirasakan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratnya beban biaya buku pelajaran masih rawan terjadi. Selama ini, untuk satu mata pelajaran, seorang siswa terpaksa membeli tiga buku pelajaran— buku pokok, penunjang, dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Padahal, ada belasan mata pelajaran di sekolah dasar dan menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, buku yang sudah dibeli tidak dapat digunakan lagi. LKS, misalnya, hanya dapat satu kali digunakan lantaran harus diisi dan dinilai guru atau guru mengganti jenis buku. Para murid dapat saja masih harus membeli buku-buku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selain itu, belum tentu guru mempunyai komitmen sama dengan menggunakan naskah buku yang telah dibeli hak ciptanya. Di sisi lain, pemaksaan untuk menggunakan buku itu secara seragam juga berarti merenggut otonomi guru,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, belum semua daerah mempunyai akses internet. Padahal, naskah buku pelajaran itu rencananya berupa data digital. Di daerah yang demikian, guru dan siswa akan kesulitan mengakses buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade mengatakan, buku pelajaran menjadi salah satu pengeluaran pendidikan yang cukup besar, terutama di tingkat dasar. Dia berpandangan, pemerintah tidak dapat lepas tangan dalam penyediaan buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGGI) Suparman. Dia menyambut baik rencana itu, namun rencana itu harus dilaksanakan secara konsisten. ”Jika tidak konsisten dan berkelanjutan, bisa jadi naskah buku yang tersedia itu tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan Ade, Suparman juga menyoroti kendala dari segi teknologi. ”Belum tentu semua lapisan masyarakat merasakan manfaatnya karena banyak orang tidak mampu dan kurang mengenal teknologi informasi. Mereka akan kesulitan mengakses. Kalaupun kemudian digandakan guru, sekolah, atau penerbit, belum tentu gratis lantaran ada ganti ongkos cetak,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya program ini, dia berharap pemerintah ikut mendorong dan memfasilitasi agar guru dapat menulis buku pelajaran berkualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 19 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2032628940840056270?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2032628940840056270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pembelian-hak-cipta-buku-tak-selesaikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2032628940840056270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2032628940840056270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pembelian-hak-cipta-buku-tak-selesaikan.html' title='Pembelian Hak Cipta Buku tak Selesaikan Soal'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3818339905381109843</id><published>2008-02-15T19:57:00.001-08:00</published><updated>2008-02-15T19:58:45.686-08:00</updated><title type='text'>Mizan Luncurkan E-book dan Novel di Seluler</title><content type='html'>Menyiasati era digital serta konversi media, Mizan Group kini mulai merambah layanan digital, seperti e-book dan novel di telepon seluler. Salah satu buku yang sudah dijual dalam layanan e-book adalah novel laris &lt;i&gt;Laskar Pelangi&lt;/i&gt; karya Andrea Hirata. Novel ini bisa diunduh melalui situs Mizan.com. Novel ini juga bisa diunduh lewat ponsel.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi novel ini bisa dibaca di mana saja, di stasiun, terminal, atau di jalan," kata Putut Widjanarko, Vice President Operations Mizan Publika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Putut, era konvergensi media telah tiba. Upaya ini, kata Putut, adalah kelanjutan dari upaya Mizan sebelumnya. Mizan adalah penerbit Indonesia pertama yang bereksperimen dengan e-book. Itu dilakukan mereka pada 2001. "Peminatnya ternyata cukup banyak," ujar Putut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membikin e-book ini, Mizan bekerja sama dengan Digibook. Mizan sudah menyiapkan banyak judul untuk dibikin e-book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk novel di telepon, Mizan bekerja sama dengan Metadome dari Malaysia. Layanan ini mereka sebut Fonovela-Mizan ver 1.0. Cara mengunduhnya adalah dengan mengirim pesan pendek (SMS) ke 7898 dengan menuliskan kode seperti berikut: MM A0990070 (kode untuk novel Laskar Pelangi). Untuk sementara layanan ini hanya buat pelanggan Telkomsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu novel dijual dengan harga sekitar Rp 10-11 ribu per download. Sekali download bisa terdiri atas satu buku penuh atau beberapa seri untuk satu buku tebal. "Kerja sama ini merupakan langkah terobosan bagi Mizan untuk melayani konsumen," kata Putut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 16 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3818339905381109843?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3818339905381109843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/mizan-luncurkan-e-book-dan-novel-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3818339905381109843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3818339905381109843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/mizan-luncurkan-e-book-dan-novel-di.html' title='Mizan Luncurkan E-book dan Novel di Seluler'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-558042382565437634</id><published>2008-02-15T19:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T19:56:11.497-08:00</updated><title type='text'>Hak Cipta Penulis Buku Pelajaran Dibeli Rp 100 Juta-Rp 175 Juta Per Buku</title><content type='html'>Guna memudahkan akses pemilikan buku pelajaran bagi siswa SD-SLTA, pemerintah menantang para guru untuk mengajukan naskah buku teks pelajaran. Naskah yang dinyatakan lolos Badan Standar Nasional Pendidikan akan dibeli Depdiknas Rp 100 juta-Rp 175 juta per buku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pembelian hak cipta buku teks pelajaran tersebut meliputi hak untuk mengumumkan dan memperbanyak melalui media, antara lain wujud cetak, fotokopi, elektronik, dan optik selama 15 tahun yang berlaku di seluruh Indonesia. Kebijakan ini dapat mengurangi harga buku menjadi sepertiga dari harga eceran yang berlaku saat ini,” ujar Sugijanto, Kepala Pusat Perbukuan Depdiknas, Jumat (15/2) di Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didampingi anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djaali dan Ketua Tim Pengembang Naskah Buku Teks Pelajaran Asmawi Zainul, Sugijanto tampil di depan sekitar 200 guru dan dosen di Sulawesi Selatan dalam rangka sosialisasi penilaian buku teks pelajaran dan pembelian hak cipta buku teks pelajaran tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program tersebut kali ini menginjak tahun kedua setelah tahun 2007 Pusat Perbukuan membeli 37 judul buku untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Buku-buku tersebut meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sugijanto, tahun ini akan dibeli sebanyak 21 judul buku mata pelajaran, antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Pendidikan Seni, Pendidikan Jasmani, Olahraga, Kesehatan, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilakukan pembelian hak cipta, buku-buku tersebut akan dinilai kelayakannya oleh BSNP. Penilaian dijadwalkan dua periode, yakni 13-16 Mei 2008 dan 23-26 September 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hak cipta dibeli, materi akan dimasukkan dalam bentuk disket, cakram, dan dalam format buku elektronik (e-book) di internet. Naskah dapat diakses, diunduh, atau dicetak dengan gratis karena sudah menjadi milik negara, sepanjang tidak untuk kepentingan komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibelinya hak cipta buku, kata Sugijanto, kelak siswa tidak lagi terbebani biaya yang mahal untuk memenuhi kebutuhan akan buku pelajaran. Sebab, dengan memasyarakatnya internet, siswa bisa mengunduh buku pelajaran yang dinyatakan lolos penilaian melalui Jaringan Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tantangan sekarang adalah bagaimana mempermudah akses internet hingga ke pelosok-pelosok Tanah Air dengan kecepatan akses yang memadai,” papar Sugijanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan buku pelajaran merupakan salah satu dari sembilan masalah strategis yang ditekankan Mendiknas Bambang Sudibyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Digunting dari Harian Kompas Edisi 16 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-558042382565437634?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/558042382565437634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/hak-cipta-penulis-buku-pelajaran-dibeli.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/558042382565437634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/558042382565437634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/hak-cipta-penulis-buku-pelajaran-dibeli.html' title='Hak Cipta Penulis Buku Pelajaran Dibeli Rp 100 Juta-Rp 175 Juta Per Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-93931037679170316</id><published>2008-02-14T21:29:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T21:30:58.685-08:00</updated><title type='text'>Pajak Kertas Diatur dalam RUU Perbukuan</title><content type='html'>Kepala Pusat Perbukuan Sugijanto mendukung penuh usul Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) untuk menghapuskan pajak kertas. Namun, hal itu masih harus dikonsultasikan dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, juga departemen terkait lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tergantung bagaimana perhatian pemerintah dan persetujuan DPR," kata Sugijanto kepada Tempo kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menghapus pajak, ia melanjutkan, agar harga kertas untuk buku murah, kita dapat menyiasatinya melalui subsidi. Hanya, penggunaan kertas nantinya harus diklasifikasi apakah untuk kepentingan buku pendidikan atau buku umum seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami telah mengatur hal tersebut dalam RUU Perbukuan," kata Sugijanto. "Saat ini RUU itu ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugijanto berharap draf rancangan undang-undang yang telah diselesaikan tahun lalu itu secepatnya dapat disahkan supaya sistem perbukuan bisa diatur secara legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ketua Umum Ikapi Setia Dharma Madjid ragu terhadap kebijakan pemerintah membeli hak cipta ratusan judul buku untuk program buku murah. Ia menyarankan agar pemerintah membebaskan pajak kertas untuk pendidikan atau memberi subsidi. Sebab, harga buku bergantung pada kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengungkapkan pihaknya sudah membeli hak cipta 37 dari 250-an judul buku pelajaran yang direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempersilakan masyarakat luas mengunduh buku-buku tersebut melalui Internet. "Untuk dikopi dan diperbanyak, diterbitkan dan diperdagangkan," kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan, ia melanjutkan, akan menetapkan batas tertinggi eceran untuk menjual buku-buku tersebut. Lebih dari 250 buku yang akan dibeli hak ciptanya saat ini sedang dalam proses penulisan dengan dana hibah. Buku-buku tersebut akan dievaluasi, dan yang lolos akan dibeli hak ciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian &lt;i&gt;Koran Tempo&lt;/i&gt; Edisi Jum’at, 15 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-93931037679170316?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/93931037679170316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pajak-kertas-diatur-dalam-ruu-perbukuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/93931037679170316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/93931037679170316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pajak-kertas-diatur-dalam-ruu-perbukuan.html' title='Pajak Kertas Diatur dalam RUU Perbukuan'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2022013944268314292</id><published>2008-02-08T22:24:00.000-08:00</published><updated>2008-02-08T22:26:00.502-08:00</updated><title type='text'>Presiden SBY: Baca Apa Saja!</title><content type='html'>Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Semarang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didaulat membaca koran bersama 10 ribu siswa. SBY meminta siswa dan masyarakat umum membaca apa saja. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baca, baca, dan baca! Baca apa saja yang bermanfaat," katanya saat memberi sambutan pendek di hadapan 10 ribu siswa di Lapangan Tri Lomba Juang Semarang, Jalan Tri Lomba Juang, Sabtu (9/2/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum 'menginstruksikan' siswa agar gemar membaca, SBY bernostalgia. Dia mengatakan lahir dari keluarga yang kurang mampu dan hidup di daerah terpencil, tapi berkat membaca ia bisa seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian (siswa) adalah tumpuan bangsa. Dari kalian lah nantinya akan muncul orang yang akan memimpin kita semua. Karena itu membaca. Saya pikir pemimpin-pemimpin seluruhnya gemar membaca," papar SBY disambut tepuk tangan para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai memberi sambutan, SBY yang didampingi istri Ani Yudhoyono, Menkominfo M Nuh, Menhub Jusman Syafi'i, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mendagri Mardiyanto, dan sejumlah pejabat, membaca beberapa judul dan membolak-balik koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa mengikuti gerakan SBY, meski sebagian besar di antaranya malah bicara sendiri dan menimbulkan suara riuh. Koran yang diberikan panitia telah ludes dan jadi sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY tak berlama-lama di Lapangan Tri Lomba Juang. Pada pukul 12.30 WIB, ia dan rombongan meninggalkan lokasi. Sebelumnya, SBY menghadiri peringatan HPN di Grhadika Bhkati Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dicopy/paste dari www.detik.com 09/02/2008 12:55 WIB&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2022013944268314292?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2022013944268314292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/presiden-sby-baca-apa-saja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2022013944268314292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2022013944268314292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/presiden-sby-baca-apa-saja.html' title='Presiden SBY: Baca Apa Saja!'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-3157345039155107915</id><published>2008-02-08T22:23:00.001-08:00</published><updated>2008-02-08T22:23:59.470-08:00</updated><title type='text'>Rumah Buku: Serasa Rumah Kedua</title><content type='html'>Nyamannya membaca di atas sofa sambil menikmati minuman hangat dan berbagai menu makanan dengan suasana yang tenang, mungkin takkan anda temukan di tempat bacaan manapun kecuali di Rumah Buku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda menginjakkan kaki pertama kali di tempat ini, aura nyamannya sebuah rumah langsung terasa. Buku-buku tertata rapi di rak, sofa empuk, deretan kursi-kursi kecil dengan meja kayu yang memanjang. Beragam botol-botol kosong unik menghiasi meja. Jika keluar ruangan, anda pun bisa menikmati tamannya yang asri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran kenyamanan serasa di rumah sendiri tanpa terintimidasi dengan segala aturan layaknya sebuah perpustakaan diberikan Rumah Buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika orang seringkali mengidentikkan buku dengan sesuatu yang berat, Rumah Buku membuat itu menjadi ringan," tutur pemilik Rumah Buku, Ariani Darmawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah rumah kosong di Jl. Hegarmanah No.52, di Maret tahun 2003 rumah ini disulap menjadi ruang publik yang menyediakan referensi berupa buku, CD musik, dan film. Buku sastra, antropologi/budaya, sejarah, arsitektur, seni, film, desain, filsafat, dan buku anak merupakan tema-tema utama koleksi Rumah Buku, yang dapat dibaca di tempat atau disewa. Lebih dari 3000 judul buku, 700 CD musik dan 600 judul film bisa anda temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan awal Ariani, buku-buku yang dijual di Rumah Buku adalah buku-buku bekas agar bisa membantu orang yang ingin membeli buku dengan harga yang lebih miring. Tapi, tidak banyak orang yang mau menjual buku-bukunya. Sehingga akhirnya buku-buku yang dijual pun buku-buku baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika agak keberatan mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku baru, anda bisa menyewa. Tapi harus menjadi anggota terlebih dahulu. Ada dua pilihan keanggotaan. Keanggotaan Rumah Buku dibagi 2 yaitu Keanggotaan A dan B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota A dengan kewajiban membayar deposito Rp 45 ribu dapat meminjam buku dan film berlabel kuning serta semua CD musik. Label kuning khusus sebagai tanda untuk buku-buku yang harganya di bawah Rp 150 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anggota B dengan kewajiban membayar deposito Rp 95 dapat meminjam semua buku, CD musik, dan film yang disewakan (label biru maupun kuning). Keanggotaan bisa digunakan seumur hidup. Jika berhenti menjadi member, uang deposito akan dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariani sebagai salah satu sineas film indie Bandung juga membuat rumah produksi film indie, Kineruku. Sebuah ruangan di Rumah Buku yang dinamakan Kineruku Movie Station akan memberikan kenyamanan menonton seperti di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, bioskop kecil di teras belakang yang langsung berhadapan dengan taman akan menawarkan nuansa lain. Di tempat ini biasanya diadakan pemutaran film-film indie sekaligus apresiasinya dengan para sineas film indie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rumah Buku itu serasa rumah kedua," tutur Ariani menirukan komentar dari salah seorang anggota Rumah Buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah komentar itupun akan keluar dari mulut anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dicopy/paste dari portal detik.com  09/02/2008 12:05 WIB&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-3157345039155107915?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/3157345039155107915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/rumah-buku-serasa-rumah-kedua.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3157345039155107915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/3157345039155107915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/rumah-buku-serasa-rumah-kedua.html' title='Rumah Buku: Serasa Rumah Kedua'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8808515729598254765</id><published>2008-02-08T22:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-08T22:21:34.444-08:00</updated><title type='text'>Ikapi Usulkan Penghapusan Pajak Kertas</title><content type='html'>Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid mengusulkan agar pemerintah membebaskan pajak kertas untuk pendidikan atau memberi subsidi. Kebijakan ini akan membuat harga jual buku menjadi lebih murah, ketimbang dengan membeli hak cipta judul buku. "Kami bersama Serikat Penerbit Surat Kabar sedang memperjuangkan agar kertas bebas pajak," katanya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ragu pembelian hak cipta buku akan menurunkan harga jual. Sebab, harga jual buku amat terkait dengan percetakan, kualitas kertas, dan sistem pendistribusian ke daerah. "Apa betul, dengan membeli hak cipta, buku kemudian menjadi murah?" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan pada tahun ini akan membeli hak cipta lebih dari 250 judul buku agar buku pendidikan dapat dijual murah. Dengan langkah ini, kata Presiden, harga jual buku pelajaran SD, SMP, dan SMA bisa turun hingga sepertiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, menurut Setia, Badan Standar Nasional Pendidikan menentukan standar kualitas sebuah buku, termasuk jenis kertas yang digunakan, sehingga bisa tahan lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar pendidikan Profesor Winarno Surakhmad mewanti-wanti agar rencana pemerintah itu direncanakan dengan matang. Jika tidak, ia khawatir akan banyak judul buku yang dibeli ternyata tak relevan bagi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan buku selama ini, kata Winarno, banyak bersifat kanibal, dalam arti mengambil dari sana-sini tanpa pengembangan. Selain itu, masih banyak penulis yang bersifat amatir. "Saya tahu persis, karena pernah melakukan pelatihan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap agar ada kompetisi penulisan buku yang dinilai oleh publik dan bukan oleh pemerintah. Sehingga publik mempunyai kebebasan untuk memilih mana yang terbaik. Winarno juga mengeluhkan banyaknya buku pelajaran sekolah yang diterbitkan hanya untuk konsumsi ujian nasional, bukan untuk kepentingan masa depan. IQBAL MUHTAROM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi 09 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8808515729598254765?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8808515729598254765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/ikapi-usulkan-penghapusan-pajak-kertas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8808515729598254765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8808515729598254765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/ikapi-usulkan-penghapusan-pajak-kertas.html' title='Ikapi Usulkan Penghapusan Pajak Kertas'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8780141462831704679</id><published>2008-02-07T20:18:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:19:10.245-08:00</updated><title type='text'>Pemerintah Beli "Copy Right" Judul Buku</title><content type='html'>Pemerintah memutuskan membeli hak penerbitan atau copy right buku-buku pelajaran untuk tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Pembelian hak penerbitan ini dimaksudkan agar harga buku menjadi lebih rendah sekitar sepertiga dari harga buku yang sekarang dan terjangkau masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers, Rabu (6/2), seusai memimpin rapat akbar Departemen Pendidikan Nasional, yang membahas Evaluasi Program Prioritas Depdiknas Tahun 2005-2007 dan Program Kerja Tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat yang dihadiri sekitar 1.200 pejabat bidang pendidikan itu digelar bukan di Plaza Depdiknas di Jalan Jenderal Sudirman, melainkan di Gedung Pertemuan di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat dihadiri pula Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, sejumlah menteri terkait, gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia, para kepala dinas Depdiknas, rektor dan pembantu rektor, dekan perguruan tinggi negeri, hingga eselon I dan eselon II Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden, salah satu masalah di bidang pendidikan adalah mahalnya harga buku-buku pelajaran. Karena buku mahal, banyak orangtua yang tidak sanggup membeli sehingga tujuan mencerdaskan anak-anak menjadi terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah salah satu langkah yang harus dilakukan adalah menurunkan harga buku pelajaran untuk tingkat SD/SMP dan SMA/SMK sehingga bisa terjangkau masyarakat. ”Caranya antara lain dengan membeli copy right buku tersebut dan memberikan hak produksinya kepada penerbit yang lain sehingga harga buku bisa turun sepertiganya,” kata Presiden. Langkah ini sekaligus untuk menghindari monopoli dalam penerbitan buku-buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden, pihaknya sudah menugaskan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan pemerintah daerah untuk melaksanakan keputusan rapat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden menambahkan, pihaknya akan mengatur secara maksimal masalah perbukuan ini. ”Nantinya akan ditentukan batas atas harga buku. Dengan demikian tidak ada lagi buku pelajaran yang mahal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden, pembelian hak penerbitan ini akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. ”Targetnya adalah lebih dari 250 judul buku. Pelaksanaan kebijakan ini diharapkan bisa dipercepat,” kata Presiden. Adapun judul-judul buku yang akan dibeli hak penerbitannya akan dikaji secara mendalam oleh Departemen Pendidikan Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 8 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8780141462831704679?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8780141462831704679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pemerintah-beli-copy-right-judul-buku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8780141462831704679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8780141462831704679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/02/pemerintah-beli-copy-right-judul-buku.html' title='Pemerintah Beli &quot;Copy Right&quot; Judul Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1523824564295773798</id><published>2008-01-30T05:34:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T05:38:21.721-08:00</updated><title type='text'>DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran 'Seri Pahlawan Nasional'. Kenapa?</title><content type='html'>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cianjur meminta pendistribusian buku pelajaran Seri Pahlawan Nasional untuk siswa sekolah dasar, yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK), segera ditarik. Sebab, gambar jilid salah satu buku, yakni Seri Pahlawan Ki Hajar Dewantara, dibuat dalam bentuk karikatur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku tersebut tidak mendidik dan tidak menghargai nilai kepahlawanan," kata Sekretaris Komisi VI Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Cianjur Dudi Aryadikara kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai penggambaran Ki Hajar Dewantara, dengan bentuk bibir dan hidung yang tidak proporsional, tidak menghargai nilai-nilai kepahlawanan tokoh pendidikan tersebut. "Ini bukan masalah kebebasan berekspresi, melainkan jelas-jelas tidak mendidik," katanya. Dudi mengaku telah menyerahkan contoh buku terbitan PT Grasindo tersebut ke Kejaksaan Negeri Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cianjur Fransiskus Pakpahan mengatakan tak bisa menarik buku itu begitu saja karena distribusinya bersifat nasional. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas masalah ini. "Kalau memang dianggap tidak layak, kami siap melakukan tindakan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor penerbit buku Grasindo, Sudarmanto, mengatakan buku itu bukan pelajaran sejarah atau politik, melainkan buku pendidikan nilai perjuangan dan kepahlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grasindo sama sekali tak pernah menerbitkan buku pendidikan dengan versi karikatur. "Itu semikartun untuk anak-anak. Yang penting bukan gambar, melainkan isi cerita dan nilai yang disampaikan," ujarnya kepada Tempo kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semikartun dalam buku anak, dia menjelaskan, sudah lama digunakan sebagai perantara pesan. Sebagai buku referensi yang diterbitkan lima tahun lalu, penjualan buku ini cukup baik. "Tidak ada nilai atau pesan yang keluar dari pakem, semuanya standar," kata Sudarmanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan segera menemui perwakilan DPRD Cianjur untuk mengklarifikasi masalah tersebut. "Kami sedang mengusahakan pertemuan lewat Grasindo biro Bandung," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo 30 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1523824564295773798?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1523824564295773798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/01/dprd-cianjur-tarik-buku-pelajaran-seri.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1523824564295773798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1523824564295773798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/01/dprd-cianjur-tarik-buku-pelajaran-seri.html' title='DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran &apos;Seri Pahlawan Nasional&apos;. Kenapa?'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-983283907915807357</id><published>2008-01-20T22:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-20T22:15:16.622-08:00</updated><title type='text'>Jogja, Sebelas Taman Bacaan Resmi Buka</title><content type='html'>Sebelas taman baca yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah, diresmikan secara simbolik, dipusatkan di SD Negeri Karang Tengah Baru di Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Sabtu (19/1). Ke-11 taman baca tersebut dibangun dari dana bantuan Pemerintah Kerajaan Belanda bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri serta Yayasan Taman Bacaan Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardjono Sastromihardjo, Direktur Informasi dan Media Departemen Luar Negeri, mengatakan, tahap awal ke-11 rumah baca itu masing-masing akan diberikan 1.500 judul buku. Setiap judul buku akan diberikan dua eksemplar sehingga total 3.000 buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andri Hadi, Direktur Umum Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri, jumlah buku sumbangan akan terus ditingkatkan. Budaya baca perlu ditingkatkan karena sudah mulai luntur. Anak sekarang lebih menyukai tayangan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca kita semua seperti menjelajah dunia tanpa perlu benar-benar berkeliling dunia. Selain itu, kita dapat juga mengenal berbagai cerita dan pengetahuan tentang berbagai negara yang letaknya ribuan kilometer dari Bantul," ungkapnya kepada siswa SDN Karang Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rethy Alexandra Sukardi, Ketua Yayasan Taman Bacaan Indonesia, menambahkan, rendahnya minat baca anak-anak disebabkan tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai. Dengan membangun rumah baca ini, diharapkan anak-anak bisa mengenal luasnya dunia. "Kalau tidak dikenalin dulu, bagaimana mereka bisa cinta membaca," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku yang diberikan antara lain buku geografi, sejarah, bahasa, dan pengetahuan umum. Sebagian buku berbahasa Inggris, tetapi bahasa Inggris yang sederhana, dengan banyak gambar, mengingat pembaca buku itu adalah siswa tingkat sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-11 rumah baca itu dirupakan dalam bangunan di samping sekolah yang didirikan pascagempa Mei 2006, kecuali untuk SDN Karang Tengah Baru. "Karena terbatasnya lahan sekolah, taman baca SDN Karang Tengah Baru terpaksa dibangun di lokasi yang berjauhan dengan sekolah, berjarak sekitar 200 meter," ujar Erna, Kepala Sekolah SDN Karang Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi Jogjakarta 21 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-983283907915807357?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/983283907915807357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/01/jogja-sebelas-taman-bacaan-resmi-buka.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/983283907915807357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/983283907915807357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2008/01/jogja-sebelas-taman-bacaan-resmi-buka.html' title='Jogja, Sebelas Taman Bacaan Resmi Buka'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8909225884329623968</id><published>2007-12-28T20:52:00.000-08:00</published><updated>2007-12-28T20:57:56.801-08:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, 'Indonesia on the Move'</title><content type='html'>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, dengan penilaian yang jujur, obyektif, dan terbuka, Indonesia yang terus bertransformasi hingga saat ini bergerak maju dari situasi serba krisis sejak tahun 1997. Jika transformasi terus dilanjutkan, Presiden optimistis masa depan Indonesia akan terus menjadi lebih baik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disertai optimisme dan kerja keras, jika transformasi dilanjutkan, insya Allah masa depan kita akan lebih baik," ujar Presiden dalam sambutan peluncuran buku kumpulan pidato dan pernyataannya dengan judul Indonesia on the Move di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (28/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk klaim kemajuan itu, Presiden menyebut bidang politik, ekonomi, sosial, pertahanan, dan posisi di dunia internasional sebagai acuan. Di bidang politik, hak asasi manusia dan demokrasi mekar. Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi terus naik mendekati 7 persen. Di bidang sosial, tak ada lagi konflik. Di bidang pertahanan, tak ada lagi embargo. Di bidang luar negeri, posisi Indonesia makin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan bangsa yang kini dirasakan itu, menurut Presiden, tidak lepas dari peran seluruh masyarakat dan juga para pemimpinnya. Presiden menyebut peran Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Presiden Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah secara jujur, meskipun tetap ada masalah, ada capaian dan ada kemajuan sepanjang perjalanan ini," ujarnya. Klaim itu menjadi dasar bagi Presiden Yudhoyono memberi judul atas buku yang disusun Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden ingin dunia internasional tahu dan tepat memahami Indonesia secara gamblang. Selama ini, Presiden merasa Indonesia kerap salah dimengerti oleh beberapa pihak dan dinilai sebagai negara yang paling susah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia harus tahu, Indonesia tengah bangkit dari krisis dengan visi dan idealisme jelas serta karakter yang kuat. Saya ingin memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang Indonesia. The true picture of Indonesia," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantar Indonesia pada kemajuan yang dicita-citakan, Presiden menekankan pentingnya budaya baca-tulis dan belajar. Pentingnya budaya baca dan tulis ini disampaikan juga sebelumnya oleh Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama. Meskipun demikian, sangat disayangkan, budaya baca di Indonesia masih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita saat ini senang dengan budaya lisan dan tutur. Tidak keliru, tetapi harus dilengkapi dengan budaya baca dan tulis. Marilah bangun diri kita menjadi masyarakat membaca dan masyarakat belajar. Membaca adalah investasi, solusi, dan dapat mengubah nasib dan masa depan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap upaya membangun masyarakat membaca dan masyarakat belajar, Presiden memberikan penghargaan atas upaya panjang Jakob Oetama dengan Kompas Gramedia-nya sebagai penjuru dan pemimpin di garis depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai upaya menjadi masyarakat belajar, Presiden bercerita mengenai kegemarannya menghabiskan libur akhir pekan sejak berpangkat letnan bersama istri dan anak-anaknya ke toko buku. Dua toko buku yang kerap dikunjungi Presiden dan keluarga adalah Toko Buku Gramedia di Jalan Merdeka, Bandung, dan Gramedia Matraman. Buku bagi Presiden menimbulkan inspirasi, menambah pengetahuan, dan menyempurnakan kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap kegemaran Presiden yang nyata dalam buku-buku yang diterbitkan, Jakob Oetama memuji Presiden sebagai negarawan, cendekiawan, dan juga budayawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peluncuran buku, Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono berkeliling toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden dan Ny Ani Yudhoyono mengakhiri acara dengan ikut bernyanyi bersama anak-anak di lantai empat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 29 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8909225884329623968?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8909225884329623968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/diluncurkan-indonesia-on-move.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8909225884329623968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8909225884329623968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/diluncurkan-indonesia-on-move.html' title='Diluncurkan, &apos;Indonesia on the Move&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1974462283210402934</id><published>2007-12-28T03:24:00.001-08:00</published><updated>2007-12-28T03:28:11.574-08:00</updated><title type='text'>Menghapus Kutukan 3.000 Eksemplar</title><content type='html'>Dahulu, setiap kali akan menerbitkan buku, penerbit harus mencetak paling tidak 3.000 eksemplar untuk menghemat ongkos cetak. Kini, dengan kemajuan teknologi print on demand, ongkos cetak bisa dihemat dan jumlah eksemplar bisa dipenuhi sesuai permintaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi konvensional, untuk mencetak buku dalam jumlah kecil ongkos cetak akan tetap sangat mahal karena proses percetakan ofset yang panjang menghabiskan biaya cukup besar. Setelah buku tercetak, persoalan yang dihadapi penerbit masih panjang, yaitu penjualan dan tentu saja gudang penyimpanan buku. Jika buku tersebut cepat terserap pasar ataupun best seller, penerbit cukup mencetak ulang tanpa memikirkan penyimpanannya. Namun, kalau buku tersebut lambat pejualannya, apalagi tidak laku, persoalan panjang membelit penerbit. Menumpuknya stok buku di gudang bisa berarti modal belum kembali atau turn over-nya lambat, ditambah lagi penerbit harus mengeluarkan biaya penyimpanan dengan risiko buku rusak, baik oleh suhu maupun serangga. Lambatnya kembali ongkos cetak hingga persoalan gudangbuku adalah persoalan yang dihadapi setiap penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini penerbit tidak perlu lagi mengalami persoalan tersebut setelah hadirnya teknologi digital yang dikenal dengan sebutan print on demand (POD), yaitu percetakan dengan teknologi digital atau cetak tanpa pelat. Ringkasnya seperti seseorang yang mempunyai data dalam bentuk digital, kemudian dicetak begitu saja. Dengan POD, orang dapat mencetak buku sesedikit mungkin, meski hanya satu buku saja, sesuatu yang mustahil dilakukan dengan percetakan ofset. Dalam percetakan ofset orang membutuhkan waktu paling tidak tiga hari untuk membuat film dan pelat cetakan buku tersebut, apalagi jika ada yang salah dengan redaksionalnya, maka harus dibuat film dan pelat yang baru. Dalam sistem POD, cukup mengedit datanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edhi Warsadhi, Direktur Percetakan Kanisius, menjelaskan bahwa dalam proses percetakan ofset ada banyak hal yang harus dilewati: mulai dari film, pelat cetakan, memilah hasil cetakan, merapikan halaman, melipat, menjilid, dan kontrol akhir. Sebaliknya, dengan POD, data dari file komputer langsung dicetak seperti cetak komputer biasa, dengan halaman yang sudah berurutan, berikut sampul bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya buku hendak dicetak 1.000 eksemplar, maka jauh lebih murah menggunakan POD. Edhi mengilustrasikan dengan buku ukuran 20 x 27 cm dengan tebal 360 halaman, jika dicetak 500 eksemplar dengan ofset, maka satu buku menghabiskan biaya sekitar Rp 35.000, dan dengan POD hanya Rp 28.000. Sebaliknya, jika mencetak 2.000 eksemplar, ofset lebih murah sekitar Rp 4.000 dibandingkan POD. Jika jumlah yang dicetak di atas 3.000 eksemplar, lebih efektif menggunakan ofset biasa karena selain terlalu mahal jika menggunakan POD, prosesnya juga memakan waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan teknologi POD inilah yang telah digunakan oleh beberapa penerbit di Indonesia. Equinox Publishing Indonesia adalah penerbit yang diketahui turut memelopori menerbitkan buku dengan POD. Penerbit yang khusus menerbitkan buku Indonesia dalam bahasa Inggris ini sangat menyadari pentingnya cetak cepat dalam jumlah sedikit. Itu disebabkan buku-buku yang diterbitkannya adalah buku yang penjualannya lambat tetapi isinya sangat menarik dan baik sehingga permintaan buku-buku Equinox terus berjalan meski sedikit. Maka, sejak dua tahun lalu penerbit yang memiliki kantor pusat di Singapura ini melakukan POD untuk sebagian besar buku terbitan mereka. Seperti diungkapkan oleh Manajer Editor sekaligus pemilik Equinox, Mark Hanusz, dia langsung menerbitkan bukunya dengan POD begitu teknologi itu hadir karena Mark sangat menyadari buku-buku yang diterbitkan Equinox bukanlah buku pop atau akademis yang cepat laku di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi POD juga telah dimanfaatkan oleh penerbit Kanisius, Yogyakarta, selama dua tahun terakhir, dan diikuti oleh Gramedia Percetakan yang kini telah memiliki mesin POD sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempermudah cetak ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, menerbitkan buku-buku backlist, yaitu cetak ulang yang oplahnya lambat, tidak lagi menghantui pikiran penerbit. Siti Gretiani, Manajer Produksi Nonfiksi Gramedia Pustaka Utama (GPU), mengungkapkan bahwa POD sangat membantu penerbit untuk mencetak ulang buku-buku yang lambat penjualannya tetapi masih dicari orang. Dia mencontohkan untuk buku-buku sastra yang penjualannya di bawah seratus kopi setiap bulannya cukup dicetak ulang sebanyak 500 eksemplar dan langsung dikirim ke toko buku. "Kami tidak perlu memikirkan gudang untuk penyimpanannya," ujar Gretiani. Maka, sejak Gramedia Percetakan memiliki mesin POD sendiri, penerbit GPU menggunakan teknologi ini untuk buku-buku backlist atau buku cetak ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencetak dengan POD juga banyak dilakukan oleh penerbit kecil di Yogyakarta yang tidak mampu menerbitkan buku dalam jumlah besar. Selain karena biaya besar, juga risiko buku tidak laku atau lambat terserap pasar adalah persoalan serius bagi penerbit kecil. Dengan demikian, penerbit tersebut biasanya mencetak bukunya di percetakan Kanisius yang telah memiliki dua POD dan satu alat scan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan POD juga sangat membantu penerbit untuk mempromosikan bukunya, seperti yang dilakukan penerbit LKiS yang mencetak buku dengan POD di percetakan Kanisius. LKiS berencana menerbitkan buku berjudul Dosa-dosa Pemerintahan SBY yang peluncurannya dilakukan 15 Desember. Untuk itu, LKiS segera mencetak 50 eksemplar hanya untuk acara peluncuran dan diskusi buku tersebut. Setelah itu, baru akan dicetak 2.000 eksemplar dengan ofset. "Karena kami mengejar waktu, kalau ofset tidak mungkin hanya cetak sedikit, mahal ongkosnya," ujar Ahmad Fikri, Direktur LKiS. Hal yang sama juga sering dilakukan oleh GPU. Agar buku dikenal luas dan cepat, untuk mempromosikan buku tersebut biasanya dicetak sedikit saja dengan POD. "Setelah itu kami lihat reaksi pasar. Kalau responsnya bagus, kami akan cetak banyak," ucap Gretiani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetak jarak jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lain dengan POD adalah penerbit dapat melakukan cetak jarak jauh untuk mempermudah pemasaran atau menghemat ongkos pengiriman dan mempercepat sampainya buku di lokasi pembeli. Penjualan buku Equinox hanya 60 persennya saja di Indonesia, selebihnya dipasarkan di Asia, Eropa, dan Amerika. Untuk mempromosikan buku-bukunya ke seluruh dunia, menurut Mark, pengiriman fisik buku melalui kurir akan sangat merepotkan. Mark mencontohkan jika pemesan bukunya berada di Amerika, dia cukup mengirimkan format digital bukunya melalui e-mail ke percetakan POD di North Carolina, dan dengan ongkos kirim 2 dollar AS, buku itu akan sampai ke pembeli dengan cepat. Sayangnya, jika pengiriman buku dilakukan dari Indonesia, akan menghabiskan ongkos 30 dollar AS karena proses kepabeanan yang rumit. "Jika pemesan bukunya di Italia, saya cetak bukunya di Inggris," ucap Mark. Meski Equinox memiliki kantor pusat di Singapura, pencetakan dan pengiriman buku untuk pasar Singapura tetap dilakukan dari Indonesia. Ini disebabkan jarak yang cukup dekat dan jasa kurir yang cukup mudah antara Indonesia ke Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi Kanisius yang memiliki percetakan POD, justru tawaran mencetak buku impor di Indonesia sudah lama dilakukannya. Percetakan Kanisius telah menerima tawaran menerbitkan buku-buku impor dari penerbit Amerika, Australia, dan Jepang untuk dipasarkan di Asia. Selanjutnya, Edhi berharap bahwa kemudahan cetak digital akan berdampak positif pada dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Sebab, jika penerbit buku-buku akademis di Amerika dan Eropa menerbitkan buku di Indonesia untuk pasar Indonesia, harga beli buku impor akan jauh lebih murah. "Mahasiswa kita jadi lebih antusias membeli dan membaca buku bermutu dari luar negeri," ungkap Edhi. "Pihak percetakan enggak mungkin bohong, semuanya tertampil di mesin cetak," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edhi pun menambahkan bahwa mencetak dengan POD mengurangi risiko kerugian atas hasil cetakan yang kurang bagus karena biasanya dengan ofset selalu ada bagian di mana tintanya kurang sempurna. "Dengan POD tidak ada buku atau kertas yang terbuang," ungkap Edhi. Bagi pebisnis penerbitan dan percetakan, POD sangat efisien dan menguntungkan karena fasilitas ruang untuk POD lebih kecil dan tenaga kerja yang dibutuhkan pun jauh lebih sedikit dibandingkan mencetak buku dengan ofset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 17 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1974462283210402934?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1974462283210402934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/menghapus-kutukan-3000-eksemplar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1974462283210402934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1974462283210402934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/menghapus-kutukan-3000-eksemplar.html' title='Menghapus Kutukan 3.000 Eksemplar'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-205304834583572690</id><published>2007-12-28T03:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-28T03:21:30.923-08:00</updated><title type='text'>Disita, Buku 'Tenggelamnya Rumpun Melanesia'</title><content type='html'>Penyitaan buku dengan alasan mendiskreditkan pemerintah atau membahayakan persatuan seharusnya sudah tak lagi dilakukan pemerintah. Selain melanggar kebebasan berekspresi, penyitaan juga menghambat masyarakat mengakses informasi yang dibutuhkannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyitaan buku sangat merugikan. Bukan sekadar merugikan pihak penerbit, penyitaan tersebut juga membuat proses reformasi jadi terhambat," kata Pemimpin Redaksi Penerbit Galang Press AA Kunto A, Selasa (18/12), menanggapi penyitaan buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia; Pertarungan Politik NKRI di Papua Barat yang diterbitkan Galang Press bekerja sama dengan Penerbit Deiyai 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis (13/12) lalu, buku karangan Sendius Wonda tersebut disita oleh Kejaksaan Negeri Jayapura dari Toko Buku Gramedia Jayapura. Penyitaan didasarkan pada Surat Keputusan Jaksa Agung Kep-123 A/JA/11/2007 tentang larangan beredarnya buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi buku yang antara lain menyebutkan bahwa virus HIV/AIDS yang berkembang di Papua sengaja disebarkan secara terorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunto menambahkan, penyitaan tersebut menunjukkan ketakutan berlebih para aparat hukum. Jaksa Agung pun menginstruksikan agar buku tersebut disita dari peredaran di seluruh Indonesia. Perbedaan interpretasi semata tidak dapat dijadikan alasan mematikan kebebasan berpendapat. Apalagi, buku juga menjadi alat perjuangan masyarakat Papua untuk menyuarakan hak dan kepentingannya secara beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku setebal 247 halaman yang diterbitkan tahun 2007 itu memang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah, seperti pemberian status otonomi khusus hingga pemekaran kabupaten yang menyebabkan munculnya ketimpangan sosial, ekonomi, dan budaya rakyat Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan Ketua Umum Badan pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Socratez Sofyan Yoman dalam kata pengantar buku ini, penulis mampu menyajikan fakta hancurnya budaya lokal akibat berbagai kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi Jogjakarta 19 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-205304834583572690?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/205304834583572690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/disita-buku-tenggelamnya-rumpun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/205304834583572690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/205304834583572690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/disita-buku-tenggelamnya-rumpun.html' title='Disita, Buku &apos;Tenggelamnya Rumpun Melanesia&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5176061564576193900</id><published>2007-12-26T04:45:00.001-08:00</published><updated>2007-12-26T04:47:51.229-08:00</updated><title type='text'>Korupsi Buku di Klaten, Negara Rugi Rp 2,4 M</title><content type='html'>Setelah 2 tahun tak jelas nasibnya, titik terang muncul dari penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan buku pelajaran SD/MI di Klaten. Auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah menyatakan, kerugian negara mencapai Rp 2,4 miliar dari proyek Rp 8,3 miliar itu. Proyek yang didanai pemerintah daerah setempat tersebut melibatkan tujuh rekanan lokal Klaten.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolwil Surakarta Kombespol Yotje Mende yang dikonfirmasi melalui Kasubbag Reskrim Kompol M. Ngajib mengatakan, tengara kerugian negara itu telah diterimanya beberapa hari lalu. Dengan keterangan itu, dugaan proyek tersebut menyalahi aturan semakin kuat. "Sebagai tindak lanjut, kami akan kembali memanggil saksi-saksi yang telah kami periksa. Mereka akan kami mintai keterangan lagi. Kami akan pertajam pemeriksaan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab dan layak dijadikan tersangka atas kasus itu," ujar Ngajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia menolak berkomentar mengenai kandidat tersangka atas proyek tersebut. Yang jelas, penyidik akan lebih memfokuskan pemeriksaan terhadap panitia proyek yang didanai APBD Kabupaten Klaten itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia proyek -yang kasusnya mencuat sejak September 2005 itu- terdiri atas beberapa pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Klaten era 2004. Rekanan proyeknya adalah tujuh percetakan di wilayah Klaten dan sekitarnya. Mereka adalah PT IP, Sd, Sb, PG, HW, Pd, dan percetakan PS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua yang berkompeten di panitia pengadaan dan rekanan telah diperiksa. Kepala Dinas P dan K (saat itu) Sidiq R. dan sejumlah stafnya sudah diperiksa. Kami juga telah meminta keterangan unsur manajemen di tujuh rekanan itu. Kami akan memanggil mereka lagi secepatnya," lanjut Ngajib, yang didampingi Kanit Tipikor AKP Suparmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, perkara tersebut mengemuka setelah sebuah LSM di Klaten melaporkan indikasi penyelewengan proyek itu ke polisi pada September 2005. Dalam laporannya, LSM tersebut menyatakan proyek melanggar aturan pengadaan barang dan jasa di Keppres 80/2003. Sebab, panitia tidak menenderkan proyek, melainkan menunjuk langsung rekanan yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi 26 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5176061564576193900?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5176061564576193900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/korupsi-buku-di-klaten-negara-rugi-rp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5176061564576193900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5176061564576193900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/korupsi-buku-di-klaten-negara-rugi-rp.html' title='Korupsi Buku di Klaten, Negara Rugi Rp 2,4 M'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5685447002621975334</id><published>2007-12-18T15:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T15:06:12.249-08:00</updated><title type='text'>Rendah Mutu Buku Pegangan Ekonomi Pelajar</title><content type='html'>Kualitas sebagian besar buku pegangan pelajar di bidang ilmu ekonomi masih rendah. Padahal, kualitas buku akan menentukan kualitas murid.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melihat kualitas buku pelajaran ekonomi yang beredar saat ini, saya sebagai menteri keuangan yang sudah mengeluarkan dana begitu banyak untuk Departemen Pendidikan Nasional rasanya sayang," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berbicara dalam penyelenggaraan Grand Final Lomba Debat dan Artikel tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), yang digagas Serikat Pekerja Surat Kabar dengan Humas Departemen Keuangan, Senin (17/12) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sri Mulyani, akibat rendahnya kualitas buku pelajaran tersebut, hasil pembelajaran yang diterima siswa, terutama di tingkat SLTA, menjadi diragukan. Dengan demikian, meskipun mendapatkan nilai maksimal, anak didik belum menunjukkan kualitas yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lihat ada soal multiple choice (pilihan ganda) yang dibawa anak saya, ternyata sangat buruk. Meskipun anak saya bisa menjawab dan mendapatkan nilai 10 atau 9, itu belum tentu bagus. Itu tidak begitu luar biasa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar Rp 61,41 triliun tahun 2008. Khusus untuk Departemen Pendidikan Nasional, anggaran yang dikelolanya mencapai Rp 48,27 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani mengatakan akan mempertimbangkan masukan soal pemotongan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penerbitan buku pelajaran agar buku semakin berkualitas dan harga terjangkau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 19 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5685447002621975334?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5685447002621975334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/rendah-mutu-buku-pegangan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5685447002621975334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5685447002621975334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/rendah-mutu-buku-pegangan-ekonomi.html' title='Rendah Mutu Buku Pegangan Ekonomi Pelajar'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2118977779873941688</id><published>2007-12-18T07:05:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T07:07:16.884-08:00</updated><title type='text'>Terbit, '10 Dosa SBY-JK'</title><content type='html'>Keterpurukan bangsa Indonesia selama ini tidak hanya disebabkan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat sipil yang cenderung membiarkan hal itu terjadi. Untuk keluar dari keadaan ini, masyarakat sipil harus lebih aktif bekerja, terutama dalam pemberdayaan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan rohaniwan Benny Susetyo dalam peluncuran buku 10 Dosa Politik SBY-JK karya Boni Hargens, Sabtu (15/12) di Jakarta. Pembahas lainnya adalah Mayor Jenderal Saurip Kadi dan mantan anggota KPU Mulyana W Kusumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh "dosa" Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dicatat Boni, antara lain, adalah bertambahnya jumlah rakyat miskin dan pengangguran, pemberantasan korupsi yang tebang pilih, dan lambannya penanganan kasus semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sengaja memakai kata dosa dan bukan kegagalan karena catatan ini lebih merupakan gerakan moral atas kekecewaan rakyat terhadap jalannya pemerintahan dalam tiga tahun terakhir. Kata kegagalan juga akan lebih mudah dihapus dengan bahasa politik," kata Boni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Benny, berbagai keterpurukan itu terjadi karena pemerintah telah disandera atau terlalu berkompromi dengan kaum kapital sehingga lupa memerhatikan rakyat. "Namun, kita juga ikut salah karena membiarkan hal ini terjadi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keluar dari keterpurukan ini, masyarakat sipil terutama dari kalangan cendekiawan, budayawan, dan rohaniwan harus bersatu untuk melakukan revolusi budaya. Sebab, setiap perubahan umumnya berasal dari tiga komponen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai gerakan itu, lanjut Benny, masyarakat sipil harus lebih banyak turun ke bawah dan tidak melulu berkonsentrasi pada kekuasaan. Berbagai bentuk gerakan pemberdayaan masyarakat, seperti lewat kredit mikro atau pertanian organik, harus digalakkan karena akan melatih mereka untuk menggunakan hak politik dan ekonominya secara lebih rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, masyarakat sipil juga harus menawarkan jalan alternatif untuk keluar dari berbagai keterpurukan dan membuat kriteria calon pemimpin bangsa. "Dengan itu, akan terjadi kontrol yang kuat terhadap kinerja pemerintah," kata Benny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan Mulyana. Menurut dia, berbagai kerja untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat mendesak untuk segera dilakukan. Saat ini telah terjadi pendangkalan politik yang antara lain terlihat dengan makin eksklusifnya pembahasan berbagai masalah publik. Sementara energi rakyat banyak dihabiskan oleh pelaksanaan demokrasi yang cenderung prosedural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* DIgunting dari Harian Kompas Edisi 17 Desember 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2118977779873941688?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2118977779873941688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/terbit-10-dosa-sby-jk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2118977779873941688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2118977779873941688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/terbit-10-dosa-sby-jk.html' title='Terbit, &apos;10 Dosa SBY-JK&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-403745787091252307</id><published>2007-12-18T06:36:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T06:37:45.608-08:00</updated><title type='text'>Terbit, Kisah Hidup Hidayat Martaadmaja</title><content type='html'>Kisah hidup Letnan Jenderal TNI (Purn) Hidayat Martaadmaja kini telah dibukukan. Peluncuran buku yang disusun Dewi Aisah Rais Abin, putri Hidayat, ini diadakan di Galeri Cipta III di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (17/12).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku berjudul Hidayat: Father, Friend, and a Gentleman terbitan Legiun Veteran Republik Indonesia ini berisi 18 tulisan mengenai kisah hidup Hidayat yang ditulis oleh kerabat dan sahabat almarhum. Dewi mulai mengumpulkan tulisan tersebut sejak 2003, dua tahun sebelum ayahnya meninggal karena penyakit alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosihan Anwar, wartawan senior, mengatakan, sosok Hidayat tidak begitu dikenal banyak orang. Padahal, Hidayat merupakan pejuang yang sangat berjasa ketika Republik Indonesia membentuk pemerintahan darurat di Sumatera tahun 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Hidayat pernah menjabat sebagai Menteri Muda Kabinet Kerja I (1959-1960), Menteri Veteran Kabinet Kerja III (1962-1963), dan jabatan terakhir sebagai Duta besar RI untuk Australia dan Selandia Baru (1968-1970).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejuang ini memperoleh beberapa tanda penghargaan seperti Bintang Gerilya, Bintang Republik, serta Bintang Penghargaan dari Presiden Yugoslavia Jozep Broz Tito dan dari Uni Soviet sebelum akhirnya meninggal pada 24 Oktober 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rosihan, kisah hidup Hidayat dapat memberikan semangat bagi generasi muda yang cenderung menganggap sejarah sebagai sesuatu yang tidak berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku ini bukan buku tentang Hidayat saja, melainkan buku tentang Indonesia yang perlu diketahui para generasi muda," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran buku setebal 218 ini dihadiri para veteran dari Legiun Veteran Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi mengatakan, banyak kerabat dan sahabat Hidayat yang tidak dapat menyumbangkan tulisannya dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua sahabat almarhum sudah tua. Meski sejumlah sahabat berkeinginan untuk menulis, karena sudah tua dan beberapa di antaranya sakit, akhirnya tidak dapat menulis," ujar Dewi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 18 Desember 2007 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-403745787091252307?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/403745787091252307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/terbit-kisah-hidup-hidayat-martaadmaja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/403745787091252307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/403745787091252307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/terbit-kisah-hidup-hidayat-martaadmaja.html' title='Terbit, Kisah Hidup Hidayat Martaadmaja'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6875412527864110255</id><published>2007-12-18T06:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T06:31:18.316-08:00</updated><title type='text'>Terbit, 'Ali Imron Sang Pengebom'</title><content type='html'>Ali Imron, 37, terpidana seumur hidup kasus bom Bali I, menerbitkan buku. Memoar berjudul Ali Imron sang Pengebom itu diluncurkan di tengah persiapan tahap akhir eksekusi mati trio pelaku bom Bali lainnya, yakni Imam Samudra, Mukhlas, dan Amrozi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi pria yang akrab dipanggil Ale itu memang unik. Berbeda dengan ketiga temannya yang kukuh dengan kebenarannya, Ale kembali menegaskan bahwa berjihad dengan mengebom adalah pilihan keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ale siap jika bukunya memicu kontroversi. "Ini salah satu bentuk pertanggungjawaban saya sebagai pelaku pengeboman," kata Ale saat ditanya Jawa Pos tentang alasannya mengeluarkan buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ale, naskah bukunya mulai ditulis sejak masih ditahan di Mapolda Bali awal 2003. Buku yang digarap penerbit Republika itu turun cetak pada Minggu (16/12) dan kini dalam tahap distribusi ke toko buku. Sebelum Ale, Imam Samudra telah menerbitkan buku Aku Melawan Teroris pada 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Ale setebal 275 halaman yang dilengkapi file foto milik Mabes Polri dijadikan media dakwah Ale. Dia mengajak kawan-kawannya yang lain untuk tidak melakukan jihad dengan cara seperti bom Bali. Sejak di halaman pembuka, pria asal Tenggulun, Lamongan, Jatim, itu berpesan kepada yang ingin berjihad supaya tidak salah memilih jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, jihad di jalan Allah bukan hanya untuk membunuh, tapi harus ada syarat terpenting yang harus dipenuhi. Yaitu, menghilangkan kemusyrikan. "Apa bom Bali I, bom JW Marriott, bom Kuningan, dan bom Bali II berhasil menghilangkan kemusyrikan?" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom-bom tersebut, menurut Ale, lebih banyak membawa mudarat (keburukan) dan mafsadat (kerusakan) dibanding manfaat dan maslahat (kebaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan bom Bali, kata dia, adalah melanggar adab jihad, belum ada kejelasan tentang status orang yang diserang, serta didorong faktor emosional (hal 238-250).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang tidak puas dengan Israel, Amerika, Inggris, dan Australia, lanjut dia, sampaikan dakwah dan peringatan. Jika buntu, yang dilawan adalah tentara yang memerangi Islam. Bukan menyamaratakan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku itu Ale menceritakan riwayat hidupnya dari anak desa menjadi militan (Bab I), mempraktikkan jihad (Bab II), bom Bali 12 Oktober 2002 (Bab III), mengapa dirinya kooperatif (Bab IV), dan jihad vs terorisme (Bab V). Salah satu bagian yang menceritakan detail bagan susunan bom Bali I dan campurannya sengaja diedit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak ingin nanti dikira mengajari orang merakit bom," kata Tommy Tamtomo, direksi penerbit Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak bisa menceritakan detail perakitan bom Bali I, Ale menceritakan proses di balik bom tersebut. Mulai perancangan, persiapan, menuju hari H, hari H, pelaku bom bunuh diri, peran dirinya dalam bom Bali, menghilangkan jejak, hingga proses penangkapan. Ale tidak menyinggung keterangan Utomo Pamungkas alias Mubarok yang mengaku bertemu Ustad Abu Bakar Ba’asyir sebelum peledakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Mubarok itu memang menjadi kontroversi hingga kini karena dijadikan bahan untuk menjerat Ba’asyir setelah dinyatakan terbukti bermufakat jahat dengan pelaku bom Bali. Mubarok dalam BAP polisi mengisahkan bahwa dirinya, Amrozi, serta Ale menemui Ba’asyir di rumahnya, kompleks Pesantren Al Mukmin Ngruki, pada Mei-Agustus 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kooperatif dan membantu polisi? Ale menjawab, "Karena saya terlibat dalam pengeboman dan itu tidak benar." Baginya polisi hanya menjalankan tugas. Adik kandung Mukhlas dan Amrozi itu mengakui, polisi juga tak berbeda dengan dirinya yang menjalankan jihad sebagai kewajiban dari Allah. Dia sendiri menyatakan penyesalan dan permohonan maaf kepada para keluarga korban bom Bali I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyesal terlambat menunjukkan jihad yang benar," tambah Ale yang menolak dilabeli mujahid dan kini menunggu grasi dari presiden itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi 18 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6875412527864110255?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6875412527864110255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/terbit-ali-imron-sang-pengebom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6875412527864110255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6875412527864110255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/12/terbit-ali-imron-sang-pengebom.html' title='Terbit, &apos;Ali Imron Sang Pengebom&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4963251406503825028</id><published>2007-11-30T17:13:00.001-08:00</published><updated>2007-11-30T17:15:47.665-08:00</updated><title type='text'>Keadilan Pengadilan Jaksa Dungu</title><content type='html'>Sungguh sial nasib Bersihar Lubis. Saat-saat ini mantan wartawan &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt; itu harus tampil sebagai pesakitan di pengadilan hanya karena ia mengutip kisah orang lain yang dikisahkannya kembali di dalam sebuah kolom. Ia digelandang ke pengadilan dengan dakwaan melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik. Penggiringan kasus ini ke pengadilan tak hanya tidak logis karena terkesan dipaksakan, tapi juga terasa menabrak rasa keadilan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pada April 2004 pemimpin penerbit buku Hasta Mitra, Joesoef Isak, menerima penghargaan Jeri Laber Pour La Liberte De l'Edition dari Perhimpunan Penerbit Amerika karena berani menerbitkan karya Pramoedya Ananta Tour ketika pemerintah Indonesia keras melarangnya. Saat memberi sambutan pada upacara penerimaan anugerah itu, Joesoef berkisah tentang interogator alias jaksa dungu yang pernah menyita bukunya. Kata Joesoef pada 1981 itu, dia diperiksa oleh kejaksaan karena menerbitkan dua novel Pramoedya, Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, ketika dia diminta menandatangani berita acara pemeriksaan, seorang jaksa malah meminta Joesoef mengiriminya buku karya Pramoedya yang kata sang jaksa dikaguminya. Sang jaksa itu pun mengatakan perlakuannya terhadap Joesoef hanya karena perintah atasan. Dalam konteks itu, Joesoef mengatakan jaksa tersebut sebagai interogator dungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu dikisahkan kembali oleh Bersihar Lubis melalui kolomnya di Koran Tempo edisi 17 Maret 2007 dengan judul "Kisah Interogator yang Dungu". Dia mengaitkan kisah "interogator dungu" itu dengan dalang G30S 1965 yang menurut dia masih dapat diperdebatkan. Karena itu, kini dia digiring ke peradilan pidana dengan dakwaan "pasal karet" penghinaan dan pencemaran nama baik (Tempo, 26 November 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurus remeh-temeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sungguh aneh dan tak logis. Sebab, kalau cara berpikir seperti itu dipakai, kita juga harus menghukum orang yang mengisahkan apa yang didengarnya kalau kisah itu bermuatan pidana. Misalnya, kita harus menghukum semua orang dan wartawan yang mengatakan atau menulis omongan Zaenal Ma'arif bahwa Susilo Bambang Yudhoyono pernah kawin sebelum lulus Akabri--kalau nanti terbukti Zaenal Ma'arif bersalah. Kita juga harus menghukum semua orang yang mengutip Fajroel Rahman bahwa Pak Harto adalah penjahat kemanusiaan dan koruptor besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, penggelandangan Bersihar ke pengadilan tak hanya karena mengisahkan kisah yang telah terjadi pada 1981 itu, tapi juga karena elaborasinya sendiri yang kemudian dianggap menghina dan mencemarkan nama baik institusi kejaksaan yang didungukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah yang dirasakan tidak adil karena memberi kesan kuat kejaksaan hanya mencari-cari pekerjaan yang "remeh-temeh". Bayangkan, banyak kasus besar yang membangkrutkan negara dan menggarong harta rakyat yang dilaporkan dan ditangani kejaksaan, tapi tak dapat diselesaikan dengan baik. Malah banyak di antaranya yang diberi SP3 dan SKP3. Gila, kan? Kasus-kasus korupsi besar yang jelas-jelas memotong nadi negara dan menyedot darah rakyat tak diseriusi, sementara kasus teri seperti "pengisahan kisah" oleh Bersihar cepat-cepat dibawa ke pengadilan dengan serius. Keadilan macam apa yang diikuti oleh kejaksaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah diperdebatkan dari bunyi pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang masih resmi berlaku, memang bisa saja Bersihar secara formal dianggap bersalah karena tindakannya memenuhi unsur pidana yang didakwakan. Tapi harus diingat bahwa pasal-pasal yang serumpun dengan yang didakwakan terhadap Bersihar itu, sebagai produk kolonial, telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) atas permintaan judicial review oleh Egi Sudjana. Memang, yang secara langsung dibatalkan oleh MK adalah pasal penghinaan terhadap kepala negara sebagai penguasa yang sah, tapi rumpun dan substansinya adalah sama dengan pasal-pasal yang sekarang didakwakan terhadap Bersihar. Substansinya melindungi penguasa penjajahan yang zalim, rumpunnya adalah "pasal karet".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan lagi rechtsstaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tata hukum kita yang baru, sejak amendemen atas Undang-Undang Dasar 1945, secara tegas kita tidak hanya menganut kebenaran-kebenaran formal atas nama kepastian hukum, tapi juga menganut prinsip penegakan keadilan dalam penegakan hukum. Itulah sebabnya kata rechtsstaat (dengan arti negara hukum) yang dulu tercantum dalam Penjelasan Umum UUD 1945 sekarang sudah dihapus dan substansinya dipindahkan ke Pasal 1 ayat (3) UUD hasil amendemen tanpa lagi menggunakan istilah rechtsstaat yang diletakkan di dalam kurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan istilah rechtsstaat dengan hanya menggunakan istilah "negara hukum" saja bukanlah sekadar masalah semantik, tapi juga memuat hal yang sangat substantif. Sekarang ini negara hukum Indonesia bukan hanya rechtsstaat yang lebih menekankan pada kebenaran formal melalui pencocokan pasal-pasal undang-undang dengan perbuatan seseorang atas nama "kepastian hukum", tapi juga negara hukum the rule of law yang menekankan pada pentingnya "penegakan keadilan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegasnya, negara hukum kita adalah prismatika antara rechtsstaat dan the rule of law, yang berarti "kepastian hukum" hanya harus dibangun jika ia dapat memastikan tegaknya "keadilan". Filosofi yang seperti ini ditegaskan kembali di dalam Pasal 24 ayat (1) dan Pasal 28-D ayat (1) UUD 1945 hasil amendemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus penggiringan Bersihar ke pengadilan terasa tidak memenuhi rasa keadilan, baik dilihat dari substansi masalahnya yang "remeh-temeh" maupun dipandang dari sudut pilihan jaksa untuk serius menangani kasus ini tapi tampak enteng mengesampingkan kasus-kasus lain yang memang serius. Kejaksaan terlihat memainkan jurus kebenaran formal dan kepastian hukum dalam rechtsstaat dengan mengesampingkan penegakan keadilan sebagaimana dituntut oleh the rule of law.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradilan di negeri kita akan menjadi "peradilan dungu" jika para penegak hukumnya tak paham atau tak mau paham pada prismatika antara rechtsstaat dan the rule law sebagai bagian penting dari sistem hukum Pancasila. Undang-undang dasar kita sekarang ini menuntut dunia peradilan untuk membangun kepastian hukum dan keadilan secara bersamaan, dalam arti kepastian hukum harus ditegakkan untuk memastikan bahwa rasa keadilan terpenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Moh. Mahfud Md., Guru Besar Hukum Tata Negara dan Anggota Komisi III DPR RI&lt;br /&gt;** Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi Sabtu 01 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4963251406503825028?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4963251406503825028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/keadilan-pengadilan-jaksa-dungu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4963251406503825028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4963251406503825028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/keadilan-pengadilan-jaksa-dungu.html' title='Keadilan Pengadilan Jaksa Dungu'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-2047402326879097107</id><published>2007-11-28T17:55:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T18:15:29.425-08:00</updated><title type='text'>Bersihar Diadili Gara-gara Opini "Interogator Dungu"</title><content type='html'>Kejaksaan tak hanya mengawasi barang cetakan dan melarang peredaran buku pelajaran sejarah Kurikulum 2004. Kejaksaan ternyata juga mengawasi rubrik opini atau pendapat di media yang berisikan tulisan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihar Lubis yang menulis "&lt;a href="http://esaibuku.blogspot.com/2007/11/kisah-interogator-yang-dungu.html"&gt;Interogator Dungu&lt;/a&gt;" di Koran Tempo tanggal 17 Maret 2007, kini diadili di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 November 2007, jaksa menuntut mantan wartawan majalah Tempo, Gatra, Gamma, dan Pemimpin Redaksi Medium itu dengan pidana delapan bulan penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubis didakwa melanggar Pasal 207 Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berbunyi, "barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada peluang lain bagi dirinya selain menunggu dan menjalani proses persidangan," kata Lubis, Rabu (28/11) malam. Pada sidang di PN Depok, kemarin, jaksa penuntut umum membacakan tanggapan atas pledoi atau pembelaan Lubis yang disampaikan tanggal 21 November 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Abdul Hakim Ritonga mengakui, kejaksaan melaporkan Lubis ke polisi. "Dalam tulisan itu dikatakan interogator dungu. Kan kejaksaan merasa terhina," kata Ritonga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membantah laporan jaksa ke polisi itu berlebihan. Perihal tulisan Lubis yang hanya mengutip penuturan Joesoef Isak, menurut Ritonga, menunjukkan Lubis menyatakan ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubis dilaporkan staf Kejaksaan Negeri Depok ke Polres Depok atas tulisannya yang dinilai menghina kejaksaan. Lubis mengutip penuturan Joesoef Isak— penerbit Hasta Mitra yang menerbitkan karya-karya Pramoedya Ananta Toer—pada Hari Sastra Indonesia di Paris, 2004. Joesoef menceritakan interogasi Kejagung terhadap dirinya, menyusul terbitnya roman Anak Semua Bangsa dan Bumi Manusia karya Pramoedya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 29 November 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-2047402326879097107?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/2047402326879097107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/bersihar-diadili-gara-gara-opini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2047402326879097107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/2047402326879097107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/bersihar-diadili-gara-gara-opini.html' title='Bersihar Diadili Gara-gara Opini &quot;Interogator Dungu&quot;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-6529673973962061967</id><published>2007-11-09T06:12:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T04:04:46.217-08:00</updated><title type='text'>Buku 'Ganti Hati', Seminggu Cetak Ulang</title><content type='html'>Respons pembaca terhadap buku &lt;i&gt;Ganti Hati&lt;/i&gt; karya Chairman Jawa Pos benar-benar luar biasa. Hanya dalam seminggu, 30 ribu edisi cetakan pertama habis terjual. Padahal, saat ini belum semua permintaan terpenuhi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;General Manager JP Books (Grup Jawa Pos) Mashud Yunasa menyebut stok buku tersebut di penerbit sudah nol. Untuk segera memenuhi permintaan, pihaknya mencetak kembali buku tersebut sebanyak 20 ribu eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yunasa, penjualan itu termasuk yang terbaik di Indonesia. Dia memisalkan, 5.000 buku biasanya baru habis dalam tempo enam bulan. "Itu pun kalau best seller," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya JP Books yang kewalahan memenuhi permintaan pembeli. Jawa Pos juga kewalahan melayani permintaan buku tersebut lewat program berlangganan. Ribuan pelanggan, baru maupun yang sudah lama setia, memesan buku tersebut hanya dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pelanggan, hanya dengan membayar tiga bulan di depan, memang akan langsung mendapatkan buku tersebut sebagai hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sangat berterima kasih atas respons pembaca dan pelanggan. Kami juga minta maaf bila ada pelanggan yang terlambat menerima kiriman Ganti Hati. Kami akan melayani sebaik mungkin semua permintaan pelanggan. Jangan khawatir kehabisan," kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azrul menjelaskan, program berlangganan itu akan terus berjalan sampai akhir November. Semua yang memesan lewat program tersebut diprioritaskan untuk mendapatkan buku lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelanggan yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, buku Ganti Hati bisa diambil di Graha Pena Lantai V pada hari dan jam kerja, dengan menunjukkan bukti pembayaran berlangganan tiga bulan ke depan. Bisa juga menghubungi hotline Jawa Pos di (031) 820-2103 dan 820-2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan di luar Surabaya bisa mendapatkannya di kantor Radar Grup Jawa Pos di daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos, 09 November 2007 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-6529673973962061967?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/6529673973962061967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/buku-ganti-hati-seminggu-cetak-ulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6529673973962061967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/6529673973962061967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/buku-ganti-hati-seminggu-cetak-ulang.html' title='Buku &apos;Ganti Hati&apos;, Seminggu Cetak Ulang'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-990919387243255270</id><published>2007-11-09T06:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-09T06:12:02.965-08:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Buku 'Amandemen UUD 1945'</title><content type='html'>Ketertutupan sistem ketatanegaraan Indonesia membuat terjadinya praktik monopoli partai politik, baik di eksekutif, legislatif, maupun komisi-komisi negara, seperti Mahkamah Konstitusi. Monopoli partai politik ini harus diakhiri dengan cara membuka pintu masuk bagi calon-calon nonparpol, seperti calon presiden independen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan pakar hukum tata negara Denny Indrayana dalam peluncuran bukunya, &lt;i&gt;Amandemen UUD 1945: Antara Mitos dan Pembongkaran&lt;/i&gt;, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (8/11). Pembicara lain dalam diskusi peluncuran buku tersebut adalah pakar hukum tata negara Universitas Andalas Saldi Isra, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh. Selain para hakim konstitusi, juga hadir Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, beberapa anggota DPR seperti Lukman Hakim Saifuddin dan Nursyahbani Katjasungkana, anggota Komisi Yudisial Tahir Saimima, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Andi Samsan Nganro, dan beberapa pakar hukum seperti Maria Farida dan Komariah Emong Sapardjaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bukunya, Denny Indrayana menyebutkan, calon-calon independen harus diberi kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Monopoli oleh partai-partai politik atas pengajuan seorang calon presiden harus diakhiri demi memperkuat demokrasi partisipatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Monopoli partai politik ini tidak hanya terjadi di eksekutif ataupun legislatif, tetapi komisi-komisi independen pun harus mengafirmasi calon-calon dari partai politik," tutur Denny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denny juga menyoroti pemilu yang berbiaya mahal, tetapi tidak berhasil mendapatkan kepemimpinan yang efektif. Untuk itu, ia mengajak para pakar untuk mencari sistem pemilu yang lebih baik sehingga bisa menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan biaya pemilu tidak mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga menjadi sorotan Denny dalam bukunya adalah posisi MPR yang saat ini masih menggantung serta perlunya penguatan DPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saldi Isra dalam diskusi mengatakan, harus ditegaskan apakah posisi MPR sebagai sebuah institusi ataukah hanya menjadi forum DPR dan DPD. "Kalau dibiarkan menggantung seperti sekarang, akan membuat demokrasi berada di persimpangan jalan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku itu juga disebutkan, di sepanjang proses amandemen UUD 1945, ide untuk membentuk sebuah parlemen bikameral yang kuat bergema luas. Namun, parlemen bikameral yang kuat ini tidak tercapai karena bagi para penentangnya, itu berarti Indonesia akan secara efektif menjadi sebuah negara federal, sebuah opsi yang ditentang kuat karena alasan-alasan ideologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas, 9 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-990919387243255270?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/990919387243255270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/diluncurkan-buku-amandemen-uud-1945.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/990919387243255270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/990919387243255270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/diluncurkan-buku-amandemen-uud-1945.html' title='Diluncurkan, Buku &apos;Amandemen UUD 1945&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8999445882327025915</id><published>2007-11-02T17:49:00.000-07:00</published><updated>2007-11-02T17:51:30.718-07:00</updated><title type='text'>Gempa Rusak Penyimpanan Naskah Kuno</title><content type='html'>Sejumlah tempat penyimpanan naskah kuno di Sumatera Barat rusak karena gempa yang terjadi bulan Maret dan September 2007. Akibatnya, naskah kuno berusia ratusan tahun terancam musnah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kompleks cagar budaya Surau Baru, Bintungan Tinggi, Kabupaten Padang Pariaman, puluhan naskah kuno terpaksa dikeluarkan dari lemari penyimpanan dan diletakkan di sebuah dipan yang tidak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lemari rusak karena gempa. Sebagian besar bangunan juga sudah rusak terguncang gempa pada 6 Maret lalu. Kini kerusakan rumah yang menjadi tempat penyimpanan naskah kuno ini semakin diperparah karena gempa 12-13 September sehingga terpaksa naskah disimpan apa adanya," tutur Asril Ma’az, salah satu keturunan Syekh Abdul Rahman yang mendirikan Surau Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah kuno yang tersimpan di kompleks Surau Baru ini diperkirakan berusia 300-400 tahun. Sampul buku sebagian besar sudah hilang. Kertas naskah kuno ini juga sudah mulai sobek dan rapuh. Padahal, naskah ini berisi berbagai hal tentang ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serupa terjadi di Surau Lubuak Ipuh, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman. Abdul Rosyid Tuanku Kadehi, tokoh agama setempat, mengatakan, gempa merusak rumah tempat penyimpanan kitab-kitab kuno. Rumah kayu itu jadi miring, lantainya pun terangkat. "Tempat ini diperkirakan sudah berusia sekitar 100 tahun. Naskah yang tersimpan di dalamnya berjumlah puluhan. Kalau disusun, tingginya sekitar satu meter," kata Abdul Rosyid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas 3 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8999445882327025915?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8999445882327025915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/gempa-rusak-penyimpanan-naskah-kuno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8999445882327025915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8999445882327025915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/gempa-rusak-penyimpanan-naskah-kuno.html' title='Gempa Rusak Penyimpanan Naskah Kuno'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7986254832670716766</id><published>2007-11-01T16:44:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T16:48:01.930-07:00</updated><title type='text'>Terbit, Buku 'Dari Kilometer 0,0'</title><content type='html'>Pemandu acara peluncuran buku &lt;i&gt;Dari Kilometer 0,0&lt;/i&gt; di Gedung Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2007, Clara Sinta—putri penyair WS Rendra—suaranya jadi agak terengah-engah karena sibuk menyuruh wartawan menyingkir dari sekitar Andi Mallarangeng yang berdiri di atas podium. Juru Bicara Kepresidenan itu begitu datang di tempat acara langsung dikerumuni wartawan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak hadir sehingga hadirin cukup bebas bergerak. Hampir sebagian besar dari hadirin yang datang pada acara ini adalah wartawan, baik yang bertugas meliput maupun yang hanya hadir saja. Menurut pemberi komentar dari buku tulisan Andi Mallarangeng ini, Imam B Prasodjo, banyak orang yang hadir dalam acara ini, antara lain karena Andi yang punya "aura istana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berisi tulisan ringan tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istana kepresidenan. Diberi judul &lt;i&gt;Dari Kilometer 0.0&lt;/i&gt;, kata Andi, karena istana adalah pusat pemerintahan negara. "Seperti halnya kalau di jalan ke luar kota ada Kilometer 19, itu dihitung dari pusatnya, yakni 0,0 kilometer dan itu adalah alun-alun dan tempat pemimpin pemerintahan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini, menurut Prasodjo, ditulis Andi yang bertugas sebagai juru bicara presiden. "Maka berisi pembenaran terhadap ucapan, tindakan, dan kebijakan presiden, tidak ada kritik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prasodjo, dalam buku ini tidak diketemukan ketika Andi mendapat hantaman dari berbagai pihak setelah menjelaskan soal korban tewas akibat ditabrak iring-iringan pengawal presiden. Juga ada hantaman keras bagi Andi ketika ia menjelaskan soal perkawinan putra Presiden di Istana Bogor. "Kelak diharapkan Andi menulis tentang kilometer 1000, di mana ada kritik dan hantaman semacam itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila Wimar Witoelar menulis soal Gus Dur setelah beliau tidak jadi presiden, maka buku saya tentang presiden yang masih memegang jabatannya," ungkap Andi dalam penerbangan dari New York ke Jakarta, September 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 2 November 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7986254832670716766?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7986254832670716766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/terbit-buku-dari-kilometer-00.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7986254832670716766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7986254832670716766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/11/terbit-buku-dari-kilometer-00.html' title='Terbit, Buku &apos;Dari Kilometer 0,0&apos;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-4231372086713837051</id><published>2007-10-30T20:01:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T16:55:05.848-07:00</updated><title type='text'>27 Oktober, Hari Bloger Nasional</title><content type='html'>Pada hari-hari dekat sebelum Pesta Blog itu diumumkan, dimilis Para Kutubuku Gila sudah beredar email bersambung dan dikomentari dengan riuh oleh orang-orang gila dalam kamar terapi mereka masing-masing. Dan kalian tahu bahwa mereka tak satu pun nongol. Cuma berandai-andai belaka. Untunglah, mereka semua masih bisa berandai-andai. Dasar orang gila. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lagi sebelumnya, ide membuat sebuah forum blog sudah digagas oleh kelompok bloger yang berhimpun di pelataran Bunderan Hotel Indonesia. Dan terbukti, acara itu ada. Dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika pula. Dan sang menteri, Pak Mohammad Nuh membuat kejutan dengan mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hari bersejarah bagi blogger Indonesia," kata Nuh dalam Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, pada hari Sabtu 27 Oktober 2007. Acara tersebut diikuti 500-an blogger dari seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh juga menjamin kebebasan menulis bagi blogger Indonesia. "Bukan zamannya lagi ada pembredelan. Pemerintah menjamin kebebasan berekspresi bagi para blogger," tutur mantan Rektor Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, katanya, setiap tahun akan diberikan semacam Blog Award untuk blogger yang dianggap karyanya memberi pengaruh positif bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh juga menantang para blogger menciptakan lagu bertema "Suara Indonesia Baru". Lagu itu akan menjadi "lagu kebangsaan" bagi blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin pada 2008 nanti jumlah blogger Indonesia mencapai satu juta," ujarnya. Saat ini jumlah blogger Indonesia sekitar 130.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia amat berharap kaum muda mau mengisi blog mereka dengan kesadaran untuk membangun bangsa Indonesia menjadi negara yang lebih baik. "Isi blog dengan tulisan yang mencerahkan dan edukatif. Tulisan yang mampu memberi semangat membangun bangsa dan rasa nasionalisme," ucapnya berharap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diolah dari Harian Kompas Edisi 30 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-4231372086713837051?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/4231372086713837051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/10/27-oktober-hari-bloger-nasional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4231372086713837051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/4231372086713837051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/10/27-oktober-hari-bloger-nasional.html' title='27 Oktober, Hari Bloger Nasional'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7554865595122756684</id><published>2007-10-06T04:09:00.000-07:00</published><updated>2007-10-06T04:11:44.336-07:00</updated><title type='text'>Perkenalkan Indonesia ke Manca Lewat Buku</title><content type='html'>Ikatan Penerbit Indonesia kembali mengikuti pameran buku terbesar di dunia, Frankfurt Book Fair, di Jerman, 10-14 Oktober 2007. Pameran itu menjadi kesempatan terbesar untuk memamerkan karya-karya penulis Indonesia dan mendapatkan perhatian dari dunia penerbitan internasional.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid dalam jumpa pers, Kamis (4/10), tahun ini terdapat 50 judul buku yang mewakili kekuatan Indonesia akan dibawa ke pameran akbar tersebut. Buku-buku itu sebagian besar tentang seni dan budaya. Selain itu, ada buku-buku sejarah, sosial, politik, sastra, dan masakan khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya para penerbit dan industri terkait mengupayakan gerai yang lebih besar untuk diisi buku-buku yang dianggap mewakili kekuatan Indonesia. Tahun-tahun sebelumnya gerai Indonesia hanya 2 meter x 2 meter. Tahun ini gerainya 4 meter x 16 meter. "Sulit untuk bersaing dengan buku-buku teknologi karena terdapat begitu banyak barikade atau batasan. Kita juga sulit unggul karena sudah ada negara-negara yang lebih maju, sedangkan buku seni dan budaya relatif dapat dinikmati semua masyarakat dan memiliki keunikan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku dari Indonesia patut dibawa dan dinikmati oleh masyarakat luas di berbagai negara. Sayangnya, selama ini tidak ada wadah yang memadai untuk mempromosikan buku-buku tersebut. Dukungan pemerintah sendiri masih sangat minim. Tahun ini, menurut Setia Dharma, bahkan dukungan pemerintah nol, terutama pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berharap menjual hak cipta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pameran tersebut harapannya ada penerbit-penerbit dari luar negeri yang tertarik dan kemudian membeli hak ciptanya, menerbitkan dan mendistribusikan di negaranya masing-masing. Dengan demikian, buku-buku dari Indonesia itu banyak dibaca di belahan dunia lain. "Indonesia akan semakin dikenal dan kerelaan para penulis untuk menulis buku membesar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Setia Dharma berpandangan, ke depan khazanah keunggulan daerah juga harus digali dan dimunculkan melalui penulisan buku. Pemerintah daerah harus ikut mendorong majunya penulisan buku dan penerbitan di daerahnya, terutama yang mengangkat kekhasan daerah-daerah tersebut. Setia Dharma meyakini, daerah maju jika perbukuannya berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini kekuatan seni, budaya, dan alam lebih banyak ditulis oleh orang-orang dari luar negeri. Tak heran juga kalau kemudian banyak kekayaan budaya yang diklaim oleh negara lain," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Eureka Bookhouse Raja D Manahara Hutauruk yang menjadi Tim Project Officer Frankfurt Book Fair 2007 menambahkan, pada pameran kali ini Ikapi juga tidak melihat besar kecilnya penerbitan. Di samping 50 judul buku terbaik, ada pula 200 judul buku lain yang dibawa ke pameran itu. Harga buku yang dibawa bervariasi, mulai dari Rp 13.000 hingga lebih dari Rp 2.000.000 per buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mensurvei ke toko-toko buku dan penerbit guna mencari buku yang layak dibawa ke pameran akbar itu. Bahkan, ada buku-buku yang dikeluarkan penerbit-penerbit baru dan kecil. Sepanjang mempunyai karya yang baik dan layak, mereka diikutsertakan. Layak dalam artian dapat mewakili Indonesia," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi Jumat, 05 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7554865595122756684?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7554865595122756684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/10/perkenalkan-indonesia-ke-manca-lewat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7554865595122756684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7554865595122756684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/10/perkenalkan-indonesia-ke-manca-lewat.html' title='Perkenalkan Indonesia ke Manca Lewat Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1278975770718292776</id><published>2007-10-03T04:51:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:54:15.129-07:00</updated><title type='text'>Terbit, 2 Buku PRRI/Permesta</title><content type='html'>Eksponen PRRI/Permesta menolak disebut sebagai pemberontak karena telah menerima abolisi dan amnesti dari Presiden Soekarno pada 1957. Mereka mengaku kecewa atas pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara buka puasa pekan lalu yang menyatakan PRRI/Permesta adalah pemberontak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai seorang pemimpin seharusnya Pak Jusuf Kalla mengenal sejarah bangsanya, apalagi beliau adalah orang Makassar," kata Yopie Lasut dalam perbincangan dengan Tempo kemarin. Muhammad Ahmad Jusuf, yang menandatangani piagam Permesta, ia melanjutkan, masih ada pertalian saudara dengan Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merehabilitasi dan meluruskan sejarah, eksponen PRRI/Permesta akan menggelar silaturahmi akbar pada 28 Oktober nanti di Manado sekaligus mempersiapkan perayaan 50 tahun PRRI/Permesta pada 15 Februari 2008 di Medan, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 30 September 2007, eksponen PRRI/Permesta menggelar dialog di Jakarta Media Center dan menerbitkan dua buah buku berjudul &lt;i&gt;Apa Beda Permesta dan PRRI&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Wawancara Eksklusif dengan Vintje Sumual&lt;/i&gt;. "Ini bagian dari upaya awal kami meluruskan sejarah," kata Sinyo Monumutu. Ia menjelaskan salah satu dari rumusan piagam Permesta yang ditandatangani elemen Permesta 49 tahun lalu adalah rumusan adanya otonomi daerah yang sekarang ini telah diberlakukan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Farid Prawiranegara, putra Mr Sjafruddin Prawiranegara, Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan PRRI/Permesta, mengatakan piagam Permesta secara jelas menginginkan otonomi daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Pada saat itu Sulawesi yang begitu besar tidak mungkin mampu dipimpin oleh seorang gubernur," ujar Farid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pemerintah pusat tidak memberikan perhatian yang cukup kepada Indonesia Timur. "Bahkan Soekarno melakukan pelanggaran konstitusi dengan menyatakan dirinya sebagai formatur kabinet," ujar Farid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Anhar Gonggong mendukung pernyataan Yopie dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pemberontak, kata dia, tidak relevan dengan PRRI/Permesta karena mereka bukan gerakan separatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adanya konflik antara pemerintah pusat dan PRRI adalah sebuah gejolak yang terjadi pada kurun waktu tertentu untuk mencari jati diri dan pembentukan karakter sebuah negara," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Koran Tempo Edisi Rabu 3 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1278975770718292776?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1278975770718292776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/10/terbit-2-buku-prripermesta.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1278975770718292776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1278975770718292776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/10/terbit-2-buku-prripermesta.html' title='Terbit, 2 Buku PRRI/Permesta'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1190561836072421798</id><published>2007-09-24T18:15:00.000-07:00</published><updated>2007-09-24T18:18:13.717-07:00</updated><title type='text'>Satu Per Satu Tersangka Kasus Buku Keluar Sel</title><content type='html'>Satu per satu tersangka kasus dugaan korupsi buku keluar dari sel tahanan. Polres Purworejo menangguhkan penahanan empat di antara total sebelas tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku tahun 2004 Dinas Pendidikan Purworejo yang merugikan negara Rp 4,6 miliar itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tersangka tersebut adalah Marsaid (mantan bupati 2000-2005), Ir Ahmad Fauzi (Sekda), Budi Santoso (asisten II Sekda), dan Didit Abdul Majid (pihak ke-3/swasta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangguhan penahanan dilakukan karena proses pemberkasan oleh penyidik dari polres selesai sebelum masa penahanan 120 hari habis. Berkas juga sudah dilimpahkan kembali ke kejaksaan. Penangguhan penahanan terhadap empat tersangka dilakukan Kamis (20/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Asjima’in SH di hadapan wartawan di ruang kerjanya pada Senin (24/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Asjima’in, penangguhan penahanan itu dilakukan karena secara hukum tersangka tidak diperlukan lagi dalam pemeriksaan. Juga pemeriksaan dan penyidikannya dianggap selesai. Namun, masih adanya sisa waktu penahanan memungkinkan para tersangka dipanggil kembali untuk diperiksa bila ditemukan perkembangan data dan fakta baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak ditangguhkan akan melanggar hukum karena berkas sudah dilimpahkan ke JPU untuk ke-3 kalinya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi penangguhan penahanan para tersangka tersebut, Muhammad Abdullah, ketua MPPH (Masyarakat Purworejo Peduli Hukum), justru mempertanyakan lamanya penyidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelaku yang piawai sehingga sulit diungkap atau penyidik yang kurang profesional. Atau penuntut yang memberikan petunjuk penyidikan di luar kewajaran," katanya. "Ini harus menjadi keprihatinan dan perhatian bersama jangan sampai masyarakat hanya diberi tontonan akrobat hukum," ujar Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asjima’in mengatakan, penyidikan kasus itu lama karena saksinya banyak, minimal 67 orang. Selain itu, domisili saksi tersebar di berbagai daerah, antara lain Kalimantan, Surabaya, Jogjakarta, dan Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberkasan pun harus disesuaikan dengan tupoksi setiap tersangka yang tebal satu berkasnya bisa mencapai 15 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap tersangka yang lain, masih akan dilakukan penyidikan. Untuk itu, jajaran polres telah membentuk tim yang terdiri atas tujuh orang anggota untuk segera menyelesaikan berkas. "Bagi tiga tersangka lain, penangguhan penahanan baru bisa dilakukan dalam waktu dekat ini," jelas Asjima’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah Istiharto (wakil ketua DPRD 2000-2005), Sugiman (mantan kepala TU dinas pendidikan), Suyadi (mantan kepala kas daerah), dan Rois (kepala dinas pendidikan, nonaktif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap tersangka Istiharto, penyidik masih harus melakukan konfirmasi kepada saksi dari anggota fraksi di DPRD sehingga butuh proses cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tersangka Sudarmo Subroto (mantan kepala dinas pendidikan), sudah dilakukan penangguhan penahanan sejak beberapa waktu lalu dengan alasan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka Rukma Setia Budi (anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), menurut Asjima’in, menunggu izin dari pemerintah pusat. Polres sudah mengirimkan surat kepada Mendagri dan tinggal menunggu jawaban. "Ini di luar kewenangan polisi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tersangka lagi, Marsudi (mantan ketua DPRD), telah meninggal dunia. Karena itu, penyidikannya dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap posisi Budi Santoso yang statusnya masih aktif sebagai asisten II Sekda, Asjima’in menyatakan hal itu adalah kewenangan bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, Budi Santoso sudah melayangkan surat pengunduran diri kepada bupati. Namun, belum ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asjima’in berharap masyarakat memahami penangguhan penahanan dan lamanya pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi  25 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1190561836072421798?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1190561836072421798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/satu-per-satu-tersangka-kasus-buku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1190561836072421798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1190561836072421798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/satu-per-satu-tersangka-kasus-buku.html' title='Satu Per Satu Tersangka Kasus Buku Keluar Sel'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-5237064363156775319</id><published>2007-09-23T16:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-23T16:44:08.353-07:00</updated><title type='text'>Novel "Sang Musafir" M Sobary</title><content type='html'>Khazanah buku sastra Indonesia diperkaya oleh penerbitan "novel" &lt;i&gt;Sang Musafir&lt;/i&gt; karya Mohamad Sobary. Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama itu merupakan buku ke-15 karya Sobary, di luar buku anak-anak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peluncuran buku tersebut di Jakarta, Jumat (21/9) petang, kritikus sastra Melani Budianta mengemukakan bahwa Sang Musafir sebenarnya merupakan genre baru yang tak bisa dikatakan sebagai novel fiksi, tetapi lebih sebagai otobiografi. Ilmuwan filsafat Karlina Supeli melihat Sang Musafir karya Mohamad Sobary lebih menjadi pertanggungjawaban pada takdir, semacam pelatihan rohani seperti cara hidup para sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pertanggungjawaban Sobary itu, menurut Karlina, dilakukan bukan dengan menjelaskan, melainkan dengan banyak bertanya. Setiap pertanyaan menimbulkan pertanyaan berikutnya. Pertanyaan ini antara lain ditemukan dalam Bab 14: "Carilah jejak Kuntul Melayang, Galih Kangkung dan Sarang Angin". Mencari yang mustahil untuk sampai pada yang tak mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya cuma semata membaca seraya tertatih mengikuti langkah &lt;i&gt;Sang Musafir&lt;/i&gt;. Apa yang ditulis Sobary bukan untuk dijelaskan, tetapi dirasakan," ujar Karlina pada acara yang dihadiri antara lain Gus Dur dan Bhante Pannyavaro dari Wihara Mendut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Karlina maupun Melani melihat &lt;i&gt;Sang Musafir&lt;/i&gt; merupakan perjalanan panjang penulisnya untuk menuju ke tempat terdekat; ke dalam diri. "Seperti perjalanan Bima dalam kisah ’Dewa Ruci’, di mana Bima bertemu Dewa Ruci yang tak lain dirinya sendiri. Seperti konsep Jawa, manunggaling kawula Gusti," kata Melani Budianta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku setebal 265 halaman tersebut, Mohamad Sobary menggambarkan adanya garis hidup yang tidak terbaca mata hati manusia, tetapi berkuasa dan sangat menentukan. Itulah yang bagi dia menjadi kejutan-kejutan kecil, yang keindahannya tak mudah dimengerti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 24 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-5237064363156775319?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/5237064363156775319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/novel-sang-musafir-m-sobary.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5237064363156775319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/5237064363156775319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/novel-sang-musafir-m-sobary.html' title='Novel &quot;Sang Musafir&quot; M Sobary'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8870696659377343362</id><published>2007-09-23T16:41:00.000-07:00</published><updated>2007-09-23T16:43:25.187-07:00</updated><title type='text'>Potret Buram Industri Buku Pelajaran</title><content type='html'>Di tengah suasana karut marut industri perbukuan Indonesia, terutama buku pelajaran, Usaha Bersama atau UB berjuang keras untuk tetap bertahan. Sebagai distributor buku pelajaran, saat ini UB harus menghadapi persoalan utama yang juga dikeluhkan banyak toko buku, yaitu bersaing dengan para penerbit untuk menjual buku-buku pelajaran ke sekolah-sekolah. Lahan yang sebelumnya menjadi porsi UB kini diambil alih penerbit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan berlantai dua yang terletak di pojok Jalan Petojo Utara VI, Jakarta, itu tidak tampak mencolok seperti sebuah toko buku. Pemandangan di depannya adalah sebuah kali dengan air berwarna hitam. Jalan tempat bangunan ini berdiri pun tidak terlalu lebar, hanya pas dilewati dua mobil. Sebelum melewati pintu kaca untuk masuk ke toko buku, pengunjung harus melalui teras sempit yang di samping kiri dan kanannya dipakai sebagai tempat parkir lima buah motor. Satu-satunya petunjuk adalah sebuah papan bertuliskan TB USBER dengan huruf besar-besar dan dicat warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan yang tidak terlalu besar ini menjadi saksi bisu masa kejayaan usaha distributor buku pelajaran milik Juliani yang memulai bisnisnya sejak 30 April 1970.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, Juliani bisa mendistribusikan buku-buku pelajaran ke sekitar 350 sekolah di wilayah Jakarta dan Tangerang. Ia juga bisa mempekerjakan puluhan pegawai, terutama saat-saat menjelang tahun ajaran baru, sekitar bulan Mei hingga Agustus. Dari keuntungan usahanya itu pula, Juliani, perempuan kelahiran Jakarta 9 Juli 1938, berhasil membeli dua gudang di daerah Jelambar dan Petojo Selatan, tempat ia menyimpan buku-buku pelajaran yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bisnis distributor buku pelajaran beralih menjadi toko buku yang, selain masih menyuplai buku pelajaran ke beberapa sekolah, juga menjual buku-buku umum dan alat tulis secara eceran di tempat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juliani kini bermitra dengan anak lelakinya membuka Toko Buku USBER di tempat yang sama. Perubahan itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa-masa manis hubungan antara penerbit-distributor/toko buku-konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Bersama menjadi saksi perubahan yang terjadi di dalam industri buku pelajaran. Perubahan itu terutama dalam hal pengambilalihan peran toko dan distributor buku oleh para penerbit. Dalam bahasa yang lebih lugas, "Sekarang ini, para penerbit cenderung ingin memonopoli industri buku pelajaran. Mereka ingin menjadi penerbit sekaligus penjual, alias menguasai buku dari hulu ke hilir," ungkap Juliani dengan nada getir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ratusan sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko Buku Usaha Bersama yang sekarang dimiliki Juliani bersama anaknya dulunya adalah distributor buku-buku pelajaran. Seluk beluk bisnis ini mulai dipelajari Juliani saat ia menjadi kepala sekolah di Yayasan Pendidikan dan Pengajaran (YPP) pada akhir tahun 1950-an, sebuah sekolah swasta yang sebelumnya bernama Pa Hwa. Ketika itu, sekolah YPP sering memesan buku pelajaran ke Toko Buku Bandung di jalan Alkateri, Bandung. Karena pemilik Toko Buku Bandung adalah kerabatnya sendiri, ia bisa sedikit demi sedikit mengetahui bagaimana bisnis buku itu dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kepala sekolah, akses bertemu dengan pemimpin sekolah dari lembaga lain sangat besar. Ia sering kali harus menghadiri rapat bersama sekolah-sekolah lain. Dari berbagai pertemuan itulah terjalin hubungan baik sekaligus membuka peluang besar untuk memasukkan buku-buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerabat di Bandung lalu mengusulkan agar saya membuka usaha sendiri, menyuplai buku pelajaran ke sekolah-sekolah. Dari situlah Usaha Bersama berawal," papar ibu dari empat anak yang sudah dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan membina hubungan dan keuletan mencari relasi baru membuatnya berhasil menjalin bisnis dengan banyak penerbit serta menjadikan kawan-kawan sesama kepala sekolah sebagai konsumen buku-buku pelajaran yang dijualnya. Di masa awal itu, ia mengantarkan sendiri buku-buku yang dipesan dengan mengendarai motor, bahkan ke pelosok Jakarta sekalipun. "Satu pesanan buku pun saya antar sendiri ke sekolah. Barangkali ini perbedaan yang ada antara Usaha Bersama dengan distributor buku lainnya," urainya. Semua sekolah, mulai dari sekolah negeri hingga sekolah swasta, ataupun semua level pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, dilayaninya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, ia bisa merengkuh ratusan sekolah sebagai pelanggan. Usahanya pun berkembang pesat. Kurang dari sepuluh tahun, ia tidak lagi menitipkan buku-buku pelajaran ke rumah-rumah kerabatnya yang lebih besar. Ia sudah bisa membeli sebuah gudang di daerah Jelambar. Armada pengangkut buku-bukunya pun tidak hanya motor, tetapi bertambah dengan beberapa mobil boks. Karyawan yang semula hanya seorang, yang merangkap sebagai pembantu rumah tangga, meningkat menjadi 10 orang. "Dulu, kalau pas buku-buku pesanan datang, penerbit itu bisa kirim truk kontainer ke sini atau ke Jelambar," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan kalau Usaha Bersama tumbuh pesat. Dari menjual buku pelajaran, UB mendapat rabat 35 persen dari penerbit. Ia lalu membawa buku-buku tersebut ke sekolah-sekolah sambil memberi diskon 25 persen. "Dulu ada aturan dari penerbit untuk memberi diskon ke sekolah tidak lebih dari 25 persen," katanya lagi. Maka, tidak kurang dari sepuluh persen keuntungan bisa dikantonginya untuk setiap buku pelajaran. Padahal, nilai pesanan buku ke tiap penerbit bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar penerbit buku pelajaran adalah mitranya. Sebut saja penerbit Erlangga, Yudistira, Grasindo, Ganesha, Sarana Panca Karya, Tiga Serangkai, dan masih banyak lagi. "Saya hidup dari penerbit dan sekolah. Mereka adalah bos saya. Modal saya adalah kepercayaan," tuturnya panjang lebar. Oleh karena itu, ia selalu berusaha membayar tepat waktu kepada penerbit. Meskipun pihak sekolah baru membayar sebagian, ia selalu berusaha membayar semua buku-buku yang sudah diambilnya dari penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit masuk sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa bulan madu bersama penerbit agaknya tidak abadi. Ia mengingat, sejak sekitar 10 tahun lalu keadaan berubah sama sekali. Secara perlahan, satu per satu penerbit mulai merambah masuk ke sekolah-sekolah. Mereka menjual sendiri buku-buku terbitannya. Menurut Juliani, ini terjadi karena tiap penerbit ingin agar buku-buku terbitannya saja yang dipakai oleh sebuah sekolah. Akibatnya, para penerbit berlomba-lomba datang ke sekolah, menawarkan buku sekaligus menjualnya. Perubahan itu membawa dampak cukup serius kepada bisnis yang telah dibangunnya selama lebih dari 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu sekolah yang semula menjadi langganan tetapnya tidak lagi mengambil buku darinya. "Bagaimana mereka (sekolah-sekolah itu) tidak tergiur oleh tawaran penerbit? Selain memberikan diskon rata-rata 35 persen, penerbit juga menghadiahi sekolah atau guru berbagai jenis barang, seperti kulkas, televisi, AC," ujarnya dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberikan rabat 35 persen kepada sekolah, sama artinya dengan menutup periuk nasi UB. "Dari penerbit saya diberi diskon 35 persen, padahal mereka kasih juga rabat 35 persen ke sekolah. Lalu saya harus kasih berapa ke sekolah-sekolah itu? Tentu saja saya tidak bisa melawan bos saya sendiri kan?" ujarnya lagi. Lebih jauh, beberapa penerbit tidak lagi memberikan buku-buku pelajaran yang dimintanya. "Kalau saya telepon, mereka bilang bukunya ada. Namun, pada tanggalnya, tidak dikirim-kirim dengan alasan stok habis," tambahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak serius perubahan itu kelihatan jelas saat ini. Hanya selang waktu kurang dari 10 tahun, jumlah sekolah yang mengambil buku dari UB hanya tersisa 60 saja. "Mereka adalah sekolah-sekolah yang menganggap saya bukan sekadar pedagang, tetapi lebih dari itu, sebagai teman, seperti sekolah Kemurnian dan Gandhi School di Pasar Baru, Kemayoran, ataupun Sunter. Mereka telah berhubungan lama dengan saya. Ada kepala sekolah yang memarahi gurunya karena si guru memilih ambil dari penerbit dengan segala hadiah tambahannya," ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang UB tidak lagi menyuplai buku pelajaran ke sekolah negeri atau sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan agama tertentu. Di beberapa sekolah nasional plus, UB hanya mengirim buku pelajaran Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya pelanggan mengakibatkan Juliani harus mengurangi ongkos-ongkos. Pegawai tetapnya kini hanya delapan orang termasuk sopir. Tenaga kerjanya bisa bertambah kalau pesanan cukup banyak, terutama menjelang tahun ajaran baru. Gudang di Jelambar pun sudah lama kosong, tidak berfungsi lagi. Hanya di Petojo Selatan dan Utara yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penerbit, menurutnya, masih berbaik hati kepadanya. Ketika ia mengajukan keluhan tentang perubahan situasi ini, pemilik penerbitan itu memberi "ganti rugi" sebesar 2,5 persen dari omzet. "Penerbit itu mau kasih 2,5 persen karena saya telah membina relasi sejak ayahnya yang pegang. Sekarang ini anaknya yang memimpin, maka sistemnya pun berubah," ucapnya sambil menyebut nama sebuah penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebaikan hati penerbit itu tidak bisa mengubah kondisi bisnis buku pelajaran yang telah telanjur kacau balau. Menurutnya, bahkan ada penerbit yang sampai membuka toko buku sementara di depan sekolah menjelang tahun ajaran baru. Kondisi yang riil adalah terjadi perang diskon di antara para penerbit. UB yang berada di tengah-tengah antara produsen dan konsumen menjadi terjepit. Toko buku ataupun distributor buku sendiri tidak bersatu mengambil langkah bersama. Sebaliknya, ada toko buku yang mendiamkan praktik penerbit karena khawatir tidak diberi buku. Akibatnya, kekhawatiran mereka justru menjadi kenyataan, penerbit mengulur-ulur waktu mengirim buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi ini, Juliani mengaku pasrah. "Saya sudah capek. Mungkin sebentar lagi akan pensiun. Sekarang ini saya masih bertahan karena kasihan sama pegawai-pegawai. Kalau usaha ditutup, bagaimana mereka kasih makan keluarganya? Mana sekarang harga-harga naik terus," keluhnya. Selain bertahan untuk para pegawai setianya, Juliani masih ingin membimbing anaknya yang baru memulai bisnis toko buku. Bermodal nama besarnya, anaknya cukup mudah menjalin hubungan dengan beberapa penerbit buku umum yang sekarang mengisi outlet Toko Buku UB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia tetap melihat tantangan ke depan bagi anaknya atau siapa pun yang ingin mengikuti jejaknya sangat berat. "Di sini, tak ada aturan yang tegas dijalankan sehingga watak serakah itu tak bisa direm," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 24 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8870696659377343362?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8870696659377343362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/potret-buram-industri-buku-pelajaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8870696659377343362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8870696659377343362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/potret-buram-industri-buku-pelajaran.html' title='Potret Buram Industri Buku Pelajaran'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-1257255561149893970</id><published>2007-09-21T16:00:00.000-07:00</published><updated>2007-09-21T16:03:37.604-07:00</updated><title type='text'>Diluncurkan, Novel Janda dari Jirah</title><content type='html'>Novel &lt;i&gt;Janda Dari Jirah&lt;/i&gt; karya Cok Sawitri melayangkan ingatan kepada cerita Calon Arang. Selama ini, ingatan akan cerita itu ditularkan dengan gambaran Calon Arang sebagai seorang janda penyihir, penebar petaka, dan penampilannya serba seram sehingga harus dibunuh. Namun, karya Cok Sawitri membongkar itu semua.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel itu berdasarkan suatu peristiwa sejarah pada masa kejayaan Kerajaan Kadiri (Jawa Timur). Sejarah yang melibatkan Calon Arang dan perannya dalam pecahnya kerajaan tersebut. Konon, para penyair dan empu dilarang menuliskan kisah ini karena ditakutkan mencoreng kekuasaan Rake Halu Dharmawangsa Airlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah berpusat pada seorang perempuan, Ibu Ratna Manggali atau Rangda ing Jirah (Janda dari Jirah), pemimpin kabikuan Jirah yang kekuasaannya dan penyebaran ajarannya meluas sehingga sangat berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, novel yang ditulis hanya dalam waktu empat hari itu hanya seperseratus dari penelitian Cok Sawitri terhadap naskah-naskah tua yang dikerjakannya selama bertahun-tahun. Cok memberikan gambaran berbeda dari gambaran yang selama bertahun-tahun diduplikasi terhadap kisah itu, terutama dalam memosisikan perempuan yang menjadi tokoh utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Harian Kompas, Maria Hartiningsih mengungkapkan, ketika membaca novel tersebut ingatannya melayang pada cerita Calon Arang. Walaupun, di dalam novel itu tidak ada satu nama Calon Arang pun dituliskan. Maria menjadi pembahas dalam acara peluncuran novel itu di Goethe-Haus pada Rabu (19/9) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cok Sawitri membalik semua pandangan masyarakat terkait kisah itu. "Dia masuk ke dalam sejarah dan menempatkan Rangda ing Jirah sebagai biku dan pemilik pengetahuan. Sawitri menggoyang asumsi-asumsi yang selama ini ada," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis dan aktris Rieke Diah Pitaloka yang juga menjadi pembahas novel itu berpendapat senada. "Dari pertama kali membaca novel itu saya langsung merasakan betapa puitis penuturannya. Seperti membaca puisi dalam bentuk prosa," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cok Sawitri juga sepertinya berupaya agar pembaca keluar dari bayang-bayang ingatan akan Calon Arang yang selama ini digambarkan sebagai perempuan yang seram. Janda dari Jirah juga tidak digambarkan sebagai sosok yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasanya yang indah, karya Cok Sawitri memperlihatkan cinta, gejolak, hubungan antarmanusia dan hubungan manusia dengan alam. Cok juga menggambarkan kematian sebagai proses antara bukan suatu akhir yang senantiasa dideskripsikan sebagai kekelaman dan kesedihan mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-1257255561149893970?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/1257255561149893970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/diluncurkan-novel-janda-dari-jirah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1257255561149893970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/1257255561149893970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/diluncurkan-novel-janda-dari-jirah.html' title='Diluncurkan, Novel &lt;i&gt;Janda dari Jirah&lt;/i&gt;'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-8801650931108033793</id><published>2007-09-21T15:52:00.001-07:00</published><updated>2007-09-21T15:56:05.672-07:00</updated><title type='text'>90 Tahun Balai Pustaka</title><content type='html'>Sepi. Di dalam ruangan toko buku yang penuh sesak dengan rak itu tidak tampak satu pengunjung pun. Keasyikan beberapa staf pengurus toko yang sedang berbincang-bincang tiba-tiba terusik ketika pintu kaca dibuka. Tak lama kemudian mereka melayani permintaan akan beberapa buku dengan senang hati. Sebagian rak berisi buku yang kertasnya sudah kekuningan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang ada pengunjung ke sini. Biasanya, anak-anak sekolah yang mencari buku-buku tertentu untuk mengerjakan PR (pekerjaan rumah), penugasan dari guru, masih suka datang. Terkadang mereka patungan beli buku. Kalau ternyata bukunya menarik, mereka beli untuk diri sendiri," kata Kepala Toko Buku Balai Pustaka (TB BP) Waras Margono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali datang orang-orang tua dengan cucu mereka. Para orang tua itu lalu dengan semangat 45 menunjuk-nunjuk buku tertentu yang menjadi bacaan mereka pada masa muda dulu. "Orang-orang tua itu bilang, ’Itu tuh buku yang dulu kakek baca.’ Sekaligus nostalgia kali, ya...," cerita kepala toko itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di toko buku milik PT BP di bilangan Gunung Sahari, Jakarta, tersebut ada beberapa karya yang tak dicetak ulang dan hanya tersisa sedikit eksemplar dengan kertas menua. Sebagian, karya-karya yang terbilang laris mengalami cetak ulang hingga lebih dari dua puluh kali, sebut saja Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, Siti Nurbaya ( Marah Rusli) dan Salah Asuhan (Abdul Muis). "Buku tertentu yang disebut-sebut sebagai buku laris didistribusikan pula ke sejumlah toko buku," kata Manajer Distributor dan Toko BP, Bahtera. Sepinya toko buku itu seakan mengamini senyapnya peran PT BP dari keramaian dunia penerbitan Indonesia. Apalagi mengingat sejarah panjang dan masa kejayaannya hingga memasuki usia 90 tahun pada 22 September, hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PT BP Persero Zaim Uchrowi yang baru bertugas tiga bulan mengakui, awal tahun ini merupakan titik nadir bagi PT BP. "Secara bisnis, pada tahun 2004 kita masih mencetak hingga 12 juta eksemplar, tetapi terakhir, pada tahun 2006, hanya satu juta eksemplar. Itu antara lain disebabkan ketidaksiapan dalam mengatasi perubahan, baik terkait krisis moneter maupun persaingan bisnis," ujar Zaim, yang juga penulis sekitar tujuh buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempat terjadi pergeseran fungsi menjadi agen pemerintah dalam penyediaan buku pelajaran, kini PT BP menerbitkan sekitar 350 judul buku per tahun antara lain kamus, referensi, buku keterampilan, sastra, sosial, politik, agama, ekonomi, dan penyuluhan. Penerbitan sastra sekitar 25 persen dan sekitar 70 persen penerbitan buku pendidikan dan referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra masyarakat terhadap PT BP juga memasuki titik bawah. Ironis rasanya sebab BP pernah mencapai kejayaan. Pada 14 September 1908 Pemerintah Kolonial Belanda membentuk badan Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur, tugasnya memberi pertimbangan kepada Pemerintah Hindia Belanda dalam memilih buku bagi masyarakat. Badan itu lalu berubah menjadi Balai Poestaka, 22 September 1917. BP sempat bergonta-ganti status. Terakhir menjadi perseroan dan badan usaha milik negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era awal, BP menerbitkan roman baru berbahasa Melayu dan daerah. Nama pengarang besar, seperti Merari Siregar, Marah Rusli, Abdul Muis, Idrus, S Takdir Alisjahbana, Sanusi Pane, dan Achdiat Kartamihardja, lahir lewat BP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikelnya untuk Harian Kompas, dalam rangka memperingati 50 Tahun Balai Pustaka, 23 September 1968, perintis pendirian BP, sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana, menulis besarnya jasa-jasa BP sebagai pendorong dan penyebar bahasa Indonesia. Pada masa awal BP memberikan bacaan bermutu kepada orang Indonesia yang telah menamatkan sekolah desa. BP menjaga agar rakyat dijauhkan dari bacaan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lahir kembali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Zaim bertekad untuk mengembalikan PT BP kepada peran strategisnya semula, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejarah telah membuktikan kuatnya peran tersebut, terutama dalam membangun karakter kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jajaran direksi baru, bukan saja telah ada pembenahan manajemen, tetapi juga perubahan visi dan misi. Visi Balai Pustaka kini sebagai korporasi pengembang pengetahuan di Asia Tenggara dengan misi membangun karakter nasional dan sebagai pusat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal, telah direncanakan peluncuran kembali buku tentang polemik kebudayaan (yang ramai tahun 1935) pada 28 Oktober mendatang. "Masalah, seperti feodalisme, stagnasi, dan ketidakmampuan sebagai bangsa, masih terlihat hingga kini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BP membentuk pula Dewan Pertimbangan Perbukuan, yang antara lain melibatkan Bambang Harymurti (wartawan), Helvy Tiana Rosa (penyair), Jefry Giovani (pengusaha), dan penulis Dewi Lestari (masih dalam konfirmasi). "Ini untuk menyegarkan dan memberi perspektif baru dalam penulisan," ujarnya. Harapannya, PT BP dapat kembali berkibar.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Digunting dari Harian Kompas Edisi  22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-8801650931108033793?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/8801650931108033793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/90-tahun-balai-pustaka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8801650931108033793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/8801650931108033793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/90-tahun-balai-pustaka.html' title='90 Tahun Balai Pustaka'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7100209032067564287</id><published>2007-09-15T16:57:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T02:55:24.812-07:00</updated><title type='text'>Artikel "Daur Ulang" di Harian Kompas</title><content type='html'>Saya terkejut ketika membaca artikel saudara Abd Rohim Ghazali, anggota Dewan Penasihat The Indonesia Institute, dan Direktur Eksekutif The Indonesian Research Institute (TIRI), yang berjudul &lt;a href="http://kompas.com/kompas-cetak/0709/12/opini/3832977.htm"&gt;"Puasa untuk Semua"&lt;/a&gt; pada rubrik Opini, halaman 6, Kompas edisi Rabu, 12 September 2007.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya cermati, ternyata artikel tersebut pernah dimuat dalam buku Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman yang dieditori Nur Achmad. Pada buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, edisi I, Agustus 2001, Abd Rohim Ghazali yang kala itu menyebutkan diri sebagai aktivis muda Muhammadiyah, memakai judul "Hikmah Puasa: Perspektif Kerukunan Antarumat Beragama". Artikel "Puasa untuk Semua" yang berjumlah 16 paragraf ini merupakan hasil comotan dari tulisan di buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada artikel "Puasa untuk Semua" awalnya saya terkecoh dengan kutipan ayat Al Quran yang diurai sepanjang empat paragraf. Saya pikir, ini tulisan terbaru Saudara Abd Rohim Ghazali tentang puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat memasuki paragraf kelima, saya teringat dengan tulisan di buku Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman yang baru saya baca beberapa menit sebelumnya. Maklum, itu buku kesayangan yang sudah berulang kali saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, mulai paragraf lima sampai dengan akhir tulisan (paragraf ke-16), 99 persen disalin dari tulisan pada buku tersebut. Coba Anda lihat halaman 215 baris ke-21 sampai terakhir di halaman 218 artikel dalam buku tersebut. Semua kata dan susunan kalimatnya sama. Yang sedikit membedakan (1 persen) adalah dalam hal penggunaan kata penghubung dan tanda baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menyalin tulisan sendiri, tindakan seperti ini sangatlah tidak pantas. Apalagi dilakukan oleh seorang yang memiliki posisi terhormat dan sudah dianggap sebagai seorang intelektual. Awalnya saya menaruh hormat dan sangat simpatik dengan tulisan Abd Rohim Ghazali di buku itu. Namun, setelah membaca artikel "Puasa untuk Semua" kekaguman saya luntur. Ternyata, Abd Rohim Ghazali bukan intelektual yang mencerahkan dan kreatif. Saya sangat menyayangkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman merupakan kumpulan tulisan-tulisan pilihan yang pernah dimuat Kompas terbitan 1996-2000, termasuk artikel "Hikmah Puasa: Perspektif Kerukunan Antarumat Beragama". Berarti artikel "Puasa untuk Semua" merupakan salinan ketiga setelah terbitnya buku tersebut. Apakah pantas jika tulisan yang pernah dimuat boleh dimuat lagi asal diubah judulnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyumbangkan gagasan bagi masyarakat harus didasari niat tulus. Apalagi tulisan bernuansa keagamaan. Kita tidak bisa mengajak orang lain untuk berlaku jujur kalau pribadi kita masih melakukan kecurangan. Kaum intelektual adalah panutan karena bangsa ini miskin figur pemimpin. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita semua, Kompas, dan media lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FRANSISKUS UBA AMA Jalan Waringin Mlaten No 9, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Redaksi:&lt;/b&gt; Terima kasih untuk infonya. Setelah kami cek, ternyata memang artikel Abd Rohim Ghazali "Puasa untuk Semua" hanya cut and paste artikel "Hikmah Puasa: Perspektif Kerukunan Antarumat Beragama" oleh penulis yang sama yang termuat di Kompas, 17/12/1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanggapan Abd Rohim Ghozali Soal Daur Ulang Tulisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menanggapi surat pembaca Saudara Fransiskus Uba Ama "Kompas Kecolongan Artikel 'Daur Ulang'" (Kompas, 14/9) yang isinya mempersoalkan tulisan saya, "Puasa untuk Semua" (Kompas, 12/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa "Puasa untuk Semua" merupakan daur ulang dari "Hikmah Puasa: Perspektif Kerukunan Antarumat Beragama" yang pernah dimuat Kompas (17/12/1999) dan dibukukan dalam Nur Achmad (ed), Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman (Jakarta, Kompas, 2001). Tapi saya tidak melakukan cut and paste (sebagaimana jawaban Kompas) karena saya tidak menjiplak tulisan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukannya dengan cara "membuang dari yang lama yang tidak perlu, dan menambah yang dianggap perlu untuk yang baru". Mengenai berapa persen tingkat perubahannya, saya rasa tidak penting untuk dikemukakan karena tidak mudah untuk diukur secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya ingin bertanya kepada pembaca yang budiman, atau siapa pun yang punya otoritas untuk menjawabnya: sejauh manakah kita bisa memperlakukan hasil karya tulis kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah kita memperlakukan hasil karya kita sendiri seperti kita memperlakukan hasil karya orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya merasa aneh jika harus menyebutkan sumber, catatan kaki atau semacamnya untuk tulisan sendiri. Rasanya kok seperti "jeruk makan jeruk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa apa yang saya lakukan sah secara hukum. Bahkan saya merasa perlu melakukannya untuk mengingatkan kembali kepada kita semua, bahwa puasa, baik secara doktrinal maupun hikmahnya, tidak eksklusif milik umat Islam. Kalau kita perhatikan, pada momen-momen tertentu, sesuai kebutuhan, tak sedikit suatu karya cipta yang didaur ulang, dan sejauh ini tidak ada yang mempersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abd Rohim Ghazali Jalan Murai I/76A, Sawah Lama Ciputat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Redaksi:&lt;/b&gt; Kami di Kompas amat mengharapkan kejujuran dan integritas penulis. Halaman Opini Kompas disediakan sebagai sarana asah intelektual, bukan untuk para "pengrajin" tulisan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7100209032067564287?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7100209032067564287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/artikel-daur-ulang-di-harian-kompas.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7100209032067564287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7100209032067564287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/artikel-daur-ulang-di-harian-kompas.html' title='Artikel &quot;Daur Ulang&quot; di Harian Kompas'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-9184726922769798767</id><published>2007-09-14T21:29:00.000-07:00</published><updated>2007-09-14T21:30:27.166-07:00</updated><title type='text'>Jaksa Kembalikan BAP Korupsi Buku Salatiga</title><content type='html'>Untuk kali kesekian, BAP kasus dugaan korupsi pengadaan buku Balai Pustaka (BP) senilai Rp 17,6 miliar bolak-balik dari tangan penyidik kejari ke polisi. Kepala Kejari Ny SHI Chrisnowati SH mengatakan, berkas kasus tersebut pada 14 September 2007 dikembalikan lagi ke penyidik Polres Salatiga. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah memberikan petunjuk secara jelas. Jadi, begitu dikembalikan ke sini lagi, berkas sudah komplet," kata Chrisnowati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pihaknya sudah meminta kepada penyidik Polres agar mempertajam kesaksian sembilan anggota DPRD setempat. Juga kesaksian mantan anggota dewan. Tak hanya itu, penuntut umum juga meminta unsur eksekutif ikut diperiksa. Misalnya, mantan Sekda Soetedjo, rekanan, dan panitia yang terkait dengan pengadaan buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chrisnowati menyatakan, kesaksian sembilan anggota DPRD yang harus dipertajam, antara lain, dua orang unsur pimpinan, yakni Sri Utami dan Sutrisno. Juga tiga anggota yang masih aktif, yaitu Achmadi, Kemat, dan Haryanto. Ditambah lagi empat mantan anggota dewan, Edi Supeno, Yusnarno, Khoirun, dan Bambang Maryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari eksekutif, selain Soetedjo, yang juga perlu dimintai keterangan adalah mantan Ketua Bappeda Sahli Suwidi. Pejabat pemkot yang juga perlu dipertajam keterangannya adalah Seno Gunawi, Sri Sedjati, Petrus Resi, Niken Lidiastuti Thuba, Sukiman, dan Ucok Kuncoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, tersangka kasus tersebut baru dua orang. Yakni, mantan Kepala Dinas Pendidikan Drs Bakri MED dan Pimpro pengadaan buku Kadarisman. Chrisnowati menjelaskan, pendalaman kesaksian bertujuan untuk mengetahui secara jelas asal usul dan mekanisme sehingga muncul anggaran berikut penggunaannya pada tahun anggaran 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebab, ada ketentuan bahwa munculnya sebuah anggaran harus ada proses. Tidak bisa secara tiba-tiba muncul. Nah, di antara petunjuk yang kami sampaikan ke penyidik adalah mengenai bagaimana asal usul dan mekanisme munculnya anggaran tersebut," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM berjanji menyelesaikan BAP itu secepatnya. Mengingat petunjuk yang diberikan penuntut umum cukup banyak, pihaknya harus memilah setiap saksi. Proses tersebut butuh waktu. "Bila sudah selesai, baru BAP kami kembalikan ke kejaksaan. Makin cepat selesai, makin baik," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Digunting dari Harian Jawa Pos Edisi 15 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-9184726922769798767?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/9184726922769798767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/jaksa-kembalikan-bap-korupsi-buku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/9184726922769798767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/9184726922769798767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/jaksa-kembalikan-bap-korupsi-buku.html' title='Jaksa Kembalikan BAP Korupsi Buku Salatiga'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-309222117304383312</id><published>2007-09-12T05:31:00.001-07:00</published><updated>2007-09-12T05:34:06.453-07:00</updated><title type='text'>Terbit, "The Ecology of Papua" (Seri Ke-6 Ekologi Indonesia )</title><content type='html'>Setelah sepuluh tahun, buku &lt;i&gt;Ecology of Papua&lt;/i&gt; akhirnya diluncurkan di Jakarta, Senin (10/9) malam. Buku dua jilid setebal 1.467 halaman itu merupakan buku terakhir; seri ke-6 tentang Ekologi Indonesia. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap buku spesial ini menjadi sumber informasi dan edukasi bagi siapa saja pembacanya, khususnya yang ingin mengenal lebih dekat Papua dan Papua Barat," kata Bruce M Beeher, salah satu editor yang juga Wakil Presiden Conservation International (CI) Program Melanesia dan Pasifik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ditulis oleh 86 pakar—termasuk 8 peneliti Indonesia—yang berasal dari 14 negara itu adalah hasil kerja sama CI Indonesia, Universitas Cenderawasih, Universitas Negeri Papua, dan the Arnold Arboretum Universitas Harvard, serta diterbitkan Periplus. Buku dalam bahasa Indonesia sedang dalam persiapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, buku itu menyajikan literatur komprehensif sejarah alam Papua. Juga tentang sejarah geologi, tanah, iklim, flora, fauna, ekosistem, biogeografi, paleontologi, arkeologi, sejarah umat manusia, dan kebudayaan tradisionalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian khusus diberikan terhadap kerentanan ekosistem akibat pengambilan produk hutan secara langsung. Buku tersebut juga menunjukkan daerah tutupan hutan yang harus dilindungi, termasuk flora dan faunanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi mengatakan, pihaknya akan berupaya menggunakan informasi dalam buku itu sebagai salah satu pertimbangan pengambilan kebijakan pembangunan di daerah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian Kompas Edisi 12 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-309222117304383312?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/309222117304383312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/terbit-ecology-of-papua-seri-ke-6.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/309222117304383312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/309222117304383312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/terbit-ecology-of-papua-seri-ke-6.html' title='Terbit, &quot;The Ecology of Papua&quot; (Seri Ke-6 Ekologi Indonesia )'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-36666100262896920</id><published>2007-09-12T05:25:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T05:27:07.149-07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan, Surga Para Mayoga</title><content type='html'>Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta III atau biasa dijuluki Mayoga mampu mengubah citra buku yang sering kali dianggap momok menakutkan menjadi barang paling dicari. Para siswa di sekolah tersebut bahkan rela menghabiskan waktu berjam-jam di Perpustakaan Mayoga yang mereka juluki "Mayoga Heaven" atau "Surga Mayoga". &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswi kelas X, Endah, dan beberapa rekan mengaku telah menjadikan perpustakaan tersebut sebagai tempat paling favorit di sekolah. Mereka lebih suka menghabiskan waktu istirahat memelototi aneka buku ketimbang nongkrong di kantin. "Di kantin malah boros, kalau di sini (perpustakaan) murah, meriah, dan menyenangkan," ujar Endah, diikuti tawa rekan-rekannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menambah ilmu pengetahuan, para siswa bisa meminjam buku- buku cerita. Endah mengaku menyukai buku bertema cerita cinta, sedangkan teman sekelasnya, Sigit, lebih memilih buku tentang agama dan ilmu murni. "Suka banget, betah hingga berjam-jam," ucap Endah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan yang dilengkapi dengan hotspot serta lima komputer yang bisa mengakses internet gratis ini ternyata juga dimanfaatkan oleh staf sekolah. Tukang kebun sekolah, Teguh, selalu menyempatkan diri untuk membaca surat kabar edisi terbaru. Bagi Teguh, satu jam setiap hari di perpustakaan bisa meningkatkan pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan, kelengkapan, dan aneka program pendongkrak minat baca membawa perpustakaan ini meraih Juara Pertama Tingkat Nasional pada lomba perpustakaan sekolah yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional pada 3-5 September. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Konsultan Perpustakaan Zaenal Fanani, keberhasilan tersebut tak lepas dari program inovatif yang dimunculkan. Untuk mendongkrak minat baca, Mayoga menjadi satu-satunya sekolah di DI Yogyakarta yang menerapkan muatan lokal (mulok) Pengembangan, Pengenalan, dan Minat Baca. Dengan pembelajaran selama dua jam tiap minggu terbukti minat baca siswa terus meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini image buku dianggap serius. Padahal, banyak buku yang gaul. Mulok dan kehadiran perpustakaan menjadi solusi dongkrak rendahnya indeks membaca pelajar Indonesia yang hanya 0,009 persen," ungkap Zaenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Urusan Pendayagunaan Perpustakaan Rodatun Widayati menambahkan, peningkatan minat baca terdongkrak sejak perpustakaan diletakkan pada tempat paling strategis, yaitu di ruang terdepan sebagai etalase madrasah. Jam pelayanan perpustakaan ini juga diperpanjang hingga pukul 16.30. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan siswa saat membaca juga diperhitungkan dengan pemasangan pendingin ruangan serta audio musik. Ruangan juga didesain penuh warna sehingga menimbulkan kesan ceria. "Nantinya pembelajaran tak lagi berpusat pada guru, tetapi lebih ke arah student center learning," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi perpustakaan, menurut Kepala Urusan Kurikulum Thoha, terdiri atas 8.699 judul buku serta 571 judul nonbuku berupa kepingan VCD. Setiap hari pengelola perpustakaan yang berada langsung di bawah kepala madrasah selalu berbelanja buku. Pada 2007 saja mereka menganggarkan Rp 200 juta untuk fasilitasi perpustakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa juga bisa mengetahui koleksi perpustakaan dengan menggunakan internet. Di waktu mendatang Mayoga bertekad akan bertransformasi menjadi hibryd library. "Tidak secara tradisional mengandalkan buku koleksi, tetapi multiakses dan multikoleksi dari internet hingga intranet menuju era virtual classroom," ujar Zaenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Harian &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; Jogja Edisi 12 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-36666100262896920?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/36666100262896920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/perpustakaan-surga-para-mayoga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/36666100262896920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/36666100262896920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/perpustakaan-surga-para-mayoga.html' title='Perpustakaan, Surga Para Mayoga'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7520274600459748642.post-7768191749047950978</id><published>2007-09-11T07:36:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T07:40:29.135-07:00</updated><title type='text'>1.200 Guru Jogja Tuntut Penuntasan Korupsi Buku</title><content type='html'>Sebanyak 1.200 orang guru di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menuntut penuntasan kasus korupsi pengadaan buku senilai Rp 28,9 miliar. Desakan ini disampaikan karena penanganan kasus itu terkesan setengah hati. &lt;span class="fullpost"&gt;"Sudah dua setengah tahun kasus ini tidak bisa tuntas," kata Supena, koordinator aksi para guru, di Yogyakarta (10/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, pengadaan buku untuk sekolah dasar sampai sekolah menengah atas ini merugikan negara Rp 12 miliar. Dalam kasus ini pengadilan menghukum Kepala Dinas Pendidikan Sleman Muhammad Bachroem 4 tahun 6 bulan. Sedangkan Kepala Proyek Pengadaan Buku Matsoeko divonis serupa. Tapi Bupati Sleman Ibnu Subiyanto, yang berperan dalam pengadaan buku ini, belum tersentuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Digunting dari Koran Tempo Edisi 11 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terbit Buku: ALMANAK SENIRUPA JOGJA 1999-2009, Keterengan lengkap, lihat http://indonesiabuku.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7520274600459748642-7768191749047950978?l=klipingbuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klipingbuku.blogspot.com/feeds/7768191749047950978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/1200-guru-jogja-tuntut-penuntasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7768191749047950978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7520274600459748642/posts/default/7768191749047950978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klipingbuku.blogspot.com/2007/09/1200-guru-jogja-tuntut-penuntasan.html' title='1.200 Guru Jogja Tuntut Penuntasan Korupsi Buku'/><author><name>[I:BOEKOE]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11859774328787057399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
